ARLINO

ARLINO
Episode 83



"Kamu mau nyanyi apa?" tanya Lino.


"Aku gak mau nyanyi, kamu aja yang nyanyi" ucap Ana.


"Ya udah deh" ucap Lino.


Lalu Lino pun segera memilih lagu yang akan ia nyanyikan.


Setelah itu, ia pun langsung memasukan koin kedalam mesin. Setelah memasukan koin, Lino pun segera menekan nomer lagu yang akan dinyanyikan.


Lalu ia pun segera menyanyikan lagu tersebut.


****


Setelah puas bermain, akhirnya mereka pun segera menuju parkiran.


Setelah sampai, Lino pun segera menaiki motornya.


"Ayo naik" ucap Lino.


"Bentar dulu" ucap Ana.


Lalu Ana pun mengambil ponselnya, dan ia langsung memfoto boneka yang diberikan oleh Lino.


Cekrek



Setelah memfoto boneka itu, Ana pun segera menaiki motor Lino. Lalu Lino pun segera melajukan motornya.


"Suka banget ya sama bonekanya? sampe difoto gitu" tanya Lino.


"Iya, suka banget" ucap Ana.


"Lebih suka aku atau bonekanya?" tanya Lino.


"Lebih suka kamu" ucap Ana.


Lalu Lino pun langsung tersenyum.


"Kamu mau pulang atau masih mau main?" tanya Lino.


"Main" ucap Ana.


"Kamu gak capek?" tanya Lino.


"Enggak" ucap Ana.


"Kamu capek?" tanya Ana balik.


"Enggak kok" ucap Lino.


"Na, anterin aku beli sepatu yuk" ajak Lino.


"Ayo" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera melajukan motornya menuju toko sepatu langganannya.


Setelah sampai, mereka berdua pun langsung turun dari motor dan mereka langsung masuk kedalam toko sepatu.


Lalu Lino pun segera melihat-lihat sepatu yang ada di toko tersebut.


"No, aku duduk disini aja ya. Kalau kamu mau kesana, kesana aja sambil lihat-lihat sepatunya" ucap Ana.


"Ya udah, aku kesana ya. Nanti aku kesini lagi kok" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Lino pun pergi untuk melihat sepatu yang lainnya.


Tiba-tiba ada orang yang menghampiri Ana.


"Permisi, kak" ucap seorang cowok.


"Iya, ada apa?" tanya Ana.


"Saya boleh boleh minta tolong gak?" tanya cowok itu.


"Minta tolong apa?" tanya Ana.


"Jadi pacar saya ulang tahun, terus saya mau kasih kado sepatu. Tapi saya gak tahu ukuran kakinya. Terus saya lihat-lihat kayaknya ukurannya sama kayak kakak" ucap cowok itu.


"Kakak boleh gak cobain sepatu ini" ucap cowok itu.


"Oh ya udah, yang mana sepatunya?" tanya Ana.


"Yang ini" ucap cowok itu.


Lalu Ana pun segera memakai sepatu tersebut.


"Gimana, kak? ukurannya pas gak?" tanya cowok itu.


"Ini kayaknya kekecilan deh" ucap Ana.


"Oh gitu ya" ucap cowok itu.


"Coba yang ini, kak" ucap cowok itu sambil memberikan sepatu yang lain.


Lalu Ana pun segera memakai sepatu yang diberikan oleh cowok itu.


"Gimana?" tanya cowok itu.


"Yang ini terlalu kebesaran" ucap Ana.


"Coba yang ini" ucap cowok itu sambil memberikan sepatu yang lain.


Lalu Ana pun segera memakai sepatu tersebut.


"Gimana, kak?" tanya cowok itu.


"Yang ini udah pas" ucap Ana.


"Kira-kira warna yang disukai cewek apa ya, kak?" tanya cowok itu.


Lino pun melihat Ana yang sedang bersama cowok, kemudian ia pun segera menghampiri Ana.


"Ada apa, sayang?" tanya Lino.


