ARLINO

ARLINO
Episode 176



Trining...trining


Lalu Ana segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Lino.


Kemudian ia segera menjawab panggilan telepon tersebut.


"Hallo, No" ucap Ana.


"Kamu ngapain nyuruh Raka buat anterin kamu ke tempat balapan?" tanya Lino.


Lalu Ana terdiam sejenak.


"Soalnya aku pingin lihat kamu balapan" ucap Ana.


"Jangan! kamu di rumah aja, jangan lihat aku balapan" ucap Lino.


"No, kamu jangan ikut balapan deh. Soalnya perasaan aku gak enak" ucap Ana.


"Perasaan kamu gak enak karena kamu terlalu mikirin aku terus" ucap Lino.


"Pokoknya kamu jangan nyari tahu tentang tempat balapan ke temen-temen aku. Kalau kamu sampe nyari tahu, aku bakal marah sama kamu" ucap Lino.


"Masa cuma mau lihat kamu balapan, kamu nya jadi marah sih" ucap Ana.


"Ya jelas aku marah lah, Na! kalau kamu kesana, nanti kamu diganggu sama anak-anak cowok disana" ucap Lino.


"Tapi kan ada kamu sama anak-anak Skz, jadi aku gak bakal diganggu sama mereka" ucap Ana.


"Kamu keras kepala banget sih, udah aku bilang jangan ya jangan" ucap Lino.


"Kamu juga sama keras kepala. Udah aku bilang jangan balapan, kamu nya malah balapan" ucap Ana.


"Aku balapan kan demi kamu, Na" ucap Lino.


"Aku balapan sama Rafly biar dia jangan nyebarin video itu" ucap Lino.


"Udah sekarang kamu lebih baik doa-in aku supaya nanti malem menang" ucap Lino.


"Ya udah iya" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya teleponnya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Lino segera mematikan panggilan teleponnya.


...****...


Jam 00.00


Ana masih memainkan ponselnya, karena ia tidak bisa tidur karena memikirkan Lino.


"Gimana nih, gue gak punya nomer temen Lino yang lainnya lagi" gumam Ana.


"Hmm...apa gue telepon Aldi ya, pasti kan dia tahu tempat balapan anak-anak Skz"


"Eh, tapi kan sekarang udah jam dua belas. Pasti dia lagi tidur"


"Apa gue telepon Bagas aja ya, soalnya kan dia sering begadang"


"Gue telepon jangan ya"


"Gue telepon aja deh"


Lalu Ana segera menelepon Bagas.


Beberapa detik kemudian, Bagas langsung menjawab panggilan telepon dari Ana.


"Hallo" ucap Bagas.


"Gas" ucap Ana.


"Iya" ucap Bagas.


"Gue boleh tanya sesuatu gak?" tanya Ana.


"Boleh" ucap Bagas.


"Biasanya anak Skz suka balapan dimana, Gas?" tanya Ana.


"Luh mau kesana ya?" tanya Bagas.


"Enggak, gue cuma nanya doang" bohong Ana.


"Luh pasti mau kesana ya, soalnya kalau luh gak mau kesana, luh gak mungkin jam segini nanyain tempat balapan anak Skz" ucap Bagas.


"Enggak, gue cuma mau nanya doang. Lagian gue gak mungkin kesana kan pintu sama pagar rumah udah dikunci sama mamah" ucap Ana.


"Mereka sih sering balapan di jalan Mawar" ucap Bagas.


"Oh gitu ya" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Ana.


"Luh gak akan kesana kan?" tanya Bagas memastikan.


"Enggak kok" ucap Ana.


"Ya udah gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Ana.


Lalu Ana segera mematikan panggilan teleponnya.


Ana segera menyusun bantal dan guling nya, lalu ia segera menyelimuti guling tersebut agar terlihat seperti orang yang sedang tertidur.


Setelah itu, Ana segera mengganti pakaiannya serba hitam agar ia tidak terlalu mencolok saat berada disana.


Lalu ia segera menggunakan masker. Setelah itu, ia segera mengikat rambut nya. Kemudian ia langsung memasukan rambutnya kedalam topi agar terlihat seperti seorang lelaki.


Kemudian Ana segera mengambil dompet, ponsel dan kunci rumah. Setelah itu ia segera pergi keluar sambil mengendap-endap agar tidak ketahuan oleh mamahnya.


Saat berada didepan pintu, Ana segera membuka pintu tersebut.


