
Tok...tok...tok
"Na, ini aku" ucap Lino.
Ana langsung terbangun saat mendengar suara Lino dan ia langsung membukakan pintu kamarnya.
"Ada apa, No?" tanya Ana.
"Ini handphone kamu" ucap Lino sambil memberikan ponsel kepada Ana.
"Oh iya, makasih" ucap Ana sambil mengambil ponselnya.
"Na, kamu lebih baik ganti nomer deh soalnya pasti Elma chat kamu terus kalau kamu terus-terusan pake nomer itu" ucap Lino.
"Ya udah nanti aku ganti nomer deh" ucap Ana.
"Oh iya, aku udah lihat video itu" ucap Lino.
"Video yang mana?" tanya Ana sedikit terkejut.
"Video waktu kamu di club" ucap Lino.
Ana langsung terdiam setelah mendengar ucapan Lino.
"Aku juga lihat video Rafly yang cium kamu" ucap Lino.
"Maafin aku, No" ucap Ana merasa bersalah.
"Kamu gak salah kok, lagian kan kamu waktu itu lagi mabuk dan juga yang nyium kan Rafly bukan kamu" ucap Lino.
Ana hanya menunduk karena merasa bersalah.
"Udah, kamu jangan merasa bersalah. Lagian itu bukan salah kamu" ucap Lino.
"Maaf ya aku gak bilang soal video itu ke kamu. Soalnya aku takut kamu marah ke aku" ucap Ana.
"Aku gak marah ke kamu kok" ucap Lino.
"Nanti lain kali kamu seharusnya cerita ke aku kalau lagi ada masalah" ucap Lino.
"Kalau ada masalah, jangan dipendem sendiri" ucap Lino.
"Iya, nanti aku bakal cerita ke kamu" ucap Ana yang masih menunduk.
"Jangan iya-iya terus. Percuma kalau bilang iya-iya terus tapi nantinya gak bilang" ucap Lino.
"Iya, nanti aku cerita" ucap Ana dengan mata yang berkaca-kaca.
"Jangan nangis! aku kan cuma nasehatin kamu bukan marahin kamu" ujar Lino.
Tiba-tiba air mata Ana langsung terjatuh.
"Udah aku bilang kan jangan nangis" ucap Lino sambil mengusap air mata Ana.
"Maaf" ucap Ana sambil memeluk Lino.
"Gak usah minta maaf, lagian kamu gak salah" ucap Lino sambil membalas pelukan Lino.
"Ya udah, kalau gitu aku pulang dulu" ucap Lino sambil melepaskan pelukannya.
Lalu Ana juga langsung melepaskan pelukannya.
"Mau pulang?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Kok bentar banget kesininya" ucap Ana.
"Kan aku cuma mau kasih handphone kamu" ucap Lino.
"Gak mau main dulu disini gitu?" tanya Ana.
"Enggak" ucap Lino.
"Ya udah sana pulang" ucap Ana sambil cemberut.
"Kenapa cemberut kayak gitu?" tanya Lino.
"Gak kenapa-napa" ucap Ana.
"Kamu pingin aku main disini ya?" tanya Lino.
Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.
"Besok aja ya aku mainnya" ucap Lino.
"Ya udah deh terserah kamu" ucap Ana.
"Ya udah aku pulang ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Pokoknya besok harus kesini ya" ucap Ana.
"Iya kalau inget" ucap Lino.
"Kok kalau inget sih" ucap Ana sedikit kesal.
"Kan siapa tahu aku lupa" ucap Lino.
"Nanti aku chat kamu deh biar kamu inget" ucap Ana.
"Ya udah aku pulang dulu ya. Oh iya, kamu jangan lupa mandi" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Lino segera pergi.
Setelah Lino pergi, Ana segera mengambil handuk dan pakaiannya. Lalu ia segera pergi ke kamar mandi.
...****...
Malam hari
"Mah, Ana mau ijin keluar ya" ucap Ana.
"Mau kemana?" tanya mamah.
"Mau ke konter, soalnya mau beli kartu perdana" ucap Ana.
"Ya udah, tapi jangan lama-lama. Habis dari konter nanti langsung pulang" ucap mamah.
"Iya, mah" ucap Ana.
Lalu Ana segera pergi menuju konter.
Setelah sampai di konter, ia segera membeli kartu perdana. Kemudian ia segera membayarnya.
Setelah selesai membeli kartu perdana, lalu Ana mampir ke mini market terlebih dahulu untuk membeli minuman dingin.
