ARLINO

ARLINO
Episode 258



* Kelas


"Ana" panggil Bagas.


Sontak Ana langsung melihat kearah Bagas.


"Ada apa?" tanya Ana.


"Kata Lia katanya tolong isiin agenda" ucap Bagas.


"Iya, nanti gue isiin" ucap Ana.


Lalu Bagas segera pergi ke tempat duduknya.


Ana segera mengambil agenda yang berada di meja guru.


"Fel, yang gak hadir siapa?" tanya Ana.


"Bentar, gue lihat grup dulu" ucap Felisa.


"Kayaknya cuma Cindy doang deh yang gak masuk" ucap Felisa.


"Ijin atau sakit?" tanya Ana.


"Sakit" ucap Felisa.


Lalu Ana segera mengisi agenda kelas.


"Loh! kok kamu yang isi agendanya" ucap Lino yang tiba-tiba muncul.


"Iya, soalnya Lia nya lagi di UKS" ucap Ana.


"Dia lagi sakit?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Kenapa gak disuruh pulang aja?" tanya Lino.


"Eh iya juga ya, kenapa aku nyuruh ke UKS" gumam Ana.


"Selamat pagi anak-anak" ucap guru.


"Pagi, Bu" ucap semuanya.


Murid-murid segera duduk di kursinya masing-masing.


"Oh iya, Ana. Tolong ambilkan buku paket Pai ya di perpustakaan" ucap Bu Fairuz karena Ana duduk di paling depan.


"Iya, Bu" ucap Ana.


"Bu, Lino juga mau bantuin ambilin buku ya. Soalnya kalau Ana bawa sendiri pasti berat" ucap Lino.


"Oh ya sudah" ucap Bu Fairuz.


"Ya udah ayo, No" ucap Ana.


Ana dan Lino segera pergi menuju perpustakaan.


Setelah sampai, Ana dan Lino langsung masuk kedalam.


"Bu, kita berdua disuruh Bu Fairuz buat pinjem paket Pai" ucap Ana.


"Ya udah ambil aja disana" tunjuk penjaga perpustakaan.


Lalu mereka berdua segera mengambil buku paket Pai.


"Sini biar aku aja yang bawa" ucap Lino.


"Gak usah, biar aku aja" ucap Ana.


"Udah biar sama aku aja" ucap Lino sambil mengambil beberapa buku paket yang dipegang Ana.


"Shuttt!! jangan berisik" ucap seseorang yang berada didalam perpustakaan.


Sontak Lino langsung melihat kearah orang itu.


"Jangan berisik tapi luh juga berisik" ucap Lino sedikit kesal.


"No, udah" ucap Ana sambil menarik tangan Lino agar keluar dari perpustakaan.


"Rese banget tuh orang" gumam Lino.


"Udah jangan marah, lagian kita juga salah. Harusnya kita gak ngobrol didalam perpustakaan" ucap Ana.


"Ya udah ayo ke kelas" ucap Lino mengalihkan pembicaraan.


Akhirnya mereka berdua segera pergi menuju kelasnya.


Sesampainya di kelas, Ana segera duduk di kursinya. Sedangkan Lino, ia segera membagikan buku kepada semua murid yang ada didalam kelas.


"Kalau sudah dibuka buku paketnya, silahkan rangkum dari halaman 35-40" perintah Bu Fairuz.


"Baik, Bu" ucap semuanya.


Lino segera mengambil buku catatan dan balpoin nya. Lalu ia segera menghampiri Ana dan duduk di kursi Lia.


"Loh! kamu kenapa duduk disini?" tanga Ana.


"Emang gak boleh ya kalau aku duduk disini?" tanya Lino.


"Ya boleh sih" ucap Ana.


Lalu Ana dan Lino segera merangkum tugas Pai.


...****...


Krining...Krining


Bel istirahat berbunyi.


Semua murid-murid langsung mengumpulkan bukunya di meja guru.


"Arlino, tolong bawakan bukunya ke ruang guru ya" perintah guru.


