ARLINO

ARLINO
Episode 119



"Tapi aku pingin ikut main" ucap Ana.


"Main nya pagi aja jangan malem" ucap Lino.


"Na, luh gak perlu ijin dari Lino juga kali. Lagian kan dia bukan orang tua luh" ucap Felisa.


"Ya udah nanti gue bilang ke mamah gue dulu ya, siapa tahu nanti dibolehin" ucap Ana.


"Guys! gue pulang dulu ya soalnya udah dijemput" ucap Lia.


"Gue juga pulang ya soalnya Bagas udah nunggu diparkiran" ucap Naya.


"Iya" ucap semuanya.


"Na" ucap Lino.


"Kenapa?" tanya Ana.


"Aku kan udah bilang kalau kamu gak boleh ikut" ucap Lino.


"Kamu tenang aja, No! aku gak bakal kenapa-napa kok" ucap Ana.


"Ya udah ayo kita pulang" ucap Lino.


Lalu Ana dan Lino pun segera pergi menuju parkiran.


"No, aku gak akan kenapa-napa kok" ucap Ana meyakinkan Lino.


"Nanti kalau misalnya ada apa-apa, aku pasti ngabarin kok" ucap Ana.


"Ya udah iya, tapi pulangnya jangan malem-malem" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Nanti kesananya dianter siapa?" tanya Lino.


"Dianter Naya kali, kan dia pasti bawa mobil" ucap Ana.


"Pulangnya juga sama Naya?" tanya Lino.


"Bukan" ucap Ana.


"Terus sama siapa?" tanya Lino.


"Sama cowok lain" canda Ana.


"Oh gitu" ucap Lino datar.


"Bercanda kok" ucap Ana.


"Gak apa-apa kok kalau sama cowok lain juga, berarti nanti juga aku boleh sama cewek lain" ucap Lino.


"Ih Lino! aku cuma bercanda tahu" ucap Ana.


"Ya udah nanti lain kali kita ketemu terus bawa selingkuhan masing-masing" ucap Lino.


"Tahu ah! kamu gak bisa diajak bercanda" ucap Ana.


"Ya udah ayo pulang" ucap Ana.


Lalu mereka berdua pun segera menaiki motor.


Setelah itu, Lino pun segera melajukan motornya menuju rumah Ana.


Setelah sampai, Ana pun segera turun dari motor Lino.


"No, bukain dong! susah banget soalnya bukanya" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera membuka helmnya dan ia pun segera menaruh helm nya di kaca spion motornya.


"Sini deketan" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera mendekatkan dirinya ke Lino.


Kemudian Lino pun segera membukakan helm Ana.


"Kok susah ya, Na" bohong Ana.


"Masa sih?" ucap Ana.


"Iya susah" bohong Lino.


"Sini deketan lagi" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera mendekatkan wajahnya agar Lino bisa membuka helm yang dipakai Ana.


Saat Ana mendekatkan wajahnya, tiba-tiba Lino pun langsung mengecup bibir Ana sekilas.


Sontak Ana pun langsung menjauhkan wajahnya dari Lino.


"Ih Lino!" ucap Ana.


"Maaf sengaja" ucap Lino sambil tersenyum.


Lalu Ana pun segera membuka helmnya karena pengaitnya sudah dibuka oleh Lino.


"Nih" ucap Ana sambil memberikan helm Lino.


"Helm nya simpen aja sama kamu" ucap Lino.


"Simpen di aku?" tanya Ana memastikan.


"Iya" ucap Lino.


"Ya udah" ucap Ana.


Lalu Ana pun langsung masuk kedalam rumahnya.


Lino yang melihat Ana langsung masuk kedalam pun hanya tersenyum karena ia tahu bahwa Ana sangat malu karena tadi dicium oleh Lino.


Kemudian Ana pun segera pergi menuju kamarnya. Setelah itu, Ana pun mengintip di jendela kamarnya dan ternyata Lino masih ada didepan rumahnya.


Lalu Ana pun segera mengirim pesan kepada Lino.


Ana :


Cepet pulang!!


Lalu Lino pun dengan cepat membalas pesan dari Ana.


^^^Lino :^^^


^^^Aku masih mau disini^^^


Ana :


Mau ngapain masih disini?


^^^Lino :^^^


^^^Mau lihatin orang yang lagi ngintip dari jendela kamarnya^^^


Kemudian Ana pun langsung melihat kearah luar jendela kamarnya dan ternyata Lino sedang memperhatikannya.


