
Setelah dari cafe mereka berempat segera pulang.
(Diperjalanan)
"Cewek" goda dua orang cowok disebelah Clara dan Ana.
"Ih apaan sih, freak banget jadi orang" ucap Clara yang sedang mengendarai motor.
"Ra, cepet ngebut!" ucap Ana.
Clara segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi karena sebenarnya ia juga takut terhadap dua cowok tersebut.
Pada saat belokan, Clara dan Ana langsung terjatuh dari motor.
"Aww sakit" ringis Ana dan Clara.
Dua cowok tadi langsung menertawakan Ana dan Clara.
"Copet!!!" teriak Ana karena dua orang tadi berniat turun dari motor.
Karena Ana berteriak, akhirnya dua cowok tadi kembali menaiki motornya. Lalu mereka segera pergi.
"Na, kaki gue berdarah" ucap Clara.
"Gue juga sama berdarah" ucap Ana.
"Terus gimana pulang nya? gue lemes banget nih" ucap Clara.
"Bentar, gue telepon Lino dulu" ucap Ana.
Ana segera menelepon Lino.
Tidak menunggu lama, Lino langsung mengangkat panggilan telepon dari Ana.
"Hallo, Na" ucap Lino.
"No, aku sama Clara kecelakaan" ucap Ana.
"Aku gak percaya" ucap Lino.
"Ini serius, No" ucap Ana.
"Coba video call, biar aku percaya" ucap Lino.
Ana segera mematikan panggilan teleponnya. Kemudian ia mengalihkannya ke video call.
"Tuh lihat! lutut aku berdarah" ucap Ana.
"Itu serius?" tanya Lino.
"Ya serius lah, No! masa pura-pura sih" ucap Ana.
"Sekarang kalian ada dimana?" tanya Lino.
"Dijalan anggrek, yang deket rumah kosong" ucap Ana.
"Sekarang aku kesana" ucap Lino.
"No, ajak temen kamu juga, soalnya Clara kakinya sakit makanya gak bisa bawa motor" ucap Ana.
"Ya udah aku sekarang kesana sama Gilang" ucap Lino.
"Cepetan! aku takut, soalnya tempatnya serem" ucap Ana.
"Ya udah iya, aku kesana sekarang" ucap Lino sambil mematikan panggilan video call nya.
15 menit kemudian, Lino dan Gilang datang.
"No" panggil Ana.
Lino dan Gilang langsung turun dari motor masing-masing.
"Kalian kenapa?" tanya Gilang sambil tertawa.
"Bukannya bantuin, ini malah ngetawain" ucap Clara.
"Ya udah ayo pulang" ucap Lino.
"Ra, luh dianterin sama Gilang" ucap Lino.
"Iya" ucap Clara.
"Terus kalau gue dianterin Gilang, nasib motor gue gimana?" tanya Clara.
"Luh dianterin pulang nya pake motor luh" ucap Lino.
"Terus motor Gilang gimana?" tanya Clara.
"Gak apa-apa, nanti ditinggal aja disini" ucap Gilang.
"Kalau motornya dicuri orang gimana?" tanya Clara.
"Kan kunci motor nya dibawa, jadi gak bakal dicuri" ucap Gilang.
"Ya udah ayo pulang, Na" ucap Lino.
Lalu Ana dan Lino segera menaiki motor. Kemudian Lino segera melajukan motornya menuju rumah Lino karena rumah Lino lebih dekat jaraknya dari tempat kecelakaan Ana dan Clara.
Setelah sampai, Ana dan Lino segera turun dari motor.
"Kamu ngapain bawa aku ke rumah kamu?” tanya Ana.
"Aku mau obatin luka kamu dulu, baru habis itu aku nganterin kamu pulang" ucap Lino.
"Gak apa-apa, nanti biar aku sendiri aja yang obatin di rumah" ucap Ana.
"Udah biar aku aja yang obatin" ucap Lino.
"Ya udah ayo masuk" ucap Lino.
Akhirnya mereka berdua segera masuk kedalam rumah.
"Kamu duduk dulu disini" perintah Lino.
Ana segera menuruti perintah Lino.
Lino segera pergi untuk mengambil krim antibiotik dan kain kasa.
Beberapa menit kemudian, Lino segera kembali menghampiri Ana.
