
"Na" panggil Clara.
Lalu Clara dan Felisa pun segera menghampiri Ana yang sedang duduk didepan tenda.
"Kenapa?" tanya Ana.
"Luh kenapa?" tanya Clara karena melihat raut wajah Ana yang tampak sedih.
"Gue gak apa-apa kok" ucap Ana.
"Guys, kita ke tenda cowok yuk" ucap Clara.
"Mau ngapain, Ra?" tanya Felisa.
"Mau modus lah" ucap Clara.
"Mau modus ke Ardan?" tanya Ana.
Clara pun mengangguk mengiyakan ucapan Ana.
"Ya udah yuk" ucap Felisa.
"Luh juga pingin modus, Fel?" tanya Ana.
"Iya lah" ucap Felisa.
"Mau modus ke siapa?" tanya Ana.
"Gak tahu, tapi gue mau modus sama cowok-cowok ganteng" ucap Felisa.
"Ya udah ayo" ajak Clara.
Akhirnya mereka bertiga pun segera pergi menuju tenda cowok.
Setelah sampai, mereka pun segera melihat-lihat ke sekitar, siapa tahu ada cowok ganteng.
"Guys, kita cari temen sekelas kita dulu. Terus kita nimbrung deh sama mereka biar sambil lihat-lihat cowok ganteng yang lewat" jelas Clara.
"Oke" ucap Felisa.
Mereka bertiga pun segera mencari tenda teman sekelas nya.
"Tuh, ada si Aldi sama si Bagas" tunjuk Felisa.
"Jangan kesana! cari yang lain aja" ucap Clara.
"Kita ke tendanya Lino aja" ucap Ana.
Lalu Clara pun tersenyum kearah Ana dan Ana pun langsung ikutan tersenyum .
"Ya udah ayo" ucap Clara.
Akhirnya mereka bertiga pun segera menghampiri kearah Lino, Gilang dan Raka yang sedang mengobrol diluar tenda.
"Hai guys" sapa Clara.
Lalu Ana, Clara dan Felisa pun segera duduk bersama Lino, Raka dan Gilang.
"Luh bertiga ngapain kesini?" tanya Gilang.
"Kita tuh bosen di tenda, makanya kita kesini deh" ucap Clara padahal sebenarnya dia pingin modus ke cowok.
"Bukannya luh pingin modus ya" ucap Ana polos.
"Ih Ana, ngapain dibongkar" ucap Clara.
"Oh jadi kesini pingin modus. Emang luh bertiga mau modusin siapa sih?" tanya Raka.
"Cowok-cowok ganteng lah" sahut Felisa.
"Mau modusin kita bertiga ya" ucap Gilang dengan percaya diri.
"Idih percaya diri banget! kita itu mau modusin cowok sekolah lain" ucap Clara.
Lalu Lino pun langsung melihat kearah Ana.
"Enggak kok, aku gak mau modus ke cowok lain" ucap Ana karena ditatap Lino.
"Hah?" bingung yang lainnya.
"Maksudnya gue kesini bukan mau modus, gue cuma mau nganterin Clara sama Felisa doang" ucap Ana.
"Luh mau modus ke Lino kali" sindir Raka.
"Enggak" ucap Ana.
"Masa?" tanya Raka sambil tersenyum.
"Ih Raka" kesal Ana.
"Emang ada hubungan apa sih antara Ana sama Lino? kok gue gak tahu sih" ucap Felisa.
"Gak ada hubungan apa-apa kok" ucap Lino.
"Gak ada hubungan apa-apa, tapi kok nempel terus" sindir Raka.
"Gue sama Ana tuh cuma temen, gak lebih. Lagian gue gak bisa move on dari Acha" ucap Lino.
Ana pun langsung terdiam saat mendengar ucapan Lino barusan. Ana tahu bahwa Lino berbicara seperti itu hanya untuk menyembunyikan hubungannya dengan Ana, tetapi tetap saja ia sedikit sedih mendengarnya.
Clara dan Raka pun langsung melihat kearah Ana, karena mereka berdua tahu bahwa Ana sangat mencintai Lino.
"Guys, kita bertiga pergi dulu ya" ucap Clara.
