ARLINO

ARLINO
Episode 7



Skip


Pagi hari


"Guys bangun guys!!!" teriak Felisa.


"Ih berisik fel, gue masih ngantuk nih" ucap Ana dengan mata tertutup.


"Whoaaa" Clara pun menguap dan ia pun segera pergi menuju ke kamar mandi.


"Ji, gue lapar nih" ucap Lia


"Ya udah masak aja sana ke dapur soalnya gue gak bisa masak" ucap Naya sambil nyengir.


"Whoaa" Ana pun segera bangun dengan rambut yang berantakan lalu ia pun langsung menuju ke kamar mandi milik Naya.


"Ada siapa didalam kamar mandi, fel?" tanya Ana.


"Didalam kamar mandi ada Clara, Na" ucap Felisa.


"Nay, ada kamar mandi lagi gak selain ini?" ucap Ana.


"Ada dibawah, Na" ucap Naya.


"Nay, gue izin mandi di kamar mandi bawah ya" ucap Ana.


Ana pun segera menuju ke bawah dengan keadaan muka bantal dan rambut yang berantakan.


"Anjir kaget! gue kira luh kuntilanak" ucap Gilang kepada Ana.


Ana pun tidak memperdulikan ucapan Gilang dan Ana pun segera menuju ke kamar mandi.


Ana pun segera mengetuk pintu kamar mandi tersebut.


Tok..tok


"Ini siapa yang didalem?" teriak Ana kepada seseorang yang sedang berada dikamar mandi.


"Ini gue, Lino" teriak Lino.


"Udah belum" ucap Ana.


Cklek


( Pintu pun terbuka )


"Aaaaaa" teriak Ana sambil menutup mata karena ia melihat Lino yang tidak memakai baju dan hanya memakai handuk untuk menutupi bawahnya.


"Berisik anjir!" kata Lino lalu ia pun segera pergi meninggalkan Ana.


Kemudian Ana pun segera masuk ke kamar mandi tersebut.


...****...


Arlino POV


Gue pun segera ke kamar mandi untuk mandi pagi.


Setelah selesai mandi, ada seseorang yang mengetuk pintu.


Tok..tok


(Suara pintu)


"Siapa sih, ganggu orang lagi mandi aja" batin Lino.


"Ini siapa yang didalem?" teriak seseorang.


"Ini gue, Lino"


"Udah belum"


Cklek


Gue pun membuka pintu dengan keadaan hanya memakai handuk untuk menutupi bagian bawah gue.


Gue pun melihat orang yang mengetuk pintu tadi dan ternyata dia adalah Ana.


"Aaaaaa" teriak Ana.


"Berisik anjir! ngagetin gue aja luh" ucap Lino lalu ia pun pergi ke ruang tamu dan segera berganti baju.


"Tadi siapa yang teriak, No?" tanya Aldi yang baru bangun tidur.


"Si Ana lah siapa lagi yang punya suara cempreng di antara cewek-cewek itu" ucap Gilang.


"No, si Ana kenapa lagi?" tanya Bagas.


"Tahu deh lebay banget, padahal dia cuma lihat ABS gue doang eh dia langsung teriak" ucap Lino.


...****...


Ana pun keluar dari kamar mandi.


"Nyesel gue ke kamar mandi ini, padahal tadi harusnya gue tungguin aja si Clara" gumam Ana.


Ana pun segera menuju ke kamar Naya. Pada saat ingin ke kamar Naya, Ana pun melewati ruang tamu yang dimana ada Lino, Bagas, Gilang dan Aldi.


Cowok-cowok itu pun melihat kearah Ana.


"Aduh malu banget gue" batin Ana karena mengingat kejadian waktu di kamar mandi.


"Ana" ucap Bagas dengan nada menggoda.


"APA!" sinis Ana.


"Mau kemana? Buru-buru amat" ucap Bagas.


"Mau ke kamar Naya lah" ucap Ana sambil berlari menaiki tangga.


"Pasti dia malu tuh lihat luh, No" ucap Bagas kepada Lino


Lino pun hanya tersenyum


...****...


"Ana luh tadi kenapa teriak-teriak?" tanya semuanya.


"Enggak kenapa-napa kok" ucap Ana dengan pipi memerah.


