
"Na" panggil Lino.
"Apa?" tanya Ana.
"Aku beruntung banget deh punya kamu dalam hidup aku" ucap Lino sambil menatap Ana dengan tatapan tulus.
"Yang beruntung itu harusnya aku, karena bisa dapetin kamu" ucap Ana.
"Tapi aku lebih beruntung" ucap Lino.
"Aku yang lebih beruntung" kata Ana.
"Aku" ucap Lino.
"Udah lah, kita berdua sama-sama beruntung" ucap Ana sambil tersenyum.
Trining... trining
Ana segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Clara.
"Siapa, Na?" tanya Lino.
"Clara" ucap Ana.
Ana segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo, Ra" ucap Ana.
"Na, gimana dong?" tanya Clara.
"Gimana apanya?" tanya Ana.
"Bobby ngajak gue jalan-jalan besok" ucap Clara.
"Ya bagus dong" ucap Ana.
"Tapi gue deg-degan" ucap Clara.
"Deg-degan kenapa?" tanya Ana.
"Soalnya kan gue baru kali ini diajak jalan sama cowok" ucap Clara.
"Tadi kan luh juga jalan-jalan sama Bobby, masa masih deg-degan" heran Ana.
"Tapi kan itu rame-rame, jadi gak canggung" ucap Clara.
"Iya juga sih" ucap Ana.
"Atau gue tolak aja ya ajakannya?" tanya Clara.
"Ya jangan lah! katanya luh pingin pacaran, tapi kok saat ada cowok yang deketin, luh malah tolak ajakannya sih" ucap Bina.
"Tapi gue deg-degan, Na" ucap Clara.
"Ya bagus, berarti itu tandanya luh masih hidup" ucap Bina.
"Ih gue serius, Na" ucap Clara.
"Gue juga serius, Ra" ucap Bina sambil menahan tawanya.
"Jadi gue datang nih besok?" tanya Clara.
"Ya datang lah" ucap Ana.
"Luh besok temenin gue ya" ucap Clara.
"Gak!" tolak Ana.
"Please temenin gue" ucap Clara.
"Gue gak bisa, soalnya gue sibuk" bohong Ana.
"Alesan! bilang aja luh gak mau nemenin gue" ucap Clara.
"Masa iya gue harus nemenin luh, nanti yang ada gue jadi nyamuk" ucap Ana.
"Luh gak akan gue kacangin kok, beneran deh" ucap Clara.
"Maaf, gue gak bisa. Soalnya gue super sibuk banget besok" bohong Ana.
"Sibuk ngapain?" tanya Clara.
"Sibuk beres-beres rumah" ucap Ana.
"Emang beres-beres rumah nya kapan?" tanya Clara.
"Pagi" ucap Ana.
"Pagi ini kan? lagian masih ada waktu kok, soalnya gue sama Bobby ketemuannya sore" kata Clara.
"Sore juga gue gak bisa" bohong Ana.
"Gak bisa kenapa?" tanya Clara.
Ana berpikir sejenak untuk mencari alasan agar tidak pergi bersama Clara.
"Gue mau main sama Lino" ucap Ana.
Sontak Lino langsung melihat kearah Ana.
"Ya udah sekalian aja bareng Lino, jadi nanti kita berempat mainnya" ucap Clara.
"Emang Bobby ngajak kemana?" tanya Ana.
"Gak tahu sih, tapi palingan ngajak ke cafe" ucap Clara.
"Oh gitu" ucap Ana.
"Jadinya luh bisa gak, Na?" tanya Clara.
"Gue gak bisa, soalnya Lino pingin mainnya pingin berdua sama gue. Iya kan, No?" ucap Ana.
"Apaan?" bingung Lino.
"Kita besok mau main kan?" tanya Ana sambil memberi kode agar Lino menjawab iya.
"Iya" ucap Lino.
"Yang keras suaranya, No" bisik Ana ke telinga Lino.
"Iya, gue besok mau main sama Ana" ucap Lino.
