
Skip
Bel pulang pun berbunyi, seluruh siswa dan siswi pun berhamburan keluar dari kelasnya untuk pulang menuju rumah mereka masing-masing.
"Ayo pulang!" ucap Bagas kepada Ana.
Lalu Bagas pun langsung memegang tangan Ana dan membawanya menuju parkiran.
Setelah sampai di parkiran, Bagas pun melepaskan genggaman tangannya.
"Kamu kenapa?" tanya Bagas karena melihat ekspresi wajah Ana yang seperti sedang ada masalah.
"Aku lagi badmood hari ini" ucap Ana.
"Badmood kenapa? coba cerita sama aku" ucap Bagas dengan tatapan tulus.
"Gak mau ah" ucap Ana.
"Kok gak mau sih" ucap Bagas.
"Lagian ini masalah aku, bukan masalah kamu" kata Ana.
"Masalah kamu kan masalah aku juga" ucap Bagas.
"Ih, Bagas cepetan! aku pingin pulang" sebal Ana.
"Cerita dulu, baru nanti aku anterin kamu" ucap Bagas.
"Ih, gak mau" ucap Ana.
"Yaudah aku gak bakal nganterin pulang, kalau kamu gak mau cerita" ucap Bagas.
"Yaudah aku bisa pulang naik ojek kok" ucap Ana sambil pergi
"Na, jangan ngambek dong! aku cuma bercanda" teriak Bagas sambil menyalakan mesin motornya.
Setelah itu, Bagas pun langsung melajukan motornya menghampiri Ana.
"Ayo, naik" ucap Bagas sambil tersenyum.
Akhirnya Ana pun segera menaiki motornya Bagas.
Lalu Bagas pun segera mengantarkan Ana pulang.
Setelah sampai di rumah, Ana pun segera turun dari motor Bagas.
"Aku pulang dulu ya" ucap Bagas.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Bagas pun segera pergi.
Setelah Bagas pergi, Ana pun segera masuk kedalam rumahnya.
"Ana" panggil mamah.
"Iya, mah" ucap Ana sambil menghampiri mamahnya.
"Mamah sama papah mau ke pernikahan temen mamah, kamu gak apa-apa kan sendiri dirumah?" tanya mamah.
"Gak apa-apa kok, mah" ucap Ana.
"Kalau bosen, nanti mamah mau bilang ke Raka supaya nemenin kamu disini" ucap mamah.
"Gak usah, mah! lagian bentar ini kan?" tanya Ana.
"Enggak bentar sih, soalnya tempatnya jauh" ucap mamah.
"Yaudah deh gimana entar aja, kalau Ana bosen nanti Ana aja yang ke rumahnya Raka" ucap Ana.
"Yaudah mamah sama papah pergi dulu ya" ucap mamah.
"Iya, mah" ucap Ana.
"Pah, hati-hati ya bawa mobilnya" ucap Ana lagi.
"Iya" ucap papahnya.
Lalu mamah dan papah pun segera pergi.
Setelah mereka berdua pergi, Ana pun segera pergi menuju kamarnya untuk mandi.
Setelah mandi Ana pun langsung membuka isi tasnya. Dan ia pun memandang gambar yang dibuat oleh Lino.
"Apa gue ke rumah Lino aja ya, kasihan kalau semuanya dikerjain sama dia" gumam Ana.
"Tapi Bagas marah gak ya? kalau gue ke rumah Lino" gumam Ana.
"Yaudah deh jangan kasih tahu Bagas aja, kalau gue mau ke rumah Lino. Lagian kan kerja kelompok ini, masa harus bilang ke dia" gumam Ana.
Ana pun segera mengambil tasnya, setelah itu ia pun pergi keluar rumah dan tidak lupa mengunci pintu rumahnya.
Setelah itu, Ana pun segera menuju pangkalan ojek untuk pergi ke rumahnya Lino.
Setelah sampai di rumah Lino, Ana pun segera menekan bel rumah Lino.
Tidak lama setelah Ana menekan bel, Lino pun datang menghampirinya.
"Katanya gak mau kerja kelompok" sindir Lino sambil tersenyum.
"Yaudah deh gak jadi aja" ucap Ana sambil berniat ingin pergi namun tangan Ana terlebih dahulu dipegang oleh Lino.
