ARLINO

ARLINO
Episode 156



Setelah sampai, Ana langsung menekan bel rumah Lino.


Tidak menunggu lama, Lino langsung datang menghampiri Ana dan ia langsung membukakan pagar rumahnya.


"Kamu kesini naik apa?" tanya Lino.


"Aku naik ojek online, soalnya kan aku gak bisa bawa motor" ucap Ana.


"Ya udah ayo masuk" ucap Lino.


Lalu mereka berdua segera masuk, kemudian mereka berdua segera duduk di sofa.


"Kamu gak enak badan ya?" tanya Ana sambil memegang kening Lino.


"Iya" ucap Lino.


"Udah minum obat?" tanya Ana.


"Belum, kan belum makan" ucap Lino.


"Oh iya, mau aku masakin sekarang?" tanya Ana.


Lino hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ana.


"Ya udah aku masakin sekarang ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Kamu gak apa-apa kan sendirian di dapur? soalnya aku mau mandi dulu" ucap Lino.


"Iya gak apa-apa, kamu mandi aja sana" ucap Ana.


Lalu Lino segera pergi ke kamarnya, sedangkan Ana segera ke dapur untuk memasak nasi goreng untuk Lino.


Skip


Setelah selesai memasak, Ana segera pergi menuju ruang makan dengan membawa nasi goreng dan air minum.


Kemudian ia langsung duduk sambil menunggu Lino.


Beberapa menit kemudian, Lino segera menghampiri Ana di ruang makan. Lalu ia segera duduk dikursi sambil menikmati nasi goreng yang dibuat oleh Ana.


"Kamu mau gak?" tanya Lino.


"Enggak, aku kan udah makan tadi di rumah" ucap Ana.


"Makan sama apa?" tanya Lino.


"Makan sama ayam" ucap Ana.


"Ayam nya cewek atau cowok?" tanya Lino.


"Mana aku tahu" ucap Ana sambil tertawa kecil.


"Oh iya, Dora sama Dori udah dikasih makan belum?" tanya Ana.


"Belum" ucap Lino.


"Kamu gimana sih, masa mereka belum dikasih makan. Kalau nanti sakit gimana coba" ucap Ana.


"Iya soalnya kan tadi aku baru bangun tidur, jadi aku lupa kasih makan" ucap Lino.


"Biar aku aja ya yang kasih makan" ucap Ana.


"Emang berani?" tanya Lino.


"Berani lah" ucap Ana.


"Ya udah sana, kasih makan" ucap Lino.


Lalu Ana segera pergi menuju taman yang ada didalam rumah Lino.


Setelah sampai di taman, Ana segera memberi makan Dora dan Dori.


"Lucu banget" ucap Ana saat memberi makan dori.


Setelah memberi makan Dori, Ana segera memberi susu kepada Dora dengan menggunakan pipet karena Dora masih kecil.


Setelah itu, Ana segera mencuci tangan agar tidak ada bulu yang menempel. Kemudian ia segera pergi menghampiri Lino.


"Udah makan nya?" tanya Ana.


"Udah" ucap Lino.


"Sini biar aku cuci piring sama gelasnya" ucap Ana.


"Gak usah, biar aku aja" ucap Lino sambil pergi ke dapur.


Lalu Ana segera menyusul Lino ke dapur.


Ana hanya memandang Lino yang sedang mencuci piring dan gelas.


"Jangan lihat aku, nanti jadi jatuh cinta" ucap Lino.


"Kan emang udah jatuh cinta" ucap Ana sambil tersenyum.


"No, kenapa ya dinamain jatuh cinta?" tanya Ana.


"Karena kan cinta butuh pengorbanan, jadi harus merasakan jatuh dulu" ucap Lino.


"Jadi kalau pingin ngerasain cinta harus jatuh dulu?" tanya Ana.


"Gak gitu juga" ucap Lino sambil menahan tawanya.


"Tadi kata kamu harus merasakan jatuh dulu" ucap Ana.


"Enggak tahu ah! aku juga bingung" ucap Lino.


"Kamu yang ngomong, kamu yang bingung" ucap Ana.


"Soalnya tadi aku ngarang" ucap Lino sambil tertawa kecil.


"Ya udah ayo" ucap Lino.


"Kemana?" tanya Ana.


"Ke ruang tamu, soalnya aku mau nonton tv" ucap Lino.


"Oh iya, kamu mau minum gak?" tanya Lino.


"Mau" ucap Ana.


"Ya udah ambil aja di kulkas" ucap Lino.


Lalu Ana segera mengambil susu coklat dingin.


"Ya udah ayo" ucap Ana.


