ARLINO

ARLINO
Episode 254



Malam hari


"Jadi gak sih ngajak gue malam malam?" gumam Ana sambil melihat ke jam dinding.


Tingtong... tingtong


Ana buru-buru pergi keluar untuk memastikan apakah itu Lino apa bukan.


Setelah sampai diluar, Ana langsung membukakan pagar rumahnya.


Dan memang benar ternyata orang yang menekan bel adalah Lino.


"Ganteng banget Lino" batin Ana.


"Na" panggil Lino.


Ucapan Lino langsung membuyarkan lamunan Ana.


"Iya, kenapa?" tanya Ana.


"Kita pamitan dulu ke mamah kamu yuk!" ajak Lino.


"Ayo" ucap Ana.


"Ya udah ayo masuk" ucap Ana.


Ana dan Lino segera masuk kedalam dan mereka berdua langsung menghampiri mamah Ana yang berada dikamar.


Tok...tok...tok


Ana mengetuk pintu kamar mamahnya.


Cklek


Pintu pun dibuka.


"Eh Lino udah datang" ucap mamah Ana.


"Iya, tante" ucap Lino.


Lalu Lino langsung salam kepada mamahnya Ana.


"Ya udah kamu ganti baju sana!" suruh mamah.


"Ana mau pake baju ini, mah" ucap Ana.


"Masa malam malam diluar pake hoodie" ucap mamah.


"Terus Ana harus pake apa?" tanya Ana.


"Pake dress lah" ucap mamah.


"Gak apa-apa kok, tante. Lagian cuma makan malam ini" ucap Lino.


"Jangan, nanti kamu bakal malu bawa Ana kalau tampilan Ana kayak gini" ucap mamah.


"Ih mamah ngeledek banget" ucap Ana.


"Ya udah ayo ikut mamah" ucap mamah.


"Oh iya, No! kamu tunggu di ruang tamu dulu ya" suruh mamah Ana.


"Iya, tante" ucap Lino.


Ana dan mamahnya segera menuju kamar Ana. Sedangkan Lino, ia segera menunggu di ruang tamu.


Beberapa menit kemudian...


Ana dan mamahnya segera menghampiri Lino yang berada di ruang tamu.


"No, ayo" ucap Ana.


Sontak Lino langsung melihat kearah Ana dan ia terpesona dengan kecantikan Ana.


"No, ayo" ucap Ana lagi.


"Oh iya, tante! Lino sama Ana pergi dulu ya" ucap Lino.


"Iya" ucap mamah Ana.


"Inget ya pesan tante" ucap mamah Ana.


"Iya siap, tante" ucap Lino.


Lalu Ana dan Lino segera pergi keluar.


"Cantik banget sih" ucap Lino.


"Emang" ucap Ana.


Lino langsung tersenyum karena melihat pacarnya yang sangat percaya diri.


Mereka berdua segera masuk kedalam mobil.


"Oh iya, inget ya nanti kamu harus manggil sayang ke aku" perintah Lino.


"Oke, tapi nanti harus ada bayarannya loh" canda Ana.


"Bayaran?" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Ya udah nanti aku bayar" ucap Lino sambil tersenyum.


Lino segera melajukan mobilnya menuju restoran.


(Diperjalanan)


"Orang tua kamu enggak tahu ya kalau kita pacaran?" tanya Ana.


"Mereka tahu kok" ucap Lino.


"Kalau tahu, terus kenapa kamu dijodohin?" tanya Ana.


"Karena papah mau aku sama cewek pilihan papah" kata Lino.


"Kalau mamah kamu?" tanya Ana.


"Kalau mamah sih terserah pilihan aku" ucap Lino.


Skip


Setelah sampai di restoran, Lino dan Ana segera menghampiri anak teman papahnya Lino.


"Hai" ucap Lino.


Sontak anak teman papahnya Lino langsung berdiri.


"Hai, kamu Lino ya?" tanya cewek itu.


"Iya" ucap Lino.


"Ya udah ayo duduk" ucap cewek itu.


Lalu mereka bertiga segera duduk.


Lino segera membuka jasnya, lalu ia meletakkan jas nya di paha Ana.


"Dia adik luh atau pacar luh?" tanya cewek itu.


"Dia bukan adik gue, tapi dia pacar gue. Iya kan sayang?" tanya Lino.


Ana hanya mengangguk.


Cewek tersebut langsung terdiam.


