ARLINO

ARLINO
Episode 224



"No, ini buat luh" ucap Gilang sambil memberikan kue kepada Lino.


"Dari siapa?" tanya Lino.


"Gak tahu, pokoknya yang ngasih nya cewek" ucap Gilang.


"Hayo siapa tuh?" tanya Bayu.


"Siapa, No?" tanya Ana.


"Aku juga gak tahu, Na" ucap Lino.


"Emang ciri-ciri ceweknya gimana?" tanya Lino.


"Pokoknya tadi yang ngasih kue itu kayak seumuran kita gitu, terus rambutnya sebahu" ucap Gilang.


"Oh dia" ucap Lino.


"Siapa?" tanya Ana.


"Itu tetangga baru" ucap Lino.


"Cantik gak ceweknya?" tanya Bayu.


"Cantik sih, tapi lebih cantik cewek gue" ucap Gilang.


Skip


Alex, Bayu, Bobby dan Gilang segera pergi.


"Na, ayo pulang" ucap Raka.


"Luh pulang duluan aja, Ka. Nanti Ana biar gue yang anterin" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya" ucap Raka.


"Iya" ucap Ana dan Lino bersamaan.


"Hati-hati, Ka" ucap Ana.


"Iya" ucap Raka sambil pergi.


"Habisin cepet kue ulang tahun nya, sayang kalau gak dihabisin" ucap Lino.


"Gak mau, aku udah kenyang" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu aku simpen di kulkas ya, nanti kalau kamu kesini lagi nanti tinggal ambil aja di kulkas" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Lino segera menyimpan kue tersebut dikulkas.


Setelah menyimpan kue, Lino segera kembali menghampiri Ana.


"Kamu mau jalan-jalan gak?" tanya Lino.


"Mau" ucap Ana.


"Ya udah tunggu sebentar ya, aku mau ambil kunci mobil dulu" ucap Lino.


Lalu Lino segera pergi menuju kamarnya.


Setelah mengambil kunci, Lino segera kembali menghampiri Ana.


"Ya udah ayo" ucap Lino.


Akhirnya Ana dan Lino segera pergi keluar.


Setelah itu, mereka berdua segera menaiki mobil.


"Na" panggil Lino.


"Apa" kata Ana.


"Lihat ke belakang deh" perintah Lino.


Ana segera melihat ke kursi belakang dan ternyata ada boneka, satu buket bunga dan satu buket cokelat.


"Itu buat siapa?" tanya Ana.


"Ya buat kamu lah" ucap Lino.


"Makasih ya" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Lino sambil mengeluarkan mobilnya dari garasi.


Setelah itu, Lino segera turun dari mobilnya dan ia langsung menutup pagar rumahnya.


Kemudian Lino kembali masuk kedalam mobil.


"Mau kemana, No?" tanya Ana.


"Jalan-jalan" ucap Lino.


"Iya maksudnya jalan-jalan kemana?" tanya Ana.


"Gak tahu" ucap Lino.


"Aneh banget, ngajak jalan tapi gak tahu tujuan nya" ucap Ana.


"Gak apa-apa yang penting jalan-jalan kan" ucap Lino.


"Oh iya, suka gak sama kalung nya?" tanya Lino.


"Suka" ucap Ana.


"Oh iya, aku ijin telepon mamah dulu ya soalnya tadi aku bilang ke mamah kalau kamu kecelakaan" ucap Ana.


"Gak usah, lagian tadi aku udah nge-chat ke mamah kamu kalau aku gak apa-apa dan aku juga udah bilang kalau aku mau jalan-jalan sama kamu" ucap Lino.


"No, kita ke pantai yuk!" ajak Ana.


"Mau ngapain ke pantai malem-malem?" tanya Lino.


"Gak ngapa-ngapain sih, cuma mau ngobrol-ngobrol sambil dengerin suara ombak" ucap Ana.


Lalu Lino segera melajukan mobilnya menuju pantai.


Sesampainya di pantai, Ana dan Lino segera turun dari mobil.


"Ayo, No" ucap Ana sambil menarik tangan Lino.


Kemudian Ana segera duduk diatas pasir.


"Sini duduk" perintah Ana.


Lino segera duduk disebelah Ana.


"Dingin gak?" tanya Lino.


"Dingin" ucap Ana.


"Ya udah nih pake jaket aku" ucap Lino sambil memberikan jaket kepada Ana.


