ARLINO

ARLINO
Episode 206



Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Ana berjalan menuju kearah Lia yang sedang membereskan alat-alat tulis.


"Lia" panggil Ana namun Lia tidak menoleh kearah Ana.


"Ana, ayo pulang" ajak Lino sambil menarik tangan Ana keluar dari kelas.


"Kamu kenapa nyamperin dia?" tanya Lino.


"Aku pingin minta maaf aja sama Lia" kata Ana.


"Ngapain sih minta maaf mulu sama dia?" tanya Lino.


"Soalnya kan dia masih marah sama aku" ucap Ana.


"Na, kamu jadi orang jangan terlalu baik ke orang lain" ucap Lino.


"Habisnya aku ngerasa gak enak sama Lia" ucap Ana.


"Harusnya dia yang ngerasa gak enak sama kamu, mana dia udah ngejelekin kamu lagi" ucap Lino.


"Oh iya, seragam kamu mana?" tanya Lino.


"Oh iya aku lupa" ucap Ana sambil kembali masuk kedalam kelasnya.


"Mau kemana luh?" ucap Lino sambil menarik kerah seragam Gilang.


"Ya mau pulang lah" ucap Gilang.


"Maksud luh apaan tadi pake bilang ke guru segala" ucap Lino sedikit kesal.


"Habisnya luh berdua ngapain coba pake romantis-romantisan segala didalam kelas" ucap Gilang.


"Ya emang kenapa kalau gue pegangan tangan sama Ana?" tanya Lino.


"Ya gue iri lah, makanya gue laporin luh berdua ke guru" ucap Gilang.


"Dasar temen laknat luh" ucap Lino.


"No, ayo pulang" ucap Ana.


"Ya udah ayo" ucap Lino.


Ana dan Lino segera pergi menuju parkiran sekolah.


Sesampainya disana, mereka berdua segera naik ke motor. Lalu Lino langsung melajukan motornya menuju rumah Ana.


Ketika sampai di rumah, Ana segera turun dari motor Lino.


"Hati-hati ya, No" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Lino segera melajukan motornya.


Setelah Lino pergi, Ana segera masuk kedalam rumahnya.


...****...


* Basecamp


Sesampainya di basecamp, Lino segera masuk kedalam basecamp.


"Luh kenapa, No?" tanya Alex.


"Gue heran sama Ana" ucap Lino.


"Heran kenapa?" tanya Alex.


"Dia udah dijelek-jelekin sama orang, tapi dia malah baik ke orang itu" ucap Lino.


"Ya bagus dong kalau gitu, berarti Ana gak dendaman orang nya. Gak kayak luh" ucap Alex.


"Oh iya, malem ada balapan. Luh mau ikut gak?" tanya Alex.


"Enggak" ucap Lino.


"Kenapa enggak mau?" heran Alex.


"Soalnya gue males" ucap Lino.


"Tumben luh males, biasanya kan luh seneng banget kalau diajak balapan" ucap Alex.


"Gue juga gak tahu kenapa, semenjak gue pacaran sama Ana, gue ngerasa jadi males ngelakuin hal-hal kayak gitu" ucap Lino.


"Bahkan saat Gilang nawarin rokok ke gue, gue tolak karena gue gak mau Ana ngelihat sisi buruk gue" ucap Lino.


"Emang ngerokok hal yang buruk ya?" tanya Alex.


"Ya iyalah! kan sebagian orang nganggap orang yang ngerokok itu bandel, apalagi kita kan masih anak sekolahan" ucap Lino.


"Berarti kalau gitu Ana udah buat luh jadi orang yang lebih baik, No" ucap Alex.


"Iya sih, gue ngerasa jadi orang yang lebih baik dari sebelumnya" ucap Lino.


...****...


Skip


Sore hari


"Ana" panggil mamah.


"Iya kenapa, mah?" tanya Ana.


"Sini dulu! mamah mau ngomong sama kamu" ucap mamah.


Ana segera menghampiri mamahnya.


"Kenapa, mah?" tanya Ana.


"Putusin Lino sekarang!" ucap mamah.


"Hah?!" bingung Ana.


"Lino anak geng motor kan?" tanya mamah.


"Bukan, mah" bohong Ana.


"Udah kamu jangan bohong, mamah udah tahu kalau sebenernya Lino itu anak geng motor" ucap mamah.


"Mamah tahu dari mana?" tanya Ana.


"Kamu gak perlu tahu, pokoknya sekarang kamu cepet putusin Lino. Mamah gak mau kamu pacaran sama anak geng motor" ucap mamah.


"Gak mau! Ana gak mau putus sama Lino" ucap Ana.


"Ana, anak geng motor itu gak baik buat kamu. Nanti kamu salah pergaulan" ucap mamah.


"Terserah mamah mau ngomong apa, yang penting Ana gak mau putus sama Lino" ucap Ana.


Ana segera pergi menuju kamarnya.


...****...


* Kamar Lino


Ting


Lino langsung melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari mamahnya Ana.


Lalu Lino segera membuka pesan tersebut.