"Oh iya, kita belum kenalan secara langsung" ucap Lino.


"Nama gue Arlino, biasa dipanggil Lino" ucap Lino.


"Gue Kesya" ucap cewek itu.


"Oh iya, ini Ana. Pacar gue" ucap Lino sambil menekankan kata pacar gue.


"Ya udah kita pesen makanan dulu aja ya" ucap Kesha sambil mengalihkan pembicaraan.


"Iya" ucap Lino.


"Pelayan" panggil Kesha.


Pelayan restoran langsung menghampiri mereka bertiga.


Lalu mereka bertiga segera memesan makanan dan minuman di restoran tersebut.


Sesudah memesan, pelayan restoran tersebut segera pergi untuk membuat pesanan mereka bertiga.


"Kamu cantik banget sih, sayang" ucap Lino sambil menatap Ana dengan tulus.


"Makasih, sayang" ucap Ana sambil menahan tawanya.


Kesha langsung memainkan ponselnya karena ia sedikit kesal sebab ia merasa menjadi nyamuk saat melihat Ana dan Lino yang sedang bermesraan.


"Hmm...Arlino" panggil Kesha.


"Iya, kenapa?" tanya Lino.


"Gue ada urusan mendadak, jadi gue harus pergi kata Kesha.


"Terus makanannya gimana?" tanya Lino.


"Ini" ucap Kesha sambil memberikan uang kepada Lino.


"Eh gak usah! lagian nanti gue sama Ana bakal makan makanan luh kok, jadi nanti gue yang bakal bayar" ucap Lino.


"Ya udah gue pergi dulu ya" ucap Kesha.


"Iya" ucap Lino.


"Oh iya salam ya ke orang tua luh" ucap Lino sambil tersenyum tanpa dosa.


Kesha hanya mengangguk, lalu ia segera pergi.


"Akhirnya pergi juga" gumam Lino.


"Kasihan tahu, No" ucap Ana.


"Kenapa harus kasihan?" tanya Lino.


"Ya kasihan aja, dia bela-belain datang buat ketemu kamu. Eh kamu nya malah ngajak aku" ucap Ana.


"Aku ngajak kamu kan biar dia tahu kalau aku punya pacar" ucap Lino.


Trining... trining


Lino segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari papahnya.


Lino langsung mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo, pah" ucap Lino.


"Gimana? kamu udah ketemu belum sama anak temen papah?" tanya papah.


"Udah, pah" ucap Lino.


"Tapi pas Lino udah ketemu sama dia, dia nya malah pergi" ucap Lino.


"Kenapa pergi?" tanya papah.


"Lino juga gak tahu, tapi kayaknya Lino bukan tipe dia deh. Makanya dia langsung pergi gitu aja" ucap Lino.


"Perasaan kamu ganteng deh, masa dia nolak kamu" ucap papah.


"Mungkin tipe dia orang yang jelek kali, pah" ucap Lino.


"Ya udah, pah! kalau gitu Lino tutup dulu ya teleponnya, soalnya Lino mau makan malem" ucap Lino.


"Oh ya udah" ucap papah.


Lino segera mematikan panggilan teleponnya.


"No" panggil Ana.


"Iya kenapa, sayang?" ucap Lino.


"Ih udah! jangan pake sayang-sayangan, lagian cewek itu udah pergi" ucap Ana.


"Ya gak apa-apa dong, kan aku pacar kamu. Jadi gak apa-apa kalau manggil sayang, lagian waktu dulu kamu juga sering manggil sayang" ucap Lino.


"Emang iya?" tanya Ana.


"Iya" bohong Lino padahal Ana jarang memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Oh iya, tadi kamu mau ngomong apa?" tanya Lino.


"Bentar, aku lupa" ucap Ana sambil mengingat-ingat apa yang tadi ia ingin sampaikan.


"Ya udah inget-inget dulu, nanti kalau udah inget baru ngomong" suruh Lino.


"Oh iya! aku mau nanya soal Lia dan Bagas" ucap Ana.


"Mau nanya apa?" tanya Lino.


"Mereka kenapa berantem?" tanya Ana.


"Emang mereka berantem?" tanya Lino balik.


"Lah! kok kamu malah nanya balik sih" heran Ana.


"Soalnya aku kan gak tahu" ucap Lino.


"Kirain kamu tahu penyebab mereka berantem" ucap Ana.


"Enggak, aku gak tahu" ucap Lino.