
"Oh iya, Ka! tadi mau ngapain nyari Ana?" tanya mamah Ana.
"Tadinya Raka mau minta Ana buat temenin Raka" ucap Raka.
"Temenin kemana?" tanya mamah Ana.
"Ke pesta ulang tahun temen Raka" ucap Raka.
"Gue gak bisa, Ka" ucap Ana.
"Kalau gak bisa juga gak apa-apa sih, lagian sebenernya gue juga males kesana" ucap Raka.
"Emang siapa yang ulang tahun?" tanya Lia.
"Temen sekelas gue" ucap Raka.
"Oh iya, Clara sama Felisa gak nginep?" tanya Raka.
"Enggak" ucap Lia.
Beberapa menit kemudian, mereka semua telah selesai makan.
"Tante, makasih ya makanannya" ucap Raka.
"Iya" ucap mamah Ana.
"Ya udah kalau gitu Raka pulang dulu ya tante" ucap Raka.
"Iya" ucap mamah Ana.
"Ana, Lia! gue pulang dulu ya" ucap Raka.
"Iya" ucap Ana dan Lia bersamaan.
Lalu Raka segera pergi menuju rumahnya.
"Mah, Ana sama Lia tidur dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap mamah Ana.
Lalu Ana dan Lia segera pergi menuju kamarnya Ana.
Setelah sampai di kamar, Ana segera ke kamar mandi untuk menggosok gigi.
Setelah selesai menggosok gigi, Ana segera kembali menghampiri Lia.
"Lia, gosok gigi dulu sana! oh iya, sikat gigi yang baru nya ada dideket wastafel" ucap Ana.
"Oh iya" ucap Lia.
Lalu Lia segera pergi menuju kamar mandi.
Ana segera duduk dikasurnya sambil memainkan ponselnya dan ia segera mengecek ponselnya untuk memastikan ada chat dari Lino atau enggak. Dan ternyata tidak ada chat sama sekali dari Lino.
Sebenernya Ana ingin sekali chat atau telepon Lino namun ia langsung mengurungkan niatnya karena ia tahu bahwa Lino kini hanya memikirkan Acha.
Trining...trining
Ana langsung tersenyum saat melihat panggilan telepon dari Lino.
Kemudian ia segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo, No" ucap Ana.
"Na, maaf ya soal tadi sore" ucap Lino.
"Iya gak apa-apa" ucap Ana.
"Jalan-jalan nya lain kali aja ya" ucap Lino.
"Kalau jalan-jalan nya besok bisa gak?" tanya Ana padahal ia tahu bahwa besok Lino, Clara dan Felisa akan bertemu Acha.
"Besok aku gak bisa, Na" ucap Lino.
"Kenapa gak bisa?" tanya Ana.
Lino terdiam sejenak.
"Soalnya aku ada janji sama anak-anak Skz" bohong Lino.
"Sama anak-anak Skz?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Lain kali aja ya jalan-jalannya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana sambil meneteskan air matanya.
"Ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya teleponnya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Lino langsung mematikan panggilan teleponnya.
Kemudian Lia segera menghampiri Ana.
"Na, luh kenapa nangis?" tanya Lia.
"Gak apa-apa". ucap Ana sambil mengusap air matanya.
"Kalau ada masalah cerita aja sama gue" ucap Lia.
"Enggak ada kok" ucap Ana.
"Lia, gue tidur duluan ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lia.
Lalu Ana segera tertidur.
...****...
Pagi hari
"Na, bangun!" ucap Lia.
Lalu Ana langsung terbangun karena mendengar suara Lia.
"Kenapa?" tanya Ana.
"Cepet sarapan dulu, sekarang udah jam 9 loh" ucap Lia.
"Mamah gue udah berangkat ya?" tanya Ana.
"Udah" ucap Lia.
"Ya udah kalau gitu gue mau mandi dulu" ucap Ana.
Lalu Ana segera mengambil pakaiannya, setelah itu ia segera pergi menuju kamar mandi.
Skip
Setelah selesai mandi,. Ana segera menghampiri Lia.
"Luh udah sarapan belum?" tanya Ana.
"Udah, gue tadi sarapan bareng mamah luh" jawab Lia.
"Ya udah luh sarapan sana" perintah Lia.
"Gue lagi diet" ucap Ana padahal sebenarnya ia sedang tidak nafsu makan.
"Atau mau gue suapin nih, biar luh makan" ucap Lia.
"Gak mau" ucap Ana.
