ARLINO

ARLINO
Episode 92



"Bagas kasar sama luh?" tanya Gilang kepada Ana.


Ana pun hanya terdiam.


"Iya, dia kasar sama Ana" sahut Lino.


"Masa sih Bagas kasar sama luh, bukannya dia suka ya sama luh?" ucap Gilang.


"Dia emang suka sama Ana. Tapi caranya dia mencintai Ana tuh salah, dia malah kekang Ana agar gak deket-deket sama cowok lain. Dan bahkan dia sering nampar Ana" ucap Lino.


"Tapi kan luh juga pernah nampar Ana, No" ucap Bobby.


"Gue kan waktu itu khilaf, lagian dia waktu itu ngehalangin gue buat ngehajar Raka" ucap Lino yang merasa bersalah.


"Luh udah minta maaf belum ke Ana tentang kejadian itu" ucap Alex.


"Udah. Iya kan, sayang?" ucap Lino.


Ana pun hanya mengangguk sambil menahan senyumannya.


Lalu Lino pun langsung mengelus-elus rambut Ana agar Ana menjadi lebih salah tingkah.


"Cie salting" ucap Gilang kepada Ana.


"Siapa juga yang salting" ucap Ana.


"Terus itu kenapa pipi luh merah" ucap Gilang.


"Mana coba aku lihat" ucap Lino sambil menatap wajah Ana.


Ana pun langsung menunduk karena ia malu ditatap oleh Lino.


"Jangan nunduk dong, aku pingin lihat" ucap Lino sambil menahan senyumnya.


"Udah, No! kasihan anak orang jadi salah tingkah" ucap Bayu.


Trining...trining


"Suara handphone siapa tuh?" tanya Alex.


Lalu Ana pun segera meraba sakunya dan ia langsung mengambil ponselnya.


"Siapa, Na? tanya Lino.


"Clara" ucap Ana.


Lalu Ana pun segera mengangkat panggilan telepon dari Clara.


"Ana" panggil Clara.


"Kenapa, Ra?" tanya Ana.


"Main yuk" ajak Clara.


"Main kemana?" tanya Ana.


"Main kemana aja" ucap Clara.


Lalu Lino pun segera mengambil ponsel milik Ana.


"Ana gak bisa main, soalnya dia lagi sama gue" ucap Lino.


"Ih Lino siniin handphone nya" ucap Ana.


"Oh lagi main sama luh" ucap Clara.


"Iya lagi main sama gue" ucap Lino.


"Emang luh berdua lagi main kemana?" tanya Clara.


"Main ke rumah gue, sekarang kita berdua lagi dikamar. Jadi luh jangan gangguin kita" canda Lino.


"Jangan didengerin, Ra! Lino bohong" teriak Ana.


"Loh kok bohong sih" ucap Lino sambil menahan tawanya.


"Bukannya kamu tadi minta peluk ya" ucap Lino.


"Ih Lino!!" ucap Ana sedikit kesal.


"Kalau luh macem-macem sama Ana, gue laporin luh" ucap Clara.


"Laporin ke siapa?" tanya Lino.


"Laporin ke orang tua Ana lah" ucap Clara.


Lalu Lino pun segera mematikan panggilan teleponnya.


Lalu Ana pun segera mengambil ponsel miliknya.


"Ih Lino! ngapain coba ngomong kayak gitu, nanti kalau disangka beneran gimana coba" ucap Ana sedikit kesal.


"Maaf, aku cuma bercanda tadi" ucap Lino.


Trining... trining


"Siapa lagi?" tanya Lino.


"Clara, tapi dia sekarang nge-video call" ucap Ana.


Lalu Ana pun segera mengangkat panggilan video call dari Clara.


"Na, luh gak diapa-apain kan sama Lino?" tanya Clara memastikan.


"Enggak kok, Lino tadi cuma bercanda doang" ucap Ana.


"Luh ngiranya beneran, Ra?" tanya Lino yang tiba-tiba ikutan video call.


"Ya iyalah" ucap Clara.


"Gue cuma bercanda kali" ucap Lino.


"Oh iya, luh berdua lagi dimana?" tanya Clara.


"Di basecamp SKZ" ucap Ana.


"Ada yang ganteng gak disana?" tanya Clara.


"Ada" ucap Lino.


"Siapa?" tanya Clara.


