ARLINO

ARLINO
Episode 112



Skip


"Guys, kita pulang dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Clara, Lia dan Felisa.


Lalu Ana pun segera menaiki motor Lino.


Setelah itu, Lino pun langsung melajukan motornya menuju rumah Ana.


...****...


Setelah sampai di rumah, Ana dan Lino pun segera turun dari motor.


"Kamu kenapa turun?" tanya Ana.


"Mau nganterin kamu kedalam" ucap Lino.


"Gak usah" ucap Ana.


"Oh iya, nanti malem kamu dibolehin keluar gak sama mamah kamu?" tanya Lino.


"Kayaknya sih dibolehin asalkan kamu ijin dulu ke mamah aku" ucap Ana.


"Oh iya, aku minta nomer mamah kamu dong" ucap Lino.


"Mau ngapain minta nomer mamah aku?" tanya Ana.


"Ya kan buat nanyain kamu" ucap Lino.


"Kan bisa chat aku langsung" ucap Ana.


"Aku minta nomer telepon mamah kamu biar jaga-jaga aja, siapa tahu kan nanti kamu hilang handphone jadi aku bisa ngechat mamah kamu" ucap Lino.


"Jadi kamu nyumpahin handphone aku hilang gitu?" ucap Ana.


"Ya enggak gitu" ucap Lino.


"Ya udah, aku masuk dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Na" panggil Lino.


Lalu Ana pun langsung menoleh kearah Lino.


"Kenapa?" tanya Ana.


"Nanti kalau ada apa-apa, chat aku aja ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Ana pun segera masuk kedalam rumahnya.


Setelah Ana udah masuk kedalam, Lino pun segera menaiki motornya dan ia pun segera pergi menuju rumahnya.


...****...


Malam hari


Tok...tok...tok


Cklek


Pintu pun dibuka oleh mamah Ana.


"Eh Lino, ada apa ya malem-malem kesini?" tanya mamah Ana.


"Saya mau ngajak Ana main tante" ucap Lino.


"No, ayo!" ucap Ana yang datang menghampiri mamah dan Lino.


"Mau main kemana?" tanya mamah.


"Mau ke pasar malem, tan" ucap Lino.


"Ana kan baru aja sembuh, masa udah diajak main sih, No" ucap mamah Ana.


"Ana yang mau main kok, mah. Lagian Ana udah sembuh kok" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu, Lino pulang aja ya tante" ucap Lino.


"Na, mainnya lain kali aja ya" ucap Lino.


"Mah, Ana pingin main sama Lino. Kasihan juga Lino nya udah datang jauh-jauh kesini" ucap Ana.


Mamah Ana pun langsung terdiam.


"Mah, please!" mohon Ana.


"Lain kali aja, Na! yang dibilang mamah kamu kan bener kalau kamu kan baru aja sembuh nanti takutnya jadi sakit lagi kalau main" ucap Lino.


"Tapi aku pingin main" ucap Ana.


"Mainnya di rumah aja" ucap mamah.


"Enggak mau" ucap Ana sambil cemberut.


"Ya udah boleh! asalkan kamu pake jaket" ucap mamah karena ia tidak ingin Ana marah kepadanya.


"Beneran?" tanya Ana.


Mamah Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ana.


"Ya udah kalau gitu Ana mau ambil jaket dulu" ucap Ana.


Lalu Ana pun segera pergi menuju kamarnya untuk mengambil jaket.


"No, nanti jagain Ana ya" ucap mamah Ana.


"Iya, tante! Lino pasti jagain Ana kok" ucap Lino.


"Kalau badannya Ana panas lagi, nanti cepet-cepet pulang ya" ucap mamah Ana.


"Iya tante" ucap Lino.


"Maaf ya, tante! Lino malah ngajak Ana main, padahal kan Ana baru sembuh" ucap Lino merasa bersalah.


"Iya gak apa-apa, lagian dia sembuh juga kayaknya berkat kamu" ucap mamah Ana.


"Enggak kok, tante! Ana sembuh ya karena dirinya sendiri" ucap Lino.