"Ya udah makan" suruh Lia.
"Gue bakal makan kok, tapi nanti" ucap Ana.
"Nanti kapan?" tanya Lia.
"Nanti kalau gue lapar" ucap Ana.
"Na" panggil Lia.
"Iya, kenapa?" tanya Ana.
"Waktu luh pacaran sama Bagas, luh berdua kemana aja?" tanya Lia.
"Gue sama Bagas cuma ke cafe doang" ucap Ana.
"Luh kenapa putusin Bagas?" tanya Lia.
"Karena waktu itu Bagas kasar ke gue, makanya gue putusin dia" jelas Ana.
"Bagas beneran kasar ya?" tanya Lia.
"Waktu dulu iya" ucap Ana.
"Kalau sekarang?" tanya Lia.
"Gue gak tahu" ucap Ana.
"Luh beneran suka ya sama Bagas?" tanya Ana.
Lia hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ana.
"Tapi sayangnya Bagas gak suka sama gue" ucap Lia.
"Dia masih suka sama luh, Na" ucap Lia.
"Enggak lah, mana mungkin dia masih suka sama gue" ucap Ana.
"Beneran, Na. Dia emang masih suka sama luh" ucap Lia.
"Dia sering ngelihatin luh pas dikelas" ucap Lia.
"Udah ah jangan bahas Bagas" ucap Ana.
"Oh iya, Na! Lino bilang gak ke luh kalau dia, Clara sama Felisa mau ketemu Ana?" tanya Lia.
"Lino udah bilang kok ke gue" bohong Ana.
"Luh gak marah kalau Lino ketemu Acha?" tanya Lia.
"Enggak, lagian kan Lino ketemu Acha nya bareng Clara sama Felisa" ucap Ana.
"Hebat banget ya luh gak jealous sama sekali" ucap Lia.
Ana hanya tersenyum mendengar ucapan Lia padahal sebenarnya ia sangat jealous.
Trining...trining
Lia segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan video call dari Felisa.
Kemudian Lia segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Kenapa, Fel?" tanya Lia.
"Luh kenapa gak ikut?" tanya Felisa.
"Soalnya gue takut ketemu papah gue dijalan" ucap Lia.
"Maksudnya?" bingung Felisa.
"Soalnya gue tuh kabur dari rumah, terus untuk sementara waktu gue nginep deh di rumah Ana" ucap Lia.
"Luh nginep di rumah Ana?" tanya Felisa.
"Iya" ucap Lia.
"Oh iya, Lia! gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Felisa.
Lalu Felisa langsung mematikan panggilan teleponnya.
...****...
"Lia nginep di rumah Ana?" tanya Clara.
"Iya" ucap Felisa.
"Oh iya, No! luh udah bilang belum sama Ana kalau luh mau ketemu Acha?" tanya Clara kepada Lino.
Lino hanya terdiam.
"Luh belum ijin ya?" tebak Felisa.
"Gue gak bilang kalau gue mau ketemu Acha" ucap Lino.
"Luh gimana sih, No! harusnya luh tuh ijin dulu ke Ana" ucap Clara.
"Gue takut Ana marah sama gue kalau dia tahu, makanya semalem gue bilang kalau gue ada janji sama temen-temen gue" ucap Lino.
"No, maafin kita ya. Harusnya kita berdua gak nyuruh luh buat anterin kita ketemu Acha" ucap Felisa.
Lino hanya terdiam karena ia sangat merasa bersalah kepada Ana.
...****...
"Na" panggil Lia.
"Apa" ucap Ana.
"Nonton tv yuk! bosen nih gue" ucap Lia.
"Mau nonton disini atau di ruang tamu?" tanya Ana.
"Di ruang tamu aja" ucap Lia.
"Ya udah ayo" ucap Ana.
Lalu Ana dan Lia segera pergi menuju ruang tamu.
Setelah sampai di ruang tamu, mereka berdua segera duduk di sofa. Kemudian Ana segera menyalakan televisi.
"Na, cepet makan! " ucap Lia.
"Gue kan udah bilang kalau gue gak lapar" ucap Ana.
"Sayang loh masakan nya" ucap Lia.
"Kalau sayang ya habisin aja sama luh" ucap Ana.
"Tapi kan gue udah makan" ucap Lia.
"Ya gak apa-apa, makan lagi aja" ucap Ana.
"Gak mau ah! nanti gue jadi gendut kalau makan mulu" ucap Lia.