
"Na, ayo ke kelas! bel masuk udah bunyi" ucap Lino sambil menghampiri Ana dan Bagas.
"Ayo" ucap Ana.
"Gas, ayo ke kelas" ajak Ana.
"Iya, luh berdua duluan aja" ucap Bagas.
Lalu Ana dan Lino segera pergi menuju kelas.
Saat masuk ke kelas, tiba-tiba Zahra dan Ajeng menghampiri Ana.
"Ana" panggil Zahra.
Sontak Ana dan Lino langsung melihat kearah Zahra.
"Emang bener ya luh berantem sama Naya?" tanya Zahra.
Ana langsung terdiam.
"Apa jangan-jangan Naya bunuh diri gara-gara luh ya?" tanya Ajeng.
"Heh! jangan omongan luh" ucap Lino.
Lalu Lino segera menarik pelan tangan Ana.
Kemudian Ana segera duduk dikursinya.
"Jangan didengerin ya omongan mereka" ucap Lino sambil mengelus rambut Ana.
Kemudian Lino segera pergi menuju kursinya.
Lalu Bagas segera masuk kedalam kelas. Kemudian ia segera duduk dikursinya.
"Gas, emang bener ya kalau waktu itu Naya sama Ana berantem?" tanya Ajeng yang datang menghampiri kursi Bagas.
"Iya" ucap Bagas.
"Berarti Naya bunuh diri gara-gara Ana dong?" tanya Ajeng.
"Bukan" singkat Bagas.
"Ajeng! luh ngapain sih nanya kayak gitu ke Bagas? udah tahu Bagas lagi berduka" kesal Aldi.
"Sorry" ucap Ajeng.
Lalu Ajeng segera pergi menuju tempat duduknya.
"Siang anak-anak" ucap Bu Resti.
"Siang, Bu" ucap semuanya.
"Silahkan bukunya dimasukan kedalam tas, kemudian tas nya dikedepankan ya" perintah Bu Resti.
"Baik, Bu" ucap semuanya
Lalu semua murid yang berada dikelas segera memasukan buku-bukunya kedalam tas, kemudian mereka segera menaruh tasnya didepan. Setelah itu, mereka segera duduk kembali dikursinya masing-masing.
Setelah semua murid sudah duduk, Bu Resti segera membagikan lembar kertas soal dan lembar kertas jawaban kepada masing-masing murid. Setelah itu, murid-murid segera mengerjakan ulangan tersebut.
...****...
Skip
Ana dan Lino segera pergi menuju parkiran.
"Na, udah jangan dipikirin omongan Ajeng. Dia kan orangnya emang suka kayak gitu" ucap Lino.
"Tapi yang dibilang Ajeng ada bener nya kok, No" ucap Ana.
"Itu gak bener, Na! lagian Naya sama kamu kan udah baikan, berarti kamu bukan penyebab Naya meninggal" ucap Lino.
"Udah ya jangan dipikirin lagi" ucap Lino sambil menaiki motornya.
"Ya udah ayo naik" suruh Lino.
Lalu Ana segera menaiki motor milik Lino.
Setelah itu, Lino segera melajukan motornya.
"Oh iya, Na! mau ikut gak?" tanya Lino.
"Ikut kemana?" tanya Ana.
"Ke rumah Bobby" ucap Lino.
"Mau ngapain?" tanya Ana.
"Mau adopsi kucing, soalnya kucing Bobby empat minggu yang lalu melahirkan. Jadi aku mau adopsi anaknya" ucap Lino.
"Aku pingin ikut" ucap Ana.
"Ya udah, sekarang kita ke rumah kamu dulu kan pasti kamu mau ganti pakaian dulu. Terus habis itu ke rumah aku. Lalu udah dari rumah aku baru deh ke rumah Bobby" ucap Lino.
"Oke" ucap Ana.
Setelah sampai di rumah, Ana segera turun dari motor Lino.
"Ya udah ayo masuk" ucap Ana.
"Aku tunggu disini aja" ucap Lino.
"Oh ya udah kalau gitu aku mau ganti baju dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Ana segera masuk kedalam rumahnya, kemudian ia segera pergi menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Setelah selesai berganti pakaian, ia segera kembali menghampiri Lino.
"Ayo" ucap Ana sambil menutup pagar rumahnya.
"Pintunya udah dikunci?" tanya Lino.
"Udah" ucap Ana.
"Ya udah ayo naik" ucap Lino.
Lalu Ana segera menaiki motor Lino. setelah itu, Lino segera melajukan motornya menuju rumahnya.
Setelah sampai di rumah, Lino dan Ana segera turun dari motor. Kemudian mereka berdua segera masuk kedalam rumah.
