
06:30 WIB
Setelah selesai sarapan, kita berlima pun berniat untuk melakukan olahraga pagi.
"Guys olahraga nya mau lari atau apa nih?"
tanya Naya.
"Lari aja, Nay! terus udah lari kita olahraga yang lain deh" ucap Felisa.
"Gimana kalau habis lari kita main basket aja" ucap Clara.
"Setuju, tapi bola basketnya mana?" tanya Felisa.
"Bentar gue ambil dulu punya kakak gue" ucap Naya sambil pergi mengambil bola basket di kamarnya Bagas.
"Gue sih setuju aja" ucap Lia.
"Gimana, Ana? Mau main basket gak?" tanya Lia.
"Hmm gimana ya, sebenernya gue itu males banget kalau soal olahraga. Tapi gak apa-apa lah asal sama kalian gue mau" ucap Ana
Naya pun segera kembali dengan membawa bola basket milik Bagas.
"Lapangan basketnya sebelah mana, Nay?" tanya Felisa.
"Itu yang deket taman" ucap Naya.
"Ya udah mending kita lari 5 putaran ngelilingin komplek ini dulu baru udah itu kita main basket " ucap Naya lagi.
Kita pun segera berlari mengelilingi komplek rumah Naya.
...****...
"Cowok ganteng pulang!!!" teriak Bagas saat memasuki rumahnya.
"Pede banget luh jadi orang" ucap Gilang.
"Loh kok rumahnya sepi, mereka pada kemana?" tanya Aldi.
"Udah lah jangan pikirin mereka, lebih baik kita makan aja" ucap Lino.
"Iya juga sih, ngapain coba gue mikirin mereka" ucap Aldi.
Akhirnya mereka berempat pun segera memakan nasi goreng yang telah mereka beli.
"Mereka semua kemana ya?" tanya Bagas.
"Pada pulang kali" ucap Lino.
"Tapi kok si Naya juga gak ada di rumah" ucap Bagas.
"Mungkin mereka lagi jalan-jalan keluar" ucap Gilang.
"Oh iya No, nanti kalau nyokap sama bokap gue balik ke rumah, nanti gue nginep di rumah luh lagi ya" ucap Bagas.
"Oke" ucap Lino.
"Udah lama nih gue jarang nimbrung di geng motor lagi" ucap Aldi kepada Lino, Bagas dan Gilang.
"Makanya nimbrung dong sekali-kali" ucap Gilang.
"Kan gue gak dibolehin sama orang tua gue, waktu ketahuan balapan juga gue di marahin sama mereka, sampe-sampe gue di suruh masuk pesantren sama orang tua gue" ucap Aldi.
"Gue waktu ngelihat Aldi dimarahin, bukannya kasihan tapi gue malah ngakak" ucap Bagas sambil tertawa.
"Iya bener gue masih inget kejadiannya" ucap Lino sambil tertawa.
"Sialan luh berdua, malah ngetawain gue" ucap Aldi.
"Guys, udah makan kita main basket yuk" ajak Bagas.
"Kuy ah!" ucap Gilang.
"Lang, luh lebih baik jangan ikutan main basket sama kita deh" ucap Lino.
"Loh kok gitu" kata Gilang.
"Soalnya luh terlalu bantet buat main basket" ucap Lino.
"Kampret luh, gue itu sebenarnya tinggi cuma kalian semuanya aja yang ketinggian" ucap Gilang.
"Bentar ya, gue ambil bola basket punya gue dulu" ucap Bagas sambil pergi mengambil bola basket.
Bagas pun kembali ke ruang makan.
"Mana bola basket nya, Gas?" ucap Lino kepada Bagas.
"Gak ada, kayaknya bola basket nya dipakai sama mereka deh" ucap Bagas.
"Mereka siapa?" ucap Gilang.
"Siapa lagi kalau bukan 5 tuyul itu" ucap Bagas.
"Luh miara tuyul, Gas? Pantes aja luh kaya" ucap Gilang.
"Luh bego banget sih, Lang! tuyul yang gue maksud itu si Naya, Ana, Clara, Lia sama Felisa" jelas Bagas.
"Oh gitu, kirain gue tuyul beneran" kata Gilang.
"Ya udah yuk kita pergi ke lapangan basket, sekalian main basket bareng mereka" ucap Aldi.
