
Setelah selesai dari bukit, Lino segera mengantarkan Ana pulang.
* Rumah Ana
Ana segera turun dari motor Lino.
"Oh iya, No! nanti kadonya harus dipake ya" ucap Ana.
"Iya, siap" ucap Lino.
"Ya udah, aku pulang dulu ya" ujar Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Hati-hati ya dijalan nya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
"No" panggil Raka sambil berlari menghampiri Ana dan Lino.
"Ada apa, Ka?" tanya Lino.
"Selamat ulang tahun ya" ucap Raka.
"Iya, makasih" ucap Lino.
"No, maaf ya aku gak bisa ngabulin permintaan kamu" ucap Ana.
"Permintaan apaan, Na?" tanya Lino.
"Kan waktu itu kamu bilang katanya saat ulang tahun, kamu pingin ngehabisin waktu seharian sama aku. Tapi aku gak bisa, soalnya takut mamah marah kalau sampe seharian" ucap Ana.
"Iya, gak apa-apa. Lagian aku udah seneng kok hari ini" ucap Lino.
"Ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Ka, gue pulang dulu ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Raka.
Lino segera melajukan motornya menuju rumahnya.
...****...
Sesampainya di rumah, Lino segera turun dari motornya dan ia segera masuk kedalam rumah.
Lino langsung buru-buru pergi ke kamarnya untuk membuka kado dari Ana.
Setelah dua kado pemberian Ana dibuka, ternyata isinya helm dan jaket.
Kemudian Lino segera membaca surat di tiap kado tersebut.
Surat pertama bertuliskan “Selamat ulang tahun, No! aku sengaja kasih kamu kado helm supaya kalau kamu pergi kemanapun, kamu jadi sering inget aku”.
Surat kedua bertuliskan “Aku kasih kamu kado jaket agar kamu gak kedinginan, soalnya kan kamu sering masuk angin. Jadi aku sengaja kasih jaket yang hangat buat kamu”
"Oh iya, gue lupa kasih kue nya ke Ana" ucap Lino.
Lino segera memotong kue ulang tahun yang diberikan oleh Ana, teman-temannya dan juga orang tuanya.
Kemudian Lino segera pergi ke dapur untuk mengambil sterofoam dan kantong plastik yang besar.
Setelah mengambil sterofoam ia segera memasukan beberapa potong kue kedalam beberapa sterofoam untuk dibagikan kepada Ana dan teman-temannya.
Lalu Lino segera memasukan beberapa sterofoam yang berisi kue kedalam kantong plastik tersebut.
Setelah itu, Lino segera mengambil kunci mobilnya dan ia juga segera membawa kantong plastik tersebut.
Kemudian ia segera pergi keluar dan ia segera masuk kedalam mobilnya. Lalu ia segera melajukan mobilnya menuju basecamp terlebih dahulu.
Skip
Sesampainya di basecamp, Lino segera masuk kedalam basecamp sambil membawa empat sterofoam yang berisi kue ulang tahun.
"Lex, ini buat luh" ucap Lino.
"Apaan tuh?" tanya Alex.
"Kue ulang tahun" ucap Lino.
"Oh kirain nasi uduk" ucap Alex.
"Ya udah nih" ucap Lino sambil membawa sterofoam kepada Alex.
"Makasih" ucap Alex.
"Iya sama-sama" ucap ucap Lino.
"Itu tiga lagi buat Gilang, Bayu sama Bobby ya?" tanya Alex.
"Iya" ucap Lino.
"Ya udah disimpen di kulkas aja, nanti kalau ada mereka gue bakal bilangin kok kalau ada kue dari luh" ucap Alex.
"Oh ya udah" ucap Lino sambil menaruh sterofoam tersebut dikulkas.
"Ya udah gue pergi dulu ya" ucap Lino.
"Mau langsung pulang?" tanya Alex.
"Enggak, gue mau bagiin kue nya ke Raka, Ana sama orang tuanya mereka" ucap Lino.
"Oh gitu" ucap Alex.
"Ya udah, gue pergi dulu ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Alex.
Lino segera keluar dari basecamp tersebut. Kemudian ia segera masuk kedalam mobil dan ia langsung melajukan mobilnya menuju rumah Ana dan Raka.