"Baik, Bu" ucap Lino.


Lalu guru itu segera pergi menuju ruang guru.


"Lang, anter yuk!" ucap Lino.


"Gak mau! gue mau istirahat" ucap Gilang.


"Kamu mau dianter, No?" tanya Ana.


"Gak usah, Na. Kamu ke kantin aja" ucap Lino.


"Aku ke kantinnya nanti aja bareng kamu" ucap Ana.


"Ya udah ayo ke ruang guru" ucap Ana.


"Ya udah ayo" ucap Lino.


Lalu mereka berdua segera berjalan menuju ruang guru.


"Mau dibantuin gak?" tanya Ana.


"Gak usah" ucap Lino.


Setelah sampai di ruang guru, Lino segera masuk kedalam dan ia langsung meletakkan buku-buku tersebut di meja guru. Sesudah itu, Lino kembali menghampiri Ana yang berada diluar.


"Ayo ke kantin" ajak Lino.


"Eh, No! aku mau ke UKS dulu, soalnya aku mau lihat kondisi Lia. Takutnya dia kenapa-napa" ucap Ana.


"Ya udah ayo aku temenin ke UKS" ucap Lino.


Mereka berdua segera pergi menuju UKS.


Sesampainya di UKS, Ana dan Lino segera menghampiri Lia.


"Lia" panggil Ana sambil menepuk pelan pundak Lia.


Lia langsung membuka kedua matanya.


"Luh lebih baik pulang aja" saran Ana.


"Iya, lebih baik istirahat di rumah aja" ucap Lino.


"Emang gak apa-apa ya kalau gue pulang?" tanya Lia.


"Ya gak apa-apa, nanti gue bakal bilang ke guru kok kalau luh lagi sakit" ucap Ana.


"Ya udah deh kalau gitu gue pulang aja" ucap Lia.


"No, tolong ambilin tas Lia sana" suruh Ana.


"Ya udah" ucap Lino.


Lalu Lino segera pergi menuju kelasnya.


Beberapa menit kemudian, Lino kembali ke UKS.


"Ini" ucap Lino sambil memberikan tas kepada Lia.


"Makasih, No" ucap Lia.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


"Ya udah ayo gue anter luh ke depan gerbang" ucap Ana.


"Lia, luh bawa motor gak?" tanya Lino.


"Enggak" ucap Lia.


Lia hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


Setelah sampai di gerbang sekolah, Lino segera memanggil tukang ojek.


Tidak menunggu lama, tukang ojek tersebut langsung menghampiri mereka bertiga.


"Guys, gue pulang dulu ya" ucap Lia.


"Iya" ucap Ana dan Lino.


"Pak, hati-hati ya bawa kendaraannya" ucap Ana.


"Iya, neng" ucap tukang ojek.


Kemudian Lia dan tukang ojek itu segera pergi.


"Ya udah ayo ke kantin" ajak Lino.


"Emang kalau jajan keburu ya, No?" tanya Ana.


"Keburu kok" ucap Lino.


"Ya udah ayo" ucap Lino lagi.


Akhirnya mereka berdua segera pergi ke kantin.


* Kantin


"Kamu tunggu aja ya disini, nanti biar aku aja yang beliin" ucap Lino.


"Ya udah iya" ucap Ana.


"Kamu mau beli apa?" tanya Lino.


"Aku mau basreng" ucap Ana.


"Yang pedes?" tanya Lino.


"Enggak, pake bumbu keju aja" ucap Ana.


"Minumnya mau apa?" tanya Lino.


"Es teh manis" ucap Ana.


"Ya udah kamu tunggu dulu disini ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Lino segera pergi membeli makanan dan minuman untuk dirinya dan juga Ana.


"Ana" panggil Clara sambil menghampiri Ana.


"Apa?" ucap Ana.


"Luh kok lama banget sih ke ruang gurunya" ucap Clara.


"Udah dari ruang guru tadi gue langsung ke UKS nyamperin Lia, makanya jadi lama" ucap Ana.


