ARLINO

ARLINO
Episode 165



"Kenapa, Na?" tanya Lino.


"Mamah nyuruh aku buat belanja bahan-bahan makanan" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu nanti biar aku anter ya" ucap Lino.


"Gak usah, lagian aku bisa belanja sendiri kok" ucap Ana.


"Tapi kamu nanti berat bawa belanjaan nya" ucap Lino.


"Gak apa-apa, lagian nanti aku tinggal minta tolong ke tukang ojek buat bawain belanjaannya" ucap Ana.


"Na, kamu marah ya sama aku?" tanya Lino.


"Enggak, No" ucap Ana.


"Terus kenapa kamu gak mau dianter aku?" tanya Lino.


"Kan kamu pasti mau anterin Clara ke rumah kamu, soalnya kan motornya Clara ada di rumah kamu" ucap Lino.


"Ya kan udah dari rumah aku, kita bisa langsung ke supermarket" ucap Lino.


"Nanti aja deh, No. Aku mau pulang dulu soalnya aku pingin istirahat" ucap Ana.


"Ya udah deh kalau itu mau kamu" ucap Lino.


Skip


Akhirnya mereka bertiga telah sampai di rumah Lino.


Lalu Clara segera turun dari mobil dan ia segera masuk ke rumah Lino untuk mengambil motornya.


Setelah mengeluarkan motornya, Clara segera menutup pagar rumah Lino. Kemudian Clara segera menaiki motornya kembali.


"Ana, Lino! gue pulang ya" ucap Clara.


"Iya" ucap Ana dan Lino bersamaan.


"Hati-hati dijalan ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Clara.


Lalu Clara segera melajukan motornya.


Setelah Clara pergi, Lino segera melajukan mobilnya menuju rumah Ana.


"Na, jangan diem mulu dong" ucap Lino.


"Terus aku harus gimana?" tanya Ana.


"Ya ngobrol, biar gak canggung" ucap Lino.


"Kamu aja yang ngobrol, nanti aku dengerin" ucap Ana.


"Tapi aku gak ada topik" ucap Lino.


"Aku juga gak ada topik buat ngobrol, makanya aku diem" ucap Ana.


Ckiiiitttt


Lalu Lino segera mengerem mendadak.


"No! hati-hati dong bawa mobilnya" ucap Ana.


"Maaf, Na" ucap Lino.


"Kalau kamu ngantuk, lebih baik berhenti dulu deh daripada nanti kenapa-napa" ucap Ana.


"Aku tadi gak ngantuk, cuma gak fokus doang" ucap Lino.


Lalu Lino segera melajukan mobilnya kembali.


Sesampainya di rumah, Ana langsung turun dari mobil Lino.


"Na" panggil Lino namun Ana tidak menjawab ucapan Lino.


Kemudian Lino segera turun dari mobilnya dan ia segera mengejar Ana.


Pada saat Ana mau membuka pintu rumahnya, tiba-tiba Lino langsung menarik tubuh Ana dan Lino langsung memeluk Ana.


"Maafin aku ya" ucap Lino.


Tanpa sadar, Ana langsung meneteskan air matanya.


Kemudian Lino segera melepaskan pelukannya.


"Maaf ya" ucap Lino.


Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


Lalu Lino segera menghapus air mata Ana.


"Ana" teriak Raka.


Lalu Raka segera menghampiri Ana dan Lino.


"Na, luh kenapa nangis?" tanya Raka.


"No, dia kenapa?" tanya Raka.


"Aku, masuk dulu" ucap Ana.


Lalu Ana segera masuk kedalam rumahnya.


"No, Ana kenapa?" tanya Raka.


"Dia nangis karena gue" ucap Lino.


"Iya karena apa?" tanya Raka.


"Karena gue peluk Acha" jelas Lino.


"Acha?" bingung Raka.


"Iya Acha, jadi selama ini dia gak meninggal" ucap Lino.


"Terus itu makam siapa?" tanya Raka.


"Mungkin itu makam palsu" ucap Lino.


"Luh serius gak sih?" tanya Raka.


"Serius, Acha emang masih hidup" ucap Lino.


"Tapi dia baik-baik aja kan?" tanya Raka.


"Iya, dia baik-baik aja. Cuma dia jadi hilang ingatan, soalnya dia jadi gak kenal sama gue dan Clara" ucap Lino.


"Emang luh ketemu Acha dimana?" tanya Raka.


"Di pernikahan nya sepupu gue" ucap Lino.


"Kalau Acha masih hidup, terus Ana gimana?" tanya Raka.


