
Sore hari
Cklek
Pintu rumah dibuka oleh mamahnya Ana.
"Eh ada Lino, kebetulan dong soalnya tante mau kasih kado buat kamu" ucap mamah Ana.
"Kado buat Lino, tante?" tanya Lino.
"Iya lah masa buat Ana, kan Ana ulang tahunnya bulan depan" ucap mamah Ana.
"Oh iya nih, nanti kadonya dipake ya" ucap mamah Ana sambil memberikan kado kepada Lino.
"Makasih, tante" ucap Lino sambil menerima kado tersebut.
"Iya sama-sama" ucap mamah Ana.
"Ya udah kalau gitu Lino pamit pulang dulu ya, tante" ucap Lino sambil salam kepada mamah Ana.
"Iya, hati-hati ya" ucap mamah Ana.
"Iya, tante" ucap Lino.
"Na, aku pulang dulu ya" ucap Lino.
"Iya" kata Ana.
Lalu Lino segera pergi.
...****...
Keesokan harinya
Lino segera pergi menuju rumah Ana dengan menggunakan motornya.
Sesampainya disana, Lino segera turun dari motor dan ia langsung membunyikan bel rumah Ana.
Tidak menunggu lama, Ana segera membuka pagar rumahnya.
"Ya udah ayo berangkat" ucap Lino.
"Ya udah ayo" ucap Ana sambil menutup pagar rumahnya.
Sehabis itu, Ana dan Lino segera menaiki motor.
Kemudian Lino segera melajukan motornya menuju rumah Lia.
(Di perjalanan)
"No, kalau Lia gak maafin aku gimana ya?" tanya Ana.
"Dia pasti maafin kamu kok" Lino.
"Beneran?" tanya Ana sedikit ragu.
"Iya, dia pasti maafin kamu kok" ucap Lino.
"Kalau dia gak mau maafin aku gimana?" tanya Ana.
"Ya biarin aja, lagian kan kamu udah minta maaf juga ke dia, jadi kamu gak usah merasa bersalah" ucap Lino.
Sesampainya di rumah Lia, mereka berdua segera turun dari motor.
Saat mau menekan bel, tiba-tiba pagar rumah Lia terbuka.
"Acha" batin Lino dan Ana.
Acha langsung melihat kearah Lino dan Ana. Kemudian ia segera pergi menaiki mobilnya tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Ya udah ayo masuk aja" ucap Lino.
"Tekan bel dulu, No" ucap Ana.
"Udah, langsung ketuk aja pintunya" ucap Lino.
"Ya udah deh" ucap Ana.
Ana dan Lino segera masuk.
Lalu Lino segera mengetuk pintu rumah Lia.
Tidak lama setelah mengetuk pintu, pintu langsung dibuka oleh seseorang.
"Ada apa?" tanya Lia.
"Lia, gue mau minta maaf sama luh" ucap Ana.
"Iya, gue udah maafin" ucap Lia.
"Tadi Acha ngapain kesini?" tanya Lino.
"Dia kesini karena mau nanya sesuatu sama gue" ucap Lia.
"Mau nanya soal apa?" tanya Lino.
"Dia kayaknya tahu deh soal luh yang pacaran sama dia. Makanya tadi dia nanya ke gue" ucap Lia.
"Terus luh jawab apa?" tanya Lino.
"Gue jawab aja gak tahu dan gue bilang ke dia bahwa dulu gue lebih deketnya ke Naya, makanya gue bilang gak tahu tentang hubungan luh dan Acha" ucap Lia.
"Dia tahu dari siapa ya?" tanya Lino.
"Gue gak tahu, mungkin tahu dari orang-orang yang sekolah di SMA Tunas Bakti kali" ucap Lia.
"Oh iya, luh blokir gue ya?" tanya Ana memastikan.
"Enggak" ucap Lia.
"Terus kenapa WhatsApp luh ceklis satu?" tanya Ana.
"Soalnya gue udah ganti nomer telepon, makanya di luh nya jadi ceklis satu" ucap Lia.
"Luh kenapa ganti nomer?" tanya Ana.
"Gak kenapa-napa, cuma gue pingin ganti nomer aja" ucap Lia.
"Oh iya, yaudah ayo masuk" ucap Lia.
"Papah luh gak ada di rumah kan?" tanya Lino memastikan.
"Gak ada, papah gue lagi pergi ke luar kota" ucap Lia.
"Kita mau langsung pulang aja, lagian gue kesini cuma mau minta maaf doang sama luh" ucap Ana.
"Oh gitu" ucap Lia.
"Kamu gak mau main dulu?" tanya Lino memastikan.
"Enggak" ucap Ana.
"Kamu mau main di rumah Lia, No?" tanya Ana.
"Ya udah kita pulang dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lia.
Lalu mereka berdua segera pergi.
(Di perjalanan)
"Kamu kenapa mau langsung pulang? kenapa gak diem dulu disana?" tanya Lino.
"Soalnya takut jadi canggung, kan kemarin Lia marah sama aku" ucap Ana.
