ARLINO

ARLINO
Episode 56



Ana pun tidak berhenti menangis karena ia merasa ketakutan.


"Na, gak apa-apa kan?" tanya Lino memastikan.


"Hiks...hiks gue takut" ucap Ana sambil menangis.


"Udah jangan nangis" ucap Lino sambil mengusap air mata Ana.


"Luh jelek soalnya kalau lagi nangis" ucap Lino.


"Bagas kenapa sih sampai marah gitu?" tanya Lino.


"Gue tadi bilang ke Bagas kalau gue mau putus" ucap Ana.


"Kenapa luh mau putus sama dia?" tanya Lino.


"Bagas kasar banget sama gue" ucap Ana sambil menangis sesenggukan.


"Bagas kasar?" tanya Lino memastikan.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


"Ya udah luh tenang ya, nanti kalau luh udah tenang baru luh cerita ke gue tentang masalahnya" ucap Lino.


Lalu setelah merasa tenang, Ana pun langsung menceritakan tentang perilaku Bagas kepada Lino.


"Bagas beneran kayak gitu sama luh?" tanya Lino.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


"Serius?" tanya Lino.


"Luh gak percaya ya sama gue" ucap Ana.


"Bukannya gak percaya, tapi gue cuma mau mastiin doang" ucap Lino.


"Ya udah sih kalau gak percaya, lagian kan Bagas sahabat luh jadi pasti luh belain dia" ucap Ana.


Ana pun berniat pergi namun tangannya ditarik oleh Lino.


"Gue percaya kok sama luh" ucap Lino sambil tersenyum.


"Ya udah, lebih baik kita ke kelas yuk! bentar lagi masuk" kata Lino.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju kelasnya.


Setelah sampai kelas, Ana pun segera duduk dikursinya.


"Tadi luh sama kakak gue ngomongin apa? kok kakak gue kayak marah gitu sih" tanya Naya penasaran.


"Gue putus sama Bagas" ucap Ana tiba-tiba.


"Luh putus sama Bagas?" sahut Clara.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Clara.


"Kenapa putus sama kakak gue? dia ada salah sama luh?" tanya Naya.


Ana pun tidak menjawab pertanyaan dari Naya.


"Selamat siang anak-anak" ucap Bu Meita yang tiba-tiba datang.


"Siang, bu" ucap semuanya.


Lalu Bu Meita pun segera menjelaskan materi bahasa Inggris.


Sedangkan murid-murid langsung fokus mendengarkan materi yang disampaikan oleh Bu Meita.


****


K


rining...Krining


Bel pulang pun berbunyi, menandakan bahwa siswa dan siswi diperbolehkan untuk pulang.


Ana pun segera memasukan alat tulisnya kedalam tas. Setelah itu, ia pun segera keluar dari kelasnya.


Tiba-tiba tangan Ana pun ditarik paksa oleh Bagas.


"Ayo pulang!" ucap Bagas.


"Gas, lepasin! aku mau pulang sendiri" ucap Ana.


"Pokoknya kamu harus pulang sama aku" ucap Bagas.


"Kita udah putus, Gas!" tegas Ana.


"Tapi aku gak mau" ucap Bagas.


Karena Ana tidak mau pulang dengan Bagas, akhirnya Ana pun segera menggigit tangan Bagas supaya ia melepaskan tangan Ana.


Kemudian Ana pun segera berlari dengan cepat agar Bagas tidak mengejarnya.


Lalu saat mau menuju gerbang, Ana pun melihat Lino yang sedang menaiki motornya.


"Lino!!!" teriak Ana.


Lino pun segera memberhentikan motornya karena mendengar teriakan dari Ana.


Lalu Ana pun segera menghampiri Lino, dan ia pun segera menaiki motor milik Lino.


"Cepetan bawa gue pergi" ucap Ana yang ketakutan.


"Luh kenapa?" tanya Lino.


"Cepetan!" teriak Ana.


Akhirnya Lino pun segera melajukan motornya.


(Di perjalanan)


"Luh kenapa, Na?" tanya Lino.


