ARLINO

ARLINO
Episode 82



Lalu mereka pun segera menikmati makanan dan minuman tersebut.


"No" panggil Ana.


"Kenapa? pahit ya?" tanya Lino.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


"Ya udah aku pesenin lagi ya" ucap Lino.


"Gak usah" ucap Ana.


"Mas" panggil Lino lagi.


"Gak usah, No" ucap Ana.


Lalu pelayan tersebut kembali menghampiri Ana dan Lino.


"Saya pesen minuman rasa coklat ya" ucap Lino.


"Baik, kak" ucap pelayan tersebut.


"Ada lagi, kak?" tanya pelayan itu.


"Udah itu aja" ucap Lino.


Lalu pelayan tersebut pun segera pergi untuk membuatkan minuman rasa coklat.


"Kok kamu tahu sih aku suka coklat" ucap Ana.


"Ya tahu lah" ucap Lino.


"Ya udah siniin americano yang kamu, soalnya sayang kalau gak diminum" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera memberikan americano tersebut kepada Lino.


"Kamu kok minumnya kayak yang gak pahit sih" ucap Ana.


"Iya soalnya aku minumnya sambil lihatin kamu, jadi gak pahit" ucap Lino.


Lalu Ana pun langsung tersenyum saat mendengar ucapan Lino.


Lalu pelayan cafe tersebut kembali menghampiri Ana dan Lino. Lalu pelayan tersebut meletakkan minuman coklat tersebut diatas meja.


"Makasih" ucap Ana kepada pelayan tersebut.


"Iya" kata pelayan tersebut.


Lalu pelayan cafe itu pun segera pergi.


Kemudian Ana pun segera meminum minuman rasa coklat itu.


Lalu Lino pun langsung tersenyum saat melihat bibir Ana.


"Kenapa?" tanya Ana.


"Kamu belepotan minumnya" ucap Lino.


Lalu Lino pun segera mengelap bibir Ana dengan menggunakan jarinya.


"Makasih" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


Setelah selesai makan dan minum, mereka berdua pun segera pergi dari cafe tersebut.


"Sekarang mau kemana lagi?" tanya Lino.


"Hmm...terserah" ucap Ana.


"Terserah? dimana tuh tempatnya?" canda Lino.


"Maksud aku tuh, terserah kamu" ucap Lino.


"Kalau ke time zone mau gak?" tanya Lino.


"Mau" ucap Ana.


"Ya udah kita kesana ya" ucap Lino.


Lalu Lino pun segera melajukan motornya menuju timezone.


Setelah sampai di Timezone, mereka pun segera turun dari motor dan langsung masuk kedalam Timezone.


Kemudian mereka berdua pun segera membeli koin untuk bermain. Setelah selesai, mereka berdua pun segera menuju permainan bola basket.


"Kita tanding yuk! yang kalah nanti harus nurutin perkataan yang menang" ucap Lino.


"Enggak ah! nanti aku kalah" ucap Ana.


"Dasar pesimis" ledek Lino.


"Siapa yang pesimis" ucap Ana.


"Ya kamu lah" ucap Lino.


"Ya udah deh iya" ucap Ana.


Lalu mereka berdua pun langsung memasukan koin kedalam mesin permainan bola basket secara bersamaan.


Mereka pun berlomba-lomba untuk memasukan bola basket tersebut kedalam ring.


Karena skor Ana jauh dari skor Lino, Ana pun mempunyai suatu ide dan ia pun langsung duduk diatas mesin tersebut agar lebih mudah memasukan bolanya.


"Ih kamu curang" ucap Lino.


"Aku gak curang" ucap Ana yang terus-menerus memasukan bola basket tersebut.


Akhirnya permainan bola basket pun selesai dan dimenangkan oleh Ana.


"Yeay! aku menang" ucap Ana.


"Kamu curang" ucap Lino.


"Aku gak curang kok" kata Ana.


"Kamu curang, tadi kan kamu naik ke mesin bola basketnya" ucap Lino.


"Tapi kan tadi gak ada persyaratannya, jadi aku bebas dong mau ngelakuin apa aja" ucap Ana.


"Dasar licik" ucap Lino.


"Aku bukan licik tapi cerdik" ucap Ana sambil nyengir.


