
Skip
* Hari Kamis
Karena kondisi Ana membaik, akhirnya ia memutuskan untuk sekolah.
"Ana" panggil mamah.
"Iya, mah" ucap Ana sambil menghampiri mamahnya.
"Kamu beneran udah baik-baik aja kan?" tanya mamah.
"Iya, Ana udah baik-baik aja kok mah" ucap Ana.
"Kamu beneran mau masuk sekolah hari ini?" tanya mamah.
"Iya, soalnya Ana bosen di rumah mulu" ucap Ana.
"Kamu ke sekolah nya mau dianter mamah atau bareng Raka?" tanya mamah.
"Ana mau berangkat sama mamah aja" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu" ucap mamah.
"Oh iya, ayo sarapan!" ucap mamah.
Akhirnya Ana dan mamahnya segera pergi menuju ruang makan.
Sesampainya di ruang makan, Ana dan mamahnya segera sarapan bersama.
"Na" panggil mamah.
"Iya kenapa, mah?" tanya Ana.
"Kamu beneran gak inget tentang semuanya?" tanya mamah.
"Iya, Ana gak inget mah" ucap Ana.
"Kepala kamu masih sering pusing gak?" tanya mamah.
"Kadang-kadang sih, mah" ucap Ana.
"Nanti pulang sekolah mamah jemput ya" ucap mamah.
"Iya" ucap Ana.
"Mah, Ana boleh tanya sesuatu gak?" tanya Ana.
"Mau nanya apa, sayang?" tanya mamah.
"Papah kok gak tinggal disini sih, mah" ucap Ana.
"Iya, soalnya papah kamu sibuk kerja. Makanya dia jarang pulang ke rumah" ucap mamah.
"Kerjanya dimana, mah?" tanya Ana.
"Hmm...dia kerja di luar negeri" ucap mamah.
"Pantes aja papah gak pernah kesini" ucap Ana.
"Oh iya, mah! papah kesininya kapan?" tanya Ana.
"Mamah juga gak tahu, tapi nanti mamah bakal bilang ke papah supaya cepet pulang ke rumah" ucap mamah.
"Mah, kok Ana gak lihat foto keluarga kita sih" ucap Ana.
"Kita emang gak pernah foto bareng, Na" bohong mamah.
"Kenapa gak pernah foto?" tanya Ana.
"Soalnya papah kamu gak suka difoto" ucap mamah.
"Ya udah cepet habisin makanannya, jangan nanya mulu" ucap mamah.
"Iya, mah" ucap Ana.
Setelah selesai sarapan, Ana dan mamahnya segera pergi menuju sekolah.
Skip
* Sekolah
"Oh iya, mah! kelas Ana dimana ya?" tanya Ana.
"Mamah gak tahu, pokoknya nanti tanyain aja ke orang letak kelas XII MIPA 4" ucap mamah.
"Ya udah kalau gitu Ana pamit dulu ya, mah" ucap Ana.
"Iya" ucap mamah.
Ana segera salam kepada mamahnya. Setelah itu ia segera turun dari mobil.
"Mah, Ana sekolah dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap mamah sambil tersenyum.
"Belajar yang bener ya" ucap mamah.
"Iya, mah" ucap Ana.
Lalu Ana segera pergi.
"Permisi" ucap Ana kepada seseorang.
Sontak orang itu langsung melihat kearah Ana.
"Na, luh udah sembuh?" tanya Bagas.
"Iya, udah" ucap Ana.
"Oh iya, kalau kelas XII MIPA 4 dimana ya?" tanya Ana.
Bagas terdiam sejenak.
"Kamu tahu gak?" tanya Ana.
"Tahu, kan itu kelas kita" ucap Bagas sedikit kebingungan karena sikap Ana.
"Oh kita sekelas?" tanya Ana.
"Iya" ucap Bagas.
"Na, luh kenapa?" tanya Bagas.
"Maksudnya?" bingung Ana.
"Luh kan Minggu kemarin gak sekolah karena sakit" ucap Bagas.
"Iya, terus?" tanya Ana.
"Luh sakit apa?" tanya Bagas.
"Aku gak tahu" ucap Ana.
"Kok gak tahu sih" ucap Bagas.
"Ana" panggil seseorang.
Ana langsung melihat kearah orang itu.
Lalu orang itu langsung menghampiri Ana.
"Luh sakit apa sih? kok sakitnya lama banget" ucap Cindy.