Lalu Lino segera pergi menuju dapur dan ia langsung mengambil jus kemasan yang berada di kulkas. Setelah itu, Lino segera kembali menghampiri Ana.
"Ini" ucap Lino sambil memberikan jus kemasan kepada Ana.
"Makasih" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lino.
"Ya udah kalau gitu aku ke kamar dulu nya soalnya mau ganti pakaian" ucap Lino.
"Iya" ucap Lino.
Lalu Lino segera pergi menuju kamarnya untuk berganti pakaian.
Lalu Ana segera meminum jus kemasan tersebut sambil memainkan ponselnya.
Ana segera melihat kembali pesan yang dikirim oleh Naya. Lalu tanpa sadar, Ana langsung meneteskan air matanya saat membaca pesan tersebut.
Setelah selesai berganti pakaian, Lino langsung pergi menghampiri Ana.
Saat menghampiri Ana, Lino melihat Ana yang sedang menangis. Kemudian ia segera duduk disebelah Ana.
"Kenapa?" tanya Lino sambil menatap wajah Ana.
Sontak Ana langsung menutup aplikasi chat nya.
"Enggak kenapa-napa" ucap Ana sambil mengusap air matanya.
Kemudian Lino langsung memeluk Ana erat karena ia tahu bahwa Ana menangis karena merasa bersalah sama Naya.
Saat dipeluk oleh Lino, tiba-tiba Ana langsung menangis karena ia tidak kuat menahan tangisnya.
"Kalau mau nangis, nangis aja sepuasnya sekarang. Tapi nanti jangan nangis lagi ya" ucap Lino sambil menepuk-nepuk pelan punggung Ana.
"No, ini cuma mimpi kan?" lirih Ana.
Lino hanya diam, tidak menjawab ucapan Ana.
Kemudian Lino segera melepaskan pelukannya.
"Ya udah sekarang kita ke rumah Bobby yuk" ucap Lino lembut.
Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.
"Ya udah jangan nangis lagi, nanti dikira kamu nangis gara-gara aku" ucap Lino sambil mengusap air mata Ana.
Kemudian Lino langsung memegang Ana dan membawanya keluar.
Setelah itu, Lino segera mengunci pintu rumahnya.
Lalu mereka berdua segera menaiki motor dan Lino langsung melajukan motornya menuju rumah Bobby.
Skip
Setelah sampai, Lino dan Ana segera turun dari motor.
Kemudian Lino segera menekan bel rumah Bobby.
Tidak lama setelah menekan bel, Bobby segera menghampiri Lino dan Ana.
"Ayo masuk" ucap Bobby.
Lalu Lino dan Ana segera masuk kedalam rumah Bobby.
"Ana juga pingin adopsi kucing?" tanya Bobby.
"Enggak" ucap Ana.
"Kalau mau gak apa-apa adopsi aja, lagian anaknya ada empat" ucap Bobby.
"Enggak ah! nanti kasihan, soalnya pasti nanti anaknya bakal gak inget sama ibunya. Terus pasti nanti ibunya pasti sedih, karena anaknya gak inget sama dia" ucap Ana dengan polos.
Lalu Lino dan Bobby langsung tertawa karena mendengar ucapan Ana.
"Kenapa ketawa?" tanya Ana bingung.
"Gak kenapa-napa" ucap Lino.
"Ya udah mana kucingnya?" tanya Lino.
"Ya udah ayo ikut gue" ucap Bobby.
Lalu Ana dan Lino segera mengikuti Bobby dari belakang.
Setelah sampai, mereka bertiga segera melihat kucing-kucing milik Bobby.
"Wah banyak banyak kucingnya, emang gak cape ya ngurus nya?" tanya Ana.
"Enggak sih, kan dibantuin sama bibi" ucap Bobby.
"No, luh mau adopsi yang mana?" tanya Bobby.
"Yang ini aja deh" ucap Lino.
"Bentar ya, gue ambil kardus dulu" ucap Booby.
"Oke" ucap Bobby.
Lalu Bobby segera pergi untuk mengambil kardus.
"Bagus nya dikasih nama apa ya?" tanya Lino.
"Dora" ucap Ana.
Lalu Lino langsung tertawa karena mendengar ucapan Ana.
"Emang itu cewek atau cowok?" tanya Ana.
"Cowok" ucap Lino.
"Tahu dari mana kalau itu cowok?" tanya Ana.
Lalu Lino segera memperlihatkan alat kelam*n kucing tersebut kepada Ana.
"Ih Lino jangan dilihat ke aku, kucingnya kan cowok. Nanti dia pasti malu karena kamu ngelihatin itu nya ke aku" ucap Ana dengan polos.