ARLINO

ARLINO
Episode 215



"Oh iya! kalau Bobby udah nembak Clara belum sih?" tanya Ana.


"Dia belum ada niatan nembak katanya" ucap Alex.


"Kenapa gak ada niatan nembak?" tanya Ana.


"Soalnya Clara nya terlalu cuek sama Bobby, makanya dia belum ada niatan buat nembak Clara" ucap Alex.


"Lagian Clara aneh banget, katanya pingin punya pacar tapi dia cuek banget sama cowok yang ngedeketin dia" ucap Gilang.


"Clara emang gitu sih, waktu Aldi nembak juga dia tolak" ucap Ana keceplosan.


"Aldi?" ucap Gilang.


"Aldi temen kita?" tanya Alex.


"Eh bukan" ucap Ana.


"Terus Aldi mana?" tanya Gilang.


"Pokoknya kenalan dia, tapi bukan Aldi temen sekelas kita" ucap Ana kepada Gilang.


"Eh itu si Aldi gimana kabarnya?" tanya Alex.


"Kabar nya baik kok" ucap Ana.


"Kenapa luh yang jawab?" heran Gilang.


"Ya kan Aldi emang baik-baik aja. Iya kan, No?" ucap Ana.


"Apa, Na?" tanya Lino karena ia tidak mendengar jelas ucapan Ana sebab ia sedang fokus bermain game.


"Tahu ah! kamu main game terus" ucap Ana.


Lino segera mematikan ponselnya.


"Ada apa?" tanya Lino.


"Gak jadi" ucap Ana.


"Hayo loh! Ana nya jadi ngambek" ucap Alex.


"Kamu ngambek, Na?" tanya Lino.


"Enggak kok" ucap Ana.


"Tadi emang ngomong apa sih?" tanya Lino.


"Ngomongin luh" ucap Gilang.


"Kamu ngomongin aku, Na?" tanya Lino memastikan.


"Enggak" ucap Ana.


"Terus ngomongin siapa?" tanya Lino.


"Ngomongin Clara" ucap Ana.


"Emang Clara kenapa?" tanya Lino.


"Gak kenapa-napa" jawab Ana.


Lino hanya bisa menghela nafasnya setelah mendengar jawaban dari Ana.


Alex dan Gilang langsung tertawa karena hanya Ana yang bisa membuat Lino menahan kekesalannya.


"Kalian kenapa ketawa?" tanya Ana.


"Kita ketawa karena luh lucu" ucap Alex.


"Perasaan gue gak ngelawak deh" heran Ana.


"Luh emang gak ngelawak, tapi tadi jawaban luh lucu" ucap Alex.


"Jawaban yang mana?" tanya Ana.


"Jawaban yang pas tadi Lino nanya Clara kenapa, terus luh jawab gak apa-apa " ucap Alex.


"Kan emang bener Clara gak apa-apa" ucap Ana.


"Tahu ah! gue capek ngomong nya" ucap Alex.


"Ya udah jangan ngomong " ucap Ana.


Lino dan Gilang langsung tertawa setelah mendengar ucapan Ana.


"No, luh cape gak sih kalau ngomong sama Ana?" tanya Gilang.


"Kadang cape, kadang juga enggak" ucap Lino.


"Ya udah mulai sekarang jangan ngomong sama aku" ucap Ana.


"Bukan gitu maksudnya, Na" ucap Lino.


"Tadi katanya cape" ucap Ana.


"Enggak cape kok, tadi aku cuma salah ngomong doang" ucap Lino.


"Na, Lino cape ngomong sama luh" ucap Gilang.


"Lang, bisa gak sih jangan manas-manasin" ucap Lino.


"Sorry" ucap Gilang.


"Udah jangan berantem" ucap Ana.


Trining...trining


Lino segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari mamahnya.


Lalu Lino segera menjawab panggilan telepon tersebut.


"Hallo, mah" ucap Lino.


"No, kamu dimana?" tanya mamah.