"Luh diganggu sama anak cowok ya?" tanya Clara.


"Enggak" ucap Ana.


"Luh demam ya, Na? Kok pipi luh jadi merah gitu sih" ucap Lia.


"Enggak kok" ucap Ana sambil memegang kening dan lehernya untuk memastikan demam atau tidaknya.


"Emang merah ya pipi gue?" tanya Ana memastikan.


"Iya" ucap Lia.


"Guys, lapar nih" ucap Clara.


"Ya udah masak gih! soalnya gue kan gak bisa masak" ucap Naya.


"Yaudah ayo kita masak" ucap Lia.


Akhirnya kita pun turun dan pergi ke dapur untuk memasak nasi goreng.


* Dapur


Ana dan Lia pun memasak nasi goreng sedangkan yang lainnya hanya menyiapkan piring dan menuangkan air kedalam gelas.


"Bau apa nih, enak banget bau nya" ucap Bagas dan Aldi yang tiba-tiba masuk ke dapur.


"Luh bisa lihat kan, kita lagi masak apa" sinis Ana.


"Wih, galak amat! nanti cantik nya ilang loh kalau marah-marah" ucap Bagas.


"Ana kalau marah gak bakal ilang kok cantiknya" ujar Aldi.


"Alah bullshit luh! waktu itu aja luh ngatain gue monyet" ucap Ana.


"Ya ampun luh masih ingat aja, gue gak cuma bercanda waktu itu. Habisnya luh duluan yang mulai" ucap Aldi.


"Seenggaknya jangan pakai sebutan binatang dong" kesal Ana.


"Luh muji pasti pingin nasi goreng kan" ucap Lia.


"Kok tahu sih isi hati kita, apa jangan-jangan kita jodoh" ucap Aldi.


"Idih, gue gak mau berjodoh sama luh" ucap Lia.


"Berisik luh, sana-sana ganggu kita aja!!!" teriak Ana.


"Anjir luh ngusir gue, emangnya ini rumah luh apa" ucap Bagas.


Ana langsung pun terdiam.


"Jangan didengerin ucapan Abang gue ya, Na. dia emang gak ada akhlak" ucap Naya ke Ana.


"Kak, lebih baik kakak sama Aldi kesana deh" ucap Naya sambil mendorong tubuh Bagas dan Aldi.


5 menit kemudian.


"Akhirnya udah jadi" ucap Ana dan Lia.


"Yeay, akhirnya kita makan" teriak Clara.


"Ra, luh kayak anak yang gak dikasih makan seminggu aja. Heboh banget deh" ucap Lia.


"Habisnya gue lapar" ucap Clara sambil cengengesan.


Kita pun membawa makanan tersebut ke ruang makan.


"Enak gak?" tanya Ana dan Lia kepada Clara, Naya dan Felisa


"Enak kok" ucap Clara, Naya, dan Felisa bersamaan.


"Eh minta dong makanan nya, kita semua lapar nih" ucap Gilang.


"Gak boleh" ucap Clara.


"Luh semua pelit amat sih jadi orang" ucap Gilang.


"Luh mau mau makan, Lang?" tanya Ana.


"Mau" ucap Gilang.


"Boleh kok, Lang" ucap Ana


"Guys...guys boleh, cepetan kesini!" ucap Gilang kepada Bagas, Lino dan Aldi.


Aldi, Bagas dan Lino pun segera menghampiri ke meja makan.


"Mana makanannya?" tanya Aldi, Bagas dan Lino.


"Kalian boleh kok makan asal ada satu syarat" ucap Ana.


"Kok pake syarat segala" ucap Aldi.


"Ya udah kalau gak mau gak apa-apa sih gue gak maksa kok" ucap Ana.


"Syarat nya apaan emang?" tanya Aldi.


"Syaratnya luh semua harus cuci piring bekas kita, nanti baru gue bikinin deh makanannya" ucap Ana.


"Ogah! lebih baik gue nyari makanan diluar" ucap Lino dan ia pun segera keluar untuk mencari tukang nasi goreng.


"Gue nitip, No" ucap Gilang.


"Beli aja sendiri" ucap Lino.


"Ya udah gue ikut luh aja beli nasi goreng"


ucap Gilang, Aldi, dan Bagas.