"Gak apa-apa, asal jangan kamu aja yang masuk angin" ucap Lino.


Lino segera memakaikan jaket nya ke tubuh Ana.


"Kamu seneng gak hari ini?" tanya Lino.


"Hmm...ada seneng nya dan ada juga sedih nya" ucap Ana.


"Sedih kenapa?" tanya Lino.


"Sedih aja gitu kan waktu itu dirayain nya bareng mamah papah, tapi sekarang enggak" ucap Ana.


"Papah kamu gak datang ke rumah kamu?" tanya Lino.


"Datang sih, cuma balik lagi karena ada urusan kantor" ucap Ana.


"Udah jangan sedih, yang penting kan papah kamu masih inget kalau kamu ulang tahun hari ini" ucap Lino.


"No, kok sepi banget ya pantai nya" ucap Ana.


"Ya pasti sepi lah, kan udah malem" ucap Lino.


"Tapi kan biasanya malem juga suka ada yang nongkrong di pantai" ucap Ana.


"Itu kan kalau malam Minggu" ucap Lino.


"Ya udah kita pulang aja yuk, No! kan besok kita sekolah" ucap Ana.


"Masa pulang lagi, baru juga beberapa menit disini" ucap Lino.


"Soalnya takut besok kesiangan" ucap Ana.


"Ya udah deh ayo pulang" ucap Lino.


Lalu mereka berdua segera berjalan kearah mobil dan mereka langsung masuk kedalam mobil.


"Ini" ucap Ana sambil memberikan jaket milik Lino.


"Gak apa-apa, kamu aja yang pake" ucap Lino.


"Aku gak mau, soalnya gerah" bohong Ana.


"Gerah dari mananya? perasaan dingin deh" ucap Lino.


"Ya udah cepet pake" ucap Ana.


"Kamu beneran gak dingin?" tanya Lino.


"Iya, aku gak kedinginan" ucap Ana.


Akhirnya Lino segera memakai jaketnya. Setelah itu ia langsung melajukan mobilnya menuju rumah Ana.


"No, nanti kalau udah sampe bangunin ya" ucap Ana pelan.


"Iya" ucap Lino.


Ana segera menutup matanya dan ia langsung tertidur.


Lino melihat kearah Ana sekilas, lalu ia segera memberhentikan mobilnya dipinggir jalan.


Lino segera membuka jaketnya dan ia langsung meletakkan jaketnya pada tubuh Ana karena ia merasa bahwa Ana sedang kedinginan.


Lalu Lino mengecup kening Ana sekilas. Setelah itu, ia segera melajukan mobilnya menuju rumah Ana.


Skip


* Rumah Ana


Sesampainya di rumah Ana, Lino langsung memberhentikan mobilnya.


"Ana, bangun" ucap Lino sambil menepuk-nepuk pundak Ana.


Ana langsung membuka matanya saat mendengar suara Lino.


"Udah sampe ya, No?" tanya Ana.


"Iya, udah" ucap Lino.


"Ya udah aku pulang dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Loh! kok ini jaket kamu ada disini" ucap Ana.


"Iya, soalnya tadi aku lihat kamu kedinginan" ucap Lino.


"Ya udah ini jaketnya" ucap Ana sambil memberikan jaket kepada Lino.


Lino segera mengambil jaketnya.


"Ya udah aku pulang ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Kamu hati-hati ya dijalan nya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Eh, Na! itu nya bawa" tunjuk Lino pada boneka, buket bunga dan buket cokelat.


"Oh iya" ucap Ana.


Lino segera mengambil boneka, buket bunga dan buket cokelat. Kemudian ia segera memberikannya kepada Ana.


"Makasih ya, No" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


"Oh iya, aku punya hadiah satu lagi" ucap Lino.


"Banyak banget hadiahnya" ucap Ana.


"Ya udah sekarang kamu tutup mata kamu" perintah Lino.


Ana segera menutup kedua matanya.


Chup


Lino mencium bibir Ana sekilas.


Sontak Ana langsung membuka matanya karena ia terkejut sebab Lino menciumnya.


"Ya udah sana masuk" ucap Lino sambil tersenyum.


Ana buru-buru turun dari mobil dan ia langsung masuk kedalam rumahnya.


"Lucu banget kalau lagi salah tingkah" ucap Lino saat melihat Ana buru-buru masuk kedalam rumah.


Akhirnya Lino segera melajukan mobilnya menuju rumahnya.