ARLINO

ARLINO
Episode 145



Setelah selesai menikmati makanan dan minuman. Lino segera membuang sampah bekas makanan dan minuman dirinya dan Ana.


Setelah itu, Lino segera kembali menghampiri Ana dan ia langsung duduk disebelah Ana.


"Mau pulang kapan?" tanya Lino.


"Hmm...sekarang aja deh" ucap Ana.


"Sekarang?" tanya Lino memastikan.


"Iya" ucap Ana.


"Sejam lagi aja disini nya" ucap Lino.


"Ya udah deh" pasrah Ana.


"Emang kenapa pingin pulang sekarang?" tanya Lino.


"Soalnya aku ngantuk" ucap Ana.


"Oh kamu ngantuk" ucap Lino.


Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


"Ya udah sekarang aja pulang nya" ucap Lino.


"Kamu gak apa-apa kalau aku pulang?" tanya Ana.


"Ya gak apa-apa" ucap Lino.


"Ya udah ayo" ucap Lino lagi.


Lalu mereka berdua segera keluar rumah, kemudian Lino langsung mengunci pintu rumahnya.


Setelah itu, mereka berdua segera menaiki motor dan Lino langsung melajukan motornya menuju rumah Ana.


...****...


Setelah sampai di rumah, Ana segera turun dari motor Lino.


"Hati-hati ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Lino segera melajukan motornya menuju rumahnya.


Setelah Lino pergi, Ana berniat masuk kedalam rumahnya tetapi tangannya ditarik oleh seseorang.


"Aww" ringis Ana.


"Elma" batin Ana.


"Hai apa kabar?" tanya Elma.


Ana segera melepaskan tangannya yang dipegang tangan Elma namun tidak bisa karena Elma memegang tangan Ana sangat kuat.


"Lepasin!" ucap Ana.


"Eh katanya luh bikin temen luh bunuh diri lagi ya?" tanya Elma.


"Dulu Chika eh sekarang Naya" ucap Elma.


"Luh tahu Naya dari mana?" tanya Ana.


"Ya tahu lah, orang gue temennya Naya" ucap Elma.


"Luh temennya Naya?" tanya Ana memastikan.


"Iya gue temennya" ucap Elma.


"Tahu gak? sebenernya Naya tuh benci banget sama luh, karena luh udah rebut Lino dari dia" ucap Elma.


"Tapi gue gak rebut Lino dari dia kok, kan mereka gak pacaran" ucap Ana.


"Mau pacaran atau enggak, tetep aja luh udah nikung temen luh sendiri" ucap Elma.


"Oh iya, gimana ya kalau gue sebar aja di internet kalau ternyata Naya bunuh diri gara-gara luh. Nanti kan semua siswa dan siswi di SMA Tunas Bakti pasti kaget denger rumor itu. Oh iya, kemarin gue sempet cerita loh ke temen gue yang di SMA Tunas Bakti. Terus gimana tuh, rumornya udah kesebar belum?" tanya Elma.


"El, luh kenapa sih jahat banget sama gue?" tanya Ana.


"Luh beg* atau gimana sih? yang lebih jahat itu luh. Gara-gara luh, gue dikeluarin dari sekolah" ucap Elma.


"Oh iya, sebenernya gue yang nyaranin Naya supaya naruh kamera di kamar mandi luh" ucap Elma sambil tersenyum.


"Luh jahat banget jadi orang" ucap Ana.


"Gue jahatin luh karena luh mulai duluan jahatin gue" ucap Elma.


"Ana" teriak Raka sambil berlari menghampiri Ana dan Elma.


Kemudian Elma segera berlari karena ada Raka.


"Dia ngapain kesini?" tanya Raka.


Ana hanya terdiam.


"Luh gak diapa-apain kan sama dia?" tanya Raka.


"Enggak" ucap Ana.


"Ka, gue masuk dulu ya ke dalem" ucap Ana.


Lalu Ana segera masuk kedalam rumahnya.


...****...


Skip


Pagi hari


Sekolah 🏫


"Na, kenapa?" tanya Felisa sambil melihat Bina yang tampak sedih.


"Fel, kayaknya Naya bunuh diri emang karena gue deh" ucap Ana.


Sontak Felisa langsung menutup mulut Ana karena ia takut orang lain mendengar nya.


"Na, luh ngomong apa sih! nanti kalau orang lain denger omongan luh, terus mereka nyebarin rumor yang enggak-enggak tentang luh gimana coba" ucap Felisa.


"Tapi orang-orang pasti udah tahu kalau gue penyebab Naya bunuh diri" ucap Ana.


"Enggak, Na! lagian mereka mana mungkin tahu" ucap Felisa.


"Mereka tahu, gue sama Naya sebelumnya berantem" ucap Ana.


