ARLINO

ARLINO
Episode 84



Pagi hari


Ana pun sarapan pagi bersama mamah dan papahnya.


"Ana, kamu gak sekolah?" tanya papah.


"Gak" ucap Ana singkat.


"Kenapa gak sekolah?" tanya papah.


"Libur" ucap Ana tanpa melihat kearah papahnya.


Drrttt


Ana pun segera melihat ke layar ponselnya, dan ternyata ada pesan masuk dari Clara.


Clara :


Na, main yuk


Lalu Ana pun segera membalas pesan dari Clara.


^^^Ana :^^^


^^^Main kemana, Ra?^^^


Clara :


Ke pantai


^^^Ana :^^^


^^^Berdua?^^^


Clara :


Bertiga sama Felisa


^^^Ana :^^^


^^^Naya sama Lia gak ikut?^^^


Clara :


Enggak


^^^Ana :^^^


^^^Kenapa gak ikut?^^^


Clara :


Soalnya gue gak ajak mereka


^^^Ana :^^^


^^^Ra, gak boleh gitu^^^


^^^Ana :^^^


^^^Cepet ajakin mereka^^^


Clara :


Ya udah iya


^^^Ana :^^^


^^^Gimana? mereka mau gak?^^^


Clara :


Iya, mau


Clara :


Kata Naya, nanti dia bawa mobil buat ngejemput kita


Clara :


Oh iya, Na! luh jangan lupa bawa baju, celana sama daleman ya, soalnya pasti kita main air


^^^Ana :^^^


^^^Oke^^^


Clara :


Jangan lupa bawa kantong kresek


^^^Ana :^^^


^^^Buat apa?^^^


Clara :


Buat nyimpen pakaian basah lah


^^^Ana :^^^


^^^Oh oke^^^


****


Ana pun segera menunggu teman-temannya datang ke rumahnya.


10 menit kemudian...


Tok...tok...tok


Lalu Ana pun segera membuka pintu rumahnya.


Dan ternyata yang mengetuk pintu rumahnya adalah Clara.


"Ya udah ayo" ajak Clara.


Lalu mereka berdua pun segera masuk kedalam mobil Naya.


Setelah Clara dan Ana masuk, Naya pun segera melajukan mobilnya menuju pantai.


****


Setelah sampai di pantai, mereka berlima pun segera turun dari mobil.


Lalu mereka pun segera menuju kearah pantai.


Naya, Clara dan Felisa pun bermain air, sedangkan Ana dan Lia hanya duduk diatas pasir pantai.


"Na" panggil Lia.


"Kenapa?" tanya Ana.


"Maafin gue ya" ucap Lia.


"Luh gak salah kok" ucap Ana.


"Gue waktu itu kesel sama luh karena temen-temen gue lebih suka main bareng luh" ucap Lia.


"Iya gue tahu" ucap Ana.


"Oh iya mengenai Bagas, luh jangan bilang ke temen-temen gue ya" ucap Lia.


"Iya, gue gak akan bilang kok" ucap Ana padahal ia sebenarnya sudah menceritakannya kepada Clara.


"Luh sama Bagas jadian kapan?" tanya Ana.


"Gue gak jadian sama dia" ucap Lia.


"Terus kenapa emoticon nya love?" tanya Ana.


"Karena gue suka sama Bagas, tapi dianya gak suka sama gue" ucap Lia.


"Kenapa gak cari cowok lain aja? kan lebih baik luh cari cowok yang suka sama luh" ucap Ana.


"Enggak, Na. Soalnya gue tipe cewek yang harus suka duluan" ucap Lia.


Lalu Ana pun fokus pada pergelangan tangan Lia.


Kemudian Ana pun segera memegang tangan Lia, dan ia langsung menggulung lengan baju Lia.


"Ini kenapa?" tanya Ana.


"Itu kegores" ucap Lia sambil menghempas pelan tangan Ana.


"Luh sengaja ya sayat pergelangan tangan luh?" tanya Ana khawatir.


"Udah gue bilang kegores" ucap Lia.


"Kalau luh ada masalah, cerita aja sama gue" ucap Ana.


"ANA! LIA!" panggil Clara.


Lalu Ana dan Lia pun langsung melihat kearah Clara.


"Sini" teriak Clara.


"Na, kesana yuk!" ajak Lia.


"Ayo" ucap Ana.


Lalu Ana dan Lia pun segera berlari kearah Clara, Naya dan Felisa.


Setelah puas bermain air, mereka berlima pun segera berganti baju di toilet umum.


Setelah selesai berganti baju, mereka semua pun segera masuk kedalam mobil Naya.


"Kita mau kemana lagi?" tanya Naya.


