ARLINO

ARLINO
Episode 245



* Kelas


"Na" panggil Cindy.


"Iya ada apa, Cin?" tanya Ana.


"Gue kan udah bilang jangan terlalu deket sama Clara, Felisa dan Lia" ucap Cindy.


"Luh tenang aja, mereka baik kok. Gak seperti yang luh omongin" ucap Ana.


"Lagian kan luh juga tahu nya dari omongan orang, jadi omongan nya belum tentu bener" ucap Ana.


"Kalau bener gimana?" kata Cindy.


"Gak mungkin lah! orang mereka baik sama gue" ucap Ana.


...****...


Skip


"Na, ayo pulang" ucap Raka.


"Aku mau bareng sama Clara pulang nya" ucap Ana.


"Udah sama gue aja, soalnya mamah luh udah bilang ke gue kalau luh pulangnya harus bareng gue" ucap Raka.


"Ya udah luh bareng Raka aja, Na. Nanti gue, Felisa sama Lia nyusul ke rumah luh" ucap Clara.


"Oh ya udah" ucap Ana.


Akhirnya Ana dan Raka segera pergi menuju parkiran sekolah.


"Ka" panggil Ana.


"Kenapa?" tanya Raka.


"Emang aneh ya kalau manggil aku kamu?" tanya Ana.


"Enggak aneh sih, cuma kalau pake aku kamu kayak orang yang lagi pacaran" ucap Raka.


"Ya udah deh mulai sekarang panggil nya pake luh gue aja" ucap Ana.


"Ya udah ayo naik" ucap Raka sambil menaiki motornya.


Lalu Ana segera menaiki motor.


Setelah itu, Raka segera melajukan motornya menuju rumah Ana.


* Rumah Ana


Setelah sampai rumah, Ana langsung turun dari motor Raka.


"Makasih ya, Ka" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Raka.


"Ya udah gue pulang dulu ya" ucap Raka.


"Iya" ucap Ana.


Raka segera melajukan motornya menuju rumahnya.


Tin...tin


Tin...tin


"Ana" panggil Clara, Lia dan Felisa bersamaan.


"Eh ayo masuk" ucap Ana.


Mereka bertiga segera turun dari motor.


Kemudian Ana dan teman-temannya segera masuk kedalam rumah Ana.


"Kalian duduk dulu ya, gue mau ambil minum dulu" ucap Ana sambil pergi ke dapur.


"Loh! kok Ana manggil nya pake gue, apa jangan-jangan ingatan dia udah kembali lagi ya" ucap Lia.


"Iya juga ya" ucap Clara.


Beberapa menit kemudian, Ana kembali menghampiri teman-temannya.


"Ini diminum dulu" ucap Ana sambil meletakkan air minum dan cemilan di meja.


"Makasih" ucap mereka bertiga.


"Na, luh udah inget lagi ya?" tanya Clara.


"Inget apa?" tanya Ana.


"Ingetan luh udah kembali?" tanya Clara.


"Belum" ucap Ana.


"Terus tadi kenapa luh manggil nya pake gue? bukannya semenjak luh hilang ingatan luh manggilnya aku kamu ya" ucap Lia.


"Soalnya kata Raka kalau panggil aku kamu kayak orang yang lagi pacaran" ucap Ana.


"Oh kirain luh udah inget lagi" ucap Clara.


"Gue belum inget" ucap Ana.


"Guys, gue boleh tanya sesuatu gak?" tanya Ana.


"Mau nanya apa?" tanya Lia, Clara dan Felisa.


"Emang bener ya kalau gue penyebab sahabat kalian meninggal?" tanya Ana.


Sontak Lia langsung terdiam karena ia merasa bersalah sebab waktu itu Lia menyalahkan Ana atas kematian Naya.


"Enggak kok, Na" ucap Clara.


"Beneran bukan gue kan penyebabnya?" tanya Ana lagi.


"Iya bukan luh kok" ucap Lia.


"Syukur deh kalau bukan gue penyebabnya. Soalnya gue takut banget kalau gue ngelakuin hal buruk dimasa lalu" ucap Ana.


"Guys! lebih baik kita nonton film yuk" ajak Clara.


"Ayo" ucap Ana, Lia dan Felisa.


"Ya udah kalau gitu nonton nya di kamar gue aja yuk" ucap Ana.


"Ayo" ucap mereka bertiga.


"Oh iya, tolong bantuin bawa air minum sama cemilan nya" ucap Ana.


Lia, Clara dan Felisa membantu Ana membawa air minum dan cemilan.


Lalu mereka segera menuju kamar Ana.


* Kamar Ana.


"Ini guys laptop nya, nanti cari aja ya film nya sama kalian" ucap Ana sambil meletakkan laptop nya di meja.


"Oke" ucap mereka bertiga.


Ana segera mengambil pakaiannya, lalu ia segera berganti pakaian di kamar mandi.


Setelah selesai berganti pakaian, Ana kembali menghampiri teman-temannya.


"Drama Korea ya?" tanya Ana memastikan.


"Iya" ucap Clara yang sedang fokus menonton.


"Kenapa, Na?" tanya Lia saat melihat Ana yang sedang memegang kepalanya.


"Na, kepala luh sakit lagi ya?" tanya Clara.


