ARLINO

ARLINO
Episode 188



"Malah lebih bagus loh kalau manggil sayang-sayangan didepan orang, jadi orang tahu bahwa kalian berdua pacaran" ucap Alex.


"Ya udah deh gak apa-apa manggil sayang didepan orang juga" ucap Ana.


"Dasar plin-plan" ucap Ana sambil tersenyum.


"Ya udah ayo makan mie nya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana sambil memakan mie yang dibuat oleh Alex.


"Alex jago banget masak mie nya" ucap Ana.


"Cuma masak mie doang, aku juga bisa kali" ucap Lino tak mau kalah.


"Emang kamu pernah masak?" tanya Ana.


"Ya pernah lah" ucap Lino.


"Kamu pernah masak apa aja emang?" tanya Ana.


"Mie sama telur" ucap Lino.


"Cuma bisa masak itu?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Lagian kan aku cowok, jadi wajar kalau gak bisa masak" ucap Lino.


"Iya deh iya" ucap Ana.


"Oh iya, Na! waktu itu, luh dimarahin gak sama orang tua luh?" tanya Alex.


"Enggak, soalnya kan mamah gue udah tidur" ucap Ana.


"Jadi waktu itu luh lompat ya dari pagar?" tanya Alex.


"Iya, gue lompat" ucap Ana.


"Ternyata luh bandel juga ya kayak Lino" ucap Alex.


"Enggak, gue bandelnya cuma sekali" ucap Ana.


"Sekali dari mananya coba, orang kamu waktu itu pernah bolos sekolah" ucap Lino.


"Waktu itu aku khilaf, No" ucap Ana.


"Masa?" ucap Lino.


"Iya, lagian waktu itu kan ada masalah. Jadi aku pingin bolos" ucap Ana.


"Masalah apa?" tanya Gilang.


"Kepo banget jadi orang" ucap Ana.


"Gue gak kepo! gue cuma pingin tahu aja" ucap Gilang.


"Sama aja itu kepo namanya" ucap Ana.


"Yang udah gede ngalah aja deh" ucap Gilang.


"Emang luh pikir gue masih kecil apa" ucap Ana.


"Emang, kan luh bocil" ucap Gilang.


"Gak apa-apa bocil juga, yang penting lucu" ucap Ana.


"Lucu kayak boneka Annabelle kan?" ucap Gilang.


"Enak aja! luh kali boneka chucky" ucap Ana.


"Gue sama boneka chucky gak mirip" ucap Gilang.


"Mirip! iya gak, No?" tanya Ana kepada Lino.


"Iya mirip" ucap Lino sambil tertawa kecil.


"Sialan luh, bukannya belain sahabatnya" ucap Gilang.


"No, kamu lebih pilih aku kan daripada Gilang?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Iya apa? yang jelas dong" ucap Ana.


"Iya, aku lebih pilih kamu kok" ucap Lino.


"Dasar bucin" ucap Alex.


"Gue gak bucin, tapi Ana yang bucin sama gue" ucap Lino.


"Lang, nanti tolong anterin Ana pulang ya" ucap Lino.


"Enggak ah! nanti kalau sama Gilang, bisa-bisa gak dianterin sampe rumah" ucap Ana.


"Ih siapa juga yang mau nganterin luh" ucap Gilang.


"Lex, nanti tolong anterin Ana ya" ucap Lino.


"Oke" ucap Alex.


"Eh gak usah, luh kan pasti capek. Jadi gue pulang sendiri aja" ucap Ana.


"Capek? emang si Alex ngapain?" bingung Gilang.


"Dia kan tadi habis masakin kita mie" ucap Ana.


"Masa cuma masak mie cape" heran Gilang.


"Iya, biar gue aja yang anterin luh" ucap Alex.


"Enggak usah, gue pulang naik ojek online aja" ucap Ana.


"Udah lah sama aku aja anterin nya" ucap Lino.


"Ih jangan! kamu kan lagi sakit" ucap Ana.


"Iya gak apa-apa" ucap Lino.


"Ya udah deh aku pulang sama Gilang aja" ucap Ana.


"Kok sama gue?" ucap Gilang.


"Kan luh tahu rumah gue" ucap Ana.


"Lang, nanti anterin ya. Kalau soal bensin, nanti gue ganti" ucap Lino.


"Bener ya?" ucap Gilang.


"Iya" ucap Lino.


"Luh mau pulang kapan?" tanya Gilang.


"Sekarang aja deh, soalnya udah sore" ucap Ana.


"Ya udah ayo" ucap Gilang.


"Oh iya, nanti dulu deh! soalnya mau nyuci mangkuk dulu" ucap Ana.


"Gak usah, biar gue aja yang cuci mangkuknya" ucap Alex.


