ARLINO

ARLINO
Episode 213



"Ini minum nya" ucap mamah Ana sambil meletakkan dua jus melon dan cemilan di meja.


"Makasih, tante" ucap Lino.


"Iya sama-sama" ucap mamah Ana.


"Mah, Ana dikasih handphone sama Lino" ucap Ana sambil menunjukan handphone baru nya.


"Loh! kamu ngapain ngasih handphone ke Ana, No" ucap mamah sedikit terkejut.


"Soalnya handphone Ana rusak gara-gara Lino, makanya Lino ganti sama yang baru" ucap Lino.


"Ya ampun, itu mahal banget handphone nya" ucap mamah Ana.


"Na, kasihnya lagi handphone nya ke Lino" perintah mamah.


"Ini, No" ucap Ana sambil mengembalikan handphone tersebut.


"Gak apa-apa, itu buat Ana tante" ucap Lino.


"Tapi itu mahal banget, No" ucap mamah Ana.


"Gak apa-apa, lagian Lino ikhlas kok ngasih nya" ucap Lino.


"Jadi ini dibalikin atau enggak?" tanya Ana polos.


"Gak usah, Ana" ucap Lino sambil tersenyum.


"Ana, cepet bilang makasih ke Lino!" perintah mamah.


"Makasih, No" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Lino sambil menahan tawanya karena Ana terus-menerus berterima kasih.


"Ya udah kalau gitu tante ke kamar dulu ya, soalnya mau istirahat" ucap mamah Ana.


"Iya, tante" ucap Lino.


Mamah Ana segera pergi menuju kamarnya.


"No, ayo diminum" ucap Ana sambil mengambil gelas yang berisi jus melon.


"Iya" ucap Lino.


Mereka berdua segera meminum jus melon tersebut.


"Oh iya, Na! bentar lagi kan kamu ulang tahun ya" ucap Lino.


"Iya, terus kenapa?" tanya Ana.


"Kamu mau kado apa?" tanya Lino.


"Aku pinginnya sih kamu kasih aku seblak tiga porsi" ucap Ana.


"Seblak?" ucap Lino sambil tertawa.


"Iya, soalnya aku pingin mukbang seblak" ucap Ana.


"Maksud aku tuh benda, Na. Bukan makanan" ucap Lino sambil tertawa.


"Kalau benda, aku gak mau. Aku mau nya kado makanan tapi yang pedes" ucap Ana.


"Ya udah nanti aku kasih seblak deh pas kamu ulang tahun" ucap Lino.


"Tiga porsi ya" ucap Ana.


"Iya, tiga porsi" ucap Lino sambil menahan tawanya.


"Yeay!!!" teriak Ana.


"Kayaknya seneng banget di kasih seblak" ucap Lino.


"Ya seneng lah, soalnya kan aku gak pernah makan seblak tiga porsi" ucap Ana.


"Nanti kalau kamu sakit perut gimana?" tanya Lino.


"Kalau aku sakit perut ya tinggal berak" jawab Ana dengan polos.


Lino langsung tertawa mendengar jawaban dari Ana.


"Bener kan omongan aku?" tanya Ana.


"Iya, omongan kamu bener kok" ucap Lino sambil tertawa.


"Kamu kenapa nangis?" tanya Ana karena Lino mengeluarkan air mata.


"Aku ketawa, bukan nangis" ucap Lino.


"Terus itu kenapa air matanya keluar?" tanya Ana.


"Soalnya aku ketawa terus, makanya jadi keluar air mata nya" jawab Lino.


"Oh iya, ulang tahun kamu pas hari valentine kan?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Nanti mau aku kasih coklat gak?" tanya Lino.


"Mau" ucap Ana.


"Oke, nanti aku beliin buat kamu" ucap Lino.


"Makasih" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


"No, kok kamu ngasih tahu aku sih. Kan harusnya kamu kasih surprise biar nanti aku nya kaget kalau dikasih kado" ucap Ana.


