
Setelah bubur nya habis, Ana segera membuang wadah bekas bubur tersebut. Setelah itu, ia segera kembali menghampiri Lino.
"Masih dingin gak?" tanya Ana sambil duduk di pinggir kasur Lino.
"Masih" ucap Lino.
"Kamu punya handuk kecil gak?" tanya Ana.
"Punya" ucap Lino.
"Handuk nya dimana?" tanya Ana.
"Didalem lemari" ucap Lino.
Lalu Ana segera mengambil handuk tersebut.
"Buat apa?" tanya Lino.
"Aku mau kompres kamu" ucap Ana.
"Bentar ya" ucap Ana sambil pergi.
Beberapa menit kemudian, Ana segera kembali ke kamar Lino. Lalu ia segera menaruh handuk tersebut di kening Lino.
"Lebih baik sekarang kamu istirahat ya" ucap Ana.
"Mulai sekarang kamu harus tidur yang cukup, jangan kebanyakan bergadang. Terus kamu harus makan makanan yang sehat dan jangan lupa olahraga" ucap Ana.
Lalu Lino hanya tersenyum saat Ana menasehatinya.
"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya" ucap Ana.
"Jangan!" cegah Lino sambil memegang pergelangan tangan Ana.
"Udah disini aja, jangan pulang" ucap Lino.
"Tapi kan kamu mau istirahat" ucap Ana.
"Bisa gak kamu temenin aku tidur?" tanya Lino.
"Hah?!" ucap Ana terkejut.
"Aku cuma pingin tidur doang kok, gak bakal macem-macem" ucap Lino.
Ana hanya terdiam.
"Kalau kamu gak mau gak apa-apa" ucap Lino.
"Ya udah" ucap Ana.
Lalu Ana segera naik ke kasur Lino dan ia segera tidur disebelah Lino.
"Aku gak bakal macem-macem kok, aku cuma pingin tidur bareng kamu doang" ucap Lino sambil menatap Ana.
Ana langsung menelan saliva nya karena ditatap Lino.
Kemudian Lino langsung menutup kedua matanya dan ia langsung tertidur.
Setelah Lino tidur, Ana juga jadi ikut tertidur.
...****...
Jam 13.00
Ana terbangun dari tidurnya.
Ketika bangun, Ana melihat Lino yang masih tertidur.
Lalu Ana memegang pipi Lino sambil mengelus nya.
Lino langsung membuka matanya perlahan saat ada tangan yang menyentuh pipinya.
Sontak Ana langsung menutup matanya kembali dan ia langsung berhenti mengelus pipi Lino.
Lalu Lino langsung tersenyum dan ia langsung memegang tangan Ana yang menyentuh pipinya. Kemudian Lino kembali menutup matanya.
"Aduh ketahuan gak ya kalau gue pura-pura tidur" batin Ana.
Lalu Ana segera melepaskan tangannya yang dipegang oleh Lino. Kemudian ia segera tidur dengan membelakangi Lino.
Sontak Lino langsung membuka matanya.
Kemudian Lino segera duduk sambil menyender pada headboard kasurnya.
Lalu Lino segera mengambil ponselnya dan ia langsung memesankan makanan dan minuman untuknya dan juga Ana.
Setelah itu, Lino segera pergi ke ruang tamu untuk menunggu pesanan.
Setelah Lino pergi, Ana langsung membuka matanya.
"Lino mau kemana ya?" batin Ana.
"Gue keluar jangan ya?" batin Ana.
"Tunggu disini dulu deh, baru nanti keluar" batin Ana
25 menit kemudian...
Ana segera keluar dari kamar Lino dan ia segera mencari keberadaan Lino. Dan ternyata Lino ada di ruang tamu.
"No" panggil Bina.
"Sini, Na" perintah Lino menyuruh Ana duduk disebelahnya.
Lalu Ana segera menuruti perintah Lino.
Kemudian Ana langsung menelan saliva nya karena melihat banyak makanan dan minuman.
"Ayo makan" suruh Lino.
"Aku mau ya" ucap Ana.
"Iya ambil aja, lagian aku beli buat kita berdua" ucap Lino.
Lalu Ana segera mengambil sepotong pizza. Kemudian Ana segera memakannya.
"Kamu kenapa gak bangunin aku tadi?" tanya Ana.
"Soalnya aku lihat tadi kamu nyenyak banget tidurnya, makanya aku gak bangunin kamu" ucap Lino.
"Kamu masih kedinginan gak?" tanya Ana.
"Enggak" ucap Lino.
"Syukur deh kalau gitu" ucap Ana.
