
* Rumah Raka
"Na, sini masuk" ucap Raka.
Ana segera menghampiri Raka.
Lalu mereka berdua segera masuk kedalam rumah.
"Orang tua luh mana, Ka?" tanya Ana.
"Tadi sih bilang katanya mau ke supermarket" ucap Raka.
"Oh gitu" ucap Ana.
"Oh iya, Ka! gue udah tahu" ucap Ana.
"Tahu apa?" bingung Raka.
"Tahu bahwa sebenernya Lino itu pacar gue bukan sahabat gue" ucap Ana.
"Iya, Lino emang pacar luh" ucap Raka.
"Luh kenapa gak bilang dari awal kalau Lino itu pacar gue" ucap Ana.
"Soalnya mamah luh nyuruh gue sama yang lainnya buat jangan bilang bahwa Lino itu pacar luh" ucap Raka.
"Ka" ucap Ana.
"Iya, kenapa?" tanya Raka.
"Cindy suka sama Lino" ucap Ana.
"Anak baru itu?" tanya Raka memastikan.
"Iya" ucap Ana.
"Luh tahu dari mana kalau dia suka sama Lino?" ucap Raka.
"Dia bilang sendiri sama gue" ucap Ana.
"Emang dia gak tahu gitu kalau luh sama Lino pacaran?" tanya Raka.
"Enggak tahu juga sih" ucap Ana.
"Oh iya, dia juga yang bilang bahwa gue tuh suka banget sama Bagas katanya" ucap Ana.
"Terus dia juga bilang kalau Clara, Lia dan Felisa suka ngomongin gue" kata Ana.
"Gak bener nih cewek" ucap Raka.
"Emang dia bohong ya, Ka?" tanya Ana.
"Iya, dia bohong" ucap Raka.
"Nanti luh jangan deket-deket sama dia ya" ucap Raka.
"Kan gue duduk bareng, jadi pasti deket lah" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu luh jangan dengerin omongan dia. Soalnya yang dia bilang itu semuanya bohong" ucap Raka.
"Iya, gue gak bakal dengerin dia kok" ucap Ana.
"Oh iya, Na! luh tahu Lino itu pacar luh dari siapa?" tanya Raka.
"Dari video di handphone gue" ucap Ana.
"Semenjak tahu, luh langsung telepon Lino gak?" tanya Raka.
"Enggak" ucap Ana.
"Kenapa gak ditelepon?" tanya Raka.
"Soalnya gue malu" ucap Ana.
"Malu kenapa?" ucap Raka sambil tertawa.
"Ya malu aja" ucap Ana.
"Mau gue telepon gak?" tanya Raka.
"Gak usah" ucap Ana.
"Gue telepon ya" ucap Raka.
"Ih Raka jangan! gue malu" ucap Ana.
"Gue video call aja deh" ucap Raka.
"Ih jangan dong" ucap Ana.
Raka segera mem-video call Lino.
Lalu Lino menjawab panggilan video call dari Raka.
"Kenapa, Lang?" ucap Lino.
"No, cewek luh udah tahu kalau luh pacarnya" ucap Raka.
"Ana tahu dari siapa?" tanya Lino.
"Tahu dari video yang ada di handphone nya" ucap Raka.
"Mau ngobrol gak sama cewek luh?" tanya Raka.
"Ya mau lah" ucap Lino.
"Na, ini" ucap Raka sambil mengarahkan kamera ponselnya pada Ana.
"Ih Raka gak mau!" ucap Ana sambil menutup wajahnya.
"Udah jangan dipaksa! dia gak mau" ucap Lino.
"Oh iya, No! luh lagi di basecamp ya?" tanya Raka.
"Iya" ucap Lino.
"Ada siapa aja disana?" tanya Raka.
"Ada Alex sama Bobby" ucap Lino.
Raka melihat kearah Ana karena Ana melihat ke layar ponselnya.
"Katanya gak mau, tapi kok penasaran" ucap Raka kepada Ana.
"Enggak penasaran kok" ucap Ana sambil mengalihkan pandangannya.