"Loh, kita kan mau modus" ucap Felisa.
"Guys kita pergi dulu ya" ucap Clara sambil menarik tangan Ana pelan.
"Tungguin gue" ucap Felisa sambil menyusul Clara dan Ana.
"No, ikut gue! gue mau ngomong sama luh" ucap Raka.
"Luh mau ngomongin apa sama Lino?" tanya Gilang namun tidak dijawab oleh Raka.
Lalu Lino pun segera mengikuti Raka ke tempat yang sepi.
"Mau ngomong apa?" tanya Lino.
"No, bukannya luh suka ya sama Ana" ucap Raka.
"Ya gue emang suka" ucap Lino.
"Kalau luh suka, kenapa luh php-in Ana?" tanya Raka.
"Gue gak PHP-in dia" ucap Lino.
"Gak PHP tapi kok ngomong suka balik sih, itu sama aja luh memberi harapan ke Ana" ucap Raka.
"Ka, udah ya jangan dibahas. Gue gak mau kita berantem cuma gara-gara ini" ucap Lino.
"Gak bisa gitu, No! gue kan sahabat Ana, jadi gue gak mau dia disakitin sama cowok" ucap Raka.
"Ya udah deh, gue ngaku aja. Sebenernya gue tuh udah jadian sama Ana" ucap Lino terus terang karena ia tidak mau berdebat dengan Raka.
Raka pun langsung terkejut karena mendengar ucapan Lino barusan.
"Serius luh?" tanya Raka.
"Ya serius lah" ucap Lino.
"Kapan jadiannya?" tanya Raka.
"Kemarin" ucap Lino.
"Sorry, No! gue kira luh cuma mau php-in Ana dong" ucap Raka.
"Iya gak apa-apa" ucap Lino.
"Tapi luh jangan bilang ke siapa-siapa ya tentang hal ini" ucap Lino.
"Iya, gue gak bakal bilang ke orang lain kok" ucap Raka.
****
"Luh berdua gimana sih! katanya mau modus" ucap Felisa.
"Nanti aja, Fel. Soalnya gue tadi gak lihat Ardan disana" ucap Clara.
"Luh mah Ardan mulu, Ra. Padahal masih banyak cowok lain yang ganteng" ucap Felisa.
"Iya emang banyak, tapi gue mau nya sama Ardan" ucap Clara.
"Udah ah! lebih baik gue tidur aja di tenda" ucap Felisa yang sedikit kesal karena gagal modus.
Lalu Felisa pun segera berjalan meninggalkan Ana dan Clara.
"Na, luh gak apa-apa kan?" tanya Clara.
"Enggak apa-apa kok" ucap Ana sambil tersenyum.
"Lino gimana sih, katanya dia suka sama luh. Tapi kok cuma nganggap luh teman doang" ucap Clara pelan.
"Ya terserah dia lah, mau nganggap gue apa" ucap Ana.
"Tapi itu namanya php, Na" ucap Clara.
"Dia gak php kok" ucap Ana.
"Terus aja belain dia" ucap Clara.
"Dasar bucin" ucap Clara lagi.
Ana pun langsung tersenyum karena mendengar ucapan Clara.
"Malah senyum lagi, bukannya mikir" ucap Clara.
"Mikir apa?" bingung Ana.
"Gak tahu ah" ucap Clara.
****
Setelah selesai mengobrol, Lino dan Raka pun segera menghampiri Gilang yang berada didalam tenda.
"Luh berdua ngomongin apa? kok gue gak diajak sih" tanya Gilang.
"Kita ngomongin luh" bohong Lino.
"Ngapain ngomongin gue?" tanya Gilang.
"Luh banyak bac*t banget sih jadi orang" ucap Lino.
"Lagian luh ngapain coba ngomongin gue, orang gue gak punya salah sama luh" kesal Gilang.
"Terserah gue dong mau ngomongin siapapun, lagian mulut-mulut gue" ucap Lino.
"Tahu ah! males gue kalau debat sama luh, ujung-ujungnya pasti gue yang minta maaf" ucap Gilang.
Raka pun hanya menahan tawanya saat melihat perdebatan antara Lino dan Gilang yang menurutnya sangat lucu.