"Lino lagi di rumah temen" bohong Lino.


"Cepet pulang! soalnya sekarang mamah ada di depan rumah kamu" ucap mamah.


"Lino gak bisa pulang sekarang, soalnya Lino lagi sibuk kerja kelompok" bohong Lino.


"Kerja kelompok dimana?" tanya mamah.


"Di rumah temen" ucap Lino.


"Di rumah Gilang?" tanya mamah.


"Iya di rumah Gilang" bohong Lino.


"Ya udah sekarang mamah kesana ya" ucap mamah.


"Jangan!" cegah Lino.


"Sebenernya Lino bukan di rumah Gilang" ucap Lino.


"Terus dimana?" tanya mamah.


"Lino di rumah Ana" ucap Lino.


"Katanya lagi kerja kelompok, kok malah pacaran" ucap mamah.


"Kan Lino sekelompok sama Ana, makanya kerja kelompok nya di rumah Ana" ucap Lino.


"Rumah Ana alamatnya dimana?" tanya mamah.


"Emang mamah mau ngapain sih ketemu Lino?" tanya Lino.


"Ada yang perlu mamah bicarain sama kamu" ucap mamah.


"Ya udah bicarain aja sekarang" ucap Lino.


"Mamah mau nya sambil ketemu kamu" ucap mamah.


"Maaf, Lino gak bisa" ucap Lino.


"Kamu pasti bukan lagi kerja kelompok kan?" tanya mamah.


"Lino kerja kelompok kok" ucap Lino.


"Ya udah coba video call, mamah pingin mastiin bahwa kamu gak bohong" ucap mamah.


"Mah, Lino tutup dulu ya teleponnya soalnya Lino mau ke toilet bentar" bohong Lino sambil mematikan panggilan teleponnya.


"Kenapa, No?" tanya Ana.


"Gak kenapa-napa" ucap Lino.


"Guys, bosen gak sih?" tanya Gilang.


"Gue mah enggak tuh" ucap Alex.


"Kamu bosen, Na?" tanya Lino.


"Iya bosen" ucap Ana.


"Ya udah, kita pergi yuk" ajak Lino.


"Pergi kemana?" tanya Ana.


"Ke kedai eskrim" ucap Lino.


"AYO!" ucap Ana dengan semangat.


"Gue ikut ya" ucap Gilang.


"Jangan!" ucap Lino.


"Udah biarin ajak aja" ucap Ana.


"Ya udah deh terserah" ucap Lino.


"Lex, mau ikut gak?" tanya Ana.


"Enggak, gue mau disini aja" ucap Alex.


"Oh gitu" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu kita bertiga pergi dulu ya" ucap Ana lagi.


"Iya" ucap Alex.


Ana, Lino dan Gilang segera pergi keluar.


Saat sampai di luar basecamp, tiba-tiba Lino langsung membalikkan tubuh Ana.


"Kenapa, No?" bingung Ana karena tiba-tiba Lino membalikkan tubuhnya.


"Gak kenapa-napa" ucap Lino sambil tersenyum.


"Kenapa sih, No?" tanya Gilang.


Lalu Lino segera berbisik kepada Gilang bahwa barusan ada anggota geng motor lain yang melewati basecamp skz.


"Kenapa bisik-bisik sih?" tanya Ana penasaran.


"Gak kenapa-napa" ucap Lino.


"Ya udah ayo naik" ucap Lino.


Ana segera naik ke motor Lino.


Lalu Lino segera melajukan motornya menuju kedai es krim.


Setelah Lino pergi, Gilang juga segera pergi menyusul Lino dari belakang.


...****...


* Kedai es krim


Sesampainya di kedai es krim, mereka bertiga segera masuk kedalam kedai eskrim tersebut.


"Kalian berdua mau pesen es krim rasa apa?" tanya Lino.


"Aku pingin es krim cokelat campur es krim vanilla" ucap Ana.


