
Pagi hari
Tingtong...tingtong
Ana segera pergi keluar.
"Pagi, No" ucap Ana sambil tersenyum.
"Pagi juga" ucap Lino sambil membalas senyuman Ana.
"Ya udah ayo naik" perintah Lino.
Ana segera menaiki motor Lino.
Kemudian Lino segera melajukan motornya menuju sekolah.
* Sekolah
Ketika sampai di parkiran, mereka berdua segera turun dari motor.
"Lino!!!" teriak seseorang.
Sontak Lino dan Ana langsung melihat kearah orang itu.
Orang itu langsung berlari menghampiri Ana dan Lino.
"Lino" panggil Cindy.
"Luh kok ada disini" heran Lino.
"Iya, soalnya gue pindah ke sekolah ini" ucap Cindy.
"Oh gitu" ucap Lino.
"Siapa, No?" bisik Ana.
"Dia tetangga baru aku, Na" jelas Lino.
"Oh gitu" ucap Ana.
"Oh iya, gue boleh minta tolong gak?" tanya Cindy.
"Minta tolong apa?" tanya Lino.
"Tolong anterin gue ke ruang guru, soalnya gue gak tahu tempatnya" ucap Cindy.
"Ya udah sama aku aja anterin nya. Gimana? mau gak? ucap Ana.
"Boleh" ucap Cindy.
"Ya udah, No! aku anterin dia dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Oh iya, No! tolong simpen tas aku ya" ucap Ana sambil memberikan tas nya kepada Lino.
"Iya" ucap Lino sambil mengambil tas milik Ana.
Ana segera mengantarkan Cindy menuju ruang kepala sekolah. Sedangkan Lino, ia segera pergi menuju kelasnya.
"Oh iya, nama luh siapa?" tanya Ana.
"Nama gue Cindy" ucap Cindy.
"Kalau luh?" tanya Cindy.
"Nama gue Ana" ucap Ana.
"Luh pacarnya Lino?" tanya Cindy.
"Iya" ucap Ana.
Akhirnya Ana dan Cindy sampai di ruangan kepala sekolah.
"Ini ruangannya" tunjuk Ana.
"Makasih ya udah anterin gue" ucap Cindy.
"Iya sama-sama" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu gue ke kelas dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Cindy.
Ana segera pergi menuju kelasnya.
* Kelas
Saat masuk ke kelas, tiba-tiba Felisa dan Lia langsung menghampiri Ana.
"Ini kado buat luh" ucap Felisa sambil memberikan kado kepada Ana.
"Makasih" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Felisa.
"Ini kado dari gue, Na" ucap Lia.
"Makasih ya Lia" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lia.
"Ya udah kalau gitu gue duduk ke kursinya gue dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lia dan Felisa bersamaan.
Ana segera pergi ke tempat duduknya. Kemudian ia segera memasukan kado pemberian Felisa dan Lia kedalam tas.
Saat Ana duduk, ia melihat ada sesuatu dikolong meja nya.
"Kado dari siapa nih?" batin Ana.
"Selamat pagi anak-anak" ucap guru yang baru datang.
"Pagi, Bu" ucap murid-murid yang berada didalam kelas.
"Hari ini kita kedatangan murid baru dari Jakarta" ucap guru.
"Wah cantik banget" ucap Aldi.
"Woy berisik!" sahut Clara.
"Ya sudah silahkan perkenalan nama kamu" ucap guru.
"Hallo semuanya" ucap Cindy.
"Hallo juga" ucap semua murid.
"Perkenalkan nama saya Cindy" ucap Cindy.
"Hallo tetangga nya Lino" ucap Gilang.
"Apaan sih luh! malu-maluin aja" ucap Lino.
"Ya sudah silahkan duduk, Cindy" ucap guru.
Cindy segera duduk di kursi sebelah Ana karena cuma tempat itu yang kosong.
"Eh ketemu lagi" ucap Ana sambil tersenyum.
Cindy langsung membalas senyuman Ana.
"Udah sekarang fokus ya anak-anak! jangan lihatin Cindy mulu" ucap Bu Risa.
Kemudian Bu Risa segera menjelaskan materi kepada murid-muridnya.
Krining...Krining
Bel istirahat berbunyi
"Cin, ke kantin yuk!" ajak Ana.
"Ayo" ucap Cindy.
"Na, ke kantin yuk!" ajak Lino.