"Tuh! luh denger sendiri kan?" ucap Ana.
"Ya udah deh kalau gitu" keluh Clara.
"Ya udah, Ra. Gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Ana.
"Iya" ucap Clara.
"Semoga berhasil ya pendekatan sama Bobby nya" ucap Ana.
"Hmm" ucap Clara.
Lalu Ana langsung mematikan panggilan teleponnya.
"Emang besok kamu mau main sama aku?" tanya Lino.
"Enggak" ucap Ana.
"Tadi aku ngomong gitu karena biar ada alesan supaya Clara gak ngajak aku" ucap Ana.
"Ngajak kemana?" tanya Lino.
"Gak tahu sih tapi kayaknya ke cafe katanya" ucap Ana.
"Sama Bobby ya?" tanya Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Gerak cepat juga ya Bobby" ucap Lino.
"Bobby gak suka ganti-ganti cewek kan, No?" tanya Ana memastikan.
"Enggak" ucap Lino.
"Syukur deh kalau gitu" ucap Ana.
"Oh iya, Lia masih marah ya sama kamu?" tanya Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Maafin aku ya. Gara-gara aku bilang ke Bagas, Lia nya jadi marah ke kamu" ucap Lino.
"Bukan salah kamu kok" ucap Ana.
"Kamu udah chat atau telepon Lia lagi belum?" tanya Lino.
"Udah tapi ceklis satu, kayaknya sih nomer aku diblokir sama Lia" ucap Ana.
"Aku coba telepon Lia ya sekarang" ucap Lino.
"Jangan...jangan! nanti Lia jadi marah lagi ke kamu" ucap Ana.
"Kalau dia marah ya aku marahin balik lah, lagian cuma masalah sepele doang ngambek nya lama banget" ucap Lino.
"Jangan dimarahin lah, nanti dia makin marah" ucap Ana.
"Terus kalau gak ditelepon, gimana mau akur nya?" tanya Lino.
"Nanti aku ke rumah Lia lagi deh, biar nanti minta maaf nya secara langsung" ucap Ana.
"Mau kapan ke rumah Lia nya?" tanya Lino.
"Besok" ucap Ana.
"Ya udah besok aku anter ya" ucap Lino.
"Gak usah, takutnya kamu sibuk besok" ucap Ana.
"Aku gak sibuk kok" ucap Lino.
"Beneran?" tanya Ana.
"Iya, gak sibuk" ucap Lino.
"Besok aku harus ke rumah kamu nya jam berapa?" tanya Lino.
"Jam 2 siang" ucap Ana.
"Oke, besok aku kesini jam dua" ucap Lino.
"No, aku mau cuci tangan dulu ya sekalian mau buang sterofoam nya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
Lalu Ana segera pergi menuju dapur.
Ting
Lino segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari papahnya.
Papah :
Selamat ulang tahun, No
Lino langsung membalas pesan dari papahnya.
^^^Lino :^^^
^^^Makasih, pah^^^
"Hayo! lagi chat sama siapa?" tanya Ana sambil duduk disebelah Lino.
"Papah" ucap Lino.
"Oh sama papah kamu, kirain sama cewek" ucap Ana.
"Ya enggak lah" ucap Lino.
"Ngapain juga aku chat cewek lain, kan aku udah punya pacar" ucap Lino lagi.
"Pacarnya siapa?" tanya Ana.
"Pokoknya cewek yang bawel banget" ucap Lino sambil tersenyum.
"Aku tebak pasti namanya Ana kan?" tanya Ana.
"Namanya Anastasya bukan Ana" ucap Lino.
"Kan nama panggilannya Ana" ucap Ana.
"Bukan, nama panggilannya si bawel" ucap Lino sambil tersenyum.
"Bukannya bawel itu ikan ya?" tanya Ana.
"Itu bawal, Ana" ucap Lino.
Ting
Ana segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari mamahnya.
Ana segera membaca pesan tersebut.
Mamah :
Ana, Lino suka warna apa?
"Hah?!" ucap Ana saat membaca pesan tersebut.
