
"No, gue titip Ana ya" ucap Raka.
"Iya" ucap Lino.
"Ya udah, kalau gitu gue pulang dulu" ucap Raka.
Lalu Raka pun segera pergi.
"Ana udah jangan nangis" ucap Lino sambil memeluk Ana.
"No, mamah aku udah tahu kalau papah selingkuh" ucap Ana sambil menangis.
"Mamah aku minta cerai, No" ucap Ana sambil menangis.
"Udah ya jangan nangis, mungkin itu jalan terbaik untuk mereka" ucap Lino.
"Dari pada kamu nangis mulu, gimana kalau kita jalan-jalan aja?" bujuk Lino.
Ana pun hanya terdiam.
"Gimana mau gak? biar kamu gak sedih lagi" tanya Lino.
Ana pun hanya mengangguk.
"Ya udah, kamu mau kemana?" tanya Lino.
"Terserah" ucap Ana.
"Ya udah, bentar ya" ucap Lino.
Lino pun segera menuju kamarnya untuk mengambil kunci mobil.
Setelah itu, ia pun kembali menghampiri Ana.
"Ya udah ayo" ucap Lino sambil menarik tangan Ana.
Setelah keluar, Lino pun langsung mengunci pintu rumahnya.
Setelah itu mereka berdua pun segera menaiki mobil. Setelah itu Lino pun melajukan mobilnya keluar. Lalu setelah mobilnya berada diluar rumah, Lino pun segera turun dan langsung mengunci pagarnya. Kemudian ia pun kembali masuk kedalam mobil.
"Mau kemana, No?" tanya Ana.
"Ke terserah" ucap Lino sambil tertawa kecil.
"Gak lucu" ucap Ana.
"Ya udah maaf" ucap Lino.
"Kamu lapar gak?" tanya Lino.
"Enggak, kan aku udah makan" ucap Ana.
"Sama apa?" tanya Lino.
"Sama ayam" ucap Ana.
"Makannya bareng ayam?" canda Lino.
"Ih bukan gitu maksudnya" ucap Ana sambil menahan tawanya.
"Kalau mau ketawa jangan ditahan" ucap Lino.
"Siapa juga yang ketawa" ucap Ana.
"Tadi seru gak main ke pantai nya?" tanya Lino.
"Seru" ucap Ana singkat.
"No, sebenernya kita mau kemana sih?" tanya Ana.
"Ke taman hiburan" ucap Lino.
"Beneran?" tanya Ana.
"Iya beneran" ucap Lino.
...****...
Skip
"No, naik itu yuk" tunjuk Ana pada wahana kora-kora.
"Ayo" ucap Lino.
Lalu mereka berdua pun segera menaiki wahana tersebut.
Setelah selesai menaiki wahana tersebut, mereka pun berjalan-jalan mencari wahana baru.
"Kita naik wahana Arum jeram yuk" ajak Lino.
"Enggak mau ah. Kita kan gak bawa baju" ucap Ana.
"Kan nanti bisa kering sendiri bajunya" ucap Lino.
"Enggak mau" ucap Ana.
"Lebih baik kita naik itu" tunjuk Ana pada wahana histeria.
"Ah gak mau" ucap Lino.
"Kamu takut ya?" tanya Ana sambil tersenyum.
"Aku gak takut kok, cuma aku males aja naik wahana itu" bohong Lino.
"Bilang aja takut" ledek Ana.
"Enggak" ucap Lino.
"Kalau gak takut kenapa gak mau?" tanya Ana.
"Kan udah aku bilang kalau aku males" ucap Lino.
"Kalau males ngapain kesini?" tanya Ana.
"Ya udah deh ayo" pasrah Lino.
Lalu mereka berdua pun segera menaiki wahana histeria.
Setelah wahana selesai, Lino pun segera duduk dikursi yang ada didekat wahana tersebut.
"Kamu pucet banget, No" ucap Ana.
"Kamu tunggu bentar ya, aku mau beliin kamu minum dulu" ucap Ana.
Lalu Ana pun segera pergi untuk membeli air mineral.
Setelah selesai membeli air minum, Ana pun kembali menghampiri Lino yang sedang duduk.
"Nih, minum dulu" ucap Ana sambil memberikan minum kepada Lino.
