
Jam 18.00
Lino terbangun dari tidurnya. Kemudian ia segera bangun dengan posisi duduk.
"Kasihan banget sih cewek gue, pasti pegel banget tidur kayak gitu" gumam Lino.
"Hiks..hiks" gumam Ana yang masih tertidur.
"Na, kamu kenapa?" bingung Lino.
"Na" panggil Lino sambil menepuk-nepuk pundak Ana.
Ana langsung membuka matanya dan ia langsung menangis.
"Kamu kenapa, Na?" tanya Lino sambil memeluk Ana.
"Aku mimpi buruk, No" ucap Ana sambil menangis sesenggukan.
"Udah jangan nangis" ucap Lino.
Lalu Lino langsung melepaskan pelukannya.
"Emang kamu mimpi apa sih? kok sampe nangis kayak gitu" tanya Lino sambil mengusap air mata Ana.
"Aku mimpi orang-orang jadi pada ngejauhin aku, termasuk kamu" ujar Ana.
"Udah jangan dipikirin, itu kan cuma mimpi" ucap Lino
"Ya udah ayo pulang! udah mau malem" ucap Lino.
Akhirnya Lino mengantarkan Ana pulang dengan menggunakan mobil.
(Diperjalanan)
"Kalau masih ngantuk, tidur lagi aja. Nanti aku bangunin kok kalau udah sampai" ucap Lino.
"Enggak kok, aku udah gak ngantuk" ucap Ana.
"No" panggil Ana.
"Iya kenapa, Na?" tanya Lino.
"Kalau aku punya salah ke kamu, kamu jangan jauhin aku ya" ucap Ana.
"Iya, aku gak bakal jauhin kamu kok" ucap Lino.
"Janji ya?" ucap Ana.
"Iya, aku janji" ucap Lino.
"Kamu takut ya kalau mimpi nya jadi kenyataan?" ucap Lino.
"Iya, aku takut" ucap Ana.
"Di mimpi itu semua orang yang ada dikelas jadi ngejauhin aku" ucap Ana.
"Emang kenapa ngejauhin kamu?" tanya Lino.
"Enggak tahu, soalnya gak diceritain kenapa mereka kayak gitu. Pokoknya inti mimpi itu aku dijauhin kamu sama temen-temen yang lain" jelas Ana.
"Kamu lupa bayar uang kas kali, makanya dijauhin orang-orang yang ada dikelas" ucap Lino sambil tertawa.
"Malah ketawa lagi" ucap Ana.
"Habisnya ngakak aja gitu kalau beneran dijauhin karena masalah uang kas" ucap Lino.
Cekittttt
Lino langsung mengerem mendadak saat ada motor yang menghalangi mobil Lino.
"No, mereka siapa?" tanya Ana sedikit takut karena dua orang itu turun dari motor.
"Kamu diem aja disini, jangan keluar" perintah Lino.
Lino segera turun dari mobil, lalu ia segera menghampiri dua orang itu.
"Ngapain luh berdua ngehalangin jalan gue" kesal Lino.
Tiba-tiba satu orang itu menodongkan pisau pada Lino.
Ana yang berada didalam mobil langsung menelpon polisi dan berharap polisi segera datang.
Kemudian Lino langsung menendang perut orang itu hingga membuat orang tersebut jatuh.
Lino segera menarik kerah orang itu, lalu ia langsung menonjoknya habis-habisan.
"No, awas dibelakang kamu!" teriak Ana.
Lino langsung berdiri dan ia langsung menonjok orang yang hampir memukul Lino.
"Polisinya mana sih, kok lama banget datangnya" ucap Ana gemetar.
"No awas!!!" teriak Ana sambil membuka pintu mobil.
Ana langsung berdiri dibelakang Lino untuk melindungi Lino dari orang yang akan memukul Lino dengan balok kayu.
Brugh
Ana langsung terjatuh dengan kepala yang mengeluarkan darah.
"Ana!!!" teriak Lino.
Lino langsung duduk sambil menepuk pelan pipi Ana.
"Sayang, bangun" panik Lino karena takut Ana kenapa-napa.
Sirine polisi pun terdengar, hingga membuat dua orang itu buru-buru menaiki motornya.
Namun pada saat akan pergi, polisi langsung menghalangi nya dan polisi langsung memborgol kedua orang itu.
Disisi lain, Lino langsung membawa Ana kedalam mobilnya. Kemudian Lino langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
...****...
* Rumah Ana
"Ana mana sih? kok lama banget mainnya" ucap mamah Ana.
Mamah Ana langsung menelepon Ana, namun sayang panggilan teleponnya tidak dijawab oleh Ana. Lalu ia segera menelpon Lino, namun teleponnya juga tidak diangkat.