"Tahu dari mana?" tanya Felisa.


"Tahu dari Elma" ucap Ana.


"Elma siapa?" tanya Felisa.


"Elma temennya Naya dan Elma juga yang udah ngebully Chika" ucap Ana.


"Jadi Naya cerita semua hal tentangnya ke Elma" jelas Ana.


"Jadi Elma juga tahu tentang masalah Naya yang nguntit luh?" tanya Felisa.


"Iya, dia tahu" ucap Ana.


"Oh iya, Clara kemana ya?" ucap Ana.


"Ke toilet kali" ucap Felisa.


"Fel, hari ini UAS terakhir kan?" tanya Ana.


"Iya" ucap Felisa.


Ting


0812xxxxxxxx :


Selamat pagi


Lalu Ana segera membalas pesan tersebut.


^^^Ana :^^^


^^^Siapa ya?^^^


0812xxxxxxxx :


Jangan pura-pura lupa deh, kan kemarin kita ketemu


^^^Ana :^^^


^^^Elma, luh maunya apa sih?^^^


0812xxxxxxxx :


Gue mau nya luh menderita


0812xxxxxxxx :


Oh iya, gue punya loh rekaman video luh


0812xxxxxxxx :


Soalnya waktu itu dia kirim videonya ke gue


0812xxxxxxxx :


Kayaknya kalau videonya disebar, luh bakal dikeluarin deh dari sekolah


^^^Ana :^^^


^^^El, gue mohon jangan disebarin^^^


^^^Ana :^^^


^^^El, gue gak mau dikeluarin dari sekolah^^^


^^^Ana :^^^


^^^Please, hapus videonya^^^


0812xxxxxxxx :


Oke gue bakal hapus, asal luh turutin permintaan gue


^^^Ana :^^^


^^^Iya, gue bakal turutin permintaan luh^^^


0812xxxxxxxx :


Jangan lupa nanti jam 10 malem luh datang ke club malam deket pantai karang sari.


^^^Ana :^^^


^^^Gue gak dibolehin keluar rumah kalau jam segitu^^^


0812xxxxxxxx :


Oke, berarti gue bakal sebar video nya


^^^Ana :^^^


^^^Ya udah iya gue kesana^^^


0812xxxxxxxx :


Inget ya! luh jangan sampe ajak orang lain.


Kalau sampai luh ajak atau luh cerita ke orang lain, gue bakal langsung sebarin videonya.


"Pagi anak-anak" ucap pak Marwan.


Sontak Ana langsung memasukan ponselnya karena terkejut.


"Pagi, pak" ucap semuanya.


"Silahkan tas nya disimpan di depan" ucap pak Marwan.


Lalu semua murid yang ada di kelas segera menyimpan tas mereka kedepan. Setelah itu, mereka semua kembali duduk dikursinya masing-masing.


Setelah semua sudah duduk, pak Marwan segera membagikan lembar kertas soal dan lembar kertas jawaban kepada masing-masing murid.


Kemudian semua murid segera mengerjakan ulangan tersebut.


...****...


Bel istirahat berbunyi


"Na, mau ke kantin gak?" tanya Felisa.


"Enggak" ucap Ana.


"Tumben luh gak mau ke kantin" ucap Clara.


"Iya soalnya gue lagi males gerak" ucap Ana.


"Luh mau nitip makanan gak?" tanya Clara.


"Enggak" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu gue, Felisa sama Lia ke kantin dulu ya" ucap Clara.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Clara, Felisa dan Lia segera pergi.


Kemudian Lino segera menghampiri Ana.


"Na, ke kantin yuk" ajak Lino.


"Enggak ah" ucap Ana.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Aku lagi mager" ucap Ana.


"Ya udah kamu mau apa? nanti aku beliin" ucap Lino.


"Aku gak mau apa-apa" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu aku beliin roti sama susu coklat ya" ucap Lino sambil pergi menuju kantin.


Sesampainya di kantin, Lino segera membeli dua roti, satu susu coklat dan satu kopi kemasan botol.


Setelah selesai membeli makanan dan minuman, Lino segera kembali menuju kelasnya untuk menghampiri Ana.


Setelah sampai di kelas, Lino segera menghampiri Ana dan duduk disebelah Ana.


"Nih" ucap Lino sambil memberikan roti dan susu coklat kepada Ana.


"Aku gak mau, No" ucap Ana.


"Kamu sakit?" tanya Lino karena melihat Ana yang sepertinya sedang lesu.


"Enggak" ucap Ana.


"Kamu tadi pagi makan gak?" tanya Lino.


"Enggak" ucap Ana.


"Pantesan aja kelihatan nya kayak lesu gitu" ucap Lino.