
Jam 06.00
Ana bangun dari tidurnya.
Lalu ia segera ke kamar mamahnya untuk mengecek kondisi mamahnya.
Setelah sampai dikamar mamahnya, Ana langsung duduk dipinggir kasur.
"Syukur deh udah gak terlalu panas" ucap Ana sambil memegang kening mamahnya.
Ana segera kembali menuju kamarnya, lalu ia segera mengambil uang di dompetnya. Setelah itu, Ana pergi membeli bubur untuk mamahnya.
Setelah membeli bubur, Ana kembali ke rumahnya.
* Rumah
Ana mengambil air minum, lalu ia segera pergi menuju kamar mamahnya.
"Mah" ucap Ana sambil duduk dipinggir kasur.
Mamah langsung membuka kedua matanya.
"Ada apa, Na?" tanya mamah.
"Makan dulu, mah" ucap Ana.
"Ya ampun, makasih ya sayang udah dibeliin bubur" ucap mamah.
"Iya sama-sama, mah" ucap Ana.
"Ya udah makan dulu, mah" ucap Ana sambil menyuapi mamah.
"Biar sama mamah aja, kan kamu harus sekolah" ucap mamah sambil mengambil air minum dan bubur.
"Oh iya, maafin mamah ya. Mamah gak sempet bikin sarapan" ucap mamah.
"Iya gak apa-apa, mah. Lagian Ana bisa sarapan di sekolah kok" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu Ana ke kamar dulu ya, mah. Soalnya Ana mau mandi" ucap Ana.
"Iya" ucap mamah.
Lalu Ana segera pergi ke kamarnya.
...****...
Arlino POV
Trining...trining
Lino segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari papahnya.
Lalu Lino segera menolak panggilan telepon tersebut karena ia tahu bahwa papahnya bakal memaksa Lino agar menemui anak teman papahnya.
Setelah selesai sarapan, Lino segera pergi menuju rumah Ana.
* Rumah Ana
Setelah sampai, Lino melihat ada Raka yang sedang menelepon.
Lino segera turun dari motor dan ia segera menghampiri Raka.
"Ana nya mana?" tanya Lino.
"Dia baru mau mandi katanya" ucap Raka.
"Mandi?" ucap Lino.
"Iya, soalnya tadi dia beli bubur dulu buat mamahnya. Makanya dia baru mandi sekarang" ucap Raka.
"Ya udah luh berangkat duluan aja. Nanti Ana biar sama gue aja berangkatnya" ucap Lino.
"Ya udah gue berangkat dulu ya" ucap Raka.
"Iya" ucap Lino.
Raka segera melajukan motornya.
20 menit kemudian...
Ana keluar dari rumahnya.
"Loh! kamu ngapain disini?" tanya Ana.
"Aku lagi nunggu kamu" ucap Lino.
"Ya udah ayo berangkat bareng" ucap Lino.
"Aku mau naik ojek aja" ucap Ana.
"Udah bareng aku aja, soalnya ini udah siang banget" ucap Lino.
"Ya udah deh" ucap Ana.
Ana segera menaiki motor Lino.
Lino melingkarkan tangan Ana agar memeluknya.
"Enggak mau" ucap Ana sambil melepaskan pelukannya.
"Ya udah pegangan ke seragam aku aja" perintah Lino.
Ana menuruti perintah dari Lino.
Setelah itu, Lino segera melajukan motornya menuju sekolah.
* Sekolah
Saat sampai disekolah, ternyata gerbangnya telah ditutup.
"No, gimana dong? gerbangnya udah di tutup" ucap Ana.
"Kita jalan belakang aja" ucap Lino sambil melajukan motornya menuju belakang sekolah.
Setelah sampai, mereka berdua segera turun dari motor.
"Masuk nya jalan mana, No?" tanya Ana.
"Kita manjat tembok aja" ucap Lino.
"Gue gak bisa manjat" ucap Ana.
"Ya udah cepet naik ke pundak aku" perintah Lino.
"Gak mau ah! nanti kamu ngintip" ucap Ana.
"Gak bakal" ucap Lino.
"Ya udah kalau gitu aku aja yang yang manjat duluan" ucap Lino.
"Eh jangan! kalau kamu manjat duluan, nanti aku gimana?" tanya Ana.
"Makanya cepetan naik" kata Lino.
"Ya udah iya, tapi jangan ngintip ya" ucap Ana.
"Iya, gak bakal" ucap Lino.
"Ya udah cepet naik" ucap Lino.
"Maaf ya" ucap Ana sambil naik ke pundak Lino.
Setelah sampai atas, Ana langsung melompat kebawah.
Sesudah Ana memanjat, Lino juga langsung memanjat tembok.
"Ya udah ayo ke kelas" ajak Lino.
Mereka berdua segera pergi menuju kelasnya.