Setelah pintunya terbuka, An segera keluar dari rumah dan ia tidak lupa mengunci kembali pintu nya.


Lalu Ana segera melompati pagar rumahnya.


Setelah itu, Ana segera berlari menuju jalan.


Setelah sampai di jalan raya, Ana langsung memesan taksi online.


Beberapa menit kemudian, taksi yang dipesan oleh Ana datang.


Lalu Ana segera masuk kedalam taksi tersebut.


...****...


"Di sebelah mana sih?" batin Ana.


Tiba-tiba ada motor yang melaju dengan cepat.


Kemudian Ana segera melihat kearah motor tersebut dan ternyata motor tersebut berhenti 100 meter dari jarak Ana berdiri.


Lalu Apa segera berjalan mendekati kerumunan orang yang sedang melihat balapan.


Saat Ana kesana, ia melihat anak-anak Skz dan ia segera menghampiri Alex.


"Balapan nya belum dimulai ya?" bisik Ana ke Alex.


"Belum" ucap Alex.


"Hah?" bingung Alex karena ia baru tersadar bahwa yang mengajak ngobrol dirinya adalah seorang cewek.


"Luh siapa?" tanya Alex.


"Gue Ana" bisik Ana kepada Alex.


"Heh, luh siapa?" tanya Bayu yang tiba-tiba datang menghampiri Ana dan Alex.


"Dia temen gue, katanya dia pingin lihat balapan" bohong Alex karena kalau ia berbicara sejujurnya mungkin Bayu bakal bilang ke Lino bahwa Ana ada disini.


"Lino nya mana?" tanya Bayu.


"Lagi dijalan kali" ucap Alex.


"Temen luh naik apa kesininya?" tanya Bayu.


"Jalan kaki, soalnya rumah dia deket sini" ucap Alex.


"Oh gitu" ucap Bayu.


"Oh iya, Bobby mana?" tanya Alex.


"Itu Bobby" tunjuk Bayu.


"Dia kenapa ngelamun kayak git?" tanya Alex.


"Dia lagi galau, soalnya kan baru diputusin sama pacarnya" ucap Bayu.


Tiba-tiba ada motor yang berhenti di depan mereka bertiga.


"Si berengs*k itu udah datang belum?" tanya Lino sambil membuka helmnya.


"Belum" ucap Bayu.


"Itu geng motor mana yang balapan?" tanya Lino sambil turun dari motornya.


"Geng motor The Boyz sama geng motor Black Tiger" ucap Bayu.


"Yuda ya yang balapan?" tanya Lino.


"Iya" ucap Bayu.


"Lex, itu siapa?" tanya Lino.


"Ini temen gue, katanya dia pingin lihat yang balapan" ucap Alex.


"Oh temen luh" ucap Lino.


"Iya temen gue" ucap Alex.


"Oh iya, kenalin nama gue Lino" ucap Lino sambil mengulurkan tangannya.


Jantung Ana langsung berdetak dengan kencang.


Lalu Ana langsung membalas uluran tangan Lino.


"Siapa nama luh?" tanya Lino.


Ana hanya bisa terdiam.


"Dia namanya Juan" ucap Alex.


Lalu Ana segera melepaskan uluran tangannya.


"Kok luh yang jawab sih" heran Lino.


"Iya soalnya dia pemalu banget orangnya, makanya gue aja yang wakilin ngomong" ucap Alex.


"Oh pemalu, pantes aja dari tadi nunduk mulu" ucap Lino.


"Juan, luh gak sesak apa pake masker?" tanya Bayu.


Ana hanya menggelengkan kepalanya seraya menjawab tidak.


Trining...trining


Lalu Lino segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Bagas.


Kemudian Lino segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo" ucap Lino.


"No" ucap Bagas.


"Iya" ucap Lino.


"Luh lagi di tempat balapan ya?" tanya Bagas karena mendengar suara motor.


"Iya" ucap Lino.


"Emang kenapa?" tanya Lino.


"Apa jangan-jangan tadi Ana nelpon gue karena dia pingin ke tempat balapan" ucap Bagas.


"Dia nelpon luh?" tanya Lino.


"Iya tadi dia nelpon gue, dia nanyain tempat balapan" ucap Bagas.


"Terus luh jawab?" tanya Lino.


"Iya" ucap Bagas.


"Luh ngapain sih pake ngasih tahu dia" ucap Lino.


"Soalnya gue kira dia cuma pingin tahu doang" ucap Bagas.


Lalu Lino langsung mematikan panggilan teleponnya.