Ketika selesai membeli minum, Ana langsung membayar minuman tersebut di kasir. Setelah itu, ia segera keluar dari mini market tersebut.
Saat keluar dari mini market tersebut, Ana berpapasan dengan Rafly.
Lalu Ana berniat pergi namun tangannya dipegang oleh Rafly.
"Lepasin gue!!" teriak Ana.
Lalu Rafly langsung menarik tangan Ana.
"Lepasin!!" teriak Ana.
"Sayang kamu kenapa teriak-teriak sih, aku kan udah bilang kalau aku minta maaf" ucap Rafly karena orang-orang melihat kearahnya.
Lalu Rafly segera mengejar Ana dengan menggunakan motornya.
"Tolong" teriak Ana sambil berlari.
Kemudian Rafly menghentikan motornya di depan Ana. Lalu ia langsung memegang tangan Ana.
"Mau kemana sih cantik" ucap Rafly.
"Tolong!!!" teriak Ana.
"Heh!! luh ngapain ngegangguin cewek" ucap seseorang.
Lalu seseorang itu langsung turun dari motornya.
"Raka" gumam Ana.
Lalu Raka segera melepaskan tangan Ana yang dipegang oleh Rafly.
"Luh gak usah ikut campur, ini bukan urusan luh" ucap Rafly.
"Ya ini urusan gue lah, dia kan tetangga gue" ucap Raka.
"Ayo, Na!" ucap Raka sambil menarik tangan Ana.
Lalu Ana dan Raka segera menaiki motor Raka. Kemudian Raka segera melajukan motornya menuju rumah Ana.
"Luh gak apa-apa kan?" tanya Raka.
"Enggak" ucap Ana sambil mengatur nafasnya.
"Luh kenal sama Rafly?" tanya Raka.
"Enggak" bohong Ana.
"Lain kali kalau keluar rumah jangan malem-malem. Nanti luh digangguin sama orang yang gak dikenal kayak tadi" ucap Raka.
"Oh iya, emang tadi luh dari mana?" tanya Raka.
"Dari konter. Terus habis dari konter, gue ke mini market. Habis dari mini market, terus gue di kejar sama orang itu" ucap Ana.
"Nanti kalau luh ketemu lagi sama orang itu, lebih baik luh ke tempat yang banyak orang aja. Takutnya luh diapa-apain sama dia, soalnya dia anak geng motor yang anggotanya berengs*k semua" ucap Raka.
"Luh kenal sama dia, Ka?" tanya Ana.
"Ya kenal lah, kan dulu gue anak geng motor Skz" ucap Raka.
"Oh iya juga ya" ucap Ana.
"Ya udah cepet turun, udah nyampe" ucap Raka.
Lalu Ana segera turun dari motor Raka.
"Makasih ya udah nolongin gue" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Raka.
"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya" ucap Raka.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Ana segera menggembok pagar, setelah itu ia segera mengunci pintu rumahnya. Kemudian ia segera pergi menuju kamarnya.
Setelah sampai di kamar, Ana segera memasang kartu perdana di ponselnya.
Setelah mengganti nomer teleponnya, Ana langsung menelepon Lino.
Saat ditelepon, Lino malah menolak panggilan teleponnya.
"Kok malah direject sih" keluh Ana.
Lalu Ana kembali menelepon Lino, namun Lino terus saja me-reject panggilan telepon dari Ana.
Kemudian Ana langsung mengirim pesan kepada Lino melalui WhatsApp.
^^^Ana :^^^
^^^Kok di reject sih^^^
^^^Ana :^^^
^^^Angkat cepet!^^^
Lalu Lino membalas pesan dari Ana.
Lino :
Siapa ya?
^^^Ana :^^^
^^^Pacar kamu^^^
Lino :
Coba pap!
Biar ngebuktiin kalau kamu pacar aku
^^^Ana :^^^
Lino :
Oh iya, ternyata emang beneran pacar aku
^^^Ana :^^^
^^^Kenapa tadi di reject teleponnya?^^^
Lino :
Soalnya aku kira tadi orang iseng
Lino :
Emang kamu kenapa telepon aku?
^^^Ana :^^^
^^^Aku mau cerita sama kamu^^^
Lino :
Cerita apa?
^^^Ana :^^^
^^^Tadi waktu habis dari mini market, aku ketemu Rafly. Terus aku dikejar sama dia^^^
^^^Ana :^^^
^^^Untungnya tadi ada Raka yang nolongin^^^
Lino :
Kamu gak diapa-apain kan sama Rafly?
^^^Ana :^^^
^^^Enggak kok, cuma tadi dia ngejar aku doang^^^