
Malam hari
Setelah sampai, Ana pun segera turun dari mobil Lino.
Lalu ia pun melihat kearah rumahnya, tetapi ia tidak melihat mamahnya.
Lalu Ana pun segera menghampiri Lino.
"No, mamah aku gak ada" ucap Ana.
"Coba kamu ke rumah Raka deh, siapa tahu mamah kamu ada disana" ucap Lino.
"Kalau gak ada gimana?" tanya Ana.
"Kalau gak ada ya kesini lagi" ucap Lino.
"Ya udah deh, aku kesana dulu ya" ucap Ana.
Lalu Ana pun segera pergi menuju rumah Raka.
2 menit kemudian, Ana pun kembali menghampiri Lino.
"No, gak ada" ucap Ana.
"Terus gimana dong?" tanya Ana.
"Kamu hapal nomer mamah kamu gak?" tanya Lino.
"Hapal kok" ucap Ana.
"Ya udah nih" ucap Lino sambil memberikan ponselnya kepada Ana.
Lalu Ana pun segera menelepon mamahnya. Namun panggilan teleponnya tidak diangkat.
"Gak diangkat, No" ucap Ana sambil memberikan ponsel kepada Lino.
"Terus aku gimana dong? masa tidur diluar" ucap Ana.
"Ya udah kamu tidur di rumah aku aja" ucap Lino.
"Enggak mau!" ucap Ana.
"Terus mau dimana? mau di Clara lagi?" tanya Lino.
"Enggak ah, nanti aku ngerepotin dia lagi. Kan waktu itu aku pernah nginep di rumah dia" ucap Ana.
"Terus mau dimana?" tanya Lino.
"Gak tahu" ucap Ana.
"Atau mau di rumah Naya?" tanya Lino.
"Ih gak mau! nanti ketemu Bagas" ucap Ana.
"Atau mau di rumah Felisa? atau di rumah Lia?" tanya Lino.
"Hmm..aku nginep di rumah Raka aja deh" ucap Ana.
"Di rumah Raka?" tanya Lino sedikit cemburu.
"Iya" ucap Ana.
"Lagian keluarga aku sama keluarga Raka udah deket, jadi pasti dibolehin nginep" ucap Ana.
"Ya udah deh" ucap Lino.
"Tapi nanti jangan lupa telepon aku ya" ucap Lino.
"Kan handphone aku nya ada di rumah, No" ucap Ana.
"Oh iya, aku lupa" ucap Lino.
"Ya udah nanti aku pinjem handphone Raka aja deh buat telepon kamu" ucap Ana.
"Ya udah, Na. Aku pulang dulu ya" ucap Lino.
"Iya, hati-hati ya" ucap Ana.
Lalu Lino pun segera pergi dengan mengendarai mobilnya.
Setelah Lino pergi, Ana pun segera pergi menuju rumah Raka.
"Raka" teriak Ana sambil mengetuk pintu.
Lalu pintu pun pintu rumah Raka pun terbuka.
"Malem, tante" ucap Ana.
"Iya, malem juga Ana" ucap mamah Raka.
"Ada apa ya, Na?" tanya mamahnya Raka.
"Tante, Ana boleh nginep gak? soalnya rumahnya ke kunci" ucap Ana dengan ekspresi memelas.
"Oh boleh...boleh, ya udah ayo masuk" ucap mamah Raka.
Lalu Ana dan mamah Raka pun segera duduk di sofa.
"Kata Raka katanya mamah kamu sama papah kamu berantem ya?" tanya mamah Raka.
"Iya tante" ucap Ana.
"Oh iya, kamu udah makan malem belum?" tanya mamah Raka.
"Belum" ucap Ana.
"Ya udah nanti kalau suami Tante udah pulang, kita makan malam bersama ya" ucap mamah Raka.
"Iya tante" ucap Ana.
"Ana tunggu ya, tante mau ambil minum buat kamu dulu" ucap mamah Raka.
"Iya, tante" ucap Ana.
Lalu mamah Raka pun segera pergi menuju dapur untuk mengambil air minum buat Ana.
Setelah itu, mamah Raka pun segera kembali menghampiri Ana yang sedang berada di ruang tamu.
"Ini" ucap mamah Raka sambil memberikan air minum kepada Ana.
