ARLINO

ARLINO
Episode 105



"Aku pesennya lewat gofood aja ya, soalnya males keluar" ucap Lino.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


"Mau pesen apa lagi selain seblak?" tanya Lino.


"Pingin jus mangga" ucap Ana.


"Oke" ucap Lino.


"Terus mau apa lagi?" tanya Lino lagi.


"Udah" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera memesankan pesanannya dan juga Ana.


Setelah itu, Lino pun segera memberikan ponselnya kepada Ana.


"Ini" ucap Lino.


"Apa?" bingung Ana.


"Katanya mau main game" ucap Lino.


"Gak jadi, udah gak mood" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu aku pulang aja ya" ucap Lino.


"Jangan" cegah Ana.


"Kenapa jangan?" tanya Lino.


"Ya kan aku bosen kalau sendirian" ucap Ana.


"Ya udah aku gak bakal pulang, tapi janji ya kamu jangan cemberut mulu" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"No, di ruang tamu yuk! aku pingin nonton tv" ucap Ana.


"Ya udah ayo" ucap Lino.


Tiba-tiba Lino pun menggendong Ana ala bridal style.


"No, ngapain gendong aku" ucap Ana.


"Kan kamu lagi sakit, makanya aku gendong" ucap Lino.


"Aku turun aja" ucap Ana.


"Jangan" ucap Lino.


Lalu Lino pun segera membawa Ana menuju ruang tamu.


Setelah sampai di ruang tamu, Ana pun segera turun dari pangkuan Lino.


Kemudian Ana dan Lino pun segera duduk di sofa.


Kemudian Ana pun segera menyalakan televisi nya.


"Kenapa ya gak ada yang seru" ucap Ana.


"Ya mana aku tahu" ucap Lino.


"Gimana kalau kita lanjut nonton drakor yang kemarin aja" ucap Lino.


"Tapi laptop nya ada dikamar" ucap Ana.


"Ya udah biar aku aja yang ambil" ucap Lino.


"Oh iya, laptop nya ada dimana?" tanya Lino.


"Di meja belajar" ucap Ana.


Lalu Link pun segera pergi menuju kamar Ana untuk mengambil laptop milik Ana. Setelah mengambil laptop, Lino pun segera pergi menuju ruang tamu.


Sesampainya di ruang tamu, Lino pun segera menyimpan laptop tersebut diatas meja. Kemudian Ana dan Lino pun segera duduk dilantai.


Lalu Ana pun segera menyalakan laptop nya dan Ana pun segera mencari film yang waktu itu dia dan Lino tonton.


Kemudian Ana dan Lino pun melanjutkan menonton drama Korea tersebut.


Tingtong...tingtong


"Itu pasti abang gof**d" ucap Ana.


"Ya udah aku keluar dulu ya, mau ambil pesanannya" ucap Lino.


Lalu Lino pun segera pergi keluar untuk mengambil pesanannya dan juga pesanan Ana.


Setelah mengambil pesanannya, Lino pun segera membayar pesanan tersebut. Kemudian ia pun segera pergi menghampiri Ana.


"Nih seblak sama jus mangga nya" ucap Lino.


"Makasih" ucap Ana.


"Semuanya berapa?" tanya Ana.


"Gak usah, biar aku aja yang bayar" ucap Lino.


"Makasih ya" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


"Kamu pesen seblak juga?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Bukannya kamu gak suka makanan pedas ya?" tanya Ana.


"Aku emang gak suka" ucap Lino.


"Terus kenapa beli?" tanya Ana.


"Habisnya tadi kamu marah sih sama aku, jadi aku terpaksa beli supaya ada alasan biar kamu gak marah lagi" ucap Lino.


"Ya udah cepet makan seblak nya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Akhirnya mereka berdua pun segera memakan seblak tersebut.


"Pedes ya, No?" tanya Ana karena melihat kening Lino yang keringetan.


"Iya pedes" ucap Lino.


"Kalau gak kuat, biar aku aja yang makan" ucap Ana.