Sesampainya di rumah Ana, Lino segera turun dari mobil sambil membawa dua sterofoam yang berisi kue untuk Ana dan mamahnya Ana.
Lalu Lino segera menekan bel rumah.
Tidak menunggu lama, Ana segera datang dan ia langsung membuka pagar rumahnya.
"Ada apa, No" ucap Ana.
"Ini buat kamu sama mamah kamu" ucap Lino sambil memberikan dua sterofoam.
"Ini apa?" tanya Ana sambil mengambil sterofoam tersebut.
"Kue ulang tahun" ucap Lino.
"Makasih ya" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lino.
"Ya udah kalau gitu aku mau ke rumah Raka dulu ya soalnya mau ngasihin kue" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lino segera menghampiri mobilnya dan ia langsung mengambil tiga sterofoam untuk Raka, dan kedua orang tua Raka.
"Aku ke rumah Raka dulu ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lino segera berjalan kearah rumah Raka.
Setelah Lino pergi, Ana langsung masuk kedalam rumahnya dan ia segera pergi ke dapur untuk menyimpan kue pemberian Lino.
Setelah itu, Ana kembali pergi keluar untuk menunggu Lino.
Beberapa menit kemudian, Lino datang menghampiri Ana.
"No" panggil Ana.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Kamu mau langsung pulang?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Oh gitu" ucap Ana.
"Ya udah, aku pergi dulu ya" ucap Lino sambil berjalan menuju mobilnya.
"No" panggil Ana lagi.
Lino langsung melihat kearah Ana.
"Apa?" tanya Lino.
"Jangan dulu pulang dong, soalnya aku masih kangen" ucap Ana.
"Jangan dulu pulang?" tanya Lino.
"Iya, jangan dulu pulang" ucap Ana.
"Kamu main dulu aja di rumah aku" ucap Ana lagi.
"Ya udah deh" ucap Lino.
"Ya udah ayo masuk" ucap Ana.
Akhirnya mereka berdua segera masuk kedalam rumah.
Lino segera menuruti perintah Ana.
"Mamah kamu pulangnya kapan, Na?" tanya Lino.
"Mamah aku pulangnya sore" ucap Ana.
"Oh gitu" ucap Lino.
"No, bentar ya! aku mau ambilin minum sama cemilan dulu buat kamu" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
Ana segera pergi ke dapur untuk mengambil air minum dan cemilan untuk Lino.
Setelah selesai mengambil minum dan cemilan, Ana segera kembali menghampiri Lino.
"Nih" ucap Ana sambil meletakkan air minum dan cemilan di meja.
"Aku minum ya" ucap Lino.
"Iya silahkan" ucap Ana.
Lino segera meminum air tersebut.
"No, kamu udah buka belum kadonya?" tanya Ana.
"Udah" ucap Lino.
"Suka gak sama kadonya?" tanya Ana.
"Suka banget" ucap Lino.
"Jaketnya pas gak?" tanya Ana.
"Pas kok" ucap Lino padahal ia belum mencoba jaket tersebut.
"Syukur deh kalau pas" ucap Ana.
"Oh iya, kalau kado dari orang tua kamu udah dibuka belum?" tanya Ana.
"Belum" ucap Lino.
"Kenapa belum dibuka?" tanya Ana.
"Gak kenapa-napa, nanti aja dibukanya" ucap Lino.
Trining...trining
Lino segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari mamahnya.
Lalu Lino langsung tersenyum dan ia segera mengangkat panggilan telepon dari mamahnya.
"Hallo, mah" ucap Lino sambil tersenyum.
"No, selamat ulang tahun ya" ucap mamah Lino.
"Makasih, mah" ucap Lino.
"Mamah doain semoga kamu jadi anak yang pinter dan sukses" ucap mamah Lino.
"Makasih, mah" ucap Lino.
"Oh iya, papah kamu udah ngucapin belum?" tanya mamah Lino.
"Belum" ucap Lino.
"Papah gimana sih, masa anaknya ulang tahun tapi belum ngucapin" ucap mamah Lino.
Lino hanya terdiam.
