ARLINO

ARLINO
Episode 178



Pagi hari


"Whoah" Ana terbangun dari tidurnya.


Lalu ia segera berdiri sambil meregangkan otot-ototnya.


Kemudian Ana segera pergi menghampiri mamahnya.


"Mamah" panggil Ana.


"Kenapa?" tanya mamah.


"Gak kenapa-napa" ucap Ana sambil duduk disebelah mamahnya.


"Kamu kenapa senyum-senyum kayak gitu?" tanya mamah.


"Soalnya semalem Ana mimpi indah" ucap Ana.


"Emang kamu mimpi apa semalam?" tanya mamah.


Ana hanya terdiam sejenak.


"Ana lupa, tapi intinya mimpi nya indah" ucap Ana.


"Aneh banget, katanya mimpi indah tapi kok lupa" ucap mamah.


"Iya, beneran lupa mah" ucap Ana.


"Atau jangan-jangan kamu mimpiin Lino ya?" tanya mamah.


"Kok jadi bawa-bawa Lino sih" ucap Ana.


"Hayo ngaku" ucap mamah sambil tersenyum.


"Enggak kok" ucap Ana sambil salah tingkah.


"Pasti mimpiin Lino nih" ucap mamah.


"Enggak" ucap Ana.


"Oh iya, mah! Ana lapar" ucap Ana.


"Ya udah makan, lagian mamah udah masak kok" ucap mamah.


"Mamah udah makan belum?" tanya Ana.


"Udah dari tadi" ucap mamah.


"Kenapa makannya ninggalin Ana?" tanya Ana.


"Habisnya kamu susah banget dibangunin nya, makanya mamah sarapan duluan" ucap mamah.


"Ya udah kalau gitu Ana mau makan dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


Lalu Ana segera pergi menuju ruang makan.


Sesampainya di ruang makan, Ana segera duduk dikursi. Kemudian ia segera memakan makanan yang telah disediakan.


Setelah selesai sarapan, Ana langsung pergi menuju kamarnya.


Setelah sampai di kamar, ia segera mengambil pakaiannya dan juga handuk. Setelah itu, Ana langsung pergi menuju kamar mandi.


Skip


Setelah selesai mandi, Ana segera mengambil ponselnya dan ia langsung menelepon Lino.


Beberapa detik kemudian, Lino langsung menjawab panggilan telepon dari Ana.


"Hallo, No" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino dengan suara serak.


"Kamu lagi sakit ya?" tanya Ana karena mendengar suara Lino yang serak.


"Iya nih, aku lagi gak enak badan" ucap Lino.


"Kamu udah makan belum?" tanya Ana.


"Belum" ucap Lino.


"Ya udah nanti aku beliin makanan ya buat kamu" ucap Ana.


"Kamu mau ke rumah aku?" tanya Lino memastikan.


"Iya" ucap Ana.


"Boleh kan?" tanya Ana memastikan.


"Iya boleh" ucap Lino.


"Kamu udah mandi belum?" tanya Ana.


"Belum" ucap Lino.


"Ya udah mandi sana pake air hangat" ucap Ana.


"Iya, ini juga aku mau mandi" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya teleponnya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Ana segera mematikan panggilan teleponnya.


Setelah itu, Ana segera mengambil kunci, tas dan dompetnya. Kemudian ia segera pergi menghampiri mamahnya.


"Mah" panggil Ana.


"Kenapa sayang?" tanya mamah.


"Ana mau ke rumah Lino" ucap Ana.


"Mau ngapain?" tanya mamah.


"Mau jenguk Lino soalnya dia sakit" ucap Ana.


"Sakit apa?" tanya mamah.


"Gak tahu, pokoknya dia lagi gak enak badan soalnya kan semalem Lino-" ucap Ana terpotong.


"Semalem Lino kenapa?" tanya mamah.


"Hmm...dia semalem bergadang makanya dia sekarang jadi gak enak badan" bohong Ana.


"Oh iya, Lino kan tinggal sendirian ya?" tanya mamah.


"Iya, mah" ucap Ana.


"Terus kalau dia makan, dimasakin sama siapa?" tanya mamah.


"Lino selalu beli makanan diluar, mah" ucap Ana.


"Oh gitu" ucap mamah.


"Oh iya, dia udah makan belum?" tanya mamah.


"Belum" ucap Ana.


"Ya udah nanti sebelum kesana, kamu beliin bubur dulu buat dia" ucap mamah.


"Oh iya, mah! mamah gak kerja?" tanya Ana.