"Bentar ya" ucap Ana.


"Mau kemana?" tanya Lino.


"Mau ke dapur" ucap Ana.


Beberapa detik kemudian, Ana pun segera kembali menghampiri Lino.


"Nih" ucap Ana sambil memberikan susu kaleng kepada Lino.


"Kenapa kamu kasih susu beruang?" bingung Lino sambil mengambil susu tersebut.


"Itu bukan susu beruang, itu susu sapi" jelas Ana.


"Tapi kan gambarnya beruang" ucap Lino.


"Buat apa ngasih ini? kan aku udah ada minuman" ucap Lino.


"Biar gak terlalu pedas saat makan makanan pedas" jelas Ana.


"Tapi ini gak ada rasanya" ucap Lino.


"Udah minum aja, banyak omong banget kamu" ucap Ana sinis.


"Sabar...sabar" batin Lino.


"Kamu lagi PMS ya, Na?" tanya Lino.


"Kok kamu tahu sih?" heran Ana.


"Iya soalnya kamu sensi banget hari ini" ucap Lino.


"Enggak ah, aku biasa aja" ucap Ana.


"Itu sih menurut kamu aja" ucap Lino.


"Oh iya, besok bakal belajar gak?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Lino.


"Serius?" tanya Ana.


"Iya, serius" ucap Lino.


"Berarti jangan bawa buku dong" ucap Ana.


"Iya jangan" ucap Lino.


"Kalau tas dibawa gak?" tanya Ana.


"Ya terserah kamu" ucap Lino.


"Kalau kamu mau bawa tas gak?" tanya Ana.


"Aku gak bakal bawa" ucap Lino.


"Kalau kamu gak bawa berarti aku juga gak akan bawa" ucap Ana.


"Eh aku bakal bawa deh" ucap Lino.


"Ya udah aku juga bakal bawa" ucap Ana.


"Eh gak jadi deh" ucap Lino.


"Ih Lino yang bener! kamu bawa atau enggak?" tanya Ana.


"Gimana besok deh" ucap Lino.


"Sekarang aja mutusin nya" ucap Ana.


"Kamu mau aku putusin?" tanya Lino.


"Ih maksud aku tuh mutusin buat bawa atau enggak nya" jelas Ana.


"Iya aku juga tahu, tadi aku cuma bercanda" ucap Lino.


"Jadi mau dibawa atau enggak?" tanya Ana.


"Enggak deh" ucap Lino.


"Serius?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Lino sambil tertawa.


"Ih Lino yang bener!" ucap Ana sedikit kesal karena Lino terus-terusan mengerjainya.


"Iya serius" ucap Lino.


"Serius apa coba?" tanya Ana.


"Aku serius gak bakal bawa tas" ucap Lino.


"Oke, berarti aku juga gak bakal bawa" ucap Ana.


"Na, nih buat kamu aja seblak nya. Aku gak kuat soalnya" ucap Lino.


"Beneran buat aku?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Makasih" ucap Ana.


Lalu Ana pun segera menumpahkan seblak Lino pada wadah seblak yang Ana makan.


"Kamu gak bakal sakit perut kan?" tanya Lino memastikan.


"Enggak, aku kuat kalau makan makanan pedas" ucap Ana.


"Semoga aja emang gak sakit perut ya, soalnya aku takut dimarahin mamah kamu gara-gara beliin kamu seblak" ucap Lino.


"Mamah aku gak bakal marah kok sama kamu" ucap Ana.


"Dia bakal marah nya sama aku, soalnya dia pasti tahu bahwa aku yang pingin seblak" ucap Ana lagi.


"Ya udah cepetan habisin seblak nya" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera melanjutkan makan seblak.


Lino pun segera mengambil tisu dan ia pun langsung mengelap kuah seblak yang berada disudut bibir Ana.


"Makasih" ucap Ana karena Lino mengelap kuah seblak yang berada di sudut bibirnya.


"Iya sama-sama" ucap Lino.