"Ini kenapa sih pada gak diangkat" cemas mamah Ana.
Tok...tok...tok
Mamah Ana segera membukakan pintu rumahnya.
"Emang Ana kemana, tante?" tanya Raka.
"Dia katanya mau main sama Lino, tapi sampe sekarang belum pulang juga" ucap mamah Ana.
"Tante udah telepon Ana belum?" tanya Raka.
"Udah, tapi gak diangkat sama dia" ucap mamah Ana.
"Kalau gitu coba telepon Lino deh, tan" ucap Raka.
"Tante juga udah telepon Lino, tapi dia juga gak angkat teleponnya" ucap mamah Ana.
Trining...trining
Mamah Ana segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Lino.
Mamah Ana langsung menjawab panggilan telepon tersebut.
"Hallo, tante" ucap Lino.
"No, Ana mana?" tanya mamah Ana.
"Ana di rumah sakit, tante" ucap Lino gemetar.
"Ana kenapa, No?" tanya mamah Ana.
"Tadi pas diperjalanan ada begal, terus Ana nolongin Lino waktu begal itu mau mukul. Alhasil jadi Ana yang kena pukul" jelas Lino.
"Sekarang kalian di rumah sakit mana?" tanya mamah Ana.
"Di rumah sakit Pelita, tante" ucap Lino.
Mamah Ana langsung mematikan panggilan teleponnya dan ia langsung pergi menuju kamarnya untuk mengambil kunci mobil.
Setelah itu ia segera keluar sambil mengunci pintu rumahnya.
"Ana kenapa, tante?" tanya Raka namun tidak dijawab oleh mamahnya Ana.
Mamah Ana langsung masuk kedalam mobil.
"Ka, nanti tutupin pagarnya" ucap mamah Ana sambil melajukan mobilnya.
...****...
* Rumah Sakit
"Na, maafin aku" ucap Lino sambil memegang tangan Ana
"Maafin aku" lirih Lino sambil meneteskan air matanya.
Cklek
Pintu ruangan dibuka oleh seseorang.
"No, gimana keadaan Ana?" tanya mamah Ana sambil menangis.
"Ana belum sadar, tante" ucap Lino sambil menunduk.
Lalu Lino langsung berlutut dihadapan mamah Ana.
"Maafin Lino, tante. Gara-gara Lino, Ana jadi kayak gini" ucap Lino merasa bersalah.
"Udah jangan nyalahin diri kamu sendiri" ucap mamah Ana sambil menarik tubuh Lino agar berdiri.
Lalu mamah Ana langsung menghampiri Ana.
"Ana, bangun sayang" ucap mamah sambil mengelus-elus rambut Ana.
"Tante, Lino ijin keluar bentar ya" ucap Lino.
Mamah Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.
Lino segera pergi keluar.
Trining... trining
Lino langsung melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Raka.
Lalu Lino langsung menolak panggilan telepon tersebut dan ia langsung mematikan ponselnya.
Kemudian Lino langsung pergi ke kantor polisi, untuk menghajar kedua begal tadi.
...****...
Malam hari
Cklek
"Gimana keadaan Ana?" tanya papah Ana.
"Ana masih belum sadar" ucap mamah Ana.
"Ana kenapa bisa sampe kayak gini?" tanya papah Ana.
Mamah Ana langsung menceritakan kejadian yang Lino ceritakan kepadanya.
"Sekarang pacarnya Ana mana?" tanya papah Ana.
"Dia tadi nunggu didepan ruangan ini" ucap mamah Ana.
Papah Ana segera pergi keluar untuk menghampiri Lino.
"Lino" ucap papahnya Ana sambil duduk disebelah Lino.
"Iya, om" ucap Lino.
"Kamu tuh pacarnya Ana, harusnya kamu bisa ngejagain Ana" kesal papah Ana.
"Maafin Lino, om" ucap Lino dengan mata yang berkaca-kaca.
"Pasti orang yang udah nyelakain Ana itu anak geng motor kan?" tanya papah Ana.
"Bukan, om" ucap Lino.
"Udah jangan bohong!" ucap papah Ana.
"Lagian kamu kan anak geng motor, pasti banyak banget anak geng motor lain yang jadi musuh kamu" ucap papah Ana.
Lino hanya diam karena percuma saja ia berbicara dengan papahnya Ana yang tidak mempercayainya.
"Mulai sekarang kamu gak usah deket-deket sama Ana lagi deh. Soalnya om gak mau Ana kenapa-napa" ucap papah Ana.
Dengan terpaksa Lino langsung pergi dari rumah sakit tersebut.