ARLINO

ARLINO
Episode 79



"Ya udah mana handphone luh" ucap Lino sambil menghampiri Gilang.


"Nih" ucap Gilang sambil memberikan ponselnya.


Lalu Lino pun segera mengambil ponsel Gilang dan ia segera mengirimkan video tersebut ke whatsapp nya.


"Hah?" bingung Gilang karena Lino mengirim video itu ke whatsapp Lino.


"Kenapa, Lang?" tanya Ana.


Lalu Lino pun langsung menatap tajam kearah Gilang.


"Gak apa-apa" ucap Gilang.


Setelah mengirimkan video tersebut, Lino pun langsung menghapus video nya digaleri Gilang secara permanen.


Lalu Lino pun segera mengembalikan ponsel milik Gilang. Setelah itu, ia pun duduk kembali disamping Ana.


"Oh iya, No! Hoodie sama celana kamu ada di rumah aku" ucap Ana.


"Iya, aku tahu" ucap Lino.


"Nanti kalau udah pulang camping, aku bakal anterin ke rumah kamu" ucap Ana.


"Jangan waktu pulang camping juga kali, kan kamu pasti cape" kata Lino.


"Gue pergi ah! gue serasa jadi nyamuk disini" ucap Gilang.


Lalu Gilang pun segera pergi.


Ting


Lino pun segera membuka pesan masuk dari Gilang.


Gilang :


Luh ngapain ngirim videonya ke whatsapp luh?


^^^Lino :^^^


^^^Biar jadi kenang-kenangan^^^


^^^Soalnya itu video awal mula gue jadi bisa deket sama Ana^^^


Gilang :


Oh gitu


^^^Lino :^^^


^^^Jangan bilang ke Ana ya, kalau gue nyimpen video ini^^^


Gilang :


Siap!


Tapi dengan syarat luh harus traktir gue


^^^Lino :^^^


^^^Iya nanti gue traktir^^^


"Lagi chat sama siapa, No?" tanya Ana sedikit cemburu.


"Sama temen" ucap Lino sambil menghapus chat nya agar tidak ketahuan oleh Ana.


"Cewek atau cowok?" tanya Ana.


"Cowok" ucap Lino.


"Beneran?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Kamu cemburu ya?" tanya Lino.


"Enggak, kan cowok yang ngechat kamu" ucap Ana.


"Kalau itu cewek?" tanya Lino.


"Ya udah, No! aku ke tenda dulu ya, soalnya ngantuk" ucap Ana mengalihkan pembicaraan.


"Ya udah ayo aku anterin" ucap Lino sambil memegang pergelangan tangan Ana.


Lalu mereka berdua pun segera berjalan menuju tenda cewek.


"Kamu kenapa kok diem mulu?" tanya Lino karena melihat raut wajah Ana yang seperti sedang bete.


"Aku ngantuk" ucap Ana.


"Tapi kok kayak bete gitu mukanya" ucap Lino.


"Muka aku kalau ngantuk emang kayak gini" ucap Ana berbohong.


"Yakin?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Aku beneran chat sama cowok kok" ucap Lino meyakinkan Ana.


"Iya aku percaya" ucap Ana karena ia yakin bahwa Lino tidak berbohong.


"Na, aku anterin sampe sini aja ya. Soalnya takut ada guru" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Ana pun berniat pergi namun tangannya dipegang oleh Lino.


"Good night" ucap Lino.


"Good night too" ucap Ana sambil tersenyum.


Lalu Lino pun segera melepaskan genggamannya.


Setelah itu Ana dan Lino pun segera pergi menuju tendanya masing-masing.


"Na, luh dari mana?" tanya Clara dengan suara pelan karena teman-temannya sedang tidur.


"Dari taman yang deket parkiran bis" ucap Ana pelan.


"Oh gitu" ucap Clara pelan.


"Ya udah tidur yuk" ucap Clara pelan.


Lalu mereka berdua pun segera tidur.


****


Pagi hari


Semua orang pun segera membereskan barang-barang mereka, karena pagi ini mereka akan pulang.


"Fel, luh duduk sama gue aja ya" ucap Clara.


"Terus Naya sama siapa?" tanya Felisa.


