
"Na, luh tahu gak?" tanya Clara.
"Tahu apa?" tanya Ana.
"Tapi jangan dikasih tahu ke siapa-siapa lagi ya" ucap Clara.
"Iya, emang apaan sih?" tanya Ana penasaran.
"Sebenernya Naya sama Bagas itu bukan saudara kandung" ucap Clara.
"Hah?" ucap Ana sedikit terkejut.
"Jadi setelah mamah Bagas meninggal, papah Bagas nikah lagi sama mamahnya Naya" ucap Clara lagi.
"Luh tahu dari siapa, Ra?" tanya Ana.
"Gue tahu dari mamah gue, soalnya mamah gue itu temennya mendiang mamahnya Bagas" ucap Clara.
"Temen-temen yang lain tahu gak?" tanya Ana.
"Enggak, cuma gue sama luh yang tahu" ucap Clara.
"Tapi kok mereka gak pernah bilang ya bahwa mereka saudara tiri" heran Ana.
T**rining... Trining
Ana pun segera melihat ponselnya, dan ternyata ada telepon dari Lino.
"Siapa, Na?" tanya Clara.
"Lino" ucap Ana.
"Ya udah cepet angkat" ucap Clara.
"Enggak ah!" ucap Ana.
"Katanya suka tapi kok gak diangkat" ucap Clara.
"Sini biar gue aja yang angkat" ucap Clara.
"Jangan diangkat, Ra" ucap Ana.
"Kenapa sih gak boleh diangkat?" tanya Clara.
"Luh berantem sama Lino?" tanya Clara lagi.
"Enggak" kata Ana.
"Terus kenapa gak diangkat teleponnya?" tanya Clara.
Ana pun langsung terdiam.
"Ya udah sama luh aja angkat teleponnya, tapi kalau Lino nanyain gue nanti luh bilangin ke Lino kalau gue ada dikamar mandi" ucap Ana sambil memberikan ponselnya.
Clara pun segera mengambil ponsel Ana, lalu ia pun langsung mengangkat panggilan telepon dari Lino.
"Hallo, Na" ucap Lino.
"Ini Clara, bukan Ana" ucap Clara.
"Bukannya ini nomer telepon Ana ya" bingung Lino.
"Iya emang ini nomer telepon Ana" kata Clara.
"Terus kenapa luh yang jawab?" tanya Lino.
"Soalnya Ana nya lagi ke kamar mandi, jadi gue angkat deh telepon dari luh" ucap Clara berbohong.
"Oh gitu" ucap Lino.
"Luh mau ngapain telepon Ana?" tanya Clara.
"Kepo banget luh jadi orang" ucap Lino.
"Nanti kan biar gue sampein ke Ana nya" ucap Clara.
"Gak usah! biar gue aja yang bilang langsung" ucap Lino.
"Bilang apa sih kayaknya penting banget" ucap Clara.
"Luh bisa gak sih gak usah kepo" ucap Lino.
"Atau jangan-jangan luh mau nembak Ana ya?" tanya Clara.
"Ana nya mana sih? kok lama banget" ucap Lino mengalihkan pembicaraan.
"Udah gue bilang dia ada dikamar mandi" ucap Clara.
"Kok lama banget sih" heran Lino.
"Soalnya dia kalau dikamar mandi suka konser nyanyi, jadi lama banget" ucap Clara berbohong.
"Dia lagi mandi?" tanya Lino.
"Iya" ucap Clara.
"Ya udah deh, gue tutup dulu teleponnya. Biar nanti aja gue telepon lagi" ucap Lino.
Lino pun segera mematikan panggilan teleponnya.
"Nih, Na" ucap Clara sambil memberikan ponsel milik Ana.
Ana pun segera mengambil ponselnya itu.
"Ada apa sih Lino nelpon luh? gue jadi penasaran nih" ucap Clara.
"Sebenernya tadi waktu pulang sekolah, Bagas berantem sama Lino" ucap Ana.
"Berantem?" tanya Clara memastikan.
"Iya, gara-gara gue" ucap Ana.
"Tadi habis pulang sekolah, Bagas nampar gue. Terus Lino marah sama Bagas dan Lino langsung nonjok Bagas" ucap Ana.
"Kurang ajar banget tuh si Bagas" ucap Clara.
"Ra" panggil Ana.
"Kenapa?" tanya Clara.
"Tadi pas Bagas sama Lino berantem, Lino sempet bilang didepan Bagas sama gue bahwa dia suka sama gue" jelas Ana.