Lalu Ana pun langsung menutup gorden jendelanya.


^^^Lino :^^^


^^^Loh! kenapa ditutup?^^^


Ana :


Cepet pulang


^^^Lino :^^^


^^^Aku bakal pulang kalau lihat kamu sekali lagi^^^


Setelah sampai diluar, Ana pun langsung menghampiri Lino.


"Cepet pulang" ucap Ana.


"Ya udah aku pulang ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Gak ada yang pingin kamu omongin gitu?" tanya Lino.


"Gak ada" ucap Ana.


"Ya udah aku pulang ya" ucap Lino.


"Ya udah sana pulang" ucap Ana.


"Na, aku haus" ucap Lino.


"Kalau haus ya pulang aja, terus minum deh kalau udah sampe rumah" ucap Ana.


"Tapi aku pingin air minum yang ada di rumah kamu" ucap Lino.


"Perasaan air minum di rumah kamu sama di rumah aku sama aja deh rasanya" ucap Ana.


"Beda rasanya, Na" ucap Lino.


"Emang iya?" tanya Ana.


"Iya beda" ucap Lino.


"Bedanya apa?" tanya Ana.


"Kalau air minum di rumah aku rasanya biasa aja, tapi kalau air minum di rumah kamu rasanya kayak ada manis-manis nya" ucap Lino.


"Bilang aja pingin main ke rumah" ucap Ana.


"Nah, itu tahu" ucap Lino.


"Nanti aja mainnya" ucap Ana.


"Kapan?" tanya Lino.


"Nanti" ucap Ana.


"Iya nantinya tuh kapan?" tanya Lino.


"Kapan-kapan" ucap Ana.


"Ya udah deh kalau gitu aku pulang dulu ya" ucap Lino.


"Iya, hati-hati ya" ucap Ana.


"Iya sayang" ucap Lino.


Lalu Ana pun langsung tersenyum saat mendengar ucapan Lino.


"Jangan senyum, nanti yang lihat kamu jadi diabetes" ucap Lino.


"Apaan sih, No" ucap Ana tersipu malu.


"Ya udah aku pergi ya" ucap Lino.


"Iya sayang" ucap Ana.


Sontak Lino pun tersenyum karena mendengar ucapan Ana.


Kemudian Lino pun segera pergi dengan mengendarai motornya.


Setelah Lino pergi, Ana pun segera masuk kedalam rumahnya.


Lalu Ana pun segera pergi menuju kamarnya untuk mandi. Setelah selesai mandi, Ana pun segera berganti pakaian.


Setelah itu, Ana pun segera rebahan di kasurnya sambil memainkan ponsel miliknya.


Tingtong...tingtong


"Ih Lino ngapain sih balik lagi" ucap Ana.


Tingtong...tingtong


Bel pun berbunyi lagi.


Kemudian Ana pun segera mengirim pesan kepada Lino.


^^^Ana :^^^


^^^Mau apa lagi sih, No?^^^


Lino :


Apaan, Na?


^^^Ana :^^^


^^^Kamu mau ngapain balik lagi ke rumah aku?^^^


Lino :


Aku gak ke rumah kamu lagi kok, ini aku lagi ada di basecamp


^^^Ana :^^^


^^^Terus itu siapa yang teken bel rumah?^^^


Lino :


Mana aku tahu


Lalu Ana pun segera mengintip dari jendela kamarnya.


"Papah" gumam Ana.


Lalu Ana pun buru-buru turun untuk menemui papahnya yang berada diluar rumahnya.


Setelah sampai, Ana pun segera membukakan pagar rumahnya.


"Ana" ucap papah.


"Papah ngapain kesini?" tanya Ana.


"Papah kangen sama kamu" ucap papah.


"Ana juga kangen sama papah" batin Ana.


"Papah boleh peluk kamu gak?" ucap papah.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan papahnya.


Lalu papah pun segera memeluk Ana.


Setelah itu, papah pun segera melepaskan pelukannya.


"Makin cantik aja anak papah" ucap papah sambil tersenyum.


"Ya udah ayo masuk kedalam, pah" ucap Ana.


"Mamah kamu ada di rumah gak?" tanya papah.


"Gak ada, mamah lagi kerja. Paling nanti pulangnya malem" ucap Ana.


"Ya udah ayo masuk, pah" ucap Ana.


Lalu mereka berdua pun segera masuk kedalam rumah.