ARLINO

ARLINO
Episode 106



Setelah makanan dan minuman nya habis, Ana pun berniat untuk membuang sampah namun tangannya dicegah oleh Lino.


"Biar aku aja yang buang" ucap Lino.


Lalu Lino pun segera mengambil sampah bekas makan dan minum Ana. Kemudian ia pun segera membuang sampah tersebut.


Setelah selesai membuang sampah, Lino pun segera kembali menghampiri Ana.


"Na, aku pulang dulu ya. Nanti aku kesini lagi" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Aku ijin ke kamar kamu ya, soalnya mau ngambil tas" ucap Lino.


"Oh iya" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera pergi menuju kamar Ana untuk mengambil tas nya. Setelah mengambil tas nya, Lino pun kembali menghampiri Ana yang berada di ruang tamu.


"Ya udah aku pulang dulu ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Chup


Tiba-tiba Lino pun mengecup pipi Ana.


"Dadah" ucap Lino.


Ana pun langsung mematung.


"Na, aku pulang dulu" ucap Lino.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


"Hati-hati dijalan" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Kamu juga hati-hati ya di rumah" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Ya udah aku pergi dulu ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera pergi.


Saat Lino mau keluar, tiba-tiba ada seseorang yang membunyikan bel rumah Ana.


Ana pun berniat untuk keluar namun dicegah oleh Lino.


"Kamu duduk aja di sofa, biar aku yang samperin" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera menuruti perintah Lino.


Lino pun segera pergi keluar untuk menemui orang yang menekan bel.


"Eh luh semua ngapain kesini?" tanya Lino.


"Ya kita mau jenguk Ana lah" ucap Clara.


"Oh gitu, ya udah langsung masuk aja" ucap Lino.


Lalu Lino pun segera menaiki motornya.


"Luh mau kemana?" tanya Naya.


"Mau pulang" ucap Lino.


"Masa ceweknya sakit, luh nya pulang" ucap Clara.


"Gue dari tadi disini, makanya sekarang gue pulang" ucap Lino.


"Oh gitu" ucap Clara.


"Ya udah, gue pulang dulu ya" ucap Lino.


"Iya" ucap semuanya.


Lalu Lino pun segera mengendarai motornya dan ia pun langsung pergi menuju rumahnya.


"Ya udah ayo masuk" ucap Clara.


Lalu mereka berempat pun segera masuk kedalam rumah Ana.


"Ana" panggil Clara.


"Eh kalian" ucap Ana yang duduk di sofa.


Lalu teman-teman Ana pun segera menghampiri Ana.


"Sakit apa, Na?" tanya Felisa.


"Demam, tapi sekarang udah mendingan sih" ucap Ana.


"Pasti gara-gara Lino kan, makanya sakit luh jadi mendingan" ucap Felisa.


"Enggak kok" ucap Ana.


"Na, gue minta minum dong" ucap Clara.


"Ya udah ambil aja di dapur" ucap Ana.


Lalu Clara pun segera pergi menuju dapur untuk mengambil air minum.


"Na, pingin donat dong" teriak Clara dari arah dapur.


"Ambil aja, Ra" ucap Ana.


Lalu Clara pun segera menuju ruang tamu dengan membawa kotak berisi donat dan air minum.


"Pingin dong" ucap Felisa.


"Ambil aja" ucap Ana.


"Tapi cuma sisa empat, Na" ucap Clara.


"Gak apa-apa, kan kalian berempat" ucap Ana.


"Terus luh gimana?" tanya Clara.


"Gue tadi udah makan kok" ucap Ana.


"Kalian ambil aja donatnya lagian gue gak terlalu suka manis" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Ana.


Lalu mereka berempat pun segera memakan donat tersebut.


"Oh iya! tadi Lino dari kapan kesininya?" tanya Clara.


"Waktu udah pulang sekolah, dia langsung kesini" ucap Ana.


"Perhatian banget ya Lino" ucap Felisa.


"Iya, dia perhatian banget" ucap Ana.


"Na, gue ikut ke toilet ya" ucap Naya.


