ARLINO

ARLINO
Episode 39



"No" panggil Ana.


"Kenapa?" tanya Lino sambil menatap Ana.


"Penguntit itu sering nguntit luh juga?" tanya Ana memastikan.


"Gue gak tahu, tapi kayaknya dia sering ngikutin gue. Tapi gue nya aja yang gak sadar" ucap Lino.


"Luh punya masalah sama orang, No?" tanya Ana.


"Kalau punya masalah sama orang sih pasti setiap orang juga pernah" ucap Lino.


"Luh emang gak takut ya, No? luh kan sendirian di rumah"  ucap Ana.


"Enggak, lagian gue udah biasa sendiri di rumah" ucap Lino.


"Nanti kalau penguntit itu datang ke rumah luh, luh telepon aja gue, Raka atau temen-temen luh yang lain" kata Ana.


"Emang kalau gue telepon luh, luh bakal datang?" tanya Lino.


"Iya, gue bakal datang" ucap Ana dengan tatapan polos.


Lino pun hanya tersenyum mendengar ucapan Ana.


"Emang luh berani ngehadapin penguntit itu?" tanya Lino sambil menahan tawanya.


"Berani, kan ada luh" ucap Ana.


Lino pun hanya tertawa kecil mendengar ucapan Ana.


"Kenapa ketawa? emangnya ada yang lucu?" tanya Ana.


"Ada" ucap Lino.


"Apanya yang lucu?" tanya Ana.


"Luh yang lucu" ucap Lino sambil tersenyum.


Ana pun langsung terdiam karena mendengar ucapan Lino.


"Luh kenapa sih khawatir sama gue?" tanya Lino.


"Karena kita kan temen" ucap Ana.


"Bukan karena luh suka gue kan?" tanya Lino.


Ana pun langsung diam mematung.


"No, kayaknya upacara nya udah selesai" ucap Ana mengalihkan pembicaraan.


Ana pun berniat untuk pergi namun tangannya ditarik oleh Lino.


"Upacara nya sepuluh menit lagi" ucap Lino sambil memegang tangan Ana.


"Gue mau ke toilet" ucap Ana berbohong.


"Kalau luh ke toilet, nanti ada guru yang lihat" ucap Lino masih memegang tangan Ana.


Akhirnya Ana pun kembali duduk bersama Lino.


"Lepasin tangan gue" ucap Ana.


"Kalau gue gak mau gimana?" kata Lino sambil menatap Ana.


Ana pun langsung mengalihkan pandangannya agar tidak melihat Lino.


"Yaudah gue lepasin" ucap Lino sambil melepaskan genggamannya.


"Na, luh suka sama gue ya?" tanya Lino dengan senyuman jahilnya.


"Enggak" bohong Ana.


"Kalau gak suka, kenapa luh ngalihin pandangan dari gue?" tanya Lino.


"Siapa yang ngalihin pandangan?" tanya Ana.


"Terus kenapa ngelihat kearah sana mulu?" tanya Lino.


"Ya terserah gue dong" ucap Ana.


"Coba tatap gue" suruh Lino.


"Ngapain natap luh?" tanya Ana.


"Buat mastiin aja, soalnya kalau cewek yang bisa natap cowok berarti cewek itu gak ada rasa sama si cowok, sedangkan kalau dia ngalihin pandangan dari cowok maka si cewek itu suka sama si cowok" jelas Lino.


Karena Ana tidak ingin disangka suka sama Lino, maka dia pun langsung menatap Lino.


"Udah puas kan?" tanya Ana sambil menatap Lino.


Lino pun tersenyum saat mendengar ucapan Ana.


Seketika Ana pun langsung mengalihkan pandangannya saat Lino tersenyum kepadanya.


"Loh ngapain ngalihin pandangan lagi?" tanya Lino sambil menahan tawanya.


"Kan tadi udah, lagian gue suka kesel kalau lihat luh kelamaan" ucap Ana berbohong.


"Gue ke kelas duluan ya, lagian upacara udah selesai" ucap Ana sambil pergi.


Lino pun segera pergi menyusul Ana ke kelas.


Setelah sampai, mereka berdua pun masuk kedalam kelas.


"Ana luh sekolah? kirain gue, luh gak bakal sekolah" ucap Clara.


"Luh kesiangan, Na?" tanya Naya.


"Iya, gue kesiangan" ucap Ana sambil duduk disebelah Felisa.