"Ana, Lino! sini masuk" ucap Lia.
Akhirnya Ana dan Lino segera masuk kedalam kelas.
Kemudian mereka segera duduk dikursinya masing-masing.
"Guru nya mana?" tanya Lino kepada Gilang.
"Tadi dia ke toilet dulu katanya" ucap Gilang.
"Ada tugas ya?" tanya Lino.
"Iya" ucap Gilang.
"Oh iya, gue di alfa-in gak?" tanya Lino.
"Gue gak tahu, soalnya kan tadi yang ngisi absen si Lia" ucap Gilang.
"Lia" panggil Lino.
"Apa?" ucap Lia.
"Gue dihadirin ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Lia.
"Oh iya, No! luh berangkat bareng Ana ya?" tanya Gilang.
"Iya" ucap Lino.
"Mamahnya udah gak ngelarang luh deket sama Ana?" tanya Gilang.
"Sebenernya mamahnya Ana kan emang gak ngelarang gue deket sama Ana. Tapi dia cuma ngelarang gue ajak Ana jalan-jalan" ucap Lino.
"Oh gitu" ucap Gilang.
"Oh iya, Lang! gue heran banget deh sama Ana" ucap Lino.
"Heran kenapa?" tanya Gilang.
"Dia kadang-kadang manggil aku kamu tapi kadang-kadang juga manggil luh gue" ucap Lino.
"Mungkin karena dia hilang ingatan kali, makanya jadi plin-plan" ucap Gilang.
Disisi lain
"Kenapa, Na?" tanya Lia karena dari tadi Ana terus-menerus memegang perutnya.
"Gue lapar" ucap Ana.
"Emang tadi luh belum sarapan?" tanya Lia.
"Belum" ucap Ana.
"No, pacar luh belum sarapan katanya" ucap Lia.
"Ih Lia! kenapa jadi dibilangin ke Lino" ucap Ana sedikit kesal.
Lino segera menghampiri Ana.
"Mau makan apa?" tanya Lino.
"Gak usah, nanti aja makannya pas istirahat" ucap Ana.
Lino segera pergi keluar.
"No" panggil Ana namun tidak dijawab oleh Lino.
"Udah, lagian kan dia pacar luh. Jadi luh gak perlu sungkan" ucap Lia.
"Ana" panggil Bagas yang datang menghampiri Ana.
Sontak Ana, Lia langsung melihat kearah Bagas.
"Iya" ucap Ana.
"Gue bisa ngomong sebentar gak sama luh?" tanya Bagas.
"Mau ngomong apa?" tanya Ana.
"Ikut gue dulu" ucap Bagas.
"Tapi kalau ada guru gimana?" tanya Ana.
"Nanti bilang aja habis dari toilet" ucap Bagas.
Akhirnya Ana dan Bagas segera keluar dari kelas.
...****...
Setelah membeli roti dan air mineral, Lino segera kembali menuju kelasnya.
"Ana mana?" tanya Lino.
"Keluar sama Bagas. Tadi Bagas mau ngomong sesuatu ke Ana" ucap Lia.
"Mau ngomong apa?" tanya Lino.
"Gak tahu" ucap Lia.
Saat Lino mau keluar, tiba-tiba ada guru.
Sontak Lino langsung menaruh roti dan air mineral di kursi Ana.
Setelah itu, Lino segera duduk dikursinya.
"Tadi Bagas mau ngomong apa sih ke Ana?" tanya Lino.
"Gue gak tahu" ucap Gilang.
...****...
"Ada apa?" tanya Ana.
"Nanti pas pulang sekolah luh sibuk gak?" tanya Bagas.
"Gue sibuk, soalnya gue harus ngurusin mamah gue yang lagi sakit" ucap Ana.
"Oh gitu" ucap Bagas.
"Emangnya ada apa ya?" tanya Ana.
"Tadinya gue mau ajak luh ke makamnya Naya" ucap Bagas.
"Naya?" ucap Ana.
"Iya Naya, dia tuh adik gue dan sekaligus sahabat luh, Clara, Lia dan Felisa" ucap Bagas.
"Oh jadi dia adik luh?" tanya Ana.
"Sebenernya bukan, tapi gue nganggep dia sebagai adik kandung" ucap Bagas.
"Hmm... maaf ya gue gak bisa, soalnya mamah gue sakit jadi gue gak bakal bisa kesana" ucap Ana lagi.
"Ya udah kalau gak bisa gak apa-apa" ucap Bagas.
"Maaf ya" ucap Ana.
"Iya gak apa-apa" ucap Bagas.
"Luh marah gak?" tanya Ana memastikan.
"Enggak kok" ucap Bagas.
"Ya udah ayo ke kelas" ajak Bagas.
Akhirnya mereka berdua segera pergi menuju kelasnya.