"Jangan pergi" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera melepaskan tangannya yang dipegang oleh Lino.
"Yaudah ayo masuk" ajak Lino.
Akhirnya mereka berdua pun segera masuk kedalam rumah Lino.
Lino pun hanya tersenyum.
"Cepet bawa pergi" ucap Ana ketakutan.
"Iya" ucap Lino sambil membawa kucing peliharaannya.
Ana pun segera duduk di sofa, sambil menunggu Lino.
Setelah menyimpan kucingnya dikandang, Lino pun segera menghampiri Ana.
"Luh kenapa sih takut sama kucing?" tanya Lino.
"Habisnya kucingnya nyamperin gue" ucap Ana.
"Kucing nyamperin luh itu karena dia suka sama luh" ucap Lino.
"Oh iya! bentar ya, gue mau ambil minuman dulu" ucap Lino sambil pergi ke dapur.
Ana pun melihat kearah gambar yang digambar oleh Lino.
Lalu Ana pun langsung memotret gambar tersebut karena gambarnya bagus.
Lalu Lino pun segera menghampiri Ana kembali dan Lino pun langsung memberikan jus kemasan kepada Ana.
Ana pun menahan tawanya karena aneh aja, kan biasanya orang bertamu dikasih minuman digelas, ini malah dikasih jus kemasan.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Gak kenapa-napa" ucap Ana.
"Gue minum ya" ucap Ana.
"Minum mah minum aja kali, gak usah bilang" ucap Lino.
"No, di rumah luh gak ada pembantu gitu?" tanya Ana.
"Enggak ada, emang kenapa?" tanya Lino.
"Terus kalau luh mau makan gimana?" tanya Ana.
"Ya gue beli diluar atau gue beli pake aplikasi" ucap Lino.
"Oh gitu" kata Ana.
"Luh kenapa nanyain soal itu? atau jangan-jangan luh mau jadi pembantu gue?" tanya Lino.
"Enak aja kalau ngomong" sebal Ana.
"Bercanda kali" ucap Lino.
""Luh udah ijin ke Bagas belum? kalau luh kerja kelompok di rumah gue" ucap Lino.
"Belum" ucap Ana.
"Yaudah cepet ijin dulu" suruh Lino.
"Enggak ah, nanti dia marah" ucap Ana.
"Loh kenapa marah?" tanya Lino.
"Yaudah gue telepon Bagas dulu ya, mau bilang kalau luh ada disini" ucap Lino.
"Jangan, No!" cegah Ana.
"Gak apa-apa, lagian Bagas gak bakal marah kok sama gue. Gue kan sahabatnya dia" ucap Lino.
Lalu Lino pun segera menelepon Bagas. Kemudian Bagas pun mengangkat telepon dari Lino.
"Hallo, No" ucap Bagas.
"Gas, si Ana lagi kerja kelompok di rumah gue" ucap Lino.
"Iya, terus?" tanya Bagas.
"Dia pingin ijin sama luh, tapi dia nya takut kalau luh nya marah sama dia" ucap Lino.
"Gue gak marah kok, lagian cuma kerja kelompok ini" ucap Bagas.
"Yaudah kalau gitu, gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Lino.
"Iya" ucap Bagas.
Lalu Lino pun segera mematikan panggilan teleponnya.
"Tuh liat kan! udah gue bilang dia gak bakal marah" ucap Lino.
"No" panggil Ana.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Luh pernah ikut lomba menggambar gak?" tanya Ana.
"Enggak pernah" ucap Lino.
"Kenapa gak pernah ikut?" tanya Ana.
"Gambar gue gak sebagus orang" ucap Lino.
"Gambar luh bagus kok! lain kali coba deh ikutan lomba gambar, pasti luh menang juara ke satu" ucap Ana.
"Enggak ah, males! Lagian tujuan gue ngegambar buat ngehilangin stres aja, bukan berniat untuk ikut lomba" ucap Lino.
"Kalau stres itu jalan-jalan keluar bukan ngegambar" ucap Ana.
"Kan cara ngehilangin stres orang beda-beda, Na" ucap Lino.
"Iya juga sih" ucap Ana.