"Aku mau ke kantin bareng Cindy dan temen-temen yang lain" ucap Ana.
"Oh gitu" ucap Lino.
"Gak apa-apa kan?" tanya Ana.
"Iya gak apa-apa" ucap Lino.
"Na, ayo ke kantin" ajak Clara.
"Ya udah ayo" ucap Ana.
Mereka segera pergi menuju kantin.
Skip
* Kantin
"Guys" panggil Raka.
Sontak Lino dan Gilang langsung melihat kearah Raka.
"Apa" ucap Gilang.
"Itu yang duduk disebelah Ana murid baru ya?" tanya Raka.
"Iya" ucap Gilang.
"Dia itu tetangga Lino yang semalem ngasih kue" ucap Gilang lagi.
"Oh ya?" tanya Raka kepada Lino.
"Iya" ucap Lino.
"Itu si Ana kok kayak yang akrab banget ya sama cewek itu" heran Gilang.
"Ana kan emang friendly orangnya, makanya gampang akrab sama orang baru" ucap Raka.
"No, kalau misalnya Ana friendly sama cowok gimana?" tanya Gilang.
"Ya gak gimana-gimana" ucap Lino.
"Emang luh gak cemburu kalau Ana deket sama cowok lain?" tanya Gilang.
"Ya tergantung gimana sikap cowok itu ke Ana. Kalau dia biasa aja ke Ana, ya gue gak bakal cemburu" ucap Lino.
"Kalau cowok itu naksir Ana gimana?" tanya Gilang.
"Udah ah, nanya mulu luh! gue mau makan nih" ucap Lino sambil melanjutkan makannya.
Disisi lain
"Cin, luh kenapa pindah kesini?" tanya Felisa.
"Hmm...soalnya dulu gue dibully disekolah sebelumnya. Makanya gue mutusin buat pindah kesini" ucap Cindy.
"Luh kenapa dibully?" tanya Clara.
"Hmm...gue dibully karena gue pendiem orangnya" ucap Cindy.
"Tapi kok luh kaya gak pendiem tuh gue lihat" ucap Clara.
"Soalnya gue udah ubah sikap gue, biar gue gak diremehin lagi sama orang" ucap Cindy.
"Tapi emang bener sih, kebanyakan yang pendiem itu suka dibully dan juga gak ditemenin sama temen sekelasnya" ucap Felisa.
"Luh tahu dari mana, Fel?" tanya Lia.
"Tahu dari film" ucap Felisa sambil nyengir.
Setelah selesai istirahat, murid-murid segera pergi menuju kelasnya.
* Kelas
"No" panggil Ana.
"Kamu kasih kado aku lagi ya?" tanya Ana.
"Kado?" bingung Lino.
"Iya, yang dikolong meja aku" ucap Ana.
"Aku gak ngasih kado lagi kok" ucap Lino.
"Terus itu siapa yang ngasih?" tanya Ana.
"Mungkin anak kelas kali yang ngasih" ucap Lino.
"Oh gitu ya, kirain kamu yang ngasih" ucap Ana.
"Enggak, aku kan ngasih kado nya semalem" ucap Lino.
"Ya udah kalau gitu aku duduk dikursi aku dulu ya soalnya kasihan Cindy sendirian?" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
Lalu Ana segera duduk disebelah Cindy.
"Ana" panggil Cindy.
"Iya ada apa?" tanya Ana.
"Luh udah berapa lama pacaran sama Lino?" tanya Cindy.
"Enggak tahu soalnya gue gak hitung lama pacarannya. Tapi yang pasti gue sama Lino pacaran dari kelas sebelas" jelas Ana.
"Oh gitu" ucap Cindy.
"Emangnya kenapa ya, Cin?" tanya Ana.
"Gak kenapa-napa, gue cuma nanya doang" ucap Cindy.
"Oh iya, Na! luh punya mantan berapa?" tanya Cindy.
"Hmm...dua" ucap Ana.
"Mantan luh anak SMA Tunas Bakti atau sekolah lain?" tanya Cindy.
"Anak SMA Tunas Bakti" ucap Ana.
"Kelas mana?" tanya Cindy.
"Hmm...dia anak IPS" ucap Ana.
"Dua-duanya anak IPS?" tanya Cindy.
"Enggak" ucap Ana.
"Terus satu nya lagi kelas mana?" tanya Cindy.
"Hmm...dia sekelas sama kita" jawab Ana.