ARLINO

ARLINO
Episode 227



Sesudah berganti pakaian, Lino segera menghampiri Ana yang berada di ruang tengah.


Sesampainya di ruang tengah, Lino segera duduk disebelah Ana.


"No, aku ikut ke toilet ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Ana segera pergi menuju toilet.


Sesudah dari toilet, Ana segera kembali ke ruang tengah.


Ting


Lino langsung melihat kearah ponsel Ana dan ternyata ada pesan dari Bagas.


"Na" panggil Lino.


"Ada apa, No?" ucap Ana sambil duduk disebelah Lino.


"Itu ada pesan dari Bagas" ucap Lino sedikit cemburu.


Ana segera mengambil ponselnya yang berada di meja. Kemudian ia langsung membuka isi chatnya.


"Apa katanya?" tanya Lino.


"Ini Bagas kasih tahu bahwa kado yang dikolong meja itu dari dia" ucap Ana.


"Terus dia bilang apa lagi?" tanya Lino.


"Dia nanya kalau aku suka atau enggak sama kado pemberian dia" jelas Ana.


"Terus kamu balas nya apa?" tanya Lino.


"Ya aku balas suka lah, No! kan gimana pun itu pemberian dari orang, jadi kita harus bilang suka" ucap Ana.


"Kamu cemburu ya kalau aku dikasih kado sama Bagas?" tanya Ana.


"Enggak kok" ucap Lino.


"No" panggil Ana.


"Ada apa, Na?" kata Lino.


"No, kue ulang tahun aku masih ada gak?" tanya Ana.


"Masih ada kok. Emangnya kenapa?" ujar Lino.


"Aku mau dong" ucap Ana.


"Ya udah ambil aja sana dikulkas" ucap Lino.


Lalu Ana segera pergi menuju dapur.


Setelah mengambil kue, Ana segera kembali lagi menghampiri Lino.


"No" panggil Ana.


"Iya, kenapa lagi?" tanya Lino.


"Kita nonton film yuk!" ajak Ana.


"Mau nonton film apa, Na?" tanya Lino.


"Hmm...terserah kamu aja deh" ucap Ana.


"Nonton film hantu mau gak?" tanya Lino.


"Mau! udah lama soalnya gak nonton film hantu" ucap Ana.


"Ya udah tunggu sebentar ya, aku mau ambil laptop dulu" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Lino segera pergi menuju kamarnya.


Tingtong...tingtong


Ana segera pergi keluar untuk menemui orang yang membunyikan bel rumah Lino.


Sesampainya diluar, Ana segera membukakan pagar rumah Lino.


Pada saat dibuka, ternyata orang yang menekan bel adalah Cindy.


"Eh Cindy" ucap Ana.


"Ada apa ya, Cin?" tanya Ana.


"Gue mau kasih ini buat Lino, Na" ucap Cindy.


"Ya udah sini biar gue kasih ke Lino" ucap Ana.


"Ini" ucap Cindy sambil memberikan makanan tersebut kepada Ana.


"Oh iya, kita berdua lagi mau nonton film hantu. Luh mau ikutan nonton film hantu bareng kita gak?" ucap Ana.


"Mau dong! soalnya gue bosen banget di rumah" ucap Cindy.


"Ya udah kalau gitu ayo masuk, Cin" ucap Ana.


Akhirnya Ana dan Cindy segera masuk kedalam rumah.


"No, ini dari Cindy" ucap Ana sambil memberikan makanan kepada Lino.


"Baik banget luh ngasih makanan mulu" ucap Lino.


"Btw makasih ya, Cin" ucap Lino.


"Iya sama-sama, No" ucap Cindy.


"Oh iya, No! katanya Cindy pingin ikut nonton film hantu bareng kit. Soalnya dia bosen katanya kalau di rumah" ucap Ana.


"Ya udah ayo nonton bareng-bareng aja" ucap Lino.


"Oh iya, Na! tolong nyalain laptop aku ya. Aku mau nyimpen ini dulu" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lino segera pergi ke dapur untuk menyimpan makanan pemberian dari Cindy.