"Kenapa, Ka?" tanya Lino.
"Ini tadi Ana kepo lihat ke layar ponsel gue" ucap Raka.
"Dia kangen kali sama gue" ucap Lino.
"Ih percaya diri banget jadi orang" sahut Ana.
Lino langsung tertawa karena mendengar ucapan Ana.
"Na, pacar luh sama gue ganteng siapa?" tanya Raka.
"Gak ada yang ganteng, jelek dua-duanya" canda Ana.
"Baru kali ini loh gue disebut jelek sama Ana" ucap Lino sambil tersenyum.
"Yang sabar, No!" ucap Raka sambil tertawa.
"Oh iya, No! cewek yang namanya Cindy gak bener tuh orangnya" ucap Raka.
"Gak bener gimana maksud luh?" tanya Lino.
"Dia bilang ke Ana kalau dia suka sama luh, terus dia juga bilang bahwa Ana tuh suka nya sama Bagas. Jadi dia memanfaatkan Ana yang lagi hilang ingatan" ucap Raka.
"Pantes aja dia sering ngasih gue makanan" ucap Lino.
"Sering banget ngasih nya?" tanya Raka.
"Iya sering" ucap Lino.
"Na, kamu duduknya sama Lia aja. Nanti dia duduk nya sama Putri" ucap Lino.
"Enggak ah! nanti Cindy marah kalau gue pindah tempat duduk" ucap Ana.
"Gue?" ucap Lino.
"Hah? maksudnya?" bingung Ana.
"Biasanya juga pake aku kamu" ucap Lino.
"Emang iya?" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Ya udah mulai sekarang ganti aja pake luh gue, soalnya kalau aku kamu kayak orang yang lagi pacaran" ucap Ana.
"Kan kita emang pacaran, Na" ucap Lino sambil tertawa kecil.
"Emang kita pacaran dari kapan?" tanya Ana.
"Dari kelas sebelas" ucap Lino.
"Berarti udah lama dong" ucap Ana.
"Ya lumayan lama" ucap Lino.
"Oh iya, Na! walaupun kamu udah tahu bahwa aku pacar kamu, tapi kamu jangan bilang ke mamah kamu ya. Soalnya nanti pasti mamah kamu nuduh aku yang ngasih tahu bahwa kamu itu pacar aku" ucap Lino.
"Mamah udah tahu" ucap Ana.
"Oh udah tahu" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Na, ini handphone gue nya pegang aja sama luh" ucap Raka.
"Gak mau ah!" tolak Ana.
"No, gue matiin aja ya video call nya" ucap Raka.
"Kalau mau telepon atau video call nanti luh teleponnya ke nomer Ana aja" ucap Raka.
"Oke" ucap Lino.
Raka segera mematikan video call nya.
"Emang luh mau kemana?" tanya Ana.
"Gue mau ke toilet, soalnya gue sakit perut" ucap Raka.
"Ya udah deh kalau gitu gue pulang aja ya" ucap Ana.
"Ya udah, terserah luh deh" ucap Raka sambil buru-buru pergi ke toilet.
Lalu Ana segera pulang ke rumahnya.
* Rumah Ana
"Kenapa mainnya sebentar?" tanya mamah.
"Soalnya Raka nya sakit perut, makanya Ana pulang" jawab Ana.
"Na, kamu tadi pas sarapan udah minum obat belum?" tanya mamah.
"Belum" ucap Ana.
"Ya udah sana minum obat dulu" ucap mamah.
"Iya" ucap Ana sambil pergi ke kamar nya.
Setelah di kamar, Ana langsung meminum obat.
Sesudah meminum obat, Ana segera duduk di kasurnya.
Ana mencari nomer telepon Lino diponselnya.
"Kok gak ada nama Lino ya" gumam Ana.
Ana kembali mengecek kontak nya dari awal.
"Oh ternyata nama aslinya Arlino" ucap Ana.
Ana tidak sengaja menekan tombol “panggil” pada kontak Lino.
"Yah!" panik Ana.