"Maksud luh?" bingung Lino.


Lino hanya terdiam.


"Oh iya, gue hampir lupa. Gue tadi di chat mamahnya Ana katanya suruh anterin Ana ke supermarket" ucap Raka.


"Biar gue aja yang anterin dia" ucap Lino.


"Mau sama luh dianterin nya?" tanya Raka.


"Iya sama gue aja" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu nanti anterin dia ya" ucap Raka.


"Iya" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu" ucap Raka.


Lalu Raka segera pergi.


Kemudian Lino segera mengetuk pintu rumah Ana.


"Na, aku masuk ya" teriak Lino.


Lalu Lino segera masuk kedalam rumah Ana.


"Na" teriak Lino.


Akhirnya Lino memutuskan untuk pergi menuju kamar Ana.


Tok...tok...tok


"Na" panggil Lino.


"Aku masuk ya" ucap Lino.


Cklek


Pintu kamar Ana dibuka oleh Lino.


Kemudian Lino melihat Ana yang sedang tertidur sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Lalu Lino segera duduk dipinggir kasur Ana.


"Na" panggil Lino.


Lalu Lino segera menarik selimut yang menyelimuti Ana.


Saat selimutnya dibuka, Lino melihat Ana yang sedang menangis tanpa suara.


Kemudian Lino segera menarik tangan Ana agar Ana duduk.


"Na, maafin aku" ucap Lino merasa bersalah.


"Aku udah maafin kamu kok, No" ucap Ana.


"Kalau kamu marah sama aku, kamu boleh tampar aku kok" ucap Lino sambil mendekatkan tangan Ana pada pipinya.


Ana langsung menggelengkan kepalanya sambil menjauhkan tangannya dari pipi Lino.


"No, kamu masih cinta kan sama Acha?" tanya Ana.


"Kalau kamu masih cinta sama Acha, kamu perjuangin aja Acha" ucap Ana.


"Enggak, Na! kan sekarang aku pacar kamu, jadi aku bakal milih kamu" ucap Lino.


"Tapi Acha juga pacar kamu, kan kamu belum putus sama dia" ucap Ana.


"Na, lebih baik sekarang kita jangan bahas ini ya" ucap Lino.


"Sekarang lebih baik kita ke supermarket yuk! kan mamah kamu nyuruh kamu buat belanja" ucap Lino.


"Aku bisa kesana sendiri kok" ucap Ana.


"Jangan sendiri, nanti kamu berat bawa belanjaan nya" ucap Lino.


"Ya udah ayo, aku temenin kesananya" ucap Lino sambil menarik tangan Ana agar Ana berdiri.


"Ayo" ucap Lino sambil memegang pergelangan tangan Ana.


Akhirnya mereka berdua segera pergi keluar.


Setelah itu, mereka berdua segera menaiki mobil Lino.


"No, kita ke bank dulu. Soalnya aku mau ambil uang" ucap Ana.


"Ya udah" ucap Lino.


Lalu Lino segera melajukan mobilnya menuju bank.


Skip


Setelah sampai, Ana segera turun dari mobil Lino dan ia segera menarik uang di ATM.


Setelah selesai, Ana segera kembali masuk kedalam mobil Lino.


Lalu Lino segera melajukan mobilnya menuju supermarket.


Setelah sampai di supermarket, Ana dan Lino segera turun dari mobil. Kemudian mereka berdua segera masuk kedalam supermarket dan mereka langsung membeli sesuai yang ada di list belanjaan mamahnya Ana.


Setelah selesai, Ana segera membayar belanjaan tersebut.


Setelah itu, Lino segera membawa belanjaan Ana.


Kemudian mereka berdua segera menuju parkiran.


Setelah sampai di parkiran, Lino segera menaruh belanjaan Ana dikursi belakang.


Setelah itu, Ana dan Lino segera masuk kedalam mobil.


"Makasih udah dibawain" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


"Maaf, aku ngerepotin kamu mulu" ucap Ana.


"Enggak kok, lagian aku seneng kalau direpotin kamu" ucap Lino.


"Kita sekarang mau langsung ke rumah atau jalan-jalan dulu?" tanya Lino.


"Ke rumah aja, soalnya aku cape" ucap Ana.


"Ya udah" ucap Lino.


Lalu Lino segera melajukan mobilnya menuju rumah Ana.


Setelah sampai di rumah, Ana dan Lino segera turun dari mobil.


Kemudian Lino segera membawa belanjaan Ana kedalam rumah.


"Ya udah, Na! kalau gitu aku pulang ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.