Ana pun hanya terdiam karena untuk kedua kalinya, Lino memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Ini kak, saya mau minta tolong sama pacar kakak" ucap cowok itu.


"Minta tolong apa?" tanya Lino.


"Saya mau beliin sepatu buat pacar saya, tapi saya gak tahu ukurannya. Makanya saya minta tolong ke pacar kakak, soalnya ukuran kaki pacar kakak kayaknya sama kayak ukuran kaki pacar saya" jelas orang itu.


"Kenapa gak langsung tanya aja sama pacarnya" ucap Lino.


"Kalau ditanya nanti dia bakal tahu kalau saya bakal ngasih sepatu. Nanti gak surprise" jelas cowok itu.


"Ya udah kalau gitu, makasih ya kak" ucap cowok itu.


Lalu cowok itu pun segera pergi.


"Udah nyari sepatu nya?" tanya Ana.


"Udah, tapi aku bingung antara mau beli yang ini atau yang ini" ucap Lino.


"Menurut kamu, aku lebih cocok pake yang mana?" tanya Lino.


"Menurut aku sih apa aja cocok kalau kamu yang pake" ucap Ana.


"Ya udah deh, aku beli dua-duanya aja" ucap Lino.


"Bentar ya, aku mau bayar dulu" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera pergi untuk membayar sepatu yang ia beli.


Setelah selesai membayar, Lino pun segera menghampiri Ana.


"Ayo" ucap Lino.


Lalu mereka berdua pun segera keluar dari toko tersebut.


"Sini biar aku bawa aja" ucap Ana sambil mengambil kantong plastik berisi sepatu.


"Makasih" ucap Lino.


Lalu mereka berdua pun segera menaiki motor. Setelah itu, Lino pun langsung melajukan motornya.


"Kita pulang aja ya, soalnya udah sore" ucap Lino.


"Ya udah iya" ucap Ana namun sebenarnya ia masih pingin jalan-jalan bersama Lino.


Setelah sampai di rumah Ana, Ana pun segera turun dari motor Lino.


"Ini, No" ucap Ana sambil memberikan kantong plastik yang berisi sepatu.


Lalu Lino pun segera mengambil kantong plastik tersebut, lalu ia pun menggantungkan plastik tersebut di stang motornya.


"No, tunggu dulu" ucap Ana.


Lalu Ana pun segera berlari menuju kamarnya untuk menyimpan boneka yang dikasih Lino dan juga mengambil hoodie dan celana Lino.


Setelah itu, Ana pun kembali menghampiri Lino.


"Nih hoodie sama celana kamu" ucap Ana.


"Oh iya" ucap Lino.


"Satuin aja ya sama kantong plastik ini" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera memasukan hoodie dan celana Lino kedalam kantong plastik tersebut.


"Ya udah, aku pulang dulu ya" ucap Lino.


"Iya, hati-hati ya" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera melajukan motornya menuju rumahnya.


Setelah Lino pergi, Ana pun segera masuk kedalam rumahnya.


"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya mamah yang sedang duduk di sofa.


Lalu Ana pun segera menghampiri mamahnya dan ia langsung duduk disebelah mamahnya.


"Enggak kok" ucap Ana.


"Seneng ya jalan-jalan sama Lino?" tanya mamah.


Ana pun hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Tadi jalan-jalan nya cuma ke pantai doang?" tanya mamah.


"Sama ke timezone, terus habis itu nganter Lino beli sepatu" ucap Ana.


"Oh iya, tadi juga Lino ngasih Ana boneka" ucap Ana.


"Kamu kayaknya seneng banget ya pacaran sama Lino" ucap mamah.


"Iya, mah" ucap Ana sambil tersenyum.


"Ya udah kalau gitu Ana ke kamar dulu ya, mah" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


Lalu Ana pun segera pergi menuju kamarnya.


Setelah sampai di kamar, ia pun segera mengambil boneka yang diberikan oleh Lino.


"Lucu banget sih, tapi lebih lucu yang ngasih" ucap Ana pada boneka tersebut.