ARLINO

ARLINO
Episode 124



"Ada apa sih, Na?" bingung Lino karena Ana tiba-tiba memeluk Lino.


"Gak apa-apa, pingin peluk aja" ucap Ana yang masih memeluk Lino.


"Ekhem" tiba-tiba mamah Ana pun menghampiri Ana dan Lino.


Sontak keduanya pun langsung melepaskan pelukannya.


"Katanya sama temen, tapi kok sama Lino" ucap mamah.


"Emang sama temen, mah" ucap Ana.


"Tapi kok sama Lino?" heran mamah.


"Soalnya Lino tiba-tiba ikut" ucap Ana.


"Kalau gak percaya tanyain aja sama temen-temen Ana" ucap Ana.


"Iya Tante, tadi awalnya Ana emang bareng temen-temennya kok" ucap Lino.


"Oh gitu" ucap mamah Ana.


"Ya udah, No! pulang sana, udah malem" ujar Ana.


"Tante, Lino pulang dulu ya" ucap Lino.


"Iya, hati-hati ya" ucap mamah Ana.


"Iya tante" ucap Lino.


"Na, aku pulang dulu" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera menaiki motornya dan ia pun langsung melajukan motornya menuju rumahnya.


"Ya udah ayo masuk" ucap mamah.


Lalu Ana pun segera masuk kedalam rumah, sedangkan mamahnya sedang mengunci pagar rumahnya.


Setelah mengunci pagar dan pintu, mamah pun segera menghampiri Ana dan ia pun duduk disebelah Ana.


"Kenapa, Na?" tanya mamah karena melihat Ana yang melamun.


"Gak kenapa-napa kok, mah" ucap Ana.


"Kamu gak berantem kan sama Lino?" tanya mamah.


"Enggak kok" ucap Ana.


"Terus kamu ngelamunin apa?" tanya mamah.


"Enggak ngelamunin apa-apa kok, Ana cuma capek aja habis jalan-jalan" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu kamu tidur sana" ucap mamah.


"Ya udah Ana tidur dulu ya, mah" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


Lalu Ana pun segera pergi menuju kamarnya.


Setelah sampai di kamarnya, Ana pun segera berganti pakaian. Lalu setelah itu ia pun segera tidur.


...****...


Pagi hari


Ana pun segera memasukan buku-bukunya kedalam tas. Setelah selesai membereskan buku-buku, ia pun segera mandi.


Setelah selesai mandi, Ana pun segera memakai baju seragam sekolanya. Lalu setelah itu, ia pun segera merapikan rambut nya dan ia pun memakai bedak setipis mungkin dan tidak lupa ia pun memakai liptint.


Setelah selesai berdandan, ia pun segera mengambil tasnya dan ia pun langsung menuju ruang makan.


Setelah sampai di ruang makan, Ana pun segera duduk. Lalu ia pun segera memakan makanan yang telah dibuat oleh mamahnya.


Kemudian Ana pun segera mengirim pesan kepada Lino.


"Kalau makan tuh jangan sambil main handphone, nanti makannya gak beres-beres" ucap mamah.


"Iya...iya" ucap Ana sambil meletakkan ponselnya diatas meja.


"Kamu kenapa sih lihatin handphone mulu?" tanya mamah.


"Soalnya Ana khawatir sama Lino" ucap Ana.


"Emang Lino kenapa?" tanya mamah.


"Enggak kenapa-napa sih, cuma Ana merasa khawatir aja sama dia" ucap Ana.


"Kamu mau berangkat bareng Lino ke sekolahnya?" tanya mamah.


"Enggak tahu" ucap Ana.


"Kok gak tahu sih" ucap mamah.


"Soalnya Lino gak bales pesan Ana" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu mamah anter kamu aja" ucap mamah.


"Ya udah deh" ucap Ana.


"Ya udah cepet habisin makanannya" ucap mamah.


"Iya" ucap Ana.


Tingtong....tingtong


"Mah! Ana berangkat dulu" ucap Ana sambil berlari keluar rumah.


"Na, belum habis loh makanannya" teriak mamah namun tidak dijawab oleh Ana.


Setelah sampai di luar, Ana pun segera menghampiri Lino.


"No, kamu gak apa-apa kan?" tanya Ana.