"Nanti mamah bakal telepon papah supaya dia ngucapin selamat ulang tahun ke kamu" ucap mamah Lino.
"Gak usah, mah. Lino gak apa-apa kok kalau papah gak ngucapin juga" ucap Lino.
"Oh iya, tadi kue sama kado dari mamah dan papah udah kamu terima belum?" tanya mamah Lino.
"Udah kok, mah" ucap Lino.
"Syukur deh kalau udah" ucap mamah Lino.
"Mah, mamah gak bakal ke rumah Lino?" tanya Lino.
"Mamah sih mau, tapi mamah gak bisa. Soalnya mamah lagi banyak kerjaan" ucap mamah Lino.
"Oh gitu ya, mah" ucap Lino.
"Maaf ya sayang" ucap mamah.
"Iya gak apa-apa kok, mah" ucap Lino.
"Nanti kalau mamah gak ada kerjaan, mamah bakal ke rumah kamu kok" ucap mamah Lino.
"Gak usah, mah" ucap Lino.
"Kok gak usah?" bingung mamah Lino.
"Iya, gak usah. Lagian mamah gak bakal datang, kan sibuk mulu" ucap Lino.
"Mamah bakal datang kok, tapi kalau mamah gak ada kerjaan di kantor" ucap mamah Lino.
"Udah gak usah aja, lebih baik mamah kerja aja" ucap Lino.
"Kamu marah ya sama mamah?" tanya mamah Lino.
"Lino gak marah kok, mah" ucap Lino.
"Ya udah Lino tutup dulu ya teleponnya, soalnya Lino gak enak sama Ana kalau Lino teleponan mulu" ucap Lino.
Lalu Lino langsung mematikan panggilan teleponnya.
"Aku gak apa-apa kok kalau kamu teleponan" ucap Ana.
"Iya aku tahu, cuma tadi aku nyari alesan aja biar aku bisa matiin teleponnya" ucap Lino.
"Kamu ngambek ya sama mamah kamu?" tanya Ana.
"Ngambek sih enggak, cuma kecewa aja" ucap Lino.
Ana turut merasa sedih karena ia kasihan kepada Lino.
"Kamu kenapa, Na?" tanya Lino karena melihat raut wajah Ana.
"Aku jadi ikutan sedih kalau kamunya sedih" ucap Ana.
"Aku gak sedih kok" ucap Lino.
"Ya udah kalau gitu kamu senyum dong, biar aku nya jadi senyum" ucap Ana.
Lino langsung tersenyum kepada Ana.
"Nah gitu dong! jadi aku nya gak sedih kalau lihat kamu senyum" ucap Ana sambil tersenyum.
"Oh iya, aku mau ambil kue yang dari kamu dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
Ana segera pergi menuju dapur untuk mengambil kue ulang tahun yang dikasih Lino.
Setelah mengambil kue tersebut, Ana segera kembali menghampiri Lino.
"Kamu mau gak, No?" tanya Ana sambil duduk disebelah Lino.
"Enggak, kan ada di rumah" ucap Lino.
"Kamu udah nyobain kue nya belum, No?" tanya Ana.
"Belum" ucap Lino.
"Kok belum sih" ucap Ana.
"Harusnya kan kamu dulu yang nyobain kue nya, baru orang lain" ucap Ana.
"Ya udah nih makan" ucap Ana sambil menyodorkan kue ke mulut Lino.
"Buat kamu aja, Na" ucap Lino.
"Aku bakal cobain kalau kamu duluan yang nyobain" ucap Ana.
"Cepet makan" ucap Ana.
Lino langsung memakan kue tersebut.
Setelah Lino memakan kue tersebut, kini giliran Ana yang memakan kue tersebut.
"Na, itu ada cream di bibir kamu" ucap Lino.
"Disebelah mana?" tanya Ana.
Lino langsung mengusap cream di bibir Ana dan ia langsung memakan cream tersebut.
"Kok dimakan sih, No" ucap Ana.
"Emang kenapa kalau dimakan?" tanya Lino.
"Emang kamu gak jijik gitu, kan itu bekas aku" ucap Ana.
"Enggak" ucap Lino.