"Kenapa, Na?" tanya Lino.
"Ini mamah aku nanyain tentang warna kesukaan kamu" ucap Ana.
"Warna kesukaan kamu sama kan kayak warna kesukaan aku?" tanya Ana memastikan.
"Iya" ucap Lino.
Akhirnya Ana segera menjawab pesan dari mamahnya.
"Mamah kamu mau kasih aku kado ya?" tanya Lino memastikan.
"Aku gak tahu, tapi kayaknya sih iya" ucap Ana.
"Oh iya, kamu jangan dulu pulang ya. Kan nanti mamah aku mau kasih kado" ucap Ana.
"Emang bener bakal dikasih kado?" tanya Lino.
"Enggak tahu, bentar aku mau tanya dulu" ucap Ana.
"Ya jangan ditanya lah, nanti dikira aku ngebet pingin dikasih kado" ucap Lino.
"Oh iya! aku lupa belum ngucapin harapan-harapan buat kamu" ucap Ana.
"Harapan?" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Sekarang ya aku sebutin harapannya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino sambil tersenyum.
"Semoga kamu panjang umur dan sehat selalu" ucap Ana.
"Terus?" ucap Lino.
"Semoga kamu diberikan rezeki yang banyak" ucap Ana.
"Terus" ucap Lino.
"Bentar, aku mau mikir dulu" ucap Ana.
"Lucu banget" gumam Lino sambil tersenyum.
"Semoga kamu selalu bahagia" ucap Ana.
"Terus apa lagi?" tanya Lino.
"Semoga apa yang kamu inginkan tercapai" ucap Ana.
"Terus" ucap Lino.
"Ih kamu terus-terus mulu, bukannya Aamiin-in" ucap Ana.
"Iya Aamiin" ucap Lino.
"Terus apa lagi?" tanya Lino.
Tintong...tingtong
"Mamah kamu ya?" tanya Lino.
"Bukan deh kayaknya" ucap Ana.
"Bentar ya, aku keluar dulu" ucap Ana.
Ana segera pergi keluar.
Sesampainya diluar Ana langsung membuka pagar rumahnya.
"Dengan Anastasya Putri?" tanya seseorang.
"Iya" ucap Ana.
"Ini ada paket" ucap kurir sambil memberikan paket kepada Ana.
"Oh iya makasih ya, pak" ucap Ana sambil mengambil paket tersebut.
"Iya sama-sama" ucap kurir.
Kemudian kurir itu segera pergi.
Setelah kurir itu pergi, Ana langsung kembali menghampiri Lino.
"Siapa, Na?" tanya Lino.
"Kurir" ucap Ana sambil duduk disebelah Lino.
"Kamu beli apa?" tanya Lino.
"Beli lip balm sama lip tint" ucap Ana.
"Buat bibir?" tanya Lino.
"Iya" ucap Ana sambil membuka isi paketnya.
"Banyak banget belinya" ucap Lino.
"Iya soalnya bangus warna liptint nya, jadi aku beli banyak" ucap Ana.
"Yang lip balm yang mana?" tanya Lino.
"Yang ini" ucap Ana.
"Kamu mau pake?" tanya Ana.
"Enggak mau! aku kan cowok, masa pake yang kayak gitu" ucap Lino.
"Tapi ini gak berwarna kok, jadi cowok juga bisa pake" ucap Ana.
"Pokoknya gak mau" ucap Lino.
"Ya udah kalau gak mau" ucap Ana.
"Terus kamu kenapa beli itu? bukannya gak berwarna?" heran Lino.
"Soalnya ini buat melembabkan bibir doang, biar bibirnya sehat" ucap Ana.
"Oh gitu" ucap Lino.
"Cium deh" ucap Ana sambil mendekatkan lip balm ke hidung Lino.
"Wangi kan?" tanya Ana.
"Iya, wangi strawberry" ucap Lino.
Ana segera memakai lip balm tersebut pada bibirnya.
"Kalau yang ini berwarna?" tanya Lino.
