
Skip
Malam hari
Ana pun segera bersiap-siap karena ia akan bertemu dengan Bagas.
Setelah selesai, Ana pun langsung menuju ruang tamu untuk menunggu Bagas.
"Mau kemana kamu?" tanya papah.
"Mau main sama temen" ucap Ana.
"Cewek atau cowok?" tanya papah.
"Cowok" ucap Ana.
"Kalau sama cowok jangan! apalagi malem-malem" perintah papah.
"Tapi kan waktu itu temen cowok Ana juga datang kesini malem-malem, tapi kok papah gak marah sih?" heran Ana.
"Kan waktu itu kalian mau kerja kelompok" ucap papah.
"Tapi Ana udah janji pah sama dia" ucap Ana.
"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya mamah yang duduk disamping Ana.
"Ana katanya mau jalan-jalan sama cowok" ucap papah.
"Bukan jalan-jalan pah! kita cuma mau makan doang" ucap Ana.
"Biarin lah pah! namanya juga anak muda" ucap mamah.
"Kenapa mesti malam? kan pagi, siang atau sore kan bisa" ucap papah.
Tok...tok
Mamah Ana pun segera pergi untuk membuka pintu rumahnya.
"Malam tante" ucap Bagas.
"Malam juga" ucap mamah Ana.
"Ana nya ada?" tanya Bagas.
"Ada, silahkan masuk!" ajak mamah Ana.
Mamah Ana pun mengantar Bagas menuju ruang tamu.
"Malam om" ucap Bagas.
"Malam" ucap papah singkat.
"Kamu pacarnya Ana?" tanya papah.
"Bukan om" ucap Bagas.
"Terus ngapain ajak anak saya? mana malem-malem lagi" ucap papah.
"Pah, jangan dimarahin dong" ucap mamah menasehati papah.
"Sebenernya saya suka sama anak om dan tante" ucap Bagas terus terang.
Ana pun sontak langsung melihat kearah Bagas karena terkejut mendengar ucapannya.
"Kamu suka sama anak saya?" tanya papah memastikan.
"Iya, saya udah lama suka sama anak om dan tante" ucap Bagas.
"Ya udah coba buktiin kalau kamu suka sama anak saya" ucap papah.
"Na, aku suka sama kamu! kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya Bagas.
Tubuh Ana pun seketika membeku, karena ia tidak tahu harus menjawab apa.
"Na" panggil mamah.
"Iya, mah" ucap Ana.
"Jadi jawaban kamu apa?" tanya mamah.
"Iya" ucap Ana terpaksa karena ia tidak mau mempermalukan Bagas didepan orang tuanya.
"Beneran?" tanya Bagas.
Ana pun hanya mengangguk.
"Yaudah papah ijinin kalian berdua keluar. Asalkan kamu harus jagain Ana, kalau kamu sampai macem-macem, om gak bakal tinggal diam" jelas papah.
"Iya aku janji kok, om! aku gak bakal macem-macem sama Ana" ucap Bagas.
"Ya udah kalau gitu aku sama Ana pergi dulu ya om, tan" ucap Bagas.
"Iya" ucap mamah dan papah bersamaan.
"Ayok!" ajak Bagas sambil memegang pergelangan tangan Ana.
Mereka berdua pun segera pergi keluar, lalu mereka pun segera menaiki mobil Bagas.
Ana pun hanya terdiam, ia tidak tahu harus melakukan apa.
"Na, kenapa?" tanya Bagas sambil melajukan mobilnya.
"Gak kenapa-napa kok" ucap Ana sambil tersenyum.
"AC nya terlalu dingin ya?" tanya Bagas karena melihat Ana yang seperti kedinginan.
Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Bagas.
Lalu Bagas pun segera mematikan AC mobilnya.
"Kita mau makan dimana?" tanya Ana.
"Di pantai" ucap Bagas.
"Emang disana ada tempat makan?" tanya Ana.
"Ada" ucap Bagas.
"Nanti pulangnya jangan malem-malem ya, gue takut papah marah" ucap Ana.
"Iya gak bakal malem-malem, paling pulangnya pagi" canda Bagas.
Ana pun hanya tersenyum mendengar ucapan Bagas.
"Enggak sih" ucap Ana.
