ARLINO

ARLINO
Episode 233



"Ini tas kamu" ucap Lino sambil memberikan tas kepada Ana.


"Ya udah ayo naik" ucap Lino.


Lino dan Ana segera naik ke motor. Setelah itu, Lino langsung melajukan motornya menuju rumah Ana.


Skip


Sesampainya di rumah, Ana langsung turun dari motor.


"Aku pergi dulu ya" ucap Lino.


"Hmm" ucap Ana.


"Jangan cemberut gitu dong" ucap Lino.


"Habisnya aku pingin ikut, soalnya aku bosen kalau di rumah terus" ucap Ana.


"Emang kalau ke basecamp pingin ngapain sih? perasaan gak ada yang seru disana" ucap Lino.


"Aku pingin ngobrol bareng kamu sama temen-temen kamu" ucap Ana.


"Masa kesana cuma pingin ngobrol" heran Lino.


"Ya udah deh kalau gak boleh" ucap Ana sedikit kesal.


"Nanti lagi aja ya ke basecamp nya" ucap Lino.


"Hmm" ucap Ana.


"Ya udah aku pergi dulu ya" ucap Lino.


Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


Lino segera melajukan motornya.


Setelah Lino pergi, Ana langsung masuk kedalam rumahnya.


...****...


* Basecamp


Sesampainya di basecamp, Lino langsung turun dari motornya. Kemudian ia segera masuk kedalam basecamp.


"Guys, ke villa nya kapan?" tanya Lino sambil duduk di sofa.


"Hari Sabtu" ucap Bayu.


"Jam berapa kesananya?" tanya Lino.


"Pokoknya jam 5 subuh kita harus kumpul disini. Terus nanti langsung berangkat deh kesana" ucap Bayu.


"Oh iya, No! Gilang mana? bukannya tadi dia bareng luh ya?" tanya Bobby.


"Dia lagi nganterin Clara, soalnya tadi Clara sama Ana jatuh dari motor" jelas Lino.


"Kalau Ana udah dianterin ke rumahnya?" tanya Bobby.


"Iya udah" ucap Lino.


"Mereka luka-luka gak?" tanya Alex.


"Iya, tapi gak terlalu parah sih" ucap Lino.


"Yang bawa motornya siapa emang? kok bisa jatuh gitu" ucap Bayu.


"Clara lah, kan Ana gak bisa motor" ucap Lino.


"Dia ngebut atau gimana? kok bisa sampe jatuh segala" ucap Bayu.


"Iya dia ngebut, soalnya katanya ada cowok yang ngejar-ngejar mereka" ucap Lino.


"Kenapa mereka dikejar-kejar?" tanya Alex.


"Gak tahu, mungkin mau godain Ana sama Clara kali. Makanya iseng ngejar-ngejar" ucap Lino.


"Bobby" panggil Bayu.


"Apaan?" tanya Bobby.


"Luh sama Clara udah jadian belum?" tanya Bayu.


"Belum" ucap Bobby.


"Luh gimana sih! bukannya langsung tembak" ucap Bayu.


"Gue gak langsung nembak karena gue ngerasa dia gak begitu tertarik sama gue. Makanya gue gak nembak dia, karena gue takut ditolak" ucap Bobby.


"Yaelah gak apa-apa kali kalau ditolak juga. Yang penting kan luh ngungkapin perasaan luh" ucap Bayu.


"Emang luh suka sama Clara, Bob?" tanya Alex.


Bobby hanya mengangguk mengiyakan ucapan Alex.


Gilang pun datang dan ia langsung duduk di sofa bersama teman-temannya.


"Udah nganterin Clara nya?" tanya Lino memastikan.


"Udah" ucap Gilang.


...****...


Skip


Hari Sabtu


Trining...trining


Ana segera mengambil ponselnya. Lalu ia segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo, Ra" ucap Ana.


"Na, gue sama yang lain udah ada didepan rumah luh" ucap Clara.


"Oh ya udah, gue kesana sekarang" ucap Ana sambil mematikan teleponnya.


Kemudian Ana segera pergi keluar.


Sesampainya diluar, Ana langsung menghampiri teman-temannya.


"Ayo naik" ucap Clara.


Ana segera naik ke motor Clara.


Kemudian mereka berempat segera pergi ke pantai.


30 menit kemudian, akhirnya mereka sampai. Lalu mereka berempat segera turun dari motor dan mereka langsung berjalan kearah pantai.


"Guys, mau berenang gak?" tanya Felisa.


"Enggak ah! soalnya luka gue belum kering" ucap Ana.


"Iya, nanti perih kalau berenang" ucap Clara.


"Ya udah berdua aja yuk berenang nya" ucap Felisa kepada Lia.


"Gue juga gak bakal berenang" ucap Lia.


"Terus ngapain coba ke pantai kalau gak berenang" ucap Felisa.


