ARLINO

ARLINO
Episode 78



Lalu Clara dan Felisa pun segera melihat ke layar ponsel Ana.


"Gue jadi pingin banting handphone luh deh" ucap Clara.


"Cari pacar di sh*pee ada gak sih?" tanya Felisa.


"Gak ada, Fel" ucap Ana.


"Na" panggil Lino yang yang tiba-tiba datang menghampiri Ana.


"Kenapa?" tanya Ana.


"Uhuk..uhuk" Clara dan Felisa pun berpura-pura batuk.


"Luh berdua kenapa?" tanya Lino sambil duduk disebelah Ana.


"Enggak tahu, tiba-tiba jantung gue deg-degan" ucap Clara menyindir Ana.


Lalu Ana pun langsung menatap tajam kearah Clara.


"Gak nyambung luh, masa jantung deg-degan malah jadi batuk" heran Lino.


"Kamu ngapain kesini?" tanya Ana.


"Mau ketemu kamu" ucap Lino.


"Aku mau ngasih ini" ucap Lino sambil memberikan hadiah yang didapat saat ia menyanyi tadi.


"Itu kan hadiah buat kamu" ucap Ana.


"Iya, tapi sekarang hadiah ini buat kamu" ucap Lino.


"Enggak mau ah" tolak Ana.


"Udah terima aja, lumayan ada uang sama makanan" ucap Felisa.


"Enggak ah! ini kan buat Lino" ucap Ana.


"Ya udah kalau gak mau, aku kasih ke cewek lain aja" ucap Lino.


"Ya jangan dong!" ucap Ana.


"Habisnya kamu kan gak mau terima hadiahnya" ucap Lino.


Ana pun langsung terdiam.


Kemudian Lino pun berniat untuk berdiri namun tangannya dipegang oleh Ana.


"Ya udah" ucap Ana.


"Nah gitu dong!" ucap Lino.


"Nih" ucap Lino sambil memberikan hadiah itu kepada Ana.


"No, kamu udah makan belum?" tanya Ana.


"Udah" ucap Lino.


"Fel, udah makan belum?" ledek Clara sambil tertawa kecil.


"Udah, Ra" ucap Felisa sambil tertawa.


"Ih apaan sih" ucap Ana.


"No, pindah tempat yuk" ucap Ana.


"Pindah kemana?" tanya Lino.


"Kemana aja asal jangan bareng Clara sama Felisa" kata Ana.


"Kenapa gitu?" tanya Lino.


"Nanti diledek terus" ucap Ana.


"Ya udah ayo" ucap Lino.


"Hati-hati kalian, biasanya kalau berduaan suka ada setan'" ucap Clara.


Ana dan Lino pun segera pergi tanpa menghiraukan perkataan dari Clara.


"Mau kemana, No?" tanya Ana.


"Ke tempat yang tadi pagi kita kesana" ucap Lino.


"Nanti kita dimarahin gak kalau kesana?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Lino.


"Serius?" tanya Ana.


"Asal gak ketahuan aja" ucap Lino sambil tersenyum.


Setelah sampai di taman, mereka berdua pun segera duduk dikursi taman tersebut.


"Emangnya kalau berduaan suka ada hantu ya?" tanya Ana.


"Iya, ada" ucap Lino.


"Mana hantunya?" tanya Ana polos.


"Nanti bentar lagi datang kali hantunya" ucap Lino sambil tersenyum.


"Emang kenapa? kamu mau ketemu sama hantu?" tanya Lino.


"Enggak mau, serem" ucap Ana.


"Ya udah kita cari temen yuk, biar gak berduaan" ucap Ana.


"Jangan" ucap Lino.


"Kenapa?" tanya Ana.


"Gak apa-apa, kita berduaan aja" ucap Lino.


"Nanti kalau hantunya datang gimana?" tanya Ana.


"Nanti aku tonjok" ucap Lino sambil tersenyum.


"Jangan gitu! kasihan hantunya" ucap Ana polos.


"Kamu beneran polos atau pura-pura polos sih?" tanya Lino sambil menatap Ana.


"Maksudnya?" tanya Ana.


"Gak jadi" ucap Lino.


"Oh iya, Na! penguntit itu masih neror kamu gak?" tanya Lino.


"Enggak" ucap Ana.


"Syukur deh kalau gitu" ucap Lino.


"Na, kamu tahu caranya belanja online gak?" tanya Lino.


"Tahu" ucap Ana.


"Ajarin aku dong" ucap Lino.


"Nih" ucap Lino sambil memberikan ponselnya kepada Ana.


Lalu Ana pun segera mengajarkan Lino tentang cara belanja online.