Lino, Bagas, Aldi dan Gilang pun segera pergi ke lapangan basket.
...****...
"Huh akhirnya kita sampai juga, capek banget gue" ucap Ana.
"Alah baru segitu doang kok udah capek" ucap Naya.
"Kan gue gak pernah olahraga Nay, makanya capek banget" ucap Ana.
"Ya udah lain kali olahraga dong biar sehat" ucap Naya.
"Gue punya penyakit anemia, makanya gue gak olahraga karena kalau olahraga berlebihan gue suka pusing" ucap Ana.
"Oh gitu" ucap Naya.
"Luh suka makan sayuran gak, Na?" tanya Lia.
"Enggak, gue gak suka" ucap Ana.
"Pantes aja luh anemia" ucap Lia.
"Guys, ada yang mau nitip beli air minum gak?" ucap Clara kepada semuanya.
"Gue nitip" ucap Ana, Naya, Lia dan Felisa bersamaan.
"Mana uangnya?" ucap Clara.
"Nih" ucap semuanya sambil memberikan uang kepada Clara.
Clara pun segera pergi untuk membelikan kami air mineral.
Lalu Lino, Bagas, Gilang dan Aldi pun datang menghampiri Ana, Naya, Lia dan Felisa.
"Ngapain kalian semua pada kesini?" tanya Lia.
"Terserah kita dong mau kesini atau enggak, kan ini lapangan milik bersama" ucap Gilang kepada Lia.
"Siniin bola basket gue" ucap Bagas.
"Enggak mau, gue kan mau pinjem nih bola" ucap Naya.
"Kalau mau pinjam itu ngomong dulu dong" kesal Bagas.
"Kakak juga kalau pinjam barang punya Naya gak ngomong dulu" kesal Naya.
"Luh tuh pelit banget sih ke adik sendiri" ucap Ana.
"Terserah gue dong" ucap Bagas.
"Si Clara kemana?" tanya Aldi.
"Cie! nanyain Clara" ucap Ana kepada Aldi.
"Luh cemburu ya?" tanya Aldi.
"Ih mana ada gue cemburu, lagian gue udah punya" ucap Ana.
"Siapa?" tanya Naya dan Felisa bersamaan.
"Taehyung Bts" ucap Ana sambil tertawa.
"Halu luh!" ucap Aldi.
"Si Raka kali pacarnya" ucap Lia.
"Pantesan aja mereka sering berduaan" ucap Gilang.
"Oh luh sama Raka pacaran" ucap Aldi.
"Apaan sih! gue itu gak pacaran sama Raka. Kita berdua itu cuma sahabat" ucap Ana.
"Gue kok jadi ingat waktu Ana jadi murid baru ya, waktu pertama masuk ke kelas orang nya tuh kayak kalem banget eh tahunya kayak gitu" ucap Gilang.
"Tahunya kayak gimana?" tanya Ana kepada Gilang.
"Berisik banget orangnya" ucap Gilang.
"Enak aja! gue sebenernya kalem tahu" ucap Ana.
"Kalem dari mananya" ucap Gilang sambil tertawa.
"Iya bener gue kira dia kalem eh tahunya bar-bar. Oh iya, Bagas juga waktu itu ngomong ke gue kalau Ana cantik banget" ucap Aldi.
"Mulut luh ember banget sih, Di" kesal Bagas.
"Luh suka sama Ana?" tanya Lino kepada Bagas.
"Awal waktu dia jadi murid baru sih gue suka, eh pas kesini-sini gue jadi gak suka karena tingkahnya yang kayak bocah" ucap Bagas.
"Kok jadi gibahin gue sih" ucap Ana.
"Ana, luh nyadar gak sih? Raka itu suka sama luh" ucap Naya.
"Raka suka sama gue? Gak mungkin. Lagian kita cuma sahabat kok" ucap Ana.
"Bisa gak sih jangan bahas Raka" ucap Lino.
"Kenapa luh, No? Sensi amat jadi orang" ucap Lia.
"Luh masih marah ke Raka gara-gara kejadian itu, No? Luh masih nuduh dia yang nabrak?" tanya Aldi.
"Iya gue curiga ke dia" ucap Lino.
"Udahlah jangan dibahas masalah itu, lebih baik kita main basket aja" ucap Bagas sambil memainkan bola basket.