"Iya, itu berwarna" ucap Ana.
"Coba pake" suruh Lino.
"Gak mau, nanti aja pake nya" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu aku ke kamar dulu ya, soalnya mau nyimpen lip balm sama lip tint" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
Lalu Ana segera pergi menuju kamarnya.
"Aaaaa!!!" teriak Ana yang berada dikamarnya.
Lino langsung buru-buru menghampiri Ana.
"Kenapa, Na?" tanya Lino.
"Itu didalem kamar ada kecoa terbang" ucap Ana ketakutan.
"Ya ampun, aku kira kamu jatuh" ucap Lino.
"No, tolong matiin kecoanya dong" ucap Ana.
"Ya udah awas" ucap Lino sambil menyuruh Ana bergeser agar ia dapat masuk kedalam kamar.
Kemudian Lino segera membuka pintu kamar Ana dan ia langsung masuk kedalam kamar tersebut.
Setelah Lino masuk, Ana kembali menutup pintu kamarnya.
"No, kalau udah ketangkap bilang ya" teriak Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Kecoa nya tadi dimana, Na?" tanya Lino.
"Tadi disekitar meja rias" teriak Ana.
"Oh iya ada" teriak Lino.
Beberapa menit kemudian, Lino segera membuka pintu kamar Ana.
"Udah ketangkap belum?" tanya Ana.
"Udah ini" ucap Lino sambil menunjukan tangannya yang dikepalkan.
"Kamu nangkap pake tangan?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Kamu mau lihat?" tanya Lino.
"Enggak!" ucap Ana.
"Udah mati kan kecoanya?" tanya Ana.
"Belum, dia masih hidup" ucap Lino.
"Kok bisa sih nangkap kecoa yang masih hidup" heran Ana.
"Ya bisa lah" ucap Lino.
"Ya udah, aku mau buang keluar dulu ya kecoanya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lino segera pergi keluar.
Setelah selesai membuang kecoa,.Lino segera kembali lagi menghampiri Ana.
"No, cuci tangan dulu cepet" ucap Ana.
"Iya, ini juga mau" ucap Lino.
"Ya udah, aku ikut cuci tangan ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lino segera pergi menuju toilet untuk mencuci tangan nya.
Setelah selesai dari toilet, Lino segera kembali menghampiri Ana.
"Nih, pake dulu biar gak ada kuman" ucap Ana sambil memberikan hand sanitizer kepada Lino.
Akhirnya Lino segera memakai hand sanitizer tersebut.
"Kamu keren banget, No" ucap Ana sambil mengacungkan dua jempol tangannya.
"Keren? maksudnya?" bingung Lino.
"Iya kamu keren, karena bisa nangkap kecoa pake tangan" ucap Ana.
"Masa gitu doang dibilang keren" ucap Lino sambil tertawa kecil.
"Tapi emang keren kok" ucap Ana.
"Na, aku boleh jujur gak sama kamu" ucap Lino.
"Ya boleh lah! emang mau jujur soal apa?" tanya Ana.
"Sebenernya aku simpen video itu" ucap Lino.
Ana langsung menggeser posisi duduk menjauhi Lino.
"Video apaan?" tanya Ana sambil menunduk.
"Video waktu di rooftop" ucap Lino.
"Video ciuman?" tanya Ana.
"Iya, aku simpen video itu karena biar jadi kenang-kenangan, karena kan saat kejadian itu kita jadi deket kayak sekarang bahkan sampe kita jadian" jelas Lino.
"Bukan video yang lain kan?" tanya Ana memastikan.
"Bukan kok. Kamu tenang aja, aku gak bakal simpen video yang itu" ucap Lino yang tahu arah ucapan Ana.
"Boleh kan aku simpen videonya?" tanya Lino.
"Terserah kamu" ucap Ana.
"Kalau kamu keberatan, aku bisa hapus lagi kok videonya" ucap Lino.
"Gak apa-apa, simpen aja. Tapi jangan disebarin ke orang" ucap Ana.
"Iya, gak bakal kok" ucap Lino.