"Iya, Nay" ucap Ana.


"Toilet nya dimana?" tanya Naya.


"Di deket dapur" ucap Ana.


Lalu Naya pun segera pergi menuju toilet.


"Na, besok luh sekolah gak?" tanya Felisa.


"Sekolah" ucap Ana.


"Emang luh udah sembuh?" tanya Clara.


"Kalau demamnya sih udah sembuh tapi masih pusing dikit, mungkin gara-gara gue kurang darah" ucap Ana.


"Makanya harus rajin makan-makanan yang sehat biar gak anemia" ucap Lia.


"Iya siap" ucap Ana.


"Besok bakal ada gebetan luh dong, Ra" ucap Felisa.


"Luh kok tahu sih kalau Ardan anak basket?" heran Clara.


"Tahu dong, kan gue kepoin instagramnya" ucap Felisa.


"Luh suka sama Ardan?" tanya Lia.


"Dulu iya, tapi sekarang enggak" ucap Clara.


"Kenapa jadi enggak suka?" tanya Felisa.


"Karena dia kan udah punya pacar, jadi gue udah gak suka lagi sama dia" jelas Clara.


"Na" ucap Naya yang habis dari kamar mandi.


"Kenapa, Nay?" tanya Ana.


"Ada pembalut gak?" tanya Naya.


"Ada kok" ucap Ana.


"Bentar ya, gue ambilin dulu" ucap Ana.


"Biar gue aja yang ambil" ucap Naya.


"Jadi pembalut nya disimpan dimana?" tanya Naya.


"Dilemari kecil deket kasur" ucap Ana.


"Oh oke" ucap Naya.


"Gue sekalian ikut ke kamar mandi di kamar luh ya" ucap Naya.


"Oh iya boleh" ucap Ana.


Lalu Naya pun segera pergi menuju kamar Ana.


"Na, tadi sama Lino ngapain aja?" tanya Clara.


"Maksudnya?" bingung Ana.


"Iya kan biasanya kalau cewek sama cowok berduaan tuh suka ada adegan romantis gitu" ucap Clara.


"Tadi kita cuma nonton drama Korea sama makan seblak doang kok" ucap Ana.


"Luh makan seblak?" tanya Lia.


"Iya" ucap Ana.


"Lino gimana sih! masa ngebiarin pacarnya makan seblak, dia kan tahu kalau luh lagi sakit" ucap Felisa.


"Gue yang minta kok" ucap Ana.


"Tapi harusnya dia gak ngebiarin luh makan seblak" ucap Lia.


"Iya bener, nanti kalau luh jadi sakit perut gimana coba" ucap Clara.


"Kalau sakit perut ya tinggal ke toilet" ucap Ana.


"Tahu ah!" ucap Clara.


"Oh iya, tadi pagi PR nya cuma bahasa Inggris doang kan?" tanya Ana memastikan.


"Bahasa Inggris sama matematika" ucap Lia.


"Kata Lino katanya cuma bahasa Inggris doang" ucap Ana.


"Lino kan bolos waktu pelajaran matematika, jadi dia gak tahu kalau ada PR" ucap Lia.


"Oh gitu" ucap Ana.


"Na, coba luh bujuk Lino deh biar dia gak bolos mulu. Siapa tahu dia jadi rajin kalau luh bujuk" ucap Felisa.


"Ana gak bakal bisa lah ngebujuk Lino, kan Lino udah terlahir sebagai siswa yang sering bolos jadi bakal susah kalau nyuruh dia biar gak bolos" ucap Clara.


"Siapa tahu kan bisa" ucap Felisa.


"Ya udah nanti gue bakal bujuk Lino deh supaya gak bolos mulu" ucap Ana.


"Menurut gue sih, luh gak bakal bisa ngebujuk dia" ucap Clara.


"Menurut gue sih bisa" ucap Felisa.


"Lia, menurut luh Ana bakal bisa ngebujuk Lino biar gak bolos gak?" tanya Clara.


"Menurut gue sih gak bakal bisa, soalnya bolos kan udah jadi kebiasaan Lino" ucap Lia.