"Luh tahu gak? waktu gue ke rumah Clara itu sebenarnya gue khawatir banget sama luh" ucap Bagas.
"Iya gue tahu kok" ucap Ana.
"Tahu dari mana?" tanya Bagas.
"Tahu dari Naya" ucap Ana.
"Bagas" ucap Ana lagi.
"Kenapa?" tanya Bagas.
"Luh kenapa suka sama gue? padahal kan dulu kita itu sering berantem" tanya Ana.
"Sebenernya gue suka nyari gara-gara sama luh itu karena gue seneng kalau lihat luh marah-marah" ucap Bagas.
Seketika Ana pun langsung mengingat ucapan Lino yang mengatakan bahwa Lino suka saat Ana sedang marah.
"Na, kenapa ngelamun?" tanya Bagas.
"Gak apa-apa kok, gue cuma ngerasa dejavu aja" ucap Ana.
"Dejavu?" bingung Bagas.
"Iya, ucapan luh barusan ngingetin gue sama seseorang" ucap Ana.
"Siapa?" tanya Bagas.
"Sahabat gue yang udah meninggal" ucap Ana berbohong.
"Na" ucap Bagas.
"Apa?" tanya Ana.
"Bisa gak kita ngomong nya pake aku kamu aja jangan luh gue" ucap Bagas.
"Bisa kok" ucap Ana.
"Oh iya, besok kita berangkat ke sekolahnya bareng ya" ucap Bagas.
"Tapi kan rumah kita jauh" ucap Ana.
"Gak apa-apa, lagian kan aku sering balapan jadi bakal cepet bawa motornya. Jadi kamu gak usah takut bakal terlambat" ucap Bagas.
"Ya udah deh terserah kamu aja" ucap Ana.
Setelah sampai di pantai, Bagas dan Ana pun segera turun dari mobil.
"Dingin banget" ucap Ana karena merasakan angin laut yang sangat kencang.
Bagas pun segera melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada tubuh Ana.
"Pake aja jaket punya aku" ucap Bagas.
"Tapi nanti kamu kedinginan" ucap Ana.
"Gak apa-apa, lagian aku gak dingin kok" ucap Bagas.
"Beneran?" tanya Ana.
"Iya" ucap Bagas sambil tersenyum.
"Ya udah ayo kesana" ucap Bagas sambil memegang pergelangan tangan Ana.
Mereka pun langsung duduk di tempat yang telah disediakan, lalu pelayan pun datang menghampiri kami berdua.
"Mau pesan apa?" tanya pelayan tersebut.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Bagas kepada Ana.
"Aku pesen spaghetti sama ice lemon tea" ucap Ana.
"Kita pesen spaghetti 2 sama ice lemon tea 2 ya" ucap Bagas kepada pelayan tersebut.
"Oke, tunggu ya!" ucap pelayan tersebut.
Pelayanan tersebut pun langsung pergi untuk membuatkan pesanan yang telah kita berdua pesan.
"Na, foto yuk!" ajak Bagas.
Lalu kita berdua pun berfoto bersama.
"Na, kamu beneran suka sama aku kan?" tanya Bagas.
"Iya" ucap Ana berbohong.
"Beneran?" tanya Bagas memastikan.
"Iya" ucap Ana berbohong.
"Buktinya apa?" tanya Bagas.
"Buktinya kan aku udah nerima kamu" ucap Ana.
"Selain itu" ucap Bagas.
Ana pun langsung terdiam karena ia bingung mencari alasan lainnya.
"Na" panggil Bagas.
"Kenapa?" tanya Ana.
"Kamu beneran suka aku kan?" tanya Bagas lagi.
"Iya, aku suka kamu kok" ucap Ana.
"Ya udah buktiin" kata Bagas.
Tanpa pikir panjang, Ana pun langsung mencium pipi Bagas agar Bagas tidak curiga kepadanya.
Bagas pun langsung melihat kearah Ana karena ia tidak menyangka bahwa Ana menciumnya.
"Maaf" ucap Ana merasa bersalah.
"Gak apa-apa kok" ucap Bagas sambil tersenyum.
Lalu pelayan pun datang menghampiri Ana dan Bagas, setelah itu pelayan tersebut meletakkan makanan dan minuman yang kita pesan itu di meja.