"Ya gue pingin ke pantai karena pingin lihat pemandangan, terus foto-foto deh" ucap Lia.


"Ya udah, foto-foto yuk!" ajak Clara.


"Pake handphone Ana aja, soalnya kameranya bagus" ucap Felisa.


"Ya udah ayo foto" ucap Ana.


Kemudian mereka berempat langsung berfoto bersama.


Setelah puas berfoto, mereka berempat segera duduk sambil mengobrol.


"Guys! Guys!" heboh Clara saat melihat insta story Bayu.


"Apa?" ucap Ana, Lia dan Felisa.


"Lihat!" ucap Clara sambil menunjukan ponselnya kepada mereka bertiga.


"Kok mereka bareng cewek sih" kaget Ana


"Pantes aja gak ngajak gue sama Ana" kesal Felisa.


"Itu cuma temennya kali" ucap Lia.


"Mana ada temen, udah jelas-jelas cewek itu kayak deket banget sama mereka. Mana diajak ke villa lagi " ucap Clara.


Karena merasa cemburu, akhirnya Ana langsung menelpon Lino.


Beberapa detik kemudian, Lino langsung menjawab panggilan telepon dari Ana.


"Hallo, Na" ucap Lino.


"No, kok kamu ke villa bareng cewek sih" ucap Ana.


"Aku gak ke villa bareng cewek kok" ucap Lino.


"Terus itu di insta story Bayu siapa?" tanya Ana.


"Oh tadi itu ada saudaranya Bayu yang datang ke villa. Tapi dia udah pergi lagi kok" ucap Lino.


"Kok saudara nya banyak banget" ucap Ana.


"Saudaranya cuma satu" ucap Lino.


"Terus dua orang lagi siapa?" tanya Ana.


"Itu temen saudaranya" ucap Lino.


"Mereka beneran udah pergi?" tanya Ana memastikan.


"Iya udah, tadi tuh saudaranya ke villa karena dia kangen sama Bayu. Makanya saudaranya nyamperin ke villa, soalnya rumahnya sama villa nya Bayu lumayan deket" jelas Lino.


"Oh gitu" ucap Ana.


"Kamu cemburu ya?" tanya Lino.


"Enggak!" ucap Ana.


"Kalau gak cemburu kenapa nelpon?" tanya Lino.


"Aku nelpon karena kangen aja" ucap Ana.


"Kangen tapi kok nanya tentang cewek itu" heran Lino.


"Kan tadi aku cuma nanya doang" ucap Ana.


"Bilang aja cemburu" ucap Lino.


"Gak! ngapain juga cemburu" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya teleponnya" ucap Ana.


"Katanya kangen, tapi kok ditutup teleponnya" ucap Lino.


"Kan aku lagi sama temen aku, jadi aku mau matiin teleponnya" ucap Ana.


"Kamu jadi ke pantai nya?" tanya Lino.


"Iya jadi" ucap Ana.


"Pake b*k*n*?" tanya Lino.


"Ya enggak lah, mana berani pake kayak gituan" ucap Ana.


"Katanya berani" ucap Lino.


"Enggak, waktu itu kita ngebohong. Sebenernya kita gak berani pake kayak gitu" ucap Ana.


"Sebenernya aku juga tahu sih. Mana mungkin kalian berani pake kayak gitu" ucap Lino.


"Oh iya, No! kamu pulangnya kapan?" tanya Ana.


"Besok" ucap Lino.


"Kalian nginep?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Nginep di villa nya cuma anak cowok doang kan?" tanya Ana memastikan.


"Enggak, sama cewek juga" canda Lino.


"Cewek yang tadi?" tanya Ana.


"Iya" bohong Lino.


"Kok gitu sih! ngapain nginep nya ngajak cewek" kesal Ana.


"Bercanda, Ana" ucap Lino.


"Bercandanya gak lucu" ucap Ana.


"Ya ampun sensian banget sih pacar aku" ucap Lino.


"Habisnya kamu bercanda nya kayak gitu sih" ucap Ana.


"Ya udah maaf ya" ucap Lino.


"Hmm" ucap Ana.


"Dimaafin gak nih?" tanya Lino.


"Hmm" ucap Ana.


"Hmm hmm mulu, kayak lagi sariawan aja" ucap Lino.


"Iya lagi sariawan" bohong Ana.


"Oh pantesan" ucap Lino.


"Aku tutup dulu ya teleponnya" ucap Ana.


"Iya sayang" ucap Lino.


Ana langsung terdiam sambil tersenyum.


"Na" panggil Lino karena Ana belum mematikan teleponnya.


"Apa" ucap Ana.


"Kenapa belum dimatiin?" tanya Lino.


"Ini juga aku mau matiin kok" ucap Ana.


Lalu Ana langsung mematikan panggilan teleponnya.