Mamah Ana :


No, tante mohon sama kamu tolong putusin Ana ya


Lino membalas pesan tersebut.


^^^Lino :^^^


^^^Putusin Ana, tante?^^^


Mamah Ana :


^^^Lino :^^^


^^^Tante kenapa nyuruh Lino buat putusin Ana?^^^


Mamah Ana :


Soalnya tante pingin anak tante fokus belajar


Mamah Ana :


Kalau kalian udah putus, tolong jangan hubungi Ana lagi ya


Lino hanya terdiam karena melihat pesan dari mamahnya Ana.


"Pasti mamahnya Ana udah tahu kalau gue anak geng motor" gumam Lino.


Kemudian Lino segera menelepon Ana.


Tidak menunggu lama, Ana langsung menjawab panggilan telepon dari Lino.


"Hallo, No" ucap Ana.


"Na, aku pingin ngomong sesuatu sama kamu" ucap Lino.


"Mau ngomong apa, No?" tanya Ana.


"Aku mau putus sama kamu" ucap Lino terpaksa.


"Ini pasti gara-gara mamah aku kan?" tanya Ana.


"Bukan kok, Na" ucap Lino.


"Terus kamu kenapa minta putus sama aku?" tanya Ana.


Lino hanya terdiam.


"Apa aku ada salah ya sama kamu, No?" tanya Ana.


"Enggak kok, Na" ucap Lino.


"Terus kamu kenapa pingin putus?" tanya Ana.


"Soalnya aku rasa kamu terlalu baik buat aku, makanya aku pingin putus sama kamu" ucap Lino.


"Masa cuma gara-gara itu kamu minta putus sih, No" ucap Ana sedih.


"Untuk sekarang, aku harap kamu jangan deket-deket sama aku lagi ya" ucap Lino.


Lalu Lino langsung mematikan panggilan teleponnya.


"Maafin aku, Na" gumam Lino.


Lino segera mengambil kunci motornya dan ia segera pergi keluar rumah. Kemudian ia segera pergi menuju tempat balapan dengan mengendarai motornya.


...****...


Pagi hari


"Ana, sarapan dulu!" ucap mamah.


Ana segera berlari keluar tanpa menghiraukan ucapan mamahnya dan ia segera pergi menuju sekolahnya dengan berjalan kaki.


Skip


Sesampainya di sekolah, Ana segera berjalan menuju kelasnya.


Setelah sampai, Ana segera masuk ke kelas dan ia segera duduk dikursinya.


Ana hanya memandang ke arah kursi Lino.


"Na" panggil Clara sambil duduk disebelah Ana.


"Kenapa?" tanya Ana.


"Lino nya mana? kok gak bareng ke kelasnya" heran Clara.


"Gue gak berangkat sama Lino" ucap Ana.


"Kenapa gak berangkat bareng?" tanya Clara.


Ana hanya terdiam.


Lalu Lino datang ke kelas dan ia segera duduk dikursinya.


Ana segera menghampiri Lino.


"No, muka kamu kenapa?" cemas Ana saat melihat luka di pelipis Lino.


Lino tidak menjawab ucapan Ana dan ia langsung pergi keluar.


Ana segera menyusul Lino dari belakang.


* Rooftop


"No" panggil Ana sambil memegang pergelangan tangan Lino.


Lino langsung melepaskan tangan Ana.


"Aku kan udah bilang jangan deket-deket aku" ucap Lino.


"Emang kenapa aku gak boleh deket-deket sama kamu?" tanya Ana.


"Karena kita udah putus, Na" ucap Lino.


"Tapi aku gak mau putus sama kamu" ucap Ana dengan mata yang berkaca-kaca.


"Terserah! tapi intinya kita udah putus, Na" ucap Lino.


"Masa cuma gara-gara aku terlalu baik, kamu jadi pingin putusin aku" ucap Ana.


"Iya, soalnya aku gak suka sama cewek baik-baik. Aku lebih suka sama cewek nakal, yang bisa diajak main malem" ujar Lino.


Ana hanya terdiam sejenak setelah mendengar ucapan Lino barusan.


"Kalau kamu mau, aku bisa kok keluar malem" ucap Ana.


Lino segera pergi karena ia bingung harus menjawab apa.


"No!!" teriak Ana.


...****...


Krining... krining


Bel masuk berbunyi.


Murid-murid segera masuk ke kelasnya masing-masing.


"No, si Ana mana?" tanya Gilang saat melihat kearah kursi Ana.


Lino hanya menggelengkan kepalanya seraya menjawab tidak tahu.


"Pelipis luh kenapa, No?" tanya Gilang.


"Gak kenapa-napa" ucap Lino.


"Gak kenapa-napa apanya, orang luka kayak gitu" ucap Gilang.


"Selamat pagi anak-anak" ucap guru.


"Pagi Bu" ucap semuanya.


"Silahkan buka buku paket Pai halaman 10" perintah guru.


Semua murid langsung menuruti perintah guru.


"Nanti kerjain essay nya ya" ucap guru itu.


"Baik, Bu" ucap semuanya.