"Ya gak apa-apa, lagian kamu juga pasti bakal tahu kan kalau aku bakal kasih kejutan nantinya" ucap Lino.


"Ya emang bakal tahu sih" ucap Ana.


"Oh iya, No! nanti gak jadi aja deh renang di rumah kamu nya" ucap Ana.


"Kenapa gak jadi?" tanya Lino.


"Soalnya takut ke ulang kejadian kemarin" ucap Ana sambil mengingat kejadian waktu Lino memberinya nafas buatan.


"Kamu pasti trauma ya?" tanya Lino.


"Bukan trauma sih, lebih tepatnya aku jadi gak bisa tidur gara-gara mikirin kejadian kemarin" ucap Ana.


"Maafin aku ya" ucap Lino merasa bersalah.


"Gak apa-apa kok, lagian sebenernya kemarin aku enggak-" ucap Ana namun tidak dilanjutkan.


"Ya ampun Ana, hampir aja keceplosan" batin Ana.


"Enggak apa?" tanya Lino.


Ana segera berpikir untuk mencari jawaban buat pertanyaan Lino barusan.


"Enggak jadi, No" ucap Ana.


"Kok gak jadi sih" bingung Lino.


"Tadi aku lupa mau ngomong apa, makanya aku gak jadi ngomong deh" ucap Ana.


"Oh iya, nanti jangan lupa ya hari Senin" ucap Lino.


"Emang ada apa di hari Senin?" tanya Ana.


"Kan kamu udah janji bakal bawa bekal buat aku" ucap Lino.


"Oh iya, aku lupa" ucap Ana.


"Pasti nanti pas Senin bakal lupa deh" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu nanti kamu ingetin aku aja atau telepon aku, biar aku nya gak lupa" ucap Ana.


"Ya udah nanti aku bakal telepon kamu biar kamu inget" ucap Lino.


"Oh iya, Na! aku pergi dulu ya, soalnya mau main sama temen-temen" ucap Lino.


"Main kemana?" tanya Ana.


"Gak main sih, lebih tepatnya nongkrong di basecamp" ucap Lino.


"Jangan, nanti mamah kamu marah" ucap Lino.


"Gak bakal marah kok" ucap Ana.


"Gak boleh! kan di basecamp cowok-cowok semua, nanti kalau mamah kamu tahu bisa-bisa aku dimarahin" ucap Lino.


"Tapi kan biasanya juga gak apa-apa kalau aku ke basecamp" ucap Ana.


"Pokoknya jangan! nanti mamah kamu gak bolehin aku main lagi sama kamu" ucap Lino.


"Nanti aku bilang aja ke mamah kalau aku sama kamu mau ke pantai" ucap Ana.


"Jangan ngebohong!" ucap Lino.


"Tapi aku pingin ikut, soalnya bosen di rumah" ujar Ana.


"Ikut kemana?" tanya mamah yang tiba-tiba muncul.


"Ke pantai" ucap Ana sedikit gugup.


"Bohong, tante! bukan ke pantai, tapi ke basecamp" ucap Lino.


"Ngapain ke basecamp?" tanya mamah.


"Ana pingin main, soalnya bosen di rumah" ucap Ana.


"Gak boleh, Na! lagian disana cowok-cowok semua" ucap Lino.


"Gak apa-apa, No. Ajak aja Ana nya" ucap mamah.


"Tuh kan, boleh" ucap Ana.


"Gak apa-apa, tante?" tanya Lino memastikan.


"Iya gak apa-apa" ucap mamah Ana.


"Tapi kamu harus jagain Ana, jangan sampe mereka ngapa-ngapain Ana" ucap mamah.


"Iya, tante. Lino bakal jagain Ana kok" ucap Lino.


"Mamah lebay banget sih, kan temen-temen Lino pada baik semua" ucap Ana.


"Bukan lebay, Na! mamah cuma khawatir aja, lagian kan pasti banyak anak-anak geng motor disana" ucap mamah.