"Kamu siapa?" tanya Ana.
"Gue Cindy, temen sebangku luh" ucap Cindy.
"Maaf ya, gue gak inget" ucap Ana.
"Luh gak inget gue?" tanya Cindy.
"Enggak" ucap Ana.
"Ya udah ayo ke kelas, Na" ajak Bagas.
Akhirnya Ana segera mengikuti Bagas menuju kelasnya.
* Kelas
"Ana, luh udah sembuh?" tanya Felisa.
Ana hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Oh iya, aku duduk disebelah mana?" tanya Ana.
"Luh duduk disana" tunjuk Felisa.
Akhirnya Ana segera pergi menuju tempat duduknya.
"Orang-orang kenapa pada lihatin aku ya" batin Ana.
"Kenapa, Na?" tanya Cindy sambil duduk disebelah Ana.
"Orang-orang kenapa pada lihatin aku?" tanya Ana pelan.
"Soalnya kan luh baru masuk sekolah lagi, makanya mereka jadi lihatin luh" ucap Cindy.
"Oh iya, aku boleh minta tolong gak?" tanya Ana.
"Minta tolong apa?" tanya Cindy.
"Kata mamah kan ingatan aku hilang, makanya aku mau minta tolong ke kamu buat bantuin aku agar inget lagi" ucap Ana.
"Ya udah nanti gue bantuin ya supaya luh inget lagi" ucap Cindy.
"Makasih ya, Cindy" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Cindy.
"Oh iya, kalau aku tuh orangnya kayak gimana sih?" tanya Ana.
"Hmm...luh tuh orangnya baik, tapi karena terlalu baik luh selalu dimanfaatin sama orang-orang" ucap Cindy.
"Dimanfaatin?" tanya Ana memastikan.
"Iya" ucap Cindy.
"Luh tahu Clara, Felisa sama Lia kan?" ucap Cindy.
"Iya tahu" ucap Ana karena waktu itu mereka bertiga menjenguk Ana, makanya Ana ingat dengan mereka.
"Mereka bertiga itu sering manfaatin luh" bohong Cindy.
"Manfaatin kayak gimana?" tanya Ana.
"Mereka tuh pura-pura baik sama luh, padahal kalau dibelakang mereka selalu ngejelek-jelekin luh" bohong Cindy.
"Emang aku salah apa ke mereka? kok mereka sampe ngejelek-jelekin aku" ucap Ana.
"Hmm...mereka ngejelekin luh karena menurut mereka luh adalah penyebab kematian sahabat mereka" ucap Cindy.
"Penyebab kematian?" ucap Ana sedikit terkejut.
"Iya" ucap Cindy.
"Emang bener kalau aku penyebabnya?" tanya Ana.
"Enggak kok, mereka bertiga cuma nyebarin berita palsu aja" ucap Cindy.
"Oh iya, mulai sekarang luh jangan terlalu deket sama mereka ya soalnya gue kasihan aja sama luh karena luh udah difitnah mereka" ucap Cindy.
"Iya, gue gak bakal deket-deket sama mereka kok" ucap Ana.
"Oh iya, Cin! aku deket banget ya sama kamu?" tanya Ana.
"Iya lah, kan kita sahabat" ucap Cindy.
"Oh iya, Na! gue mau kasih tahu sesuatu" ucap Cindy.
"Kasih tahu apa?" tanya Ana.
"Cowok yang barusan nganter luh ke kelas itu adalah orang yang luh suka" ucap Cindy.
"Oh gitu" ucap Ana.
"Iya, bahkan setiap hari luh sering curhat tentang dia ke gue" ucap Cindy.
"Oh iya, waktu itu kan ada cowok yang jenguk aku dan nama cowok itu Lino" ucap Ana.
"Iya, terus?" tanya Cindy.
"Dia waktu itu minta maaf ke aku. Tapi aku bingung kenapa dia minta maaf" ucap Ana.
"Kamu tahu gak alasan kenapa dia minta maaf ke aku?" tanya Ana.
"Kalau itu gue gak tahu" ucap Cindy.
"Oh ya?" tanya Ana.
"Iya" ucap Cindy.
"Ganteng kan dia?" tanya Cindy.
Ana hanya mengangguk.
"Tapi Lino kayak nya gak suka sama gue" ucap Cindy.
"Kenapa gak suka sama kamu?" tanya Ana.
"Soalnya dia suka sama orang lain" ucap Cindy.