"Oh iya, gue lupa kalau Lia ada di UKS" ucap Clara sambil menepuk jidatnya.


"Terus sekarang Lia masih di UKS?" tanya Clara.


"Enggak, dia udah pulang" ucap Ana.


"Pulangnya dianterin siapa?" tanya Clara.


"Dianter tukang ojek" ucap Ana.


Krining... krining


Bel masuk berbunyi.


"Ayo ke kelas, Na" ucap Clara.


"Luh duluan aja, soalnya gue belum jajan" ucap Ana.


"Ya udah gue ke kelas duluan ya" ucap Clara.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Clara segera pergi menuju kelasnya.


"Gue sama Lino bakal dimarahin gak ya sama guru" batin Ana.


Beberapa menit kemudian, Lino kembali menghampiri Ana.


"Ini basreng sama teh manis nya" ucap Lino.


"Makasih" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


Ana buru-buru menghabiskan basreng dan teh manis tersebut.


"Pelan-pelan makanannya" ucap Lino.


"Soalnya udah bel, No. Takutnya dimarahin kalau kelamaan masuk" ucap Ana.


"Gak apa-apa, santai aja. Gak usah buru-buru kayak gitu, nanti kamu bisa keselek" ucap Lino.


"Kalau kita dimarahin gimana?" tanya Ana.


"Kalau guru marahin kita, nanti aku bakalan marahin balik" ucap Lino.


"Emang berani?" tanya Ana.


"Enggak sih" ucap Lino sambil tertawa.


Ana juga ikut tertawa karena mendengar ucapan Lino.


"Oh iya, nanti jadi kan pulang sekolah ke rumah Raka nya" ucap Ana.


"Iya jadi" ucap Lino.


"Kalau Gilang mau ikut gak ke rumah Raka nya?" tanya Ana.


"Gak tahu. Nanti coba aku tanyain ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Oh iya, No. Bobby itu temen kamu ya?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Kamu inget Bobby ya?" tanya Lino.


"Enggak sih, cuma waktu itu aku dikasih tahu sama Clara dan katanya dia jadian sama Bobby" ucap Ana.


"Oh kirain kamu inget sama Bobby" ucap Lino.


"Enggak, aku gak inget" ucap Ana.


"Oh iya, No! cewek yang kemarin ngelapor ke papah kamu gak?" tanya Ana.


"Ngelapor apa?" bingung Lino.


"Ngelapor bahwa kamu datang bareng aku" ucap Ana.


"Enggak. Tapi mungkin nanti papah bakal tahu, kalau semalem aku ajak kamu" ucap Lino.


"Nanti kamu dimarahin dong sama papah kamu" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Aku jadi merasa bersalah deh sama kamu" ucap Ana.


"Kenapa merasa bersalah?" tanya Lino.


"Soalnya kan aku ikut makan malam" ucap Ana.


"Enggak, kamu gak salah. Kan aku yang ajak kamu makan malam. Lagian kalau misalnya aku makan malam sama cewek itu, yang ada aku bakal merasa bersalah sama kamu" jelas Lino.


Skip


Sesudah menghabiskan makanan dan minuman, mereka berdua segera pergi ke kelasnya.


* Kelas


Sesampainya di kelas, Ana dan Lino hanya melihat beberapa orang saja yang berada didalam kelas.


"Ini pada kemana?" tanya Lino.


"Pada pulang, soalnya gurunya gak ada" ucap Sheyn.


"Oh gitu" ucap Lino.


"Emang gerbang nya udah dibuka ya?" tanya Ana.


"Udah kali" ucap Sheyn.


"Ya udah ayo pulang, Na" ucap Lino sambil mengambil tasnya.


"Ya udah ayo" ucap Ana sambil membawa tas nya.


Mereka berdua segera pergi menuju parkiran.


Sesampainya di parkiran mereka berdua segera naik ke motor.


Setelah itu, Lino langsung melajukan motornya menuju rumah Raka karena mereka berdua akan menjenguknya.