"Gak apa-apa?" tanya Ana memastikan.


"Iya gak apa-apa, luh pulang aja" ucap Alex.


"Makasih ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Alex.


"Iya" ucap Lino.


"Lex, gue pulang dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Alex.


"Lang, bawa motornya hati-hati ya. Jangan sampe lecet Ana nya" ucap Lino.


"Iya" ucap Gilang.


"No" panggil Ana.


"Apa?" tanya Lino.


Ana segera mendekat ke Lino.


"Sayang, cepet sembuh ya" bisik Ana.


Lino langsung tersenyum.


Lalu Ana langsung berlari ke keluar.


"Na" teriak Lino namun tidak dijawab oleh Ana karena Ana sudah pergi keluar.


"No, Lex! gue pergi dulu" ucap Gilang.


"Iya" ucap Lino dan Alex bersamaan.


Gilang segera pergi menyusul Ana.


"Ana bisik-bisik apa tadi? kok luh senyum pas dibisikin Ana" tanya Alex penasaran.


"Tadi dia bilang, sayang cepet sembuh. Makanya gue langsung senyum" ucap Lino.


"Luh sama Ana pernah berantem gak sih?" tanya Alex.


"Berantem yang parah sih enggak pernah, paling berantemnya cuma kesel-keselan doang" ucap Lino.


"Oh iya, No! kata Gilang katanya Acha masih hidup ya?" tanya Alex.


"Iya" ucap Lino.


"Emang bener ya dia hilang ingatan?" tanya Alex.


"Iya" ucap Lino.


"Kalau misalnya dia inget lagi tentang luh gimana?" tanya Alex.


"Mungkin nanti kalau dia inget lagi gue bakal minta maaf ke dia karena gue sekarang lebih milih Ana daripada dia" ucap Lino.


"Luh kenapa gak minta maaf sekarang?" tanya Alex.


"Soalnya sekarang dia tahu nya gue itu dulu sahabat nya" ucap Lino.


"Oh iya, tadi Acha kesini" ucap Lino.


"Kapan?" tanya Alex.


"Tadi siang" ucap Lino.


"Dia tahu rumah luh darimana?" tanya Alex.


"Mungkin dia tahu dari Clara atau Felisa" ucap Lino.


"Tadi dia ngomong apa aja sama luh?" tanya Alex.


"Tadi dia nanya tentang siapa yang nabrak dia, terus nanya tentang sahabat-sahabatnya dia" ucap Lino.


"Ngomong-ngomong yang nabrak dia siapa ya, No?" tanya Alex.


"Gue gak tahu, tapi yang pasti anak geng motor" ucap Lino.


"Apa jangan-jangan Rafly ya?" tanya Alex.


"Kok luh bisa mikir Rafly" ucap Lino.


"Iya, soalnya kan dia benci banget sama luh" ucap Alex.


...****...


Sesampainya di rumah, Ana segera turun dari motor Gilang.


"Makasih ya, Lang" ucap Ana.


"Iya" ucap Gilang.


"Ya udah gue pergi dulu ya" ucap Gilang.


"Eh tunggu bentar" ucap Ana.


"Ada apa?" tanya Gilang.


"Luh tunggu dulu, gue mau ambil sesuatu dulu" ucap Ana.


Ana segera masuk kedalam rumahnya.


Beberapa menit kemudian, Ana kembali lagi menghampiri Gilang.


"Nih" ucap Ana sambil memberika kantong plastik yang berisi kue brownies.


"Apaan nih?" tanya Gilang.


"Kue brownies" ucap Ana.


"Buat gue?" tanya Gilang.


"Buat Lino" ucap Ana sambil tersenyum.


"Tapi kalau luh mau, boleh kok" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu gue ke rumah Lino dulu ya" ucap Gilang.


"Iya" ucap Ana.


Gilang segera melajukan motornya menuju rumah Lino.


Setelah Gilang pergi, Ana segera masuk kedalam rumahnya.


...****...


Skip


Setelah sampai, Gilang langsung masuk kedalam rumah Lino.


Kemudian ia segera duduk disofa.


"Apaan tuh?" tanya Lino.


"Ini kue dari Ana" ucap Gilang.


"Kue buat gue?" tanya Lino.


"Bukan, ini kue buat gue" bohong Gilang.


"Kirain dia ngasih ke gue" ucap Lino.


"Enggak, Ana ngasih kue ini karena tadi gue udah nganter dia pulang" ucap Gilang.


"Tapi kalau luh berdua mau, boleh kok. Ambil aja" ucap Gilang sambil menahan tawanya.


"Ya udah sini, gue mau" ucap Alex.


Mereka bertiga segera memakan kue brownies tersebut.