"Makasih ya, tante" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap mamah Raka.
Lalu Ana pun segera meminum air mineral tersebut sampai habis karena ia sangat haus.
"Gue mau nginep" ucap Ana.
"Kenapa nginep di rumah gue? kan luh punya rumah" canda Raka.
"Raka!" ucap mamah Raka sambil menatap tajam kearah Raka.
"Raka cuma bercanda kok, mah" ucap Raka.
Lalu Raka pun segera duduk disebelah Ana.
"Papah belum pulang, mah?" tanya Raka.
"Belum, tapi paling bentar lagi pulang" ucap mamah Raka.
Cklek
Pintu pun dibuka oleh papahnya Raka.
"Tuh, kan! baru aja diomongin, orangnya uda datang" ucap mamah.
"Eh, ada Ana" ucap papah Raka sambil tersenyum.
"Malem, om" ucap Ana.
"Malem juga, Ana" ucap papah Raka.
"Om, Ana boleh nginep gak disini?" ucap Ana dengan memelas.
"Boleh kok" ucap papah Raka.
"Makasih ya, om" ucap Ana.
"Iya" ucap papah Raka.
"Ya udah, ayo kita makan malem" ucap mamah Raka sambil merangkul Ana menuju ruang makan.
"Mah, anaknya gak dirangkul nih?" tanya Raka.
"Enggak ah, kamu belum mandi" ucap mamah Raka.
"Padahal kan gue juga belum mandi" batin Ana.
Lalu mereka berempat pun segera makan malam bersama.
"Ana, makan yang banyak ya" ucap mamah Raka.
"Iya, tante" ucap Ana sambil tersenyum.
****
Setelah selesai makan, Raka pun segera mengantar Ana menuju kamar tamu yang berada didekat kamar Raka.
"Ka" panggil Ana.
"Kenapa?" tanya Raka.
"Gue boleh pinjem handphone gak? soalnya gue mau nelpon" tanya Ana.
"Emang handphone luh kemana?" tanya Raka.
"Di rumah" ucap Ana.
"Ya udah nih" ucap Raka sambil memberikan handphone nya kepada Ana.
"Makasih" ucap Ana.
"Luh mau telepon mamah luh?" tanya Raka.
"Bukan" ucap Ana.
"Terus mau telepon siapa?" tanya Raka.
"Lino" ucap Ana sambil tersenyum.
"Kayaknya luh udah bucin akut ya sama Lino" ucap Raka.
Ana pun hanya tersenyum mendengar ucapan Raka.
"Kalau selesai teleponnya, nanti kasihin lagi ya handphone nya ke gue" ucap Raka.
"Sip" ucap Bina sambil mengacungkan jempolnya.
"Ya udah gue ke kamar dulu" ucap Raka sambil pergi ke kamarnya.
Lalu Ana pun segera masuk ke kamar tamu, lalu ia pun segera menelepon Lino.
"Hallo, Na" ucap Lino
"No, kamu udah di rumah?" tanya Ana.
"Udah kok" ucap Lino.
"Sekarang kamu lagi apa?" tanya Ana.
"Aku kan lagi teleponan sama kamu" ucap Lino.
"Maksud aku tuh, kamu lagi makan atau lagi apa gitu" kata Ana.
"Oh, aku lagi tiduran" ucap Lino.
"Kamu udah mau tidur ya?" tanya Ana.
"Enggak kok" ucap Lino.
"Kamu pasti bohong kan? pasti kamu ngantuk soalnya tadi perjalanannya lumayan jauh" ucap Ana.
"Ya emang ngantuk, tapi aku tadi gak tidur dulu soalnya kan tadi belum ditelepon kamu" ucap Lino.
"Ya udah sekarang kamu tidur, kan udah ditelepon aku" ucap Ana.
"Tapi aku jadi gak ngantuk nih" ucap Lino.
"Loh kok bisa gitu sih?" heran Ana.
"Iya, aku juga gak tahu kenapa bisa kayak gitu" ucap Lino.
"Mungkin karena suara kamu yang bikin aku jadi gak ngantuk lagi" ucap Lino lagi.
"Berarti suara aku cempreng gitu maksud kamu?" ucap Ana.
Lino pun langsung tertawa karena mendengar ucapan Ana.