"Kayaknya kamu sakit gara-gara waktu malem kamu gak pake jaket deh" ucap Ana.
"Udah aku bilang kan, biar kamu aja yang pake jaketnya" ucap Ana.
"Ya kalau aku gak ngasih jaket ke kamu, nanti kamu yang sakit" ucap Lino.
"Ya gak apa-apa" ucap Ana.
"Gak apa-apa gimana coba. Nanti kalau kamu sakit, aku sama orang tua kamu bakal khawatir sama kamu" ucap Lino.
"Kalau aku yang sakit kan cuma kamu doang yang khawatir sama aku, jadi lebih baik aku yang sakit" ucap Lino.
"Orang tua kamu juga pasti khawatir kok kalau kamu sakit" ucap Ana.
"Enggak, mereka gak khawatir sama aku" ucap Lino.
"Kamu gak boleh ngomong kayak gitu" ucap Ana.
"Kan fakta nya emang gitu" ucap Lino.
Tingtong...tingtong
"Biar aku aja yang samperin" ucap Ana.
Lalu Ana segera pergi untuk menemui orang yang menekan bel rumah Lino.
Setelah sampai luar, Ana segera membuka pagar rumah Lino.
"Eh, luh kok ada disini" ucap Gilang.
"Soalnya gue lagi jenguk Lino" ucap Ana.
"Lino sakit?" tanya Gilang.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Gilang segera masuk kedalam rumah Lino. Kemudian Ana segera menutup pagar dan ia langsung menyusul Gilang dari belakang.
"Wih luh kok tahu sih kalau gue bakal datang" ucap Gilang sambil mengambil sepotong pizza.
"Itu makanan dan minuman buat gue sama Ana bukan buat luh" ucap Lino.
"Gue minta ya" ucap Gilang.
"Harusnya luh ngomong gitu sebelum luh makan pizza nya" ucap Lino.
Gilang hanya cengengesan saat mendengar ucapan Lino.
"Na, ayo makan" ucap Gilang.
"Ini tuan rumah nya yang mana sih" ucap Lino.
"Ya luh lah" ucap Gilang.
Lalu mereka bertiga segera menikmati makanan dan minuman yang telah dipesan oleh Lino.
"Na, katanya luh lihat Lino balapan ya semalem?" ucap Gilang.
Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Gilang.
"Emang orang tua luh gak marah kalau luh keluar malem?" tanya Gilang.
"Gue semalem keluar diem-diem tanpa sepengetahuan mamah. Makanya gak dimarahin" ucap Ana.
"Kalau luh ketahuan, bisa-bisa luh dimarahin loh sama mamah luh" ucap Gilang.
"Iya pastinya" ucap Ana.
"Emang luh kenapa mau lihat Lino balapan? biasanya kan luh gak pernah lihat Lino balapan" ucap Gilang.
"Gue cuma khawatir aja sama Lino, soalnya kan dia balapannya sama Rafly" ucap Ana.
"Oh iya, No! luh sakit apa?" tanya Gilang.
"Tadi gue meriang, tapi sekarang udah mendingan kok" ucap Lino.
"Oh gue tahu nih meriang nya karena apa" ucap Gilang.
"Emang karena apa?" tanya Ana.
"Merindukan kasih sayang" ucap Gilang sambil tertawa.
"Pantes aja pas ada Ana langsung mendingan" ucap Gilang.
"Lang, luh udah jadian belum sama Felisa?" tanya Ana.
"Belum" ucap Gilang.
"Kenapa belum?" tanya Ana.
"Soalnya gue masih mau pdkt dulu" ucap Gilang.
"Lama banget pdkt nya" ucap Ana.
"Jadi cowok tuh jangan php-in cewek. Kasihan nanti cewek nya jadi berharap" ucap Lino.
"Iya bener apa kata Lino" ucap Ana.
"Ya udah nanti gue tembak deh" ucap Gilang.
"Awas aja kalau luh php-in dia" ucap Ana.
"Gue gak bakal php-in dia kok" ucap Gilang.
"Oh iya, gue gak dibeliin minumnya gitu?" tanya Gilang.
"Enggak! lagian kan tadinya makanan dan minuman ini buat gue dan Ana" kata Lino.
"Ya udah kalau gitu gue mau minum ya" ucap Gilang.
"Ya udah ambil aja di kulkas" ucap Lino.
Lalu Gilang segera pergi menuju dapur untuk mengambil minuman.
Setelah selesai mengambil minum, Gilang segera kembali menghampiri Ana dan juga Lino.
Kemudian Gilang segera duduk di sofa.