"No, makasih ya udah bikin Ana bahagia" ucap mamah Ana.


"Tante mohon sama kamu, jangan bikin Ana sakit hati ya. Soalnya Ana udah ngalamin sakit hati dalam urusan keluarga dan tante gak pingin dia sakit hati dalam urusan percintaannya" kata mamah Ana.


"Iya, tante! Lino bakal bikin Ana bahagia terus kok" ucap Lino.


"Ayo, No" ucap Ana yang baru datang.


"Tante, Lino ijin ajak main Ana ya" ucap Lino sambil mengecup tangan mamah Ana.


"Iya, tante ijinin, tapi pulangnya jangan diatas jam dua belas ya" ucap mamah Ana.


"Iya tante, kita gak bakal pulang jam segitu kok" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu Ana pergi dulu ya, mah" ucap Ana sambil mencium tangan mamahnya.


"Iya" ucap mamah.


"Ya udah kita pergi dulu ya, tante" ucap Lino.


"Iya" ucap mamah Ana.


Lalu Lino dan Ana pun segera pergi menghampiri mobil milik Lino.


"Gak naik motor, No?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Lino sambil membukakan pintu untuk Ana.


"Kenapa gak naik motor?" tanya Ana.


"Kalau naik motor nanti kamu masuk angin" jelas Lino.


"Ya udah cepet masuk" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera masuk kedalam mobil.


Setelah Ana masuk kedalam mobil, Lino pun langsung menutup pintu mobil.


Kemudian Lino pun segera masuk kedalam mobil.


"Pasang seatbelt nya" perintah Lino.


Lalu Ana pun segera menuruti perintah Lino.


Kemudian Lino pun segera melajukan mobilnya menuju pasar malam.


"Kirain aku kamu mau ngajak aku ke taman" ucap Ana.


"Tadinya emang aku mau ngajak ke taman. Tapi saat aku lihat ada pasar malam, aku jadi pingin kesana" ucap Lino.


"Kamu pernah ke pasar malam sama Acha gak?" tanya Ana.


"Pernah" ucap Lino.


"Pasti seru ya ke pasar malam sama Acha?" tanya Ana.


Lino pun langsung melihat kearah Ana sekilas.


"Lebih seru bareng kamu kok" ucap Lino.


"Na, mau snack gak?" tanya Lino.


"Mau" ucap Ana.


"Tuh, ambil aja dibelakang" ucap Lino.


"Dimana sih?" bingung Ana.


"Dibelakang kursi kamu" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera membuka seatbelt nya dan ia pun segera mengambil snack tersebut.


Kemudian ia pun segera duduk kembali.


"Pake lagi seatbelt nya" suruh Lino.


"Enggak ah" ucap Ana sambil memakan snack.


Lalu Lino pun segera memberhentikan mobilnya.


"Bandel banget sih, cepet pake" ucap Lino dengan lembut.


"Pakein" ucap Ana.


"Manja banget sih pacar gue" ucap Lino.


Ana pun hanya tersenyum karena mendengar ucapan Lino.


Lalu Lino pun segera memasangkan seatbelt Ana.


Setelah itu, Lino pun segera duduk kembali dikursi nya. Lalu ia pun kembali melajukan mobilnya.


"No, mau gak?" tanya Ana sambil memberikan snack yang ia pegang.


"Enggak, kan itu dari aku masa dikasih lagi ke aku" ucap Lino.


"Siapa tahu kan kamu mau" ucap Ana.


"Aku gak mau, tapi kalau disuapin aku mau" canda Lino.


Lalu Ana pun segera mendekatkan snack tersebut pada mulut Lino.


"Aaa" perintah Ana agar Lino membuka mulut.


Lalu Lino pun segera memakan snack tersebut.


"Mau lagi?" tanya Ana.


"Udah aja" ucap Lino.


"No, ada air mineral gak?" tanya Ana.


"Ada" ucap Lino.


"Mana?" tanya Ana.


"Itu di pintu mobil sebelah kamu" ucap Lino.


"Oh iya" ucap Ana.


"Aku mau ya" ucap Ana.


"Iya boleh" ucap Lino.