"Kalau luh, Lang?" tanya Lino.


"Gue rasa durian" ucap Gilang.


"Ya udah kalau gitu kalian berdua tunggu dulu aja disana, nanti biar gue yang pesenin" ucap Lino.


Akhirnya Ana dan Gilang segera duduk ditempat yang telah disediakan.


"Lang, kenapa luh gak ajak Felisa kesini?" tanya Ana.


"Kalau gue ajak Felisa kesini, nanti luh berdua keburu selesai lagi makan es krim nya" ucap Gilang.


"Enggak kok, kita bakal nungguin luh berdua" ucap Ana.


"Udah lah bertiga aja, soalnya udah terlanjur kesini" ucap Gilang.


"Oh iya, Na! luh harus berterimakasih tahu ke gue" ucap Ana.


"Berterimakasih buat apa?" tanya Ana.


"Soalnya kan gue yang udah bujuk Lino supaya balikan lagi sama luh" ucap Gilang.


"Jadi luh yang udah bujuk Lino?" tanya Ana.


"Iya" ucap Gilang.


"Emang luh ngebujuk nya gimana, Lang?" tanya Ana penasaran.


"Gue bilang ke Lino, kalau luh sakit itu karena luh diputusin Lino" ucap Gilang.


"Terus dia jadi merasa bersalah, makanya dia bolos sekolah terus buru-buru pergi nyamperin luh" jelas Gilang.


"Oh ternyata gara-gara luh Lino nyamperin gue" ucap Ana.


"Iya" ucap Gilang.


"Sebenernya waktu itu tuh gue gak sakit" ucap Ana.


"Terus luh kenapa bilang sakit di grup kelas?" tanya Gilang.


"Soalnya waktu itu gue nginep di rumah papah, terus gue lupa bawa baju seragam. Makanya gue bilang ke grup kelas bahwa gue sakit" ucap Ana.


"Gue kira luh beneran sakit" ucap Gilang.


"Enggak kok" ucap Ana.


"Oh iya, makasih ya karena luh udah ngebujuk Lino biar gak putus sama gue" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Gilang.


Lalu Lino segera menghampiri Ana dan Gilang.


"Nih" ucap Lino sambil meletakan es krim pesanan mereka bertiga.


"Makasih" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


"Oh iya, aku ke toilet bentar ya soalnya pingin pipis" ucap Ana.


"Oh ya udah" ucap Lino.


Lalu Ana segera pergi.


"No, emang tadi kenapa sih?" tanya Gilang sambil memakan es krim.


"Kenapa apanya?" tanya Lino.


"Tadi kan luh ngebalikin tubuh Ana pas ada anak geng motor lain lewat" ucap Gilang.


"Gue cuma takut aja kalau yang tadi ngelewat itu orang yang nyelakain Acha. Makanya gue ngebalikin tubuh Ana biar orang itu gak lihat Ana" jelas Lino.


"Tapi kan mereka pasti tahu kalau Ana pacar luh" ucap Gilang.


"Kaga tahu lah, kan di sekolah kita gak ada anak geng motor lain" ucap Lino.


"Siapa tahu dikasih tahu sama anak Tunas Bakti kalau luh pacaran sama Ana" ucap Gilang.


"Semoga aja gak ada yang bilang deh" ucap Lino.


Ana segera kembali menghampiri Lino dan Gilang. Kemudian ia segera duduk dikursi sambil memakan es krim.


"Yang kamu rasa apa, No?" tanya Ana.


"Rasa mint choco" ucap Lino.


"Aku boleh nyobain yang kamu gak?" tanya Ana.


"Boleh kok" ucap Lino.


Ana segera mencicipi es krim milik Lino.


"Enak gak?" tanya Lino.


"Enggak terlalu enak, soalnya rasanya kayak makan pasta gigi" ucap Ana.


"Emang kamu pernah nyobain pasta gigi?" tanya Lino.


"Ya pernah, tapi gak sampai ditelen" ucap Ana.