"Iya, sedikit pusing" ucap Ana.


Lalu Felisa langsung menghampiri meja yang berada disebelah kasur Ana. Kemudian Felisa segera mengambil obat Ana.


"Ini minum dulu obatnya" ucap Felisa.


"Makasih, Fel" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Felisa.


Ana segera meminum obat tersebut.


"Na, lebih baik luh istirahat aja" cemas Lia.


"Enggak ah, lagian gue gak apa-apa kok. Cuma tadi gue kayak keinget sesuatu gitu makanya kepala gue sedikit pusing" ucap Ana.


"Keinget apa?" tanya Felisa.


"Gue juga gak tahu, tapi tadi kayak dejavu gitu" ucap Ana.


"Ya pasti dejavu lah! kan luh pernah nonton drakor bareng gue" ucap Clara.


"Iya mungkin dejavu karena itu kali ya" ucap Ana.


Kemudian Lia, Clara dan Felisa melanjutkan menonton drakor tersebut. Sedangkan Ana, ia hanya melihat-lihat ponselnya.


"Kata mamah katanya gue sahabatan sama Raka dari kecil. Tapi kok lebih banyak foto gue sama Lino dibanding foto gue sama Raka" batin Ana.


Ana membuka video dirinya dan Lino diponselnya.


Di video tersebut memperlihatkan Ana dan Lino yang sedang berada didalam mobil.


"Ganteng banget pacar aku"


"Enggak, aku jelek"


"Ganteng kok"


"Udah jangan di video, Na!"


Sontak Lia, Clara dan Felisa langsung melihat kearah Ana karena mendengar suara Lino dan Ana.


"Pacar?" ucap Ana sedikit terkejut.


"Jadi gue sama Lino pacaran?" tanya Ana kepada teman-temannya.


Mereka bertiga hanya terdiam.


"Guys, jawab!" ucap Ana.


"Lebih baik luh tanya mamah luh aja deh, jangan tanya kita" ucap Clara.


"Kenapa harus tanya mamah?" ucap Ana.


"Na, kayaknya gue harus pulang dulu deh. Soalnya gue takut dimarahin sama papah gue karena belum ijin" ucap Lia.


"Iya, gue juga pulang dulu ya. Soalnya gue mau jalan-jalan sama Gilang" ucap Felisa.


"Ya udah gue juga mau pulang ya, Na" ucap Clara.


"Kalian kok buru-buru banget sih" ucap Ana.


"Iya, soalnya kita pingin cepet pulang" ucap Clara.


"Ya udah, Na! kita bertiga pulang dulu ya" ucap Felisa.


"Iya" ucap Ana.


"Hati-hati ya bawa motornya" ucap Ana.


"Iya" ucap mereka bertiga.


Kemudian 0Ana langsung mengantarkan teman-temannya keluar.


"Na, kita bertiga pulang dulu ya" ucap Clara.


"Iya" ucap Ana.


Akhirnya mereka bertiga segera pulang.


Setelah mereka pulang, Ana segera masuk kedalam rumahnya.


"Kayaknya emang bener deh kalau aku sama Lino itu pacaran. Soalnya mana mungkin sahabat deket banget kayak gitu, mana aku manggil dia pacar lagi" gumam Ana.


Setelah itu, Ana segera pergi menuju kamarnya, lalu ia segera membereskan gelas-gelas yang telah digunakan dirinya dan teman-temannya.


Lalu Ana segera pergi menuju dapur untuk mencuci gelas-gelas itu.


Sesudah mencuci gelas-gelas, Ana kembali menuju kamarnya.


Ketika di kamar, Ana terus melihat video-video di handphone nya.


"Kenapa gak dari kemarin aja ya aku buka video-video nya" gumam Ana sambil melihat-lihat video yang ada di ponselnya.


...****...


Malam hari


Tok...tok...tok


Ana mengetuk pintu kamar mamahnya.


Cklek


Mamah Ana langsung membuka pintu kamarnya.


"Ada apa sayang?" tanya mamah.


"Mah, Ana sama Lino itu pacaran kan?" tanya Ana.


"Enggak, kamu sama Lino cuma sahabatan" ucap mamah.


"Terus ini apa?" tanya Ana sambil menunjukkan video kepada mamahnya.


Mamah hanya terdiam saat Ana menunjukkan video tersebut.


"Mamah kenapa nyembunyiin fakta bahwa Ana sama Lino pacaran?" tanya Ana.


"Mamah kayak gitu karena mamah gak pingin kamu main mulu sama Lino. Soalnya mamah takut kamu kenapa-napa lagi" ucap mamah terus terang.


"Emang Ana sering banget ya main sama Lino nya?" tanya Ana.


"Iya, kamu hampir setiap hari main sama Lino" ucap mamah.


"Ya udah deh kalau gitu mulai sekarang Ana bakal jadi anak rumahan aja, biar mamah gak khawatir" ucap Ana sambil tersenyum.


"Maafin mamah ya karena udah bohongin kamu" ucap mamah.


"Iya gak apa-apa, mah" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu Ana ke kamar dulu ya, soalnya Ana ngantuk pingin tidur" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


Lalu Ana segera pergi menuju kamarnya.


Setelah sampai kamar, Ana langsung membaringkan tubuhnya dikasur.