"Justru harusnya kamu diem dulu disana, biar ngobrol-ngobrol lagi. Biar menghilangkan rasa canggung sehabis berantem" ucap Lino.
"Tapi nanti kalau disana, aku ngobrolin apa?" tanya Ana.
"Ya ngobrolin apa aja kek" ucap Lino.
"Oh iya, kamu mau langsung pulang atau mau jalan-jalan dulu?" tanya Lino.
"Aku pingin nongkrong di cafe dulu, No" ucap Ana.
"Mau ke cafe mana?" tanya Lino.
"Ke cafe yang deket sini aja" ucap Ana.
Lalu Lino segera melajukan motornya menuju cafe terdekat.
Sesampainya di cafe, mereka berdua segera turun dari motor dan mereka langsung masuk kedalam cafe tersebut.
Ketika masuk, Ana dan Lino segera duduk ditempat yang telah disediakan.
Kemudian mereka segera memilih makanan dan minuman yang akan mereka pesan.
"Kamu mau apa?" tanya Lino.
"Aku mau macaron sama ice chocolate" ucap Ana.
"Mbak" panggil Lino kepada pelayan cafe.
Pelayan cafe tersebut segera menghampiri Ana dan Lino.
"Mau pesan apa?" tanya pelayan tersebut.
"Pesan macaron, ice chocolate sama americano" ucap Lino.
"Ada lagi?" tanya pelayan cafe.
"Udah itu aja" ucap Lino.
"Oke, tunggu sebentar ya" ucap pelayan tersebut.
"Iya" ucap Lino.
Lalu pelayan tersebut segera pergi.
"Kamu gak pesen makanannya, No?" tanya Ana.
"Enggak, soalnya aku cuma haus doang" ucap Lino.
"No, kayaknya Acha kesel banget deh sama kamu. Makanya tadi dia langsung pergi gitu aja" ucap Ana.
"Iya pastinya" ucap Lino.
"Kamu mau kapan minta maaf ke Acha?" tanya Ana.
"Nanti aja" kata Lino
"Nanti kapan?" tanya Ana.
"Kalau aku ketemu Acha lagi, aku pasti minta maaf kok" ucap Lino.
"Kenapa gak langsung pergi ke rumahnya?" tanya Ana.
"Soalnya kan dirumahnya pasti ada papahnya. Nanti papah nya marah, kalau aku deket-deket sama Acha" ucap Lino.
"Iya juga ya" ucap Ana.
"Atau aku minta maaf lewat chat aja ya ke dia" ucap Lino.
"Jangan di chat, sama aja itu artinya kamu gak gentle jadi cowok" ucap Ana.
"Aku chat aja dia, nanti biar kita berdua ketemuan. Terus aku minta maaf deh ke dia" ucap Lino.
"Boleh kan, Na?" tanya Lino.
"Ya udah boleh" ucap Ana.
"Kamu gak marah kan kalau nanti aku ketemuan?" tanya Lino.
"Aku gak marah kok, lagian kan kamu niatnya minta maaf" ucap Ana.
"No, tapi kayaknya Ana bakal sedih banget deh karena kamu udah bikin dia kecewa karena kamu kan waktu itu bilang bahwa kamu sahabatnya" ucap Ana.
"Ya gimana lagi, Na. Soalnya kan dia tahunya kamu pacar aku, jadinya aku bilang deh kalau dia sahabat aku" ucap Lino.
"Kalau dia gak mau relain kamu buat aku gimana, No?" tanya Ana namun tidak sempat dijawab oleh Lino karena ada pelayan cafe yang menghampirinya.
"Ini, pesanannya" ucap pelayan yang tiba-tiba datang.
"Makasih" ucap Lino dan Ana bersamaan.
"Iya sama-sama" ucap pelayan cafe tersebut.
Lalu pelayan cafe tersebut segera pergi.
"No, pertanyaan aku tadi belum dijawab" ucap Ana.
"Udah ya, Na. Kamu gak perlu mikirin itu, lagian kan soal masalah itu tanggung jawab aku. Jadinya aku yang harus menyelesaikan masalah itu sama Acha" ucap Lino.
"Tapi disini aku kayak jadi perusak hubungan orang" ucap Ana tiba-tiba.
"Enggak kok, Na. Lagian kan kita juga gak tahu kalau Acha masih hidup" ucap Lino.
"Ya udah lebih baik kamu makan tuh macaron nya, jangan ngobrol mulu" perintah Lino.
Akhirnya Ana segera menuruti perintah dari Lino.
"Kamu mau gak?" tanya Ana.
"Enggak, kan aku udah bilang kalau aku cuma haus" ucap Lino.
"Siapa tahu kan kamu ngiler pas lihat aku" ucap Ana.
"Ngiler pas lihat kamu?" ucap Lino sambil tertawa kecil.
"Maksudnya ngiler pas lihat aku makan" ucap Ana.
"Nah, gitu dong! kalau ngomong tuh jangan setengah-setengah, jadi kan tadi aku salah paham" ucap Lino.