"Oh iya, luh jangan bilang ke Lino atau orang-orang ya kalau gue suka sama Lino" ucap Cindy.
"Iya, gue gak bakal bilang kok" ucap Ana.
Lalu Felisa segera menghampiri Ana dan Cindy.
"Cin" panggil Felisa.
"Iya, kenapa?" tanya Cindy.
"Luh mau gak tukeran bangku, jadi nanti luh duduk bareng Putri dan Ana duduk bareng Lia" ucap Felisa.
Cindy langsung melihat kearah Ana.
"Maaf, Fel. Tapi aku pingin duduk bareng Cindy" ucap Ana.
"Oh gitu ya, ya udah deh kalau itu mau luh" ucap Felisa.
"Ana!!!" teriak Clara yang baru datang.
Lalu Clara langsung menghampiri Ana.
"Gue kangen banget sama luh" ucap Clara.
"Oh iya, Na! nanti kalau udah pulang sekolah, gue, Felisa sama Lia boleh main gak ke rumah luh?" tanya Clara.
"Maaf, Ra. Tapi aku butuh waktu istirahat" ucap Ana.
"Oh ya udah deh, mainnya lain kali aja" ucap Clara.
"Lino!!! Ana udah sekolah" teriak Clara saat Lino baru masuk kedalam kelas.
Lino langsung tersenyum sambil berjalan kearah Ana.
"Udah sehat, Na?" tanya Lino.
Ana hanya mengangguk.
"Syukur deh kalau gitu" ucap Lino sambil tersenyum bahagia.
Lalu Lino segera pergi ke tempat duduknya.
Clara dan Felisa segera menghampiri Lino.
"No" panggil Clara.
"Ada apa?" tanya Lino.
"Gak apa-apa kali luh deket sama Ana pas disekolah, lagian kan orang tuanya Ana gak lihat" ucap Clara.
"Ya emang, tapi gue takut aja kalau ada orang yang ngelaporin ke orang tua nya Ana" ucap Lino.
"Gue, Clara, Lia sama Gilang pasti gak bakal ngelaporin luh kok" ucap Felisa.
"Iya, gue gak bakal ngelaporin ke mamah Ana kok" ucap Clara.
"Oh iya! kan mamahnya Ana bukan nyuruh luh buat jauhin Ana, tapi kan dia waktu itu nyuruh agar luh jangan ngajak Ana pergi" ucap Felisa.
"Iya bener, mamahnya Ana gak ngelarang luh deket sama Ana kok. Tapi dia ngelarang luh ajak Ana jalan-jalan" ucap Clara.
"Oh iya, No! luh gak bakal bilang kalau luh pacar Ana gitu?" ucap Felisa.
"Enggak, Fel. Soalnya kan waktu itu mamahnya Ana bilang ke Ana bahwa gue itu temennya Ana. Lagian kalau gue ngaku sebagai pacarnya dia, nanti dia pasti bingung kenapa waktu itu mamahnya bilang kalau gue temennya dia" ucap Lino.
...****...
Skip
Krining... krining
Bel istirahat berbunyi.
"Na, ke kantin yuk!" ajak Cindy.
"Ayo" ucap Ana.
"Na" panggil Clara sambil menghampiri Ana.
"Iya, kenapa?" tanya Ana.
"Ke kantin bareng gue, Felisa sama Lia yuk!" ajak Clara.
"Aku mau ke kantin bareng Cindy, Ra" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu kita bareng-bareng aja ke kantinnya" ucap Clara.
"Enggak, Ra. aku mau bareng Cindy" ucap Ana.
"Ayo, Cin" ucap Ana.
Akhirnya Ana dan Cindy segera pergi menuju kantin.
* Kantin
Sesampainya di kantin, Ana dan Cindy segera memesan makanan dan minuman.
Setelah selesai memesan makanan dan minuman, mereka berdua segera duduk di tempat yang telah disediakan.
"Cin" panggil Ana.
"Iya, kenapa?" tanya Cindy.
"Clara, Felisa dan Lia kenapa nuduh aku sebagai penyebab kematian sahabat nya?" tanya Ana.
"Karena sebelum kejadian sahabat mereka bunuh diri, sahabatnya itu berantem dulu sama luh. Makanya mereka jadi nuduh luh" ucap Cindy.
"Berantem gara-gara masalah apa?" tanya Ana.
"Kalau itu gue gak tahu" ucap Cindy.