"Kerja kok, nanti bentar lagi mamah berangkat" ucap mamah.


"Oh iya, kamu bawa kunci rumah kan?" tanya mamah.


"Iya, bawa" ucap Ana.


"Ya udah, mah! kalau gitu Ana pergi dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


Lalu Ana segera mencium tangan mamahnya.


Kemudian ia pun segera pergi membeli bubur untuk Lino.


...****...


Skip


Sesampainya di rumah Lino, Ana segera turun dari motor. Setelah itu, ia segera membayar ongkos ojek tersebut.


Kemudian Ana langsung menekan bel rumah Lino.


Tidak menunggu lama, Lino langsung datang menghampiri Ana dan ia langsung membuka pagar rumahnya.


Tiba-tiba Lino langsung memeluk Ana dengan erat.


Ana hanya mematung karena Lino memeluknya.


"No, kamu gak apa-apa kan?" tanya Ana memastikan.


"Enggak apa-apa kok" ucap Lino sambil melepaskan pelukannya.


"Ya udah ayo masuk" ucap Lino.


Lalu Lino dan Ana segera masuk kedalam rumah.


Setelah itu, mereka berdua segera duduk di sofa.


Lalu Ana memegang kening Lino.


"Kamu panas banget, No" ucap Ana.


"Emang iya?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Tapi aku kok ngerasa dingin" ucap Lino.


"Kamu meriang kali" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu kamu istirahat nya dikamar aja" ucap Ana.


"Ayo" ucap Ana sambil memegang tangan Lino.


Lalu mereka berdua segera pergi menuju kamar Lino.


Setelah sampai di kamar, Lino langsung naik ke kasur.


"Dingin ya?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Ana segera mengambil selimut dan ia langsung menyelimuti tubuh Lino.


"Ya udah sekarang kamu makan dulu ya, biar cepet sembuh" ucap Ana.


Lino hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ana.


"Oh iya, bentar! aku mau ambil air putih dulu buat kamu" ucap Ana.


Lalu Ana segera pergi ke dapur untuk mengambil air minum untuk Lino.


Setelah mengambil air minum, Ana segera kembali menghampiri Lino.


Sesampainya di kamar, Ana langsung menyimpan air minum tersebut di meja dekat kasur Lino.


"Aaa" ucap Ana agar Lino membuka mulutnya.


Lalu Lino segera menuruti perintah Ana dan ia langsung memakan bubur tersebut.


"Enak gak?" ucap Ana.


Lino hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ana.


"Yang banyak makannya" ucap Ana.


"Nih" ucap Ana sambil mendekatkan sendok yang berisi bubur ke mulut Lino.


Lalu Lino langsung memakan bubur tersebut.


"Oh iya, kamu punya obat demam gak?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu nanti aku beli ya kalau makannya udah habis" ucap Ana.


"Gak usah, paling gak akan lama kok sakitnya" ucap Lino.


"Tapi kan harus tetep makan obat supaya sembuh" ucap Ana.


"Aku gak suka makan obat" ucap Lino.


"Kalau gak makan obat, nanti sembuh nya lama" ucap Ana.


"Ya gak apa-apa" ucap Lino.


"Kok gak apa-apa sih! orang pingin sembuh cepet, eh ini malah pingin lama" ucap Ana.


"Soalnya kalau sakit, aku ngerasa kamu lebih perhatian sama aku" ucap Lino.


"Emang kalau gak sakit, aku gak perhatian sama kamu gitu?" tanya Ana.


"Ya perhatian. Cuma kalau aku nya sakit, kamu jadi lebih perhatian sama aku. Contohnya kamu kan sekarang nyuapin aku" ucap Lino.


"Oh jadi kamu pingin perhatian lebih dari aku walaupun kamu nya gak sakit?" tanya Ana.


Lino hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ana.


"Ya udah, nanti aku kasih kamu perhatian lebih" ucap Ana sambil tersenyum.


"Ya udah makan lagi cepet" ucap Ana sambil menyodorkan sendok yang berisi bubur ke mulut Lino.


Lalu Lino segera memakan bubur tersebut.


"Aww" ucap Lino.


"Kenapa, No?" cemas Ana.


"Gak kenapa-napa" ucap Lino sambil tersenyum.


"Ih yang bener" ucap Ana khawatir.


"Gak kenapa-napa kok, Na" ucap Lino.


"Terus tadi kenapa bilang aww?" tanya Ana.


"Tadi lidah aku kegigit" ucap Lino.