Sesudah menyimpan makanan, Lino segera kembali menghampiri Ana dan juga Cindy.


"Terserah kamu aja" ucap Lino.


"Aku gak tahu yang mana yang seru" ucap Ana.


"Yang ini mau gak?" tunjuk Lino.


"Enggak ah! itu kayaknya terlalu serem" ucap Ana.


"Namanya juga film hantu, ya pasti serem lah" ucap Ana.


"Yang ini aja gimana, No?" tunjuk Ana.


"Iya terserah kamu aja" ucap Lino.


"Cin, yang ini aja ya film nya" ucap Ana.


"Iya" ucap Cindy.


Lalu mereka bertiga segera duduk dilantai sambil menonton film hantu.


"No" panggil Cindy.


Lino langsung melihat kearah Cindy.


"Kenapa?" tanya Lino.


"No, orang tua luh mana? kok gue gak pernah lihat" tanya Cindy.


"Gue sama orang tua gue beda rumah" ucap Lino.


"Kenapa beda rumah?" tanya Cindy.


"Soalnya gue pingin mandiri" ucap Lino.


"Oh gitu" ucap Cindy.


"Dari kapan luh tinggal sendiri?" tanya Cindy.


"Dari kelas sepuluh" ucap Lino.


"Luh gak bosen apa sendiri dirumah" ucap Cindy.


"Enggak, soalnya temen-temen gue sama Ana suka main kesini. Jadinya gak bosen" ucap Lino.


Setelah selesai menonton film, Cindy langsung berpamitan kepada Ana dan Lino.


"Oh iya, No! aku pingin ngomong sesuatu sama kamu" ucap Ana.


"Kamu mau ngomong apa, Na?" tanya Lino.


"Tapi kamu jangan marah ya, No" ucap Ana.


"Emang kamu mau ngomong apa sih?" tanya Lino penasaran.


"Sebenernya aku waktu itu ngasih nomer teleponnya Acha ke Raka. Soalnya Raka pingin deketin Acha lagi" ucap Ana.


"Iya terus kenapa?" tanya Lino.


"Gak apa-apa kan kalau Raka deketin Acha lagi?" ucap Ana.


"Ya gak apa-apa lah, lagian kan aku sama Acha udah gak ada hubungan apa-apa" ucap Lino.


"Kamu gak marah, No?" tanya Ana.


"Enggak kok, lagian kan sekarang pacar aku tuh kamu bukan Acha" ucap Lino.


"No, kamu masih ada rasa gak sih ke Acha" ucap Ana.


"Udah gak ada, Na" ucap Lino terus terang.


"Serius?" tanya Ana.


"Iya serius. Aku udah gak ada rasa kok sama Acha" ucap Lino.


"Udah gak ada rasa sedikitpun kan?" tanya Ana.


"Iya, udah gak ada kok" ucap Lino.


"Jadi kamu gak usah cemburu lagi ya sama Acha" ucap Lino.


"Aku gak cemburu kok" ucap Ana.


"Masa?" tanya Lino.


"Beneran" ucap Ana.


"Bodo!" ucap Lino sambil tertawa.


"Ih nyebelin banget sih" ucap Ana sedikit kesal.


"Oh iya! kamu mau pulang kapan, Na?" tanya Lino.


"Aku mau pulang sekarang aja deh" ucap Ana.


"Ya udah ayo pulang" ucap Lino.


Ana dan Lino segera pergi keluar. Lalu Lino segera menutup pintu rumahnya. Setelah itu, Lino segera menaiki motornya.


"Ayo cepet naik!" perintah Lino.


"Sebentar, aku mau pake sepatu dulu" ucap Ana.


Setelah selesai memakai sepatu, Ana langsung pergi menghampiri Lino dan ia segera naik ke motor Lino.


Setelah Ana naik, Lino langsung melajukan motornya menuju rumah Ana.


Sesampainya di rumah, Ana segera turun dari motor Lino.


"Aku pulang dulu ya, Na" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Hati-hati ya, No" ucap Ana lagi.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Lino segera melajukan motornya menuju rumahnya.


Setelah Lino pergi, Ana segera masuk kedalam rumahnya.