"Tapi gue masih ragu, soalnya kayaknya tadi dia ngomong gitu itu cuma biar Bagas gak ganggu gue lagi" ucap Ana.
"Tapi kayaknya Lino emang suka deh sama luh" kata Clara.
"Luh inget gak waktu luh mohon ke Lino buat maafin Raka?" tanya Clara.
"Iya inget" ucap Ana.
"Nah Lino tuh jarang tahu mau nurutin apa kata orang" ucap Clara.
"Bahkan waktu itu ada guru nyuruh sesuatu ke Lino, terus Lino gak mau nurutin apa kata guru itu. Padahal guru itu cuma nyuruh ngambil absenan di ruang guru tapi dia gak mau. Terus Lino bilang, bapak kan masih punya kaki ngapain nyuruh orang" ucap Clara.
"Lino bilang gitu?" tanya Ana.
"Iya, terus dia dihukum deh gara-gara bilang kayak gitu" ucap Clara.
"Gak ada akhlak banget ya Lino" ucap Clara sambil tertawa kecil.
"Iya bener, gak ada akhlak banget" ucap Ana sambil tertawa.
"Makanya itu gue bingung kok dia mau nurutin permintaan luh sih. Dan waktu itu gue punya feeling bahwa Lino suka sama luh" jelas Clara.
"Ra, luh tahu gak?" tanya Ana.
"Tahu apa?" tanya Clara.
Ana pun langsung tertawa, padahal dia belum ngomong ke Clara.
"Luh kenapa sih? belum ngomong kok udah ketawa duluan" ucap Clara.
"Luh mau tahu gak, hal yang lebih parah yang Lino lakuin" ucap Ana.
"Apaan tuh?" tanya Clara.
"Lino pernah taruhan balapan, terus dia menang. Lalu uangnya dia beliin makanan dan minuman untuk anak-anak panti asuhan" ucap Ana.
"Anjir, gak ada akhlak banget tuh orang" ucap Clara sambil tertawa.
"Oh iya, nanti luh ikut camping gak hari Sabtu?" tanya Clara.
"Mau lah, lagian gue bosen di rumah" ucap Ana.
"Nanti waktu di bis, gue duduknya sama luh ya" ucap Clara.
"Iya" ucap Ana.
Trining...trining
Ana pun langsung melihat kearah ponselnya.
"Siapa lagi yang telpon?" tanya Clara.
"Lino telpon gue lagi" ucap Ana.
"Ya udah angkat aja kali, Na! nanti dia curiga, soalnya masa luh masih ada dikamar mandi sih" ucap Clara.
"Ya udah deh, gue angkat aja" ucap Ana.
Ana pun segera mengangkat panggilan telepon dari Lino.
"Hallo" ucap Ana.
"Na, luh gak marah kan sama gue?" tanya Lino.
"Gak tahu" ucap Ana singkat.
"Jangan marah dong" ucap Lino.
"Ya udah gue bakal jawab deh, sebenarnya gue itu emang suka sama luh" ucap Lino.
Ana pun langsung tersenyum.
"Luh kenapa senyum-senyum" ucap Clara pelan namun tidak dijawab oleh Ana.
"Beneran?" tanya Ana.
"Enggak" ucap Lino.
Ekspresi Ana pun langsung cemberut.
"Ya iyalah beneran, masa gue bohong" ucap Lino.
Lalu Ana pun tersenyum kembali setelah mendengar ucapan tersebut.
"Oh iya nanti malam luh sibuk gak?" tanya Lino.
"Enggak" ucap Ana.
"Luh mau ngajakin gue main ya?" tanya Ana memastikan.
"Enggak kok, percaya diri banget luh" ucap Lino.
"Oh gitu" ucap Ana dengan nada kesal.
"Bercanda kok, ya udah luh mau main kemana? nanti malam gue ke rumah luh" ucap Lino.
"Gak usah! gue sibuk" kesal Ana.
"Katanya tadi gak sibuk" ucap Lino.
Ana pun tidak menjawab ucapan Lino.
"Ya udah deh, gue malam mau main sama cewek lain aja kalau luh nya lagi sibuk" ucap Lino.
"Jangan!" ucap Ana.
"Katanya kan luh nya sibuk" ucap Lino.
"Gak sibuk kok" ucap Ana.
"Ya udah nanti malam gue ke rumah luh ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lino pun segera mematikan panggilan teleponnya.