"Lutut luh kenapa?" tanya Felisa.


"Oh ini! tadi gue manjat tembok, biar gak dihukum" ucap Ana jujur.


"Tembok yang deket perpustakaan?" tanya Clara.


"Iya" ucap Ana.


"Tadi gue dibantuin Lino buat manjat tembok nya" ucap Ana.


"Luh berdua jadian?" tanya Felisa.


"Enggak" ucap Ana.


"Terus kenapa bareng-bareng mulu?" tanya Felisa.


"Tadi soalnya waktu di gerbang gue gak sengaja ketemu Lino, terus Lino nyuruh gue buat ikut dia biar kita berdua gak dihukum" ucap Ana sedikit berbohong.


"Kirain luh berdua berangkat ke sekolah bareng" ucap Clara.


"Enggak lah, ngapain juga gue berangkat bareng sama Lino" ucap Ana berbohong.


"Lagi ngebahas apa nih?" tanya Lia yang tiba-tiba muncul.


"Enggak ngebahas apa-apa kok, mereka cuma nanya tentang gue yang kesiangan datang ke sekolah" ucap Ana.


Disisi lain.


"Luh kenapa sih setiap hari Senin kesiangan mulu? udah tahu upacara" ucap Gilang.


"Lah gue kan emang sengaja kesiangan" ucap Lino santai.


"Tapi kok luh di kelas sih? emang gak dihukum?" tanya Bagas.


"Enggak, soalnya gue manjat tembok" ucap Lino.


"Guys ada kabar gembira nih!" teriak Legi.


"Kabar apa?" tanya semuanya.


"Nanti bakal ada camping antar sekolah" ucap Legi.


"Serius?" tanya Clara heboh.


"Iya" ucap Legi.


"Berarti anak SMA Mutiara ikut dong?" tanya Clara.


"Ya ikut lah, kan semua sekolah" ucap Legi.


"Aaaa seneng banget gue" teriak Clara.


"Luh kenapa, Ra? gila luh" ucap Lia.


"Apaan sih luh! gue lagi seneng tahu" ucap Clara.


"Ana" panggil Aldi.


Lalu Aldi pun segera menghampiri Ana.


"Kenapa?" tanya Ana.


"Luh temennya Bina?" tanya Aldi.


"Iya, emang kenapa?" tanya Ana.


"Enggak, gue cuma nanya doang" ucap Aldi.


"Luh kenal Bina dari mana?" tanya Ana.


"Waktu itu gue gak sengaja ketemu di mini market, terus gue kenalan deh sama dia" ucap Aldi.


"Gue kira dia jomblo, eh ternyata dia punya pacar" ucap Aldi.


"Lagian kalau Bina jomblo dia pasti gak mau sama luh, orang tipe cowok Bina modelan Arka" ucap Ana.


Clara yang mendengar ucapan Ana pun langsung tertawa.


"Oh pacarnya Arka namanya Bina" sahut Lia.


"Iya" ucap Ana.


"Gila! beruntung banget dia dapetin Arka" ucap Lia.


"Yang ada Arka yang beruntung dapetin dia, soalnya Bina cantik banget" ucap Aldi.


"Alah palingan lebih cantikan gue dari pada Bina" ucap Lia.


Aldi pun tertawa dengan keras karena mendengar ucapan Lia.


"Kalau luh lihat Bina, pasti luh langsung insecure" ucap Aldi.


Lalu Aldi pun segera pergi ke tempat duduknya.


"Emang Bina cantik banget?" tanya Lia.


Ana dan Clara pun langsung mengangguk mengiyakan ucapan Lia.


"Cantikan mana gue sama dia?" tanya Lia.


"Sama-sama cantik kok" ucap Ana.


"Pokoknya nanti luh lihat aja pas camping antar sekolah" ucap Clara.


"Ra, luh udah pernah lihat Bina?" tanya Lia.


"Udah" ucap Clara.


"Geng nya Arka apa sih namanya? gue lupa" tanya Lia.


"Stray Squad" ucap Clara.


"Nah itu" ucap Lia.


"Ada yang jomblo gak sih?" tanya Lia lagi.


"Ada kali" ucap Clara.


"Ana kenalin gue dong sama temennya Arka" pinta Lia.


"Gue gak deket sama Arka, kan gue temennya Bina bukan temennya Arka" kata Ana.


"Tapi tetep sih Arka yang paling ganteng diantara temen-temennya" ucap Lia.