"Tapi bener kan kamu gak nyimpen video aku?" tanya Ana.
"Enggak, Na" ucap Lino.
"Kalau kamu gak percaya, periksa aja handphone aku" ucap Lino sambil memberikan ponselnya kepada Ana.
Ana langsung melihat kearah handphone Lino.
"Ayo periksa" ucap Lino.
"Enggak, aku percaya kok sama kamu" ucap Ana sambil tersenyum.
"Maaf ya aku gak bilang kalau aku masih simpen video itu" ucap Lino.
"Iya, gak apa-apa" ucap Ana.
"Kamu jangan takut ya soal video itu, lagian videonya udah dihapus permanen kok" ucap Lino.
Ana hanya terdiam.
"No" panggil Ana.
"Iya, kenapa?" tanya Lino.
"Kamu masih sayang kan sama aku?" tanya Ana.
"Ya masih lah, Na" ucap Lino.
"Kamu gak kecewa gitu sama aku?" tanya Ana dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kecewa? buat apa kecewa sama kamu?" ucap Lino.
"Siapa tahu kan kamu kecewa sama aku. Kan aku bukan cewek yang baik-baik" ucap Ana gemetar.
"Siapa yang bilang kayak gitu?" tanya Lino.
"Kan aku pernah mabuk, No. Siapa tahu kan kamu kecewa gara-gara hal itu" ucap Ana sambil meneteskan air matanya.
"Aku gak kecewa kok sama kamu, lagian kan waktu itu kamu dijebak sama Elma" ucap Lino.
"Kamu beneran gak kecewa sama aku?" tanya Ana sambil menangis sesenggukan.
"Enggak, aku gak kecewa kok sama kamu" ucap Lino.
"Udah ya jangan nangis" ucap Lino sambil mengusap air mata Ana.
Kemudian Lino segera memeluk Ana agar menenangkannya.
"Udah jangan nangis" ucap Lino sambil menepuk-nepuk pelan punggung Ana.
Setelah Ana tenang, Lino segera melepaskan pelukannya.
"Jangan nangis lagi ya" ucap Lino sambil menyelipkan anak rambut ke telinga Ana.
"Oh iya, kamu mau seblak gak?" tanya Lino.
"Mau" jawab Ana.
"Ya udah aku beliin ya" ucap Lino.
"Oh iya, minum nya mau apa?" tanya Lino.
"Terserah kamu aja" ucap Ana.
"Air kencing kuda, mau gak?" ucap Lino.
Ana langsung tersenyum saat mendengar ucapan Lino.
"Nah, gitu dong senyum" ucap Lino sambil tersenyum karena melihat Ana tersenyum.
"Gak usah beli minum, soalnya aku mau minum air putih aja" ucap Ana.
"Ya udah berarti seblak aja ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Kalau kamu beli gak?" tanya Ana.
"Beli lah, masa kamu doang yang beli" ucap Lino.
"Bukannya kamu gak suka seblak ya?" tanya Ana.
"Aku gak beli seblak" ucap Lino.
"Terus kamu beli apa?" tanya Ana.
"Aku beli siomay" ucap Lino.
"No, kenapa ya orang-orang pada gak suka sama aku?" tanya Ana.
"Itu cuma perasaan kamu doang kali. Buktinya aku suka kok sama kamu" ucap Lino.
"Tapi dikelas kita ada yang gak suka sama aku" ucap Ana.
"Siapa?" tanya Lino.
"Pokoknya ada deh cewek" ucap Ana.
"Maksud kamu Lia?" tanya Lino.
"Bukan Lia" ucap Ana.
"Terus siapa?" tanya Lino.
"Zahra sama Ajeng" jawab Ana.
"Kamu tahu dari mana kalau mereka gak suka sama kamu?" tanya Lino.
"Soalnya pas ada rumor tentang aku, mereka selalu julid mulu" ucap Ana.
"Mereka kan sifatnya gitu, jadi kamu gak perlu peduli sama omongan mereka" ucap Lino.