"Gak ada yang luka kan?" tanya Ana lagi.


"Gak ada kok, Na" ucap Lino sambil tersenyum.


"Beneran gak ada yang luka kan?" tanya Ana.


"Syukur deh kalau gitu" ucap Ana.


"Ya udah ayo naik" ucap Lino.


"Kenapa gak pake motor?" tanya Ana.


"Soalnya semalem aku lupa gak isi bensin dulu" ucap Lino.


"Ya udah ayo" ucap Lino sambil masuk kedalam mobil.


Kemudian Ana pun langsung masuk kedalam mobil.


"Pake sabuk pengamannya" perintah Lino.


Lalu Ana pun segera menuruti perintah Lino.


Setelah itu, Lino pun segera melajukan mobilnya menuju sekolah.


"Kamu kenapa lihatin aku?" tanya Lino sambil menyetir mobil.


"Kok kamu bisa tahu sih kalau aku lihatin kamu" heran Ana.


"Kan kelihatan dari sudut mata aku" ucap Lino.


"Kenapa sih lihatin mulu?" tanya Lino.


"Mau mastiin aja, siapa tahu ada luka dibadan kamu" ucap Ana.


"Kalau ada luka kenapa?" tanya Lino.


"Ya aku mau obatin" ucap Ana.


"Emang kamu bisa?" tanya Lino.


"Enggak sih" ucap Ana sambil tertawa kecil.


"Seru gak sih balapan tuh?" tanya Ana.


"Menurut aku sih seru" ucap Lino.


"Beneran seru?" tanya Ana.


"Iya, soalnya menantang banget" ucap Lino.


"Aku jadi pingin nyobain balapan" ucap Ana.


"Jangan!" ucap Lino.


"Kenapa jangan?" tanya Ana.


"Kamu kan cewek" ucap Lino.


"Perasaan kan pembalap ada yang cewek juga" ucap Ana.


"Iya emang ada" ucap Lino.


"Terus kenapa aku gak boleh?" tanya Ana.


"Ya gak boleh aja, soalnya kan bahaya" ucap Lino.


"Kalau bahaya, kenapa kamu ikut balapan?" tanya Ana.


"Ya karena kan balapan tuh hobi aku, makanya aku ikut balapan" ucap Lino.


"Bukannya hobi kamu tuh menggambar ya?" tanya Ana.


"Iya, itu juga hobi aku" ucap Lino.


"Banyak amat hobinya" ucap Ana.


"Ya gak apa-apa dong" ucap Lino.


"Oh iya, kalau hobi kamu apa?" tanya Lino.


"Hobi aku masak, sama nonton drama Korea" ucap Ana.


"Hobi kamu masak?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu nanti masakin aku lagi ya" ucap Lino.


"Masakin apa?" tanya Ana.


"Apa aja" ucap Lino.


"Tikus goreng mau gak?" canda Ana.


"Kok tikus goreng sih" ucap Lino.


"Iya kan buat dori" ucap Ana sambil tertawa kecil.


"Besok janji ya masakin aku makanan" ucap Lino.


"Ih gak mau! lagian besok kan libur, jdi besok aku sibuk" ucap Ana.


"Sibuk ngapain?" tanya Lino.


"Sibuk nonton drama Korea" ucap Ana.


"Kirain kamu mau beres-beres rumah" ucap Lino.


"Iya kan beres-beres rumah dulu, baru habis itu nonton drama Korea" ucap Ana.


"Emang seru nonton drama Korea?" tanya Lino.


"Seru banget, bahkan aku sampe bergadang karena pingin tamatin dramanya" ucap Ana.


"Jangan bergadang! gak baik buat kesehatan. Udah tahu punya anemia, malah bergadang" ucap Lino.


"Habisnya kan seru, jadi aku bergadang" ucap Ana.


"Kan nontonnya bisa dilanjut pagi" ucap Lino.


"Emang bisa, tapi kan aku penasaran sama ending dramanya. Jadi aku tamatin deh dramanya" jelas Ana.


"Kayaknya kalau aku chat atau telepon kamu, kamu kayaknya lebih mentingin nonton drama Korea ya?" tanya Lino.


"Ya iyalah" ucap Ana terus terang.