"Tapi yang pasti luh itu gak salah dan mereka bertiga tuh nuduh luh biar luh dipandang jelek sama orang-orang" ucap Cindy.
"Mereka jahat banget sih" ucap Ana.
"Iya, mereka jahat banget sama luh" ucap Cindy.
(Fyi, Cindy tahu masalah ini dari temen sekelasnya. Namun Cindy banyak menambahkan cerita, agar Ana kesal dengan Clara, Lia dan Felisa)
"Oh iya, Na! luh jangan kasih tahu siapapun ya kalau gue yang udah ngomong. Soalnya gue takut dimarahin dan dibully sama mereka bertiga. Padahal kan gue niatnya baik, agar luh lebih hati-hati sama mereka" ucap Cindy.
"Iya, aku bakal lebih hati-hati kok sama mereka" ucap Ana.
"Na" panggil Lino sambil duduk dihadapan Ana.
"Iya, ada apa?" tanya Ana.
"Ini handphone kamu" ucap Lino sambil memberikan handphone kepada Ana.
"Handphone aku?" bingung Ana.
"Iya, itu handphone kamu" ucap Lino.
"Ini beneran handphone aku, Cin?" tanya Ana kepada Cindy.
Cindy hanya mengangguk.
"Kok bisa ada di kamu" ucap Ana kepada Lino.
"Soalnya waktu itu handphone kamu hilang, terus tadi aku nemuin handphone kamu diparkiran. Akhirnya aku ambil deh" bohong Lino.
"Oh gitu" ucap Ana.
"Makasih ya" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lino.
Lalu Lino segera pergi.
"Na, luh tunggu dulu disini ya soalnya gue mau ngobrol dulu sama Lino" ucap Cindy.
"Oh ya udah" ucap Ana.
Cindy segera menyusul Lino.
"Ana" panggil Raka.
"Eh Raka" ucap Ana.
"Gue boleh duduk disini gak?" tanya Raka.
"Boleh kok" ucap Ana.
"Oh iya, luh makan sendirian?" tanya Raka.
"Enggak, aku makan bareng Cindy" ucap Ana.
"Terus Cindy nya mana?" ucap Raka.
"Tadi dia pergi nyusulin Lino" ucap Ana.
"Mau ngapain nyusulin Lino?" tanya Raka.
"Soalnya dia mau ngobrol sama Lino" ucap Ana.
"Ngobrolin apa?" tanya Raka.
"Aku gak tahu" ucap Ana.
"Na, luh kenapa gak bareng Clara, Felisa atau Lia?" tanya Raka.
"Gak kenapa-napa, aku cuma mau bareng Cindy aja ke kantinnya" ucap Ana.
"Oh iya, Ka! kamu tahu password handphone aku gak?" tanya Ana.
"Gue gak tahu" tanya Raka.
"Coba deh luh tanya Lino, siapa tahu dia tahu password handphone luh" ucap Raka.
"Kenapa nanyain ke dia?" bingung Ana.
"Soalnya kan dia pa-" ucap Raka namun terhenti.
"Dia kenapa?" tanya Ana.
"Eh gak jadi deh" ucap Raka.
"Oh iya, kayaknya password handphone luh itu tanggal ulang tahun luh deh" ucap Raka.
"Ulang tahun aku kapan?" tanya Ana.
"14 Februari, jadi mungkin password nya 1402" tebak Raka.
Ana segera memasukan password tersebut.
"Bisa gak?" tanya Raka.
"Enggak, password nya salah" ucap Ana.
"Coba sini handphone luh, gue mau coba masukin password lain" ucap Raka.
Ana segera memberikan handphone tersebut kepada Raka.
Lalu Raka segera memasukan tanggal ulang tahun Lino.
"Bisa gak?" tanya Ana.
"Enggak bisa, Na" ucap Raka sambil memberikan ponsel kepada Ana.
"Andai aja aku bisa buka handphone nya, mungkin aku bakal inget kejadian di masa lalu lewat foto-foto yang ada di handphone aku" ucap Ana.
"Emang luh pingin inget tentang hal apa?" tanya Raka.
"Ya tentang semua" ucap Ana.
"Na, maaf ya lama" ucap Cindy sambil duduk disebelah Ana.
"Iya gak apa-apa" ucap Ana.
"Luh ngobrolin apa sama Lino?" tanya Raka.
"Gue cuma nanya tugas yang kemarin" ucap Cindy sambil melanjutkan makannya.