Lalu Lino pun segera meminum air mineral tersebut.
"Kamu takut banget ya, No?" tanya Ana.
"Gak takut tapi kok pucet gitu" ucap Ana.
"Aku cuma pusing doang bukannya takut" ucap Lino.
"Oh jadi gak takut ya" ucap Ana sambil menahan senyumnya.
"Iya, aku gak takut kok" bohong Lino.
"Ya udah kalau kamu gak takut berarti habis ini kita naik wahana tornado ya" ucap Ana sambil menahan tawanya.
"Jangan...jangan, yang lain aja" ucap Lino.
"Roller coaster?" ucap Ana.
"Jangan!" ucap Lino.
"Terus apa dong?" tanya Ana.
"Arum jeram" ucap Lino.
"Kan udah aku bilang gak mau" ucap Ana.
"Ya udah aku sendiri aja ya" ucap Lino.
"Ya udah deh aku ikut" ucap Ana.
Lalu mereka pun segera menuju ke wahana Arum jeram.
Saat sampai, ternyata banyak sekali orang yang mengantri. Dengan terpaksa mereka pun harus menunggu lama.
"Aww" ringis Ana karena tubuhnya tersenggol oleh orang yang mengantri dibelakangnya.
Lino yang berada didepan Ana pun langsung melihat kearah Ana.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Tadi gak sengaja kesenggol sama orang yang dibelakang" ucap Ana.
"Ya udah kamu didepan aku aja" ucap Lino.
Lalu Lino dan Ana pun segera berganti posisi.
Hampir 10 menitan mereka pun menunggu, dan kita giliran mereka yang menaiki wahana tersebut.
Skip
Setelah selesai, mereka pun segera menuju pintu keluar.
"Kok baju sama celana kamu gak basah sih?" heran Ana.
"Kan aku anak sholeh, makanya gak kena air" ucap Lino.
"Apa hubungannya coba" ucap Ana sambil tertawa kecil.
"Mana ada anak sholeh ikut taruhan" ucap Ana.
"Oh iya, sekarang mau naik apa?" tanya Lino.
"Istana boneka" ucap Ana.
"Ya udah ayo" ucap Lino.
"Aww" ringis Ana.
"Kenapa, Na?" cemas Lino.
"Kayaknya kaki aku sakit deh" bohong Ana.
"Ya udah, lebih baik kamu duduk dulu" ucap Lino sambil membawa Ana duduk.
"Yang mana yang sakit?" tanya Lino.
"Ih kamu gak peka banget sih" ucap Ana.
"Maksud kamu?" bingung Lino.
"Gak tahu ah" ucap Ana sambil berjalan menuju istana boneka.
Lalu Lino pun segera berlari menghampiri Ana.
"Kenapa sih?" bingung Lino.
"Gak kenapa-napa" ucap Ana.
Sepanjang perjalanan, Lino pun hanya memikirkan ucapan Ana.
"Kamu pingin aku gendong?" tebak Lino.
"Gak!" ucap Ana.
"Ya udah ayo" ucap Lino sambil membungkukkan badannya didepan Ana.
"Gak mau" ucap Ana.
"Cepet, nanti keburu ada cewek lain yang naik" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera menaiki punggung Lino dan ia pun langsung tersenyum saat Lino menggendongnya.
"Dimana sih wahananya? aku lupa, soalnya udah lama gak kesini" tanya Lino.
"Liat dipeta aja" ucap Ana.
Lalu Lino pun segera menghampiri papan peta.
Lalu Ana pun segera turun.
"Loh kamu kenapa turun?" tanya Lino.
"Gak apa-apa, soalnya aku takut badan kamu encok" ucap Ana sambil tertawa.
"Enak aja! aku kan sering olahraga, mana ada jadi encok" ucap Lino.
Lalu Lino pun segera melihat wahana istana boneka dipapan peta.
Lalu setelah itu, mereka pun pergi menuju istana boneka.
Setelah sampai di istana boneka, mereka pun segera menaiki perahu dan mereka pun duduk dipaling belakang.
"No" panggil Ana.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Gimana ya kalau boneka-boneka itu hidup" ucap Ana.
"Kan mereka emang hidup" ucap Lino.
"Hah?" bingung Ana.
"Iya, mereka suka hidup waktu malam hari" bohong Lino.