Trining...trining


Lino segera mengangkat panggilan telepon dari mamahnya.


"Hallo, mah" ucap Lino.


"No, besok kamu harus datang ya ke acara nikahan sepupu kamu" ucap mamah Lino.


"Gak mau ah, mah! Lino gak enak badan" ucap Lino.


"Kamu gimana sih, No! masa sepupu nikahan, gak datang sih" ucap mamah Lino.


"Percuma juga Lino dateng, nanti yang ada disana Lino dijadiin bahan omongan sama kalian" ucap Lino.


"Maksud kamu apa sih, No?" tanya mamah Lino.


"Lino gak mau ikut, nanti Lino dibanding-bandingin lagi sama anaknya om Jihad" ucap Lino.


"Mamah gak suka banding-bandingin kamu sama anaknya om Jihad kok" ucap mamah Lino.


"Iya bukan mamah, tapi papah yang banding-bandingin" ucap Lino.


"No, please ikut ya! kalau kamu gak ikut nanti kamu diomongin sama sekeluarga loh" ucap mamah Lino.


"Kamu emang mau diomongin mereka semua?" tanya mamah Lino.


"Ya udah Lino mau ikut asal ada syaratnya" ucap Lino.


"Apa syaratnya?" tanya mamah Lino.


"Nanti bilangin ke papah, jangan banding-bandingin Lino sama orang lain" ucap Lino.


"Iya, nanti mamah bakal bilang ke papah kok" ucap mamah.


"Syarat yang kedua, nanti hari Senin mamah harus ambilin raport Lino" ucap Lino.


"Hari Senin?" tanya mamah Lino.


"Iya, hari Senin" ucap Lino.


"Tapi mamah kan harus kerja, No" ucap mamah Lino.


"Cuma sebentar kok, mah! gak butuh waktu berjam-jam untuk ngambil raport Lino" ucap Lino.


"Ya udah nanti hari Senin, mamah ambil raport kamu" ucap mamah Lino.


"Jam berapa ke sekolah nya?" tanya mamah Lino.


"Jam sembilan" ucap Lino.


"Ya udah nanti mamah ambil" ucap mamah Lino.


"Syaratnya udah kan?" tanya mamah Lino.


"Belum, ada satu syarat lagi" ucap Lino.


"Syarat yang ketiga apa?" tanya mamah Lino.


"Yang ketiga, Lino mau ajak Ana kesananya" ucap Lino.


"Uhukk...uhuk" tiba-tiba Ana tersedak saat mendengar ucapan Lino yang menyebut dirinya.


"Ya udah boleh" ucap mamah Lino.


"Tapi besok kamu harus datang ya" ucap mamah Lino.


"Iya, besok Lino datang" ucap Lino.


"Jam berapa kesananya?" tanya Lino.


"Pokoknya nanti jam 7 harus ada di Gedung Prinanda" ucap mamah.


"Ya udah besok Lino sama Ana kesana" ucap Lino.


Lalu Lino segera mematikan panggilan teleponnya.


"No, tadi kok kamu nyebut nama aku sih" ucap Ana.


"Na, kamu besok ikut ya ke nikahan sepupu aku" ucap Lino.


"Ke nikahan?" tanya Ana memastikan.


"Iya, ikut ya please" mohon Lino.


"Tapi aku bilang ke mamah dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Ana segera menelepon mamahnya.


Beberapa detik kemudian, mamah Ana langsung menjawab panggilan telepon dari Ana.


"Hallo sayang" ucap mamah.


"Mah, besok Ana boleh ikut ke nikahan sepupunya Lino gak?" tanya Ana.


"Jauh gak tempatnya?" tanya mamah.


"No, jauh gak tempatnya?" tanya mamah.


"Lumayan jauh sih, Na" ucap Lino.


"Mah, katanya lumayan jauh" ucap Ana.


"Siniin, Na" ucap Lino sambil mengambil ponsel Ana.


"Hallo, tante" ucap Lino.


"Iya, No" ucap mamah Ana.


"Lino boleh ijin ajak Ana gak, tante?" tanya Lino.


"Boleh, tapi jagain Ana ya" ucap mamah Ana.


"Iya, Lino bakal jagain Ana kok tante" ucap Lino.


"Nanti berangkatnya bareng sama keluarga kamu?" tanya mamah.


"Enggak, tante" ucap Lino.


"Nanti Lino sama Ana langsung ke tempat nikahannya. Soalnya pasti orang tua Lino udah berangkat duluan" ucap Lino.


"Kok gak bareng kamu sih" heran mamah Ana.


"Iya, soalnya Lino gak tinggal bareng orang tua Lino" ucap Lino sedikit sedih.