"Ya udah, terus kamu mau apa? nanti biar aku turutin" ucap Lino.


"Hmm...apa ya? aku gak bisa mikir" ucap Ana.


"Katanya cerdik tapi gitu aja gak bisa mikir" ucap Lino sambil tersenyum.


"Mau apa?" tanya Lino.


"Mauuuu" Ana pun masih berpikir.


"Mau cium?" tanya Lino.


"Enggak!" ucap Ana.


"Itu sih kemauan kamu" ucap Ana.


Lino pun hanya tertawa kecil karena mendengar ucapan Ana.


"Terus mau apa?" tanya Lino.


"Nanti aja deh, soalnya aku belum tahu apa kemauan aku" ucap Ana.


"Ya udah, berarti gak jadi ya" ucap Lino.


"Ih gak boleh gitu dong" ucap Ana.


"Ya udah cepet kasih tahu sekarang" ucap Lino.


"Hmm...aku mau seharian ini kamu panggil aku dengan sebutan sayang" ucap Ana.


Lalu Lino pun hanya tersenyum karena mendengar ucapan Ana.


"Eh gak jadi deh" ucap Ana karena takut Lino jadi ilfeel padanya.


"Aduh kenapa gue ngomong gitu sih" batin Ana.


"Kenapa gak jadi?" tanya Lino sambil menahan senyumannya.


"Enggak apa-apa" ucap Ana.


"No, kesana yuk" ucap Ana agar mengalihkan pembicaraan.


"Ya udah ayo" ucap Lino.


Lalu mereka pun segera menuju mesin capit boneka.


"Ih lucu banget bonekanya" ucap Ana.


"Yang mana?" tanya Lino.


"Yang itu" tunjuk Ana pada boneka bebek.


"Kamu pingin?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana sambil mengangguk.


Lalu Ana pun segera memasukan koin kedalam mesin capit tersebut dan ia pun langsung memainkannya.


"Yah gak dapet" keluh Ana.


"Tunggu bentar ya, Na" ucap Lino.


"Mau kemana?" tanya Ana.


"Mau kesana bentar" ucap Lino.


"Oh ya udah" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera pergi.


Ana pun terus-terusan memainkan mesin capit tersebut.


Kemudian Lino pun datang bersama seorang pegawai Timezone.


"Mau yang mana?" tanya pegawai Timezone.


"Yang itu" tunjuk Lino pada boneka bebek.


Lalu orang itu pun segera membuka mesin capit tersebut.


"Kenapa, No?" tanya Ana bingung.


"Kamu kan katanya mau boneka" ucap Lino.


"Iya sih, tapi" ucap Ana terpotong.


"Gak apa-apa, kan aku harus turutin apa mau kamu" ucap Lino.


"Ini" ucap pegawai tersebut sambil memberikan boneka kepada Lino.


Lalu pegawai tersebut kembali mengunci mesin capitnya.


"Berapa?" tanya Lino.


"Dua ratus lima puluh ribu" ucap pegawai itu.


Lalu Lino pun segera membayar boneka tersebut.


Kemudian pegawai itu pun segera pergi.


"Nih" ucap Lino sambil memberikan boneka bebek kepada Ana.


"Padahal kamu gak usah repot-repot kayak gitu" ucap Ana.


"Gak repot kok, kan tinggal bayar" ucap Lino.


"Yang ada itu kamu yang repot, lagian mau sampai kapan mainin mesin itu. Belum tentu kan bakal dapet bonekanya" ucap Lino.


"Ya udah nih ambil bonekanya" ucap Lino sambil memberikan boneka tersebut kepada Ana.


"Makasih" ucap Ana sambil mengambil boneka tersebut.


"Iya sama-sama, sayang" ucap Lino dengan sengaja.


"Hah?" ucap Ana tak percaya.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Eng..gak kok" ucap Ana salah tingkah.


"Ya udah kita mau main apa lagi?" tanya Lino.


"Terserah kamu aja" ucap Ana.


"Kesana yuk" tunjuk Lino pada tempat karaoke.


"Ya udah ayo" ucap Ana.


Lalu mereka berdua pun segera menuju tempat karoke yang ada di Timezone tersebut.


Kemudian mereka berdua pun segera masuk kedalam dan langsung duduk di kursi.