Lino segera duduk di lantai, lalu ia langsung mengobati luka di lutut Ana.
"Aww perih" ringis Ana.
"Pasti Clara ngebut ya tadi?" tanya Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Kalian gak diapa-apain kan sama tuh cowok?" tanya Lino memastikan.
"Enggak kok" ucap Ana.
"Ternyata omongan itu doa ya" ucap Lino.
"Maksudnya?" bingung Ana.
"Kan tadi Clara bilang kalau kalian jatuh dari motor, eh ternyata kejadian kan" ucap Lino.
"Iya juga ya" ucap Ana.
"Makanya kalau ngomong itu harus hati-hati" ucap Lino.
"Mana lagi lukanya?" tanya Lino.
"Ini" ucap Ana mendekatkan tangannya ke Lino.
Lino segera mengobati luka ditangan Ana.
"Tadi lihat plat nomor kendaraan cowok itu gak?" tanya Lino.
"Enggak" ucap Ana.
"Hmm..emangnya kalau misalnya lihat kenapa?" tanya Ana.
"Nanti aku mau tonjok tuh cowok karena dia udah bikin cewek aku jadi luka-luka kayak gini" ucap Lino.
Ana hanya tersenyum mendengar ucapan Lino.
"Malah senyum lagi" ucap Lino.
"No, kamu kenapa sih perhatian banget sama aku?" tanya Ana.
"Ya kan kamu pacar aku, jadi wajar kalau aku perhatian" ucap Lino.
"Iya juga sih" ucap Ana.
"Ada-ada aja pertanyaan kamu" heran Lino.
"Udah" ucap Lino saat selesai mengobati luka-luka Ana.
"Ya udah ayo pulang" ucap Lino.
"Gak mau! aku mau main dulu" ucap Ana.
"Jangan! soalnya aku mau ke basecamp" ucap Lino.
"Ya udah kalau gitu aku ikut" ucap Ana.
"Gak boleh" ucap Lino.
"Ih Lino mah" keluh Ana.
"Ayo pulang" ucap Lino.
"Gak mau! aku mau disini aja" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu aku tinggalin ya" ucap Lino.
"Ya udah sana!" ucap Ana.
"Awas ada hantu di rumah" ucap Lino menakut-nakuti Ana.
"Ih jangan nakutin" ucap Ana.
"Dadah, Ana" ucap Lino sambil pergi keluar.
"Lino!!!" teriak Ana sambil lari keluar.
"Ya udah ayo pulang" ucap Lino.
"Aku pingin ikut ke basecamp" ucap Ana.
"Jangan" ucap Lino.
"Ya udah deh kalau gitu aku pulang sendiri" ucap Ana sambil pergi.
Lino segera mengunci pintu rumahnya. Kemudian ia segera melajukan motornya.
"Ana, ayo naik" ucap Lino.
"Enggak mau" ucap Ana.
"Ya udah ayo ke basecamp" ucap Lino.
"Ya udah ayo" ucap Ana sambil tersenyum.
Lino langsung memberhentikan motornya.
Setelah itu, Ana segera naik ke motor Lino. Kemudian Lino segera melajukan motornya.
"No, arah jalannya salah" ucap Ana.
"Enggak! udah bener kok jalannya" ucap Lino.
"Ini mah arah jalannya mau ke rumah aku" ucap Ana.
"Ya emang" ucap Lino sambil tertawa kecil.
"Ih ngeselin banget" ucap Ana.
"Udah lebih baik kamu istirahat aja di rumah. Lagian tadi kan kamu habis kecelakaan" ucap Lino.
"Aku cuma jatuh doang" ucap Ana.
"Sama aja, itu juga namanya kecelakaan" ucap Lino.
"No..no" panggil Ana.
"Ada apa?" tanya Lino.
"Tas aku ketinggalan disofa" ucap Ana.
"Ya ampun! bukannya bilang dari tadi" ucap Lino.
"Kan aku baru inget, No" ujar Ana.
Akhirnya Lino melajukan motornya menuju rumahnya.
Setelah sampai, mereka segera turun dari motor.
"Kamu tunggu aja disini" ucap Lino.
Lino segera masuk kedalam rumahnya untuk mengambil tas milik Ana.