"Gue" ucap Lino dengan percaya diri.


"Idih percaya diri banget jadi orang" ucap Clara.


"Mana coba gue mau lihat" ucap Clara.


Lalu Lino pun segera mengarahkan kamera ponsel Ana menuju kearah Gilang.


Saat kamera diarahkan kepada Gilang, Gilang pun langsung memasang pose peace ✌️


"Itu bukan ganteng tapi itu banteng" ucap Clara.


"Kurang ajar luh" ucap Gilang.


"Coba tunjukin yang lain dong" ucap Clara.


Lalu Ana pun segera menunjukan anak-anak SKZ yang lain.


"Udah" ucap Ana saat selesai menunjukkan Alex, Bobby dan Bayu.


"Gimana? udah puas?" tanya Ana.


"Itu yang tadi ditengah siapa?" tanya Clara sambil tersenyum.


"Bayu namanya" ucap Ana.


"Oh Bayu namanya" ucap Clara.


"Luh jangan suka sama dia, soalnya dia playboy" ucap Ana.


Lalu Lino, Gilang, Alex dan Bobby pun langsung tertawa karena mendengar ucapan Ana.


"Kata siapa gue playboy?" tanya Bayu sedikit kesal.


"Kata Lino" ucap Ana terus terang.


"Ih kapan aku ngomong kayak gitu" ucap Lino.


"Waktu di rumah aku" ucap Ana.


"Udah luh ngaku aja, No! luh ngomong yang enggak-enggak kan sama Ana tentang gue" ucap Bayu.


"Gue ngomong yang iya-iya bukan yang enggak-enggak" ucap Lino sambil tertawa.


"Ana" ucap ucap Clara.


"Kenapa?" tanya Ana.


"Gue tutup dulu ya video call nya" ucap Clara.


"Oh iya" ucap Ana.


Lalu Clara pun segera mematikan panggilan video call nya.


"Hallo guys" ucap seseorang.


"Raka, luh ngapain kesini?" tanya Gilang.


"Gue kangen aja nongkrong disini" ucap Raka.


Lalu Raka pun segera mengambil minuman yang ada dikulkas. Kemudian setelah mengambil minuman, ia pun segera duduk disamping Bobby.


"Apa kabar, bro" ucap Raka kepada Alex, Bayu dan Bobby.


"Baik kok, bro" ucap Alex, Bayu dan Bobby.


Lalu Ana pun langsung tertawa saat mereka memanggil satu sama lain dengan sebutan bro.


Sontak semuanya pun langsung melihat kearah Ana.


"Kenapa, Na?" tanya Lino.


"Lucu aja gitu manggil bro" ucap Ana.


"Itu siapa, bro" tunjuk Raka kepada Ana.


"Itu pacar gue, bro" ucap Lino sambil menahan tawanya.


"Ih udah" ucap Ana sambil tertawa.


"Na, kunci rumah luh dibawa sama luh lagi?" tanya Raka.


"Iya, emang kenapa?" tanya Ana.


"Masalahnya takut hilang lagi gitu" ucap Raka.


"Enggak kok, lagian kuncinya ada didalam tas. Jadi gak bakal hilang" jelas Ana.


"Na, papah luh gak pulang ke rumah ya dari kemarin?" tanya Raka.


Ana pun hanya terdiam, dan ia tidak menjawab pertanyaan dari Raka.


"Ka, udah jangan bahas itu!" ucap Lino sambil menatap tajam kearah Raka.


"Sorry" ucap Raka.


"Ada apa sih?" bisik Bayu kepada Gilang.


"Mana gue tahu" ucap Gilang.


"Na" panggil Lino.


Lalu Ana pun langsung melihat kearah Lino.


"Jalan-jalan yuk" ajak Lino.


"Kemana?" tanya Ana.


"Ke pantai" ucap Lino.


"Mau gak?" tanya Lino.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


"Ya udah ayo" ucap Lino sambil memegang tangan Ana supaya Ana berdiri.


"Guys gue sama Ana pergi dulu ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Gilang, Bayu, Alex dan Bobby.


Lalu Ana dan Lino pun segera pergi.


"Aduh! gue salah ngomong lagi" ucap Raka.


"Emang ada apa sih?" tanya Gilang, Alex, Bayu dan Bobby.


"Gak ada apa-apa kok" ucap Raka.