"Ke cafe, soalnya gue lapar" ucap Felisa.


"Oke" ucap Naya sambil melajukan mobilnya menuju cafe.


Setelah sampai, mereka pun segera masuk kedalam cafe tersebut. Lalu mereka pun segera duduk dikursi yang telah disediakan.


Lalu mereka pun segera melihat-lihat menu dicafe tersebut.


"Pelayan" panggil Naya.


Lalu pelayan cafe tersebut langsung menghampiri mereka.


"Mau pesan apa, kak?" tanya pelayan itu.


"Saya pesan spaghetti sama lemon tea" ucap Naya.


"Saya pesan burger sama jus jeruk" ucap Lia


"Saya pesan waffle sama vanilla latte" ucap Felisa.


"Saya pesan cheese cake sama vanilla latte" ucap Clara.


"Saya pesan ice chocolate sama brownies" ucap Ana.


"Oke, tunggu sebentar ya" ucap pelayan tersebut.


10 menit kemudian...


Dua pelayan pun segera datang menghampiri mereka berlima.


Lalu pelayan tersebut meletakkan makanan dan minuman yang telah mereka pesan.


"Makasih" ucap Ana kepada dua pelayan tersebut.


"Iya" ucap dua pelayan tersebut.


Lalu dua pelayan tersebut segera pergi.


Kemudian mereka berlima pun segera memakan makanan yang telah mereka pesan.


"Oh iya, kapan nih kita dikasih pj?" sindir Felisa.


"PJ apaan?" tanya Naya.


"Pajak jadian, kan Ana sama Lino baru aja jadian" ucap Felisa.


"Oh iya, selain Ana kayaknya ada lagi nih yang jadian" sindir Clara.


"Siapa?" tanya Naya.


"Lia" ucap Clara.


"Gue gak jadian" ucap Lia.


"Masa?" ucap Clara.


"Luh jadian?" tanya Naya kepada Lia.


"Enggak" ucap Lia.


"Luh kata siapa, Ra?" tanya Lia.


Lalu Ana pun langsung menatap kearah Clara.


"Kata gue sendiri" ucap Clara karena mendapat tatapan dari Ana.


"Gue gak jadian kok, lagian sama siapa coba" ucap Lia.


"Siapa tahu kan, lagian kan luh cantik pasti banyak yang suka" ucap Clara.


"Enggak kok" ucap Lia.


"Oh iya, Ra! Luh udah move on belum sama Ardan?" tanya Felisa.


"Belum" ucap Clara.


"Move on dong! lagian Ardan kan udah punya cewek" ucap Felisa.


"Ardan mana?" tanya Naya.


"Anak SMA Mutiara" ucap Felisa.


"Anak Stray Squad?" tanya Lia.


"Iya" ucap Felisa.


"Pacarnya emang siapa?" tanya Lia.


"Temennya Bina" ucap Clara.


Trining...trining


Ana pun segera melihat ke layar ponselnya, dan ternyata yang meneleponnya adalah Lino.


"Siapa, Na?" tanya Clara.


"Lino" ucap Ana.


"Loud speaker, Na. Gue pingin denger" perintah Clara.


Lalu Ana pun segera mengangkat panggilan telepon dari Lino dan ia pun segera mengaktifkan loud speaker.


"Hallo, No" ucap Ana.


"Kamu lagi dimana?" tanya Lino.


"Aku lagi di cafe" ucap Ana.


"Sama siapa?" tanya Lino.


"Bilang lagi sama temen cowok" ucap Clara pelan.


"Enggak mau ah" ucap Ana kepada Clara.


"Maksudnya?" tanya Lino.


"Eh enggak kok!" ucap Ana kepada Lino.


"Kamu lagi sama siapa?" tanya Lino.


"Cepet bilang lagi sama temen cowok" ucap Clara pelan.


"Sama cowok ya?" tanya Lino memastikan.


"Cepet bilang. Gue pingin tahu reaksinya Lino kalau luh ke cafe bareng cowok" bisik Clara ke telinga Ana.


"Na" panggil Lino karena dari tadi Ana diam saja.


"Iya, No" ucap Ana.


"Kamu kenapa diem aja?" tanya Lino.


"Kamu tadi ngomong apa, No? aku gak kedengeran" bohong Ana.


"Aku ngomong, kamu lagi sama siapa dicafe?" tanya Lino.


"Aku lagi sama temen cowok" ucap Ana.


"Temen sekelas?" tanya Lino.


"Temen sekolah aku yang lama" ucap Ana.


"Oh gitu" ucap Lino.


"Have fun ya" ucap Lino.


"Ya udah aku tutup dulu ya teleponnya" ucap Lino sambil mematikan panggilan teleponnya.