"Sama Lia lah" ucap Clara.


"Luh udah bilang belum sama Naya?" tanya Felisa.


"Belum" ucap Clara.


"Ya udah kalau luh mau sama Felisa gak apa-apa kok, gue duduk sama Lia aja" ucap Naya yang baru keluar dari tenda.


Kemudian Lia pun segera keluar dari tenda.


"Lia ayo ke bis" ajak Naya.


Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju bis.


Setelah selesai beres-beres, Ana pun segera keluar dari tenda.


"Na, luh duduk sama Lino kan?" tanya Felisa.


"Iya" ucap Ana.


"Di bis mana?" tanya Felisa.


"Di bis 2" jawab Ana.


"Fel, kita pindah bis aja yuk" ucap Clara.


"Emang bisa pindah?" tanya Felisa.


"Bisa lah" ucap Clara.


"Tapi Naya sama Lia gimana?" tanya Felisa.


"Ya gak apa-apa, lagian kan mereka berdua ini" ucap Clara.


"Ya udah deh" ucap Felisa.


Lalu mereka bertiga pun segera menuju bis 2.


Drrttt


Ana pun segera membuka pesan masuk dari Lino.


Lino :


Kalau kamu udah di bis, tempati kursi yang paling belakang


^^^Ana :^^^


^^^Iya^^^


Setelah sampai di bis, Ana pun langsung duduk di kursi yang paling belakang.


"Na, luh ngapain duduk dipaling belakang?" tanya Clara.


"Soalnya Lino pingin dibelakang" ucap Ana.


"Pasti kalian gak pingin keganggu ya? makanya duduk dibelakang" ucap Felisa.


"Luh tahu aja" sahut Lino yang baru datang.


Lalu Lino pun segera duduk disebelah Ana.


Kemudian Gilang dan Raka pun segera masuk kedalam bis.


"Luh berdua ngapain di bis ini?" tanya Gilang sambil duduk.


"Soalnya di bis 1 gak seru" ucap Clara.


"Emangnya boleh pindah?" tanya Raka sambil duduk disebelah Gilang.


"Katanya sih boleh" ucap Felisa.


"Kata siapa?" tanya Raka.


"Kata Clara" ucap Felisa.


"Emang boleh, Ra?" tanya Raka.


"Gak tahu sih" ucap Clara sambil nyengir.


"Malah nyengir lagi" ucap Gilang.


"Eh, ini kan bangku kita berdua" ucap dua orang cewek.


"Hayo loh" ucap Raka dan Gilang bersamaan.


"Luh berdua di bis 1 aja sana, soalnya disana banyak cowok ganteng" bohong Clara.


"Serius?" tanya cewek tersebut.


"Iya, banyak banget" ucap Clara.


"Ya udah deh" ucap cewek itu.


Lalu dua orang perempuan itu segera pergi ke bis 1.


"Perasaan gak ada yang ganteng deh" ucap Felisa.


"Kan gue tadi ngebohong" ucap Clara.


"Luh berdua kesini gara-gara pingin ketemu gue kan? ngaku luh" ucap Gilang dengan percaya diri.


"Idih percaya diri banget luh" ucap Clara.


"Yang didepan bisa gak jangan berisik?" ucap Lino.


"Wih ada yang mojok nih" sindir Gilang.


"Kalau mojok emang kenapa? masalah buat luh?" ucap Lino.


"Ya gak apa-apa sih" ucap Gilang sambil nyengir.


****


"Nih" ucap Lino sambil memberikan nasi goreng kepada Ana.


"Kamu pasti belum makan kan?" tanya Lino.


"Iya belum" ucap Ana.


"Ya udah nih ambil" ucap Lino.


"Kamu udah makan?" tanya Ana.


"Udah, tadi sebelum kesini aku makan dulu" bohong Lino.


"Oh gitu" ucap Ana.


"Ya udah cepet ambil" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera mengambil sterofoam yang berisi nasi goreng.


"Makasih" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino sambil tersenyum.


"Oh iya, nih sendok nya" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera mengambil sendok tersebut.


"Aku makan ya" ucap Ana.


"Iya silahkan" ucap Lino sambil tersenyum.


Lalu Ana pun segera memakan nasi goreng tersebut.