"Enggak banyak kok, mah! paling disana cuma ada 3 atau 4 orang, itu pun kalau mereka kesana" ucap Ana.


"Ya udah, mah! Ana sama Lino berangkat dulu ya" ucap Ana sambil salam kepada mamahnya.


Kemudian Lino juga salam kepada mamahnya Ana.


"Jagain Ana ya, No" ucap mamah Ana.


"Siap, tante" ucap Lino.


Lalu Ana dan Lino segera pergi keluar.


Setelah diluar, Ana dan Lino segera naik ke motor. Kemudian Lino segera melajukan motornya menuju basecamp.


...****...


* Basecamp


Sesampainya di basecamp, Lino dan Ana segera turun dari motor. Setelah itu, mereka berdua segera masuk kedalam basecamp SKZ.


"Eh, ada si bocil" ucap Gilang.


"Apaan sih bocil-bocil" kesal Ana.


Ana segera duduk disebelah Gilang. Sedangkan Lino, ia sedang mengambil minuman kaleng untuk dirinya dan juga Ana.


"Nih" ucap Lino sambil memberikan minuman kepada Ana.


"Makasih" ucap Ana.


"Iya sama-sama, sayang" sahut Gilang.


Sontak Lino langsung menatap tajam kearah Gilang.


"Apaan sih luh" ucap Ana kepada Gilang.


"BERCANDA, NO!!" ucap Gilang karena sedikit takut dengan tatapan Lino.


Trining...trining


Gilang langsung melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Felisa.


"Eh ayang nelpon" ucap Gilang sambil pergi keluar meninggalkan Ana dan Lino.


"Ayang siapa, No?" tanya Ana.


"Felisa kali" ucap Lino.


"Kok dipanggil ayang" heran Ana.


"Ayang tuh sama aja kayak sayang, Na" jelas Lino.


"Oh gitu" ucap Ana.


"Kamu mau gak dipanggil ayang?" tanya Ana.


"Gak mau" ucap Lino.


"Kenapa gak mau?" tanya Ana.


"Soalnya aku mau nya dipanggil sayang" ucap Lino.


"Tapi kan kata kamu sama aja artinya" ucap Ana.


"Ya emang sama. Cuma kalau ayang tuh kedengarannya kaya manggil ayam, jadi aku mau nya dipanggil sayang bukan dipanggil ayang" ucap Lino.


"Oh gitu" ucap Ana.


"Coba kamu ngomong sayang" perintah Lino.


"Sayang" ucap Ana.


"Iya kenapa, sayang?" ucap Lino sambil tersenyum.


"Ih malah dijawab lagi" ucap Ana.


"Iya kenapa, sayang" ledek Alex yang baru datang.


Sontak Ana dan Lino langsung melihat kearah Alex.


"Iya kenapa, sayang" ledek Gilang sambil menghampiri Lino.


"Apaan sih luh berdua, gak jelas banget" kesal Lino.


"Ipiin sih lih birdii, gik jilis bingit" ledek Gilang.


"Luh mau gue tampol ya" kesal Lino kepada Gilang.


"Udah jangan marah-marah, No" ucap Ana.


"Iya sayang, jangan marah-marah" ucap Alex kepada Lino.


Lino langsung melemparkan bantal kecil tepat ke wajah Alex.


Gilang langsung tertawa saat Lino melemparkan bantal kecil tepat ke wajah Alex.


"Mampus luh" ucap Gilang kepada Alex.


Kemudian Lino juga langsung melemparkan bantal kecil kepada Gilang, namun tidak kena karena Gilang langsung menghindar.


"Eitss! tidak kena" ucap Gilang.


"No, tolong bukain dong" ucap Ana sambil memberikan minuman kaleng kepada Lino.


Lino segera membuka minuman kaleng tersebut.


"Nih" ucap Lino.


"Makasih" ucap Ana sambil mengambil minuman tersebut.


Lalu Ana segera meminum minuman itu.