Ana langsung mematikan panggilan tersebut.
"Yah, gimana dong? gawat nih kalau dia nelpon balik" ucap Ana.
Tidak lama, ponsel Ana berdering.
"Tuh, kan! dia nelpon balik" panik Ana.
Ana langsung menolak panggilan telepon tersebut.
Ting
Lino mengirim pesan kepada Ana.
Karena penasaran, akhirnya Ana segera membuka pesan tersebut.
Arlino :
Kenapa nelpon?
kangen ya?
"Ih apaan sih! orang kepencet juga" gumam Ana.
Ana segera membalas pesan dari Lino.
^^^Ana :^^^
^^^Kepencet^^^
Arlino :
Oh kirain kangen
^^^Ana :^^^
^^^Gak^^^
Arlino :
Cuek banget ya sekarang
^^^Ana :^^^
^^^Enggak kok, gue biasa aja^^^
Arlino :
Kamu gak biasa kok, tapi kamu luar biasa 🙀
^^^Ana :^^^
^^^Ih apaan sih gak jelas banget^^^
Arlino :
Ya udah maaf ya kalau aku garing
"Gak jelas banget sih Lino" ucap Ana sambil tertawa.
"Kok bisa ya gue pacaran sama dia" gumam Ana.
Karena bosan, Ana pun mengirim pesan kepada Lino.
^^^Ana :^^^
^^^Arlino, gue boleh tanya sesuatu gak?^^^
Lino langsung menjawab pesan dari Ana.
Arlino :
Boleh
Mau tanya apa?
^^^Ana :^^^
^^^Yang duluan suka gue atau luh?^^^
Arlino :
Ya kamu lah!
Bahkan kamu pernah nembak aku, tapi waktu itu aku tolak
^^^Ana :^^^
^^^Idih! ngarang banget^^^
^^^Mana mungkin gue pernah nembak luh^^^
Arlino :
Ya udah sih kalau gak percaya
"Masa gue nembak duluan sih" gumam Ana.
Karena tidak percaya, Ana langsung menelepon Raka.
Tidak menunggu lama, Raka langsung menjawab panggilan telepon dari Ana.
"Ada apa, Na?" tanya Raka.
"Ka, emang bener ya kalau gue pernah nembak Lino?" tanya Ana.
"Iya, pernah" ucap Raka.
"Serius, Ka?" tanya Ana.
"Iya serius" ucap Raka.
"Emangnya kenapa ya, Na?" tanya Raka.
"Enggak kenapa-napa kok" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu gue tutup lagi ya teleponnya" ucap Ana.
"Kok ditutup lagi sih, baru juga nelpon" ucap Raka.
"Iya soalnya gue cuma mau tanya tentang itu" ucap Ana.
"Oh gitu" ucap Raka.
"Selain itu ada pertanyaan lain gak?" tanya Raka.
"Lino orangnya gimana sih, Ka?" tanya Ana.
"Dia orangnya baik kok" ucap Raka.
"Selain baik, dia orang nya gimana lagi?" tanya Ana.
"Dia orangnya suka membantu temennya kalau temennya kesusahan" ucap Raka.
"Kasih tahu sifat yang jelek nya dong, jangan sifat yang baiknya" ucap Ana.
"Dia kalau emosi banget, bisa sampe nonjok orang" ucap Raka.
"Serius?" tanya Ana sedikit terkejut.
"Iya, soalnya dia suka gak bisa kontrol emosi nya" ucap Raka.
"Oh gitu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Raka.
"Ya udah deh kalau gitu gue matiin dulu ya teleponnya" ucap Ana.
"Iya" ucap Raka.
Ana segera mematikan panggilan teleponnya.
"Ih malu-maluin banget, masa gue nembak Lino duluan sih" gumam Ana.
"Dulu gue pernah ditonjok gak ya sama Lino" ucap Ana sambil membayangkan jika dia ditonjok Lino.
"Tapi gak mungkin sampe nonjok cewek sih. Lagian kan gue pacarnya, jadi mana mungkin dia nonjok gue" gumam Ana.