"Gue takut" ucap Ana gemetar.


"Takut sama siapa?" tanya Lino.


"Sama Bagas" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera memberhentikan motornya didekat taman.


Kemudian Lino pun turun dari motornya.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


"Gue pingin putus sama dia, No" ucap Ana sambil menangis.


"Bukannya tadi waktu di rooftop luh bilang udah putus" ucap Lino.


"Iya, tapi Bagas nya gak mau" ucap Ana.


"Gue harus gimana, No" ucap Ana lagi.


Tiba-tiba ada motor yang menghampiri Ana dan Lino.  Kemudian orang itu pun langsung membuka helmnya.


"Jadi luh putusin gue gara-gara luh suka sama Lino?" tanya Bagas sambil menatap tajam Ana.


"Jawab!!!" bentak Bagas.


PLAKK


Bagas pun menampar pipi Ana dengan keras.


"Aww" ringis Ana.


Bughh


Lalu Lino pun segera menonjok Bagas karena ia sangat kesal dengan Bagas.


"No, udah!" teriak Ana sambil menarik tubuh Lino.


Lalu Bagas pun segera berdiri sambil mengusap darah di sudut bibirnya.


"Luh juga suka kan sama Ana, No?" teriak Bagas.


"Kalau iya kenapa!!!" teriak Lino.


Ana pun sontak melihat kearah Lino.


"Ya udah ambil aja! lagian gue gak butuh cewek murah*n kayak dia" kata Bagas.


Lalu Bagas pun segera pergi dengan mengendarai motornya.


Ana pun langsung menangis karena mendengar ucapan Bagas barusan.


"Udah jangan didengerin apa kata dia" ucap Lino sambil memeluk Ana.


"Hiks...hiks" tangis Ana.


"Udah, Na" ucap Lino.


"Ya udah, lebih baik kita pulang yuk" ucap Lino sambil melepaskan pelukannya.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju rumah Ana.


Setelah sampai, Ana pun segera turun dari motor Lino.


"Makasih, No" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino sambil tersenyum.


"Nanti kalau Bagas kasar lagi sama luh, bilang aja ke gue" ucap Lino.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


"Ya udah, gue pulang dulu ya" ucap Lino.


"No" panggil Ana.


Lino pun langsung melihat kearah Ana.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Hati-hati dijalan" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino sambil tersenyum.


Lalu Lino pun segera pergi.


Setelah Lino pergi, Ana pun langsung masuk kedalam rumahnya.


Setelah itu, ia pun langsung pergi menuju kamarnya. Saat masuk kedalam kamarnya, Ana pun segera menyimpan tas. Lalu setelah itu, Ana pun segera berganti pakaian.


Setelah berganti pakaian, ia pun segera duduk dikasurnya.


"Yang dibilang Lino tadi itu bener gak sih?" batin Ana.


Tok...tok


Pintu kamar Ana pun diketuk oleh seseorang.


"Buka aja, gak dikunci kok" ucap Ana.


Cklek


"Na, tolong kasihin ini ke mamahnya Raka" ucap mamah sambil membawa kue bolu.


"Sama mamah aja, Ana cape baru pulang" keluh Ana.


"Deket ini rumahnya, Na" ucap mamah.


"Ya udah deh" pasrah Ana.


Lalu Ana pun segera mengambil kue tersebut. Kemudian ia pun segera pergi menuju rumah Raka.


Setelah sampai di rumah Raka, Bina pun segera mengetuk pintu rumah Raka.


Kemudian pintu pun dibuka oleh Raka.


"Wow! thank you, Na" ucap Raka sambil mengambil kue tersebut dari tangan Ana.


"Belum juga gue ngomong, udah main ambil aja" ucap Ana.


"Luh mau ngasih ini kan?" tanya Raka.


"Iya" ucap Ana.


"Ya udah, berarti gue bener kan?" ucap Raka.


"Setidaknya gue dulu kek yang ngomong, baru luh jawab. Bukan malah langsung ambil" jelas Ana.


"Iya maaf" ucap Raka sambil tersenyum.