"Ngerti gak?" tanya Ana sambil mengembalikan ponsel milik Lino.


"Oh ngerti" ucap Lino sambil mengambil ponselnya dari tangan Ana.


"Emang kamu mau beli apa?" tanya Ana.


"Ya beli apa aja" ucap Lino.


"Waktu kelas sepuluh, kamu ikut camping juga gak?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Lino.


"Kenapa enggak ikut?" tanya Ana.


"Soalnya aku males" ucap Lino.


"Kalau kamu?" tanya Lino.


"Aku juga gak ikut, soalnya gak diijinin sama mamah" ucap Ana.


"Kenapa gak diijinin?" tanya Lino.


"Soalnya mamah khawatir kalau aku sakit" ucap Ana.


"Mamah kamu sayang banget ya sama kamu" ucap Lino.


"Iya lah, namanya juga orang tua" ucap Ana.


"Tapi orang tua aku gak pernah tuh khawatir tentang keadaan aku, waktu aku sakit mereka gak jenguk aku" jelas Lino.


"Mereka lebih mentingin kerja daripada anaknya sendiri" ucap Lino.


"Gak boleh ngomong gitu, No" ucap Ana sambil menatap wajah Lino.


"Tapi itu fakta, Na" ucap Lino.


"No!!!" teriak seseorang.


Sontak Ana dan Lino pun langsung melihat kearah orang yang memanggil Lino.


Lalu orang itu pun segera menghampiri Ana dan Lino.


"Akhirnya ketemu juga! gue udah nyari-nyari luh keliling lapangan tadi" ucap Gilang.


"Luh ngapain kesini?" tanya Lino.


"Gue mau ketemu sama luh lah" ucap Gilang.


"Mau ngapain ketemu gue?" tanya Lino.


"Soalnya gue bosen" ucap Gilang.


"Emang si Raka kemana?" tanya Lino.


"Dia lagi buang air besar, mana lama banget lagi" ucap Gilang.


"Terus luh berdua ngapain disini?" tanya Gilang


"Pasti luh berdua berbuat yang enggak-enggak ya?" tuduh Gilang.


"Suudzon mulu luh" ucap Lino.


"Na, si Lino gak macem-macem kan?" tanya Gilang memastikan.


"Enggak kok" ucap Ana.


"No, jadi setannya itu Gilang ya?" tanya Ana.


"Iya, Na" ucap Lino sambil tertawa.


"Enak aja gue disebut setan!" ucap Gilang sedikit kesal.


"Soalnya tadi kata Clara, kalau lagi berduaan nanti bakal ada setan" ucap Ana.


"Maksudnya kalau cewek sama cowok lagi berduaan, nanti setan itu bakal ngehasut biar luh sama Lino ngelakuin yang enggak-enggak" ucap Gilang.


"Yang enggak-enggak?" bingung Ana.


"Iya yang enggak-enggak" ucap Gilang.


"Contohnya apa?" tanya Ana.


"Joget pargoy, Na" ucap Gilang karena kesal dengan kepolosan Ana.


"Joget pargoy emang kayak gimana?" tanya Ana.


"Tahu ah! luh polos banget jadi cewek" ucap Gilang sedikit kesal.


Lino pun hanya tertawa mendengar kepolosan Ana.


"Kamu kenapa ketawa?" tanya Ana.


"Gak kenapa-napa" ucap Lino.


"No, pacar luh polos banget sih" ucap Gilang.


"Emang" kata Lino.


"Oh iya, sebenernya gue nyimpen sesuatu yang luh berdua gak tahu" ucap Gilang.


"Apa?" tanya Lino dan Ana bersamaan.


"Video kalian ciuman di rooftop" ucap Gilang.


"Bukannya udah dihapus" ucap Ana.


"Emang, tapi video nya waktu itu belum kehapus permanen jadi bisa gue pulihkan" ucap Gilang.


"Ih Gilang hapus dong!" ucap Ana.


"Traktir gue dulu baru dihapus" ucap Gilang sambil tersenyum.


"Ya udah nanti gue traktir deh kalau udah masuk sekolah" ucap Ana.


"Luh gak malu apa ditraktir cewek?" tanya Lino.


"Kenapa mesti malu?" tanya Gilang.


"Na, kamu jangan traktir dia" ucap Lino.


"Terus video nya gimana?" ucap Ana.


"Ya gak apa-apa, biarin aja dia simpen video itu" ucap Lino.


"Gue bakal sebarin ke geng SKZ ah!" ancam Gilang.


"Ya udah gue aja yang traktir, jangan Ana!" ucap Lino.


"Nah, gitu dong!" ucap Gilang dengan senyum liciknya.