
Malam hari
Tok...tok...tok
"Buka aja, mah! gak dikunci kok" ucap Ana.
Mamah Ana segera membuka pintu kamar Ana.
"Ada apa, mah?" tanya Ana.
Mamah segera duduk dipinggir kasur Ana.
"Mamah mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap mamah.
"Mau ngomong apa, mah?" tanya Ana.
"Jadi temen kantor mamah ada yang mau ngelamar mamah" ucap mamah.
Ana terdiam sejenak.
"Kamu setuju gak kalau mamah nikah lagi?" tanya mamah.
"Kalau mamah bahagia sama orang itu ya Ana setuju kok" ucap Ana padahal sebenarnya ia sangat sedih apabila mamahnya menikah lagi.
"Kamu beneran setuju?" tanya mamah memastikan.
"Iya Ana setuju kok" ucap Ana sambil tersenyum namun matanya berkaca-kaca.
"Ya udah itu aja yang pingin mamah omongin. Kalau gitu mamah pergi dulu ke kamar ya" ucap mamah.
"Iya" ucap Ana.
Mamah Ana segera pergi.
Setelah mamahnya pergi, Ana langsung menelepon Lino.
Tidak menunggu lama, Lino langsung mengangkat panggilan telepon dari Ana.
"Hallo, Na" ucap Lino.
"No, besok berangkatnya jam 6 yuk" ucap Ana.
"Kenapa pagi-pagi banget?" tanya Lino.
"Soalnya aku pingin berangkat pagi aja" ucap Ana.
"Kalau kamu gak bisa berangkat pagi gak apa-apa kok. Nanti aku tinggal berangkat sendiri aja" ucap Ana.
"Na, kamu ada masalah ya dirumah?" tanya Lino.
"Gak ada kok" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu besok aku berangkat sendiri aja ya. Jadi kamu gak usah ke rumah aku" ucap Ana.
"Enggak, nanti aku ke rumah kamu. Kita berangkat ke sekolah bareng" ucap Lino.
"Ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya teleponnya" ucap Ana.
"Kenapa ditutup? baru juga sebentar teleponan nya" ucap Lino.
"Soalnya aku ngantuk" ucap Ana.
"Kalau ada masalah tuh cerita, jangan dipendem sendiri" ucap Lino.
"Aku gak ada masalah kok" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya teleponnya" ucap Ana lagi.
Lalu Ana langsung mematikan panggilan teleponnya.
...****...
Pagi hari
"Mah, Ana berangkat dulu ya" ucap Ana sambil salam kepada mamahnya.
"Kok berangkat pagi-pagi banget" ucap mamah.
"Soalnya Ana belum ngerjain PR, jadi Ana harus berangkat pagi" bohong Ana.
"Tapi kamu belum sarapan loh" ucap mamah.
"Nanti Ana sarapannya di sekolah aja" ucap Ana.
Tingtong...tintong
"Mah, Ana berangkat dulu ya soalnya Lino udah datang" ucap Ana.
Ana segera pergi keluar untuk menghampiri Lino.
"Ayo berangkat" ucap Ana sambil menghampiri Lino.
Lino langsung melajukan motornya menuju sekolah.
Sekolah
Sesampainya di parkiran sekolah, Ana dan Lino segera turun dari mobil. Lalu mereka berdua segera pergi menuju kelasnya.
* Kelas
"Na, aku keluar bentar ya" ucap Lino.
Ana hanya mengangguk.
Lino segera pergi keluar.
15 menit kemudian, Lino segera kembali menuju kelasnya.
"Ini sarapan dulu" ucap Lino sambil duduk disebelah Ana.
"Aku gak lapar" ucap Ana.
"Aaa" ucap Lino agar Ana membuka mulut.
"Cepet makan, nanti pingsan kalau belum sarapan" ucap Lino.
"Kamu aja yang makan" ucap Ana.
"Ya udah aku makan ya, tapi nanti kamu juga harus makan" ucap Lino sambil memberikan sterofoam yang berisi nasi goreng dan satu botol air mineral.
Lino segera memakan nasi goreng miliknya karena ia sangat lapar sebab tadi ia belum sempat sarapan.
"Ya udah cepet makan" ucap Lino.
"Nanti aja" ucap Ana.
"Sekarang" ucap Lino.
"Atau mau aku suapin?" tanya Lino.
"Ya udah aku suapin ya" ucap Lino.
"Aaa" ucap Lino sambil menyuruh Ana membuka mulutnya.
Ana segera memakan nasi goreng tersebut.
"Nah gitu dong" ucap Lino sambil tersenyum.
"Nih makan lagi" ucap Lino.
"Udah gak usah disuapin, aku mau makan sendiri aja" ucap Ana.
"Oh ya udah" ucap Lino sambil meletakkan sendok pada nasi goreng milik Ana.
Lalu Ana dan Lino segera memakan nasi goreng masing-masing.
"Kamu berantem sama mamah kamu ya?" tanya Lino memastikan.
Ana hanya menggelengkan kepalanya.
"Berantem sama papah kamu?" tebak Lino.
Ana menggelengkan kepalanya lagi.
"Terus kamu kenapa?" tanya Lino.
"Aku gak kenapa-napa" ucap Ana.
"Na, kamu masih inget kan perjanjian kita?" tanya Lino.
"Perjanjian yang mana?" tanya Ana.
"Kalau salah satu dari kita ada masalah harus?" ucap Lino.
"Harus cerita?" ucap Ana.
"Nah itu tahu" ucap Lino.
"Tapi ini bukan masalah sih" ucap Ana.
"Terus apa dong?" tanya Lino.
"Aku gak mau cerita, soalnya nanti kamu pasti bilang ke mamah aku" ucap Ana.
"Aku gak bakal bilang ke mamah kamu kok" ucap Lino.
"Janji?" ucap Ana sambil mengacungkan jari kelingkingnya.
"Iya aku janji gak bakal bilang" ucap Lino sambil mengeratkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Ana.
"Ya udah cepet cerita" suruh Lino.
"Ada yang mau ngelamar mamah aku" ucap Ana.
"Oh jadi itu yang bikin kamu sedih" ucap Lino.
Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.
"Jadi kamu gak setuju kalau mamah kamu dilamar orang?" tanya Lino.
"Iya, tapi kalau aku bilang gak setuju nanti aku takut mamah jadi sedih" ucap Ana.
"Kamu lebih baik jujur aja sama mamah kamu" saran Lino.
"Kalau mamah sedih gimana?" ucap Ana.
"Mamah kamu gak bakal sedih kok, lagian mamah kamu pasti lebih milih kebahagiaan kamu dari pada kebahagiaan dirinya" ucap Lino.
"Ya udah sekarang cepet telepon mamah kamu dan bilang bahwa kamu gak setuju" ucap Lino.
"Tapi aku takut, No" ucap Ana.
"Takut kenapa?" tanya Lino.
"Takut mamah sedih" ucap Ana.
"Mamah kamu gak bakal marah! percaya deh sama aku" ucap Lino.
"Gak mau! kalau percaya sama kamu berarti musyrik" ucap Ana.
"Masih bisa ngelawak ya ini bocah" ucap Lino sambil mengacak-acak pelan rambut Ana.
"Ih jangan digituin! nanti rambut aku jadi berantakan" ucap Ana.
"Iya maaf deh" ucap Lino sambil merapikan rambut Ana.
"Ya udah cepet habisin makanannya" ucap Lino.
"Iya bawel" ucap Ana.
"Bawel kok ngatain bawel sih" ucap Lino.
"Aku gak bawel" ucap Ana.
"Iya deh iya, kamu kan kalem banget" ucap Lino terpaksa.
Ana langsung tersenyum karena mendengar ucapan Lino.
"Jangan senyum" ucap Lino.
"Ih kok ngatur" ucap Ana.
"Maksudnya jangan senyum ke cowok lain selain aku" ucap Lino.
Ana langsung tersenyum setelah mendengar perkataan Lino barusan.
"Kalau senyum ke papah aku boleh gak?" tanya Ana.
"Ya boleh" ucap Lino.
"Tadi katanya gak boleh senyum sama cowok lain" ucap Ana.
"Aku ralat deh. Jadinya kamu gak boleh senyum ke cowok lain selain aku dan papah kamu" ucap Lino.
"Posesif banget kamu" ucap Ana.
"Bukannya cewek suka cowok yang posesif ya?" tanya Lino.
"Enggak, siapa emang yang bilang kayak gitu?" tanya Ana.
"Ya aku yang bilang" ucap Lino.
"Kebanyakan cewek tuh gak suka sama yang posesif" kata Ana.
"Terus sukanya yang apa?